Nama David Beckham mendadak masuk dalam pembicaraan mengenai masa depan kepemimpinan FIFA setelah sejumlah tokoh sepak bola Eropa mencari sosok yang mampu menantang Gianni Infantino pada pemilihan presiden tahun depan. Mantan kapten tim nasional Inggris itu dinilai memiliki pengaruh internasional untuk mempertemukan berbagai kepentingan dalam sepak bola dunia.
Wacana David Beckham calon Presiden FIFA muncul ketika hubungan UEFA dan Infantino semakin memburuk akibat perselisihan mengenai pengelolaan hak komersial Piala Dunia serta transparansi organisasi. Situasi tersebut membuka kemungkinan persaingan kepemimpinan yang lebih serius menjelang Kongres FIFA pada 18 Maret 2027 di Rabat, Maroko.
Meski namanya mulai diperhitungkan, Beckham belum mengumumkan pencalonan ataupun menyampaikan kesediaan untuk menghadapi Infantino dalam pemilihan mendatang, sehingga peluangnya masih sebatas wacana. Namun, kemunculan mantan pemain Manchester United dan Real Madrid tersebut memperlihatkan kesulitan kubu penentang Infantino menemukan figur pemersatu.
David Beckham Calon Presiden FIFA, UEFA Mencari Penantang Gianni Infantino
Menurut laporan Sky Sport Jerman, nama David Beckham muncul sebagai salah satu figur yang dianggap memenuhi kriteria calon pemimpin FIFA. Laporan tersebut menyoroti pencarian kandidat alternatif oleh kalangan sepak bola Eropa, termasuk UEFA dan Federasi Sepak Bola Jerman atau DFB.
Pencarian tersebut tidak berlangsung tanpa alasan karena penolakan terhadap kepemimpinan Infantino berkembang menjadi persoalan kepercayaan terhadap tata kelola organisasi sepak bola dunia. Sejumlah pemimpin federasi Eropa menilai keputusan strategis FIFA membutuhkan pengawasan lebih kuat, keterbukaan informasi, dan keterlibatan anggota organisasi.
Presiden DFB Bernd Neuendorf menjadi salah satu tokoh yang secara terbuka mendesak pergantian kepemimpinan setelah menyatakan tidak lagi mempercayai arah pengelolaan FIFA. Sikap federasi Jerman tersebut memperlihatkan bahwa ketidakpuasan terhadap Infantino sudah melampaui perbedaan pendapat mengenai kebijakan tertentu.
Dalam pernyataan yang disampaikan setelah pertemuan Dewan FIFA, Neuendorf menegaskan bahwa kubu pengkritik masih menginginkan perubahan figur di posisi tertinggi organisasi tersebut. Menurutnya, kehadiran kandidat penantang diperlukan agar pemilihan tidak kembali berlangsung tanpa persaingan kepemimpinan yang berarti.
UEFA juga menginginkan sosok yang dihormati dalam lingkungan sepak bola, berpengalaman memimpin, serta mampu membangun kepercayaan lintas konfederasi tanpa mengabaikan integritas organisasi. Kriteria tersebut menunjukkan bahwa popularitas internasional saja tidak cukup untuk memenangkan dukungan dalam pemilihan Presiden FIFA.
Dalam konteks inilah Beckham dianggap menarik karena memiliki pengalaman panjang sebagai pemain papan atas sekaligus keterlibatan dalam pengembangan klub sepak bola profesional. Namanya juga dikenal luas di luar Eropa, terutama melalui aktivitas bisnis, hubungan komersial, dan jaringan internasional selama bertahun-tahun.
Namun, laporan mengenai David Beckham calon Presiden FIFA belum dapat diartikan sebagai keputusan resmi UEFA untuk mengusung mantan gelandang timnas Inggris tersebut. Sampai sekarang, belum terdapat pengumuman pencalonan Beckham maupun konfirmasi dukungan formal dari federasi anggota FIFA yang diperlukan dalam proses pemilihan.
Mengapa Gianni Infantino Kehilangan Kepercayaan Sebagian Federasi Eropa?
Perselisihan antara Infantino dan federasi Eropa mencapai titik penting setelah muncul rencana pembentukan perusahaan komersial FIFA yang membuka peluang keterlibatan investor swasta. Proyek bernama FIFA Forward Enterprise tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai penguasaan hak komersial kompetisi