Close Menu
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
Home - Olahraga - Prancis Makin Menggila, Mbappe dan Olise Bikin Lawan Ketakutan

Prancis Makin Menggila, Mbappe dan Olise Bikin Lawan Ketakutan

  • Juli 1, 2026
Timnas Prancis

Timnas Prancis kembali mengirim pesan keras kepada seluruh pesaing di Piala Dunia 2026 setelah menghancurkan Swedia 3-0 di New York New Jersey Stadium, Selasa (30/06/2026). Les Bleus tidak hanya menang lewat kualitas individu, tetapi juga menunjukkan kekompakan yang makin menakutkan.

Kemenangan ini membawa Prancis melaju ke babak 16 besar dan akan menghadapi Paraguay di Philadelphia pada Sabtu, 4 Juli 2026. Laga itu menjadi ujian berikutnya bagi tim yang kini disebut sebagai salah satu favorit terkuat juara.

Swedia datang dengan harapan besar untuk meredam ledakan lini depan Les Bleus, tetapi rencana itu runtuh perlahan. Prancis tampil sabar pada awal laga, lalu menghukum setiap celah lewat kecepatan dan ketajaman para penyerangnya.

Kylian Mbappe membuka pesta gol Prancis dengan penyelesaian indah yang memperlihatkan kelasnya sebagai finisher elite dunia. Setelah mencetak gol, kapten Les Bleus langsung berlari ke arah bangku cadangan untuk memeluk Didier Deschamps.

Momen itu terasa sangat emosional karena Deschamps baru kembali mendampingi tim setelah pulang ke Prancis untuk menghadiri pemakaman ibunya. Para pemain kemudian ikut mendekat, membentuk pelukan bersama yang menggambarkan kuatnya ikatan skuad ini.

Deschamps mengatakan kelompok pemainnya tetap bersatu dan mampu menjalankan tugas ketika ia tidak berada bersama tim. Baginya, semangat kolektif memang tidak otomatis memenangkan pertandingan, tetapi ketiadaannya bisa membuat tim besar kehilangan arah.

Aurelien Tchouameni juga menegaskan para pemain memahami situasi berat yang sedang dialami sang pelatih. Gelandang Real Madrid itu menyebut skuad Prancis berusaha memberi segalanya agar Deschamps kembali tersenyum di tengah hari-hari emosional.

Di atas lapangan, senyum itu benar-benar kembali ketika Prancis menaikkan intensitas serangan. Bradley Barcola mencetak gol kedua sebelum Mbappe menambah gol ketiga yang membuat Swedia tak lagi punya ruang untuk bangkit.

Brace tersebut membuat Mbappe menyamai Lionel Messi dalam persaingan Sepatu Emas dengan enam gol di turnamen ini. Penyerang Real Madrid itu juga mengoleksi 18 gol Piala Dunia, hanya berjarak satu dari rekor Messi.

Mbappe kini berada pada fase terbaik kariernya, tajam, tenang, dan berbahaya setiap kali mendapat ruang. Prancis sangat beruntung memiliki pemain yang mampu mengubah pertandingan hanya lewat satu sentuhan di area berbahaya.

Namun, kekuatan Prancis tidak hanya terletak pada Mbappe seorang. Michael Olise kembali tampil luar biasa dengan dua assist, membuat total kontribusi umpannya menjadi lima assist sepanjang Piala Dunia 2026.

Olise menjadi penghubung penting antara lini tengah dan lini depan, terutama ketika Les Bleus mempercepat transisi serangan. Ia tidak banyak bicara di luar lapangan, tetapi permainannya sangat lantang ketika bola berada di kakinya.

Deschamps memuji Olise sebagai pemain yang membawa pengaruh besar dalam struktur serangan Prancis. Menurutnya, pemain Bayern Munich itu mungkin terlihat introvert, tetapi sama sekali tidak tertutup ketika berada di atas lapangan.

Kisah Olise juga menarik karena ia memulai perjalanan sepak bola dari Hayes & Yeading United pada usia enam tahun. Lahir di Hammersmith dari ayah Nigeria dan ibu berdarah Prancis-Aljazair, ia kini bersinar di panggung terbesar dunia.

Selain Mbappe dan Olise, Ousmane Dembele juga menjadi bagian penting dari revolusi serangan Les Bleus. Pemenang Ballon d’Or itu sudah terlibat dalam enam gol, dengan empat gol dan dua assist di turnamen ini.

