Mikel Oyarzabal mungkin bukan nama yang paling banyak dicetak di punggung jersey suporter Spanyol pada Piala Dunia 2026. Namun, penyerang Real Sociedad itu justru menjadi sosok paling menentukan saat La Roja menyingkirkan Austria dengan skor 3-0, Jumat (03/07/2026).
Sebelum laga babak 32 besar di Los Angeles Stadium, sorotan kamera lebih banyak tertuju kepada Lamine Yamal. Bintang muda Barcelona itu datang dengan status idola baru, tetapi Mikel Oyarzabal yang akhirnya mencuri panggung lewat dua gol penting.
Spanyol datang ke laga ini sebagai juara Eropa 2024 dan salah satu kandidat kuat juara dunia. Kemenangan atas Austria bukan hanya membawa mereka ke babak 16 besar, tetapi juga mengakhiri penantian panjang kemenangan fase gugur sejak 2010.
Mikel Oyarzabal membuka keunggulan Spanyol pada menit ke-36, sebelum Pedro Porro menggandakan skor pada menit ke-66. Oyarzabal kemudian melengkapi malam sempurna La Roja dengan gol keduanya pada menit ke-89.
Kemenangan itu membuat Spanyol melaju nyaman ke 16 besar Piala Dunia 2026. Mereka tinggal menunggu pemenang laga Portugal melawan Kroasia, dua lawan yang sama-sama berpotensi menghadirkan ujian lebih berat.
Bukan Nama PopulerÂ
Di skuad Spanyol saat ini, perhatian publik memang lebih mudah tertuju kepada Lamine Yamal. Usianya baru 18 tahun, gaya bermainnya eksplosif, dan setiap sentuhannya kerap memancing sorakan besar dari tribun.
Namun, Mikel Oyarzabal menghadirkan cerita berbeda yang lebih sunyi, tetapi sangat efektif. Ia tidak selalu menjadi pusat kampanye promosi, tetapi kontribusinya di lapangan membuat Spanyol punya ujung tombak yang benar-benar tajam.
Mantan penyerang Spanyol, David Villa, bahkan menyebut Oyarzabal sebagai salah satu striker terbaik yang dimiliki negaranya saat ini. Villa menilai masalah terbesar Oyarzabal hanya karena ia bermain untuk Real Sociedad, bukan klub yang selalu menjadi pusat perhatian global.
Menurut Villa, Liga Champions sering membentuk persepsi publik di luar Spanyol terhadap seorang pemain. Karena Real Sociedad tidak selalu berada di panggung terbesar Eropa, kualitas Mikel Oyarzabal kadang tidak terbaca secara luas.
Padahal, peran Mikel Oyarzabal di lini depan Spanyol sangat penting dalam sistem Luis de la Fuente. Ia mampu bergerak di antara bek tengah, membaca ruang kecil, dan menyelesaikan peluang seperti predator kotak penalti.
Bangkit Setelah Cedera Berat
Perjalanan Mikel Oyarzabal menuju titik ini tidak datang tanpa luka besar. Ia pernah melewatkan Piala Dunia 2022 di Qatar setelah mengalami cedera anterior cruciate ligament atau ACL pada lutut kirinya.
Cedera itu menjadi pukulan berat karena terjadi pada fase penting karier internasionalnya. Namun, empat tahun kemudian, Oyarzabal datang ke Piala Dunia 2026 dengan kondisi terbaik dan rasa lapar yang semakin besar.
Sebelum debut Piala Dunia, ia sudah berada dalam performa luar biasa bersama tim nasional Spanyol. Catatan 12 gol dalam 12 penampilan internasional menjadi bukti bahwa Oyarzabal bukan sekadar pilihan darurat di lini depan.
Dua gol ke gawang Austria memperpanjang catatan tajamnya menjadi 17 gol dalam 16 kali starter terakhir untuk Spanyol. Di Piala Dunia 2026, koleksinya sudah mencapai empat gol dari empat pertandingan.
Koresponden sepak bola Spanyol, Guillem Balague, menilai dua musim terakhir merupakan periode terbaik dalam karier Mikel Oyarzabal. Setelah pulih dari cedera, ia tampil lebih matang, lebih percaya diri, dan lebih mematikan di depan gawang.
Spanyol Menemukan Nomor Sembilan
Spanyol pernah menjuarai Euro 2012 dengan gaya unik, bahkan tanpa penyerang tengah murni dalam beberapa pertandingan besar. Namun, Piala Dunia 2026 menunjukkan bahwa La Roja kini punya figur nomor sembilan yang jelas.
Mikel Oyarzabal bukan striker klasik yang hanya menunggu bola di kotak penalti. Ia mampu turun membantu kombinasi, membuka ruang untuk pemain sayap, lalu kembali muncul pada momen paling berbahaya.
Mantan bek Spanyol, Cesar Azpilicueta, menilai Oyarzabal telah berhasil menjawab keraguan tentang posisi penyerang tengah La Roja. Dulu ia lebih sering dimainkan melebar, tetapi kini perannya semakin kuat sebagai pusat serangan.
Perubahan posisi itu membuat Oyarzabal semakin dekat dengan area penyelesaian akhir. Ia tidak perlu terlalu lama menguasai bola, karena tugas utamanya adalah membaca jatuhnya bola dan memaksimalkan beberapa momen kecil.
Dalam sistem Spanyol yang kaya gelandang kreatif, kehadiran Mikel Oyarzabal membuat serangan terasa lebih seimbang. Ia memberi titik akhir yang jelas untuk aliran bola dari Pedri, Dani Olmo, Rodri, dan Lamine Yamal.
