Close Menu
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
Home - Olahraga - Siapa Lionel Mpasi? Kiper Diaspora Kongo yang Bikin Inggris Frustasi

Siapa Lionel Mpasi? Kiper Diaspora Kongo yang Bikin Inggris Frustasi

  • Juli 2, 2026
Lionel Mpasi

Lionel Mpasi menjadi salah satu cerita paling menarik dari langkah bersejarah Democratic Republic of the Congo atau DR Kongo di Piala Dunia 2026. Meski perjalanan The Leopards terhenti di babak 32 besar, penampilan mereka meninggalkan kesan kuat bagi publik sepak bola dunia.

DR Kongo kalah tipis 1-2 dari Inggris dalam laga gugur yang berlangsung menegangkan dan penuh tekanan di Atlanta Stadium, Rabu (01/07/2026). Namun, sebelum Harry Kane menjadi penyelamat Three Lions, Lionel Mpasi lebih dulu membuat pendukung Inggris gelisah lewat sejumlah penyelamatan penting.

Kiper kelahiran Prancis itu mencatat empat penyelamatan krusial sebelum pertandingan memasuki fase akhir. Ia berkali-kali menggagalkan peluang Inggris, termasuk ancaman dari Jude Bellingham yang membuat laga berjalan jauh lebih sulit bagi tim favorit Inggris.

Inggris datang sebagai tim unggulan dengan skuad bertabur nama besar, termasuk Harry Kane, Jude Bellingham, Declan Rice, dan Marcus Rashford. Namun, DR Kongo tidak gentar dan sempat unggul lebih dulu melalui gol cepat Brian Cipenga.

Gol itu membuat pertandingan berubah menjadi ujian mental bagi Inggris yang tampil di bawah tekanan. Lionel Mpasi kemudian mengambil panggung dengan penyelamatan demi penyelamatan, membuat peluang Inggris berkali-kali mentah di kotak penalti.

Harry Kane akhirnya menyamakan kedudukan lewat sundulan pada menit ke-75 setelah menerima umpan dari Anthony Gordon. Kapten Inggris itu kemudian memastikan kemenangan 2-1 pada menit ke-86 melalui tembakan kuat dari luar kotak penalti.

Meski kebobolan dua kali, Lionel Mpasi tetap mendapat respek besar setelah laga. Jude Bellingham bahkan terlihat memberi pelukan kepadanya, sebuah gestur yang menunjukkan pengakuan terhadap performa luar biasa sang kiper. Tetapi dua momen kecil kelengahannya akhirnya dihukum oleh bomber tajam Timnas Inggris Harry Kane.

Penampilan Lionel Mpasi membuat DR Kongo terlihat bukan sekadar tim kejutan yang numpang lewat di fase gugur. Mereka tampil berani, disiplin, dan mampu memaksa Inggris bekerja keras sampai menit-menit terakhir pertandingan.

Siapa Lionel Mpasi?

Lionel Mpasi Nzau lahir di Meaux, Prancis, pada 1 Agustus 1994 dari orang tua asal Kongo. Ia menjadi bagian dari generasi diaspora Afrika yang lahir dan tumbuh di Eropa, tetapi memilih membela tanah leluhur keluarganya.

Karier mudanya dimulai di Torcy sebelum masuk akademi Paris Saint-Germain pada 2009 hingga 2011. Setelah itu, Lionel Mpasi melanjutkan perjalanan bersama Toulouse, Rodez, dan kini terikat kontrak dengan klub Ligue 1, Le Havre.

Di level klub, Lionel Mpasi bukan selalu menjadi penjaga gawang utama, tetapi ia dikenal siap menjawab kesempatan. Bersama Le Havre, statusnya lebih sering sebagai pilihan kedua, namun statistik penyelamatannya menunjukkan kualitas yang tidak bisa diremehkan.

Dalam salah satu laga Ligue 1 melawan Toulouse, ia masuk pada babak kedua dan membuat lima penyelamatan. Aksinya membantu Le Havre menang 2-1, termasuk lewat dua penyelamatan penting pada menit ke-93 dan ke-98.

Sebelum membela DR Kongo, Lionel Mpasi pernah memperkuat tim muda Prancis di level U-16, U-17, dan U-18. Ia bahkan menjadi bagian dari skuad Prancis U-17 pada Piala Dunia U-17 2011, meski tidak mendapat menit bermain.

Pilihan karier internasionalnya kemudian berubah ketika DR Kongo memanggilnya untuk membela negara asal keluarga. Debut seniornya bersama The Leopards datang pada 2022, sebelum ia menjadi salah satu figur penting di bawah pelatih Sebastien Desabre.