Kombinasi Dembele dan Mbappe bahkan menjadi salah satu duet paling produktif dalam sejarah modern Piala Dunia. Mereka telah saling terlibat dalam enam gol di Amerika Serikat, melampaui catatan banyak pasangan besar sejak data turnamen dicatat.

Barcola melengkapi kuartet depan Prancis yang membuat para bek lawan harus bekerja sepanjang pertandingan. Bersama Mbappe, Dembele, dan Olise, ia memberi variasi serangan yang sulit ditebak dari sisi kiri maupun kanan.

Ian Wright menyebut kemampuan seperti ini hampir mustahil dihentikan ketika para pemain berada dalam kondisi terbaik. Mantan striker Inggris itu bahkan menilai Prancis sebagai salah satu favorit paling jelas yang pernah ia lihat di Piala Dunia.

Patrick Vieira, bagian dari skuad juara dunia 1998, juga menyebut Les Bleus sebagai tim yang harus dikalahkan. Pernyataan itu terasa masuk akal karena Prancis terus mencetak rekor hampir setiap kali turun ke lapangan.

Les Bleus menjadi tim pertama yang mencetak tiga gol atau lebih dalam lima pertandingan Piala Dunia secara beruntun. Saat melawan Swedia, mereka juga melepaskan 25 tembakan, jumlah tertinggi Prancis dalam satu laga Piala Dunia sejak 1998.

Meski begitu, Deschamps tetap melihat ruang perbaikan karena Prancis membuang banyak peluang, terutama pada babak pertama. Ia menilai timnya sempat tampil sedikit malu-malu pada 15 menit awal sebelum akhirnya menemukan ritme terbaik.

Gary Neville menyebut penampilan Prancis sebagai kombinasi presisi dan kehancuran bagi lawan. Menurutnya, empat pemain depan yang dimulai sejak awal akan menjadi mimpi buruk bagi setiap bek yang tersisa di turnamen.

Swedia sendiri tidak bisa berbuat banyak menghadapi intensitas dan kualitas teknis Les Bleus. Pelatih Graham Potter bahkan mengakui tersingkir dari tim seperti ini bukanlah aib, karena ia belum melihat tim yang lebih baik.

Pernyataan Potter menggambarkan betapa tinggi level Prancis saat ini dibanding banyak pesaing lain. Ketika Brasil menang dramatis, sementara Jerman dan Belanda sudah tersingkir, Les Bleus justru terlihat makin stabil dan meyakinkan.

Empat tahun setelah kalah menyakitkan dari Argentina lewat adu penalti di final Qatar 2022, Prancis tampak membawa misi penebusan. Mereka bermain seolah ingin memastikan luka lama itu tidak terulang di Amerika Utara.

Dalam empat pertandingan di Amerika Serikat, Prancis sudah mencetak 13 gol dan hanya sedikit memberi napas kepada lawan. Statistik itu menunjukkan keseimbangan antara serangan mematikan, kreativitas lini tengah, dan kedalaman skuad yang sangat kaya.

Jika mampu menyingkirkan Paraguay, Prancis akan menghadapi pemenang laga Kanada melawan Maroko pada perempat final di Boston Stadium. Namun, Deschamps menolak bicara terlalu jauh karena perjalanan masih berada pada fase gugur awal.

Pelatih berpengalaman itu meminta semua pihak tetap tenang dan tidak terbawa euforia berlebihan. Ia menegaskan Prancis baru mencapai babak 16 besar, sehingga fokus harus tetap diarahkan pada pertandingan berikutnya.

Meski Deschamps berusaha meredam ekspektasi, sulit mengabaikan pesan yang dikirim Les Bleus kepada dunia. Prancis tampil bersatu, bebas, brilian, dan memiliki deretan bintang yang sedang berada dalam performa paling menakutkan.

Pertanyaan besarnya kini bukan lagi apakah Prancis layak disebut favorit juara, melainkan siapa yang mampu menghentikan mereka. Dengan Mbappe, Dembele, Olise, dan Barcola di lini depan, Les Bleus tampak seperti mesin yang belum mencapai batas maksimalnya.

Tiket Piala Dunia

Tiket Partai Final Piala Dunia 2026 Berpotensi Tembus Setengah Miliar Rupiah Lebih 

02 Jul 2026
Lionel Mpasi

Siapa Lionel Mpasi? Kiper Diaspora Kongo yang Bikin Inggris Frustasi

02 Jul 2026
Timnas AS

Cerita Timnas Amerika yang Menjelma Hebat di Piala Dunia 2026 Berkat Andil Kaum Migran

02 Jul 2026
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Responsible Gambling
© 2026 Bonanza88. ▲

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.