Opta menempatkan Barcelona sebagai favorit utama menjuarai La Liga 2026/27 setelah superkomputer mensimulasikan musim sebanyak 10 ribu kali. Blaugrana memenangi 45,6 persen simulasi, jauh di atas Real Madrid yang mencatat peluang juara 31 persen.
Prediksi itu muncul menjelang bergulirnya La Liga 2026/27 akhir pekan ini, ketika Barcelona datang sebagai juara bertahan dua musim beruntun. Real Madrid mencoba memutus dominasi tersebut dengan mengembalikan Jose Mourinho untuk periode keduanya di Santiago Bernabeu.
Barcelona memastikan gelar musim lalu dengan cara yang sangat simbolis setelah mengalahkan Real Madrid 2-0 di Camp Nou pada 10 Mei. Kemenangan itu mengunci gelar dengan tiga pertandingan tersisa sebelum mereka akhirnya finis delapan poin di atas rival abadinya.
Keberhasilan itu menjadi gelar La Liga ke-29 bagi Barcelona dan membuka peluang mencetak hat-trick juara pada musim baru. Jika kembali menjadi kampiun, Blaugrana akan mengoleksi 30 gelar liga dan semakin mendekati Real Madrid yang masih memimpin dengan 36 trofi.
Prediksi La Liga 2026/27: Real Madrid Andalkan Mourinho
Real Madrid memilih pendekatan berbeda setelah musim 2025/26 berlangsung penuh gejolak dan gagal menghasilkan gelar liga. Klub memulangkan Mourinho, pelatih berpengalaman yang diharapkan mampu mengelola ruang ganti penuh bintang tanpa memaksakan revolusi taktik terlalu besar.
Opta menilai pendekatan pragmatis Mourinho bisa cocok dengan struktur skuad Real Madrid yang berisi banyak pemain berstatus bintang. Superkomputer tetap memberi mereka peluang juara 31 persen, angka yang membuat persaingan dua raksasa Spanyol masih terlihat terbuka.
Mourinho kembali setelah tiga pekerjaan terakhirnya berlangsung bersama Roma, Fenerbahce, dan Benfica, klub besar yang tetap berbeda level dengan tekanan Madrid. Pengalaman serta otoritasnya dipandang bisa membantu meredakan persoalan internal yang sempat muncul di ruang ganti musim lalu.
Opta menilai pemilihan pelatih berkarakter kuat cukup masuk akal karena Real Madrid sebelumnya juga meraih sukses bersama Carlo Ancelotti. Mourinho diharapkan menghadirkan efek serupa dengan mengutamakan pengelolaan pemain, keseimbangan, dan hasil dibanding eksperimen permainan yang terlalu revolusioner.
Prediksi La Liga 2026/27 Masih Memihak Barcelona
Meski demikian, Barcelona tetap unggul karena mempertahankan inti tim yang sudah bekerja baik di bawah Hansi Flick. Prediksi Opta bahkan belum memasukkan kemungkinan transfer baru, termasuk peluang kedatangan Rodri yang disebut lebih memprioritaskan Barcelona daripada Real Madrid.
Rodri kembali menjadi pusat perhatian setelah meraih Golden Ball sebagai pemain terbaik Piala Dunia 2026 bersama timnas Spanyol dikabarkan bakal gabung Barcelona. Opta menilai kualitasnya mendekati profil Sergio Busquets pada masa terbaik, sehingga kedatangannya bisa membuat lini tengah Barcelona semakin sulit ditandingi.
Karena superkomputer tidak memperhitungkan transfer pemain, peluang Barcelona 45,6 persen belum mencerminkan dampak potensial jika Rodri benar-benar bergabung. Tidak ada klub lain yang memenangi gelar lebih dari 10 persen dalam simulasi, mempertegas dominasi dua kandidat utama.
Dengan kata lain, Prediksi La Liga 2026/27 pada tahap awal tetap menggambarkan perlombaan dua kuda antara Barcelona dan Real Madrid. Atletico Madrid masih diperhitungkan, tetapi peluang juara mereka maupun klub lain tidak menembus batas 10 persen dalam proyeksi Opta.
Perebutan Liga Champions Lebih Terbuka
Persaingan menuju Liga Champions juga diprediksi sangat ketat meski Barcelona dan Real Madrid relatif aman. Keduanya menembus empat besar dalam lebih dari 81 persen simulasi, sebelum memperhitungkan kemungkinan posisi kelima kembali mendapatkan jalur menuju kompetisi elite Eropa.
Atletico Madrid menjadi kandidat berikutnya dengan peluang finis empat besar sebesar 48,6 persen berdasarkan simulasi Opta. Angka itu sejalan dengan konsistensi mereka, karena klub ibu kota tersebut tidak pernah finis di luar empat besar sejak musim 2011/12.
Villarreal berada di urutan selanjutnya dengan peluang 29,5 persen untuk menembus empat besar, sementara Real Betis berada pada 23 persen. Kedua klub akan tampil di Liga Champions musim ini setelah finis ketiga dan kelima pada kompetisi liga musim lalu.
Namun, Villarreal memasuki masa transisi setelah Marcelino meninggalkan klub pada akhir musim 2025/26 dan digantikan Inigo Perez. Pelatih baru itu mendapat reputasi tinggi setelah bekerja impresif bersama Rayo Vallecano, meski proses adaptasi tetap berpotensi memengaruhi konsistensi tim.
Real Betis menghadapi tantangan berbeda karena akan kembali bermain di Liga Champions untuk pertama kalinya sejak musim 2004/05. Jadwal Eropa yang padat bisa menguji kedalaman skuad mereka, terutama ketika harus menjaga performa kompetitif secara bersamaan di La Liga.