Lamine Yamal yang Membuka Ruang
Meski Mikel Oyarzabal menjadi pencetak dua gol, peran Lamine Yamal tetap tidak bisa dilepaskan dari kemenangan Spanyol. Yamal memang tidak mencetak gol, tetapi dribel dan kontrol bolanya terus menarik perhatian pemain Austria.
Setiap kali Yamal menerima bola di sisi kanan, Austria harus menggeser blok pertahanan untuk menutup ruangnya. Situasi itu menciptakan celah yang kemudian bisa dimanfaatkan Mikel Oyarzabal di area tengah.
Mantan gelandang Jerman, Thomas Hitzlsperger, menilai pemain seperti Yamal memberi keuntungan besar bagi striker. Ketika bek lawan terlalu fokus pada satu bintang, penyerang lain mendapat ruang lebih bebas untuk mengambil keputusan.
Oyarzabal membaca kondisi itu dengan sangat baik sepanjang pertandingan melawan Austria. Ia tidak banyak membuang energi untuk aksi berlebihan, tetapi selalu hadir pada waktu yang tepat ketika Spanyol membutuhkan penyelesaian.
Kombinasi Yamal dan Mikel Oyarzabal memberi Spanyol dua jenis ancaman yang berbeda. Yamal menghadirkan kekacauan lewat kecepatan dan kreativitas, sedangkan Oyarzabal memberi kepastian melalui gerakan serta penyelesaian akhir.
Setia kepada Real Sociedad
Di era sepak bola modern, Mikel Oyarzabal termasuk pemain yang semakin jarang ditemukan. Ia hanya bermain untuk satu klub sepanjang karier profesionalnya, yakni Real Sociedad, klub yang membentuk identitas dan gaya bermainnya.
Kesetiaan itu membuat Oyarzabal sangat dihormati di San Sebastian, meski namanya tidak selalu seterkenal bintang Real Madrid atau Barcelona. Ia tumbuh dalam lingkungan yang memberinya ruang untuk berkembang tanpa kehilangan karakter.
Musim lalu, Mikel Oyarzabal mencatat musim tersubur bersama Real Sociedad dengan 15 gol liga. Performa itu berjalan seiring dengan ketajamannya bersama tim nasional, sehingga ia datang ke Piala Dunia dalam momentum terbaik.
Oyarzabal pernah bercerita bahwa naluri mencetak golnya mulai tumbuh sejak kecil, ketika ia bermain hoki. Dari olahraga itu, ia terbiasa berpikir bahwa satu peluang gagal bukan akhir, karena peluang berikutnya akan datang.
Filosofi tersebut terlihat jelas dalam cara Mikel Oyarzabal bermain sebagai penyerang. Ia tidak panik saat peluang terbuang, karena fokusnya selalu tertuju pada posisi berikutnya, pantulan berikutnya, dan ruang berikutnya.
Rekor Langka Setelah Hampir Empat Dekade
Dua gol ke gawang Austria tidak hanya membuat Mikel Oyarzabal menjadi pahlawan pertandingan. Ia juga mencatat sejarah sebagai pemain Spanyol pertama yang mencetak dua gol dalam laga fase gugur Piala Dunia sejak Emilio Butragueno pada 1986.
Catatan itu menunjukkan betapa pentingnya kontribusi Oyarzabal dalam konteks sejarah La Roja. Spanyol punya banyak generasi emas, tetapi tidak banyak pemain mereka yang mampu mencetak brace pada pertandingan knockout Piala Dunia.
Statistik lain juga memperkuat statusnya sebagai salah satu penyerang paling tajam di Eropa saat ini. Sejak awal tahun lalu, hanya Erling Haaland yang mencetak lebih banyak gol internasional di antara pemain Eropa.
Di Piala Dunia 2026, Mikel Oyarzabal kini berada dalam persaingan papan atas daftar pencetak gol. Empat gol dari empat laga membuat namanya tidak bisa lagi disebut sekadar pahlawan di bawah radar.
Bagi Spanyol, produktivitas ini sangat penting karena turnamen besar sering ditentukan oleh efisiensi. Tim yang menguasai bola belum tentu menang, tetapi tim yang punya finisher tajam akan selalu punya jalan keluar.
Spanyol Makin Matang sebagai Kandidat Juara
Kemenangan atas Austria membuat Spanyol memperpanjang laju tidak terkalahkan menjadi 34 pertandingan. Jika mampu melaju ke perempat final, La Roja berpeluang menyamai rekor 35 laga tanpa kekalahan dalam sejarah mereka.
Perjalanan Spanyol di Piala Dunia 2026 sempat dimulai dengan hasil yang tidak meyakinkan. Mereka ditahan imbang tanpa gol oleh debutan Tanjung Verde, tetapi setelah itu permainan mereka semakin kuat dan stabil.
Kini Spanyol sudah mencetak delapan gol dari empat pertandingan dan belum kebobolan satu gol pun. Catatan itu memperlihatkan keseimbangan antara lini serang yang mulai tajam dan pertahanan yang semakin sulit ditembus.
Mantan penyerang Inggris, Dion Dublin, menilai Spanyol masih memiliki level permainan yang belum sepenuhnya dikeluarkan. Menurutnya, La Roja tampak hanya bermain di gigi ketiga atau keempat saat mengalahkan Austria.
Pernyataan itu menjadi peringatan bagi lawan-lawan Spanyol berikutnya di Piala Dunia 2026. Jika menghadapi Portugal, Kroasia, Prancis, atau lawan besar lain, La Roja diyakini masih bisa menaikkan intensitas permainan.