Dari Rodez ke Le Havre, Lalu Panggung Dunia

Perjalanan Lionel Mpasi tidak dibangun dari jalur superstar yang langsung terang sejak usia muda. Ia menghabiskan waktu panjang bersama Rodez, klub yang membantunya tumbuh dari penjaga gawang cadangan menjadi pemain berpengalaman.

Bersama Rodez, Lionel Mpasi mencatat lebih dari seratus penampilan dan pernah menjadi bagian penting perjalanan klub di Ligue 2. Ia kemudian pindah ke Le Havre pada 2025, mengambil tantangan baru di kasta tertinggi sepak bola Prancis.

Di Piala Dunia 2026, Lionel Mpasi dipercaya tampil dalam seluruh pertandingan DR Kongo. Kepercayaan itu tidak datang tanpa alasan, karena ia menunjukkan ketenangan, refleks tajam, dan keberanian membaca arah serangan lawan.

Salah satu performa terbaiknya hadir saat DR Kongo menghadapi Kolombia di fase grup. Dalam laga itu, Lionel Mpasi disebut mampu menggagalkan delapan tembakan dan menjaga harapan timnya tetap hidup hingga akhir pertandingan.

Puncak sorotan datang ketika DR Kongo menantang Inggris di babak 32 besar. Lionel Mpasi kembali tampil luar biasa, meski akhirnya dua gol Harry Kane pada menit-menit akhir memupus mimpi besar wakil Afrika tersebut.

Kiper Diaspora yang Memilih Tanah Leluhur

Kisah Lionel Mpasi mempertegas warna besar Piala Dunia 2026 sebagai turnamen para pemain diaspora. Ia lahir di Prancis, menimba ilmu sepak bola di sistem Prancis, tetapi memilih membela DR Kongo di panggung internasional.

Keputusan itu membuatnya menjadi bagian dari gelombang pemain kelahiran Eropa yang memperkuat negara asal orang tua mereka. Dalam kasus DR Kongo, pilihan seperti ini memberi kekuatan besar bagi skuad yang ingin bersaing di level dunia.

Fenomena tersebut tidak hanya terjadi pada DR Kongo, karena banyak negara Afrika diperkuat pemain diaspora dari liga-liga Eropa. Mereka membawa pengalaman kompetisi tinggi, tetapi juga emosi khusus ketika mengenakan jersey negara leluhur keluarga.

Lionel Mpasi menjadi contoh bahwa identitas sepak bola modern tidak selalu ditentukan oleh tempat lahir. Kadang, pilihan membela negara datang dari hubungan keluarga, akar budaya, dan panggilan batin yang lebih dalam.

Kekalahan dari Inggris memang mengakhiri perjalanan DR Kongo di Piala Dunia 2026. Namun, pencapaian menembus fase gugur untuk pertama kalinya membuat The Leopards pulang dengan cerita besar dan kepala tegak.

Mereka tidak hanya memberi perlawanan kepada tim kuat, tetapi juga menunjukkan wajah sepak bola Afrika yang makin matang. Lionel Mpasi menjadi simbol dari ketangguhan itu, karena tampil berani ketika lawan dipenuhi pemain elite Premier League dan Eropa.

Bagi Inggris, kemenangan ini membawa mereka ke babak 16 besar untuk menghadapi Meksiko. Namun, laga melawan DR Kongo menjadi peringatan bahwa reputasi besar tidak cukup untuk melewati tim yang bermain dengan hati dan disiplin.

Bagi Lionel Mpasi, Piala Dunia 2026 menjadi panggung yang mengangkat namanya ke perhatian publik global. Dari kiper pilihan kedua Le Havre, ia berubah menjadi penjaga gawang yang membuat Inggris hampir kehilangan nasib di turnamen terbesar.

Pada akhirnya, kisah Lionel Mpasi bukan hanya tentang empat penyelamatan atau kekalahan tipis dari Inggris. Ini adalah cerita tentang diaspora, pilihan identitas, dan keberanian seorang pemain yang membela tanah leluhur keluarganya dengan seluruh tubuhnya.

Tiket Piala Dunia

Tiket Partai Final Piala Dunia 2026 Berpotensi Tembus Setengah Miliar Rupiah Lebih 

02 Jul 2026
Lionel Mpasi

Siapa Lionel Mpasi? Kiper Diaspora Kongo yang Bikin Inggris Frustasi

02 Jul 2026
Timnas AS

Cerita Timnas Amerika yang Menjelma Hebat di Piala Dunia 2026 Berkat Andil Kaum Migran

02 Jul 2026
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Responsible Gambling
© 2026 Bonanza88. ▲

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.