Valencia dan Rayo Bisa Jadi Kejutan
Di belakang mereka, Valencia memiliki peluang 17,7 persen untuk finis empat besar meski hanya menutup musim lalu di posisi kesembilan. Sejak finis keempat pada 2018/19, Valencia selalu bergantian antara posisi kesembilan dan papan bawah dalam setiap musim berikutnya.
Rayo Vallecano mendapat peluang 16,7 persen, sama dengan Celta Vigo, tetapi situasi mereka jauh lebih rumit karena masalah stadion. Pemerintah lokal Madrid sempat menangguhkan izin penggunaan Vallecas setelah audit menghasilkan penilaian buruk mengenai kondisi pemeliharaan stadion.
Rayo juga kehilangan Inigo Perez ke Villarreal setelah mencapai final Conference League 2025/26 dan kalah 0-1 dari Crystal Palace. Vallecas bahkan berpeluang tidak bisa digunakan pada laga kandang pertama 20 Agustus karena masalah fasilitas dan kondisi lapangan.
Opta menegaskan persoalan stadion tersebut tidak masuk dalam kalkulasi superkomputer sehingga proyeksi Rayo perlu dibaca secara hati-hati. Celta Vigo dengan 16,7 persen, Athletic Club 11,7 persen, dan Real Sociedad 10,9 persen dinilai memiliki peluang Eropa yang cukup realistis.
Prediksi La Liga 2026/27 untuk Zona Degradasi
Di papan bawah, perburuan menghindari degradasi diperkirakan kembali sengit setelah dua musim terakhir menghasilkan persaingan sangat rapat. Pada 2024/25, lima klub finis maksimal dua poin di atas zona merah, sementara musim berikutnya Sevilla hanya satu poin di atas Mallorca.
Mallorca bahkan terdegradasi musim lalu meski mengumpulkan 42 poin, sebuah angka yang sangat tinggi untuk tim penghuni zona merah. Dalam sejarah La Liga dengan format 38 pertandingan, hanya sekali ada klub yang turun dengan jumlah poin lebih banyak tanpa memperhitungkan playoff.
Sevilla menjadi nama besar yang paling mengkhawatirkan karena terdegradasi dalam 27,7 persen dari 10 ribu simulasi Opta. Mereka menjadi tim ketiga dengan risiko turun tertinggi setelah dua musim sebelumnya juga harus berjuang keras sampai fase akhir kompetisi.
Pada musim 2024/25, Sevilla selamat dengan 41 poin dan hanya unggul satu angka atas Leganes yang mengoleksi 40 poin. Musim lalu mereka kembali nyaris turun sebelum empat kemenangan dalam enam pertandingan sejak 11 April membantu menyelamatkan status La Liga.
Masalah Sevilla tidak berhenti pada performa karena kondisi finansial klub juga menjadi perhatian besar menjelang musim baru. Berdasarkan data Maret 2026, mereka memiliki batas gaji terendah kedua di La Liga serta menghadapi ketidakstabilan pada tingkat manajemen.
Situasi skuad juga rawan karena Sevilla kemungkinan harus mempromosikan banyak pemain dari tim B untuk mengisi kebutuhan tim utama. Ironisnya, tim cadangan tersebut justru terdegradasi ke kasta keempat pada musim lalu, sehingga kedalaman kualitas menjadi pertanyaan serius.
Deportivo Jadi Kandidat Degradasi
Deportivo A Coruna menjadi tim dengan risiko degradasi tertinggi dalam proyeksi Opta setelah turun pada 29,2 persen simulasi. Mereka kembali ke La Liga untuk pertama kalinya sejak 2017/18 setelah sempat menghabiskan empat musim di tingkat ketiga sepak bola Spanyol.
Deportivo promosi setelah finis kedua di Segunda Division, tetapi status pendatang baru membuat mereka langsung diproyeksikan menjalani perjuangan berat. Elche berada tepat di belakang dengan risiko degradasi 28,4 persen, sedangkan Sevilla menyusul pada angka 27,7 persen.
Racing Santander juga kembali ke kasta tertinggi setelah terakhir tampil di La Liga pada musim 2011/12. Selama 14 tahun sejak degradasi, mereka menghabiskan tujuh musim di tingkat kedua dan tujuh musim lainnya di kasta ketiga sepak bola Spanyol.
Superkomputer memberikan Racing peluang degradasi sebesar 26,9 persen, sedikit lebih rendah daripada Deportivo, Elche, dan Sevilla. Espanyol berada pada 26,5 persen, sehingga kelompok kandidat turun musim ini terlihat cukup rapat berdasarkan hasil simulasi.
Malaga menjadi tim promosi lain setelah memenangkan playoff melawan Almeria dan mengakhiri penantian panjang sejak degradasi pada 2017/18. Mereka bahkan masih bermain di kasta ketiga pada 2023/24, tetapi risiko degradasinya 25,3 persen menjadi paling rendah di antara tiga tim promosi.
Prediksi Opta Bukan Vonis Akhir
Meski Prediksi La Liga 2026/27 menempatkan Barcelona sebagai favorit, hasil simulasi tetap menunjukkan ruang kejutan yang cukup menarik pada musim baru. Setiap peserta bahkan setidaknya 140 kali menjadi juara dari 10 ribu simulasi, atau memiliki peluang minimum sekitar 1,4 persen.
Karena itu, prediksi Opta bukan hasil akhir, melainkan gambaran probabilitas berdasarkan data dan kekuatan tim menjelang kompetisi dimulai. Namun angka 45,6 persen untuk Barcelona dan 31 persen untuk Real Madrid menegaskan bahwa duel Flick melawan Mourinho menjadi pusat musim ini.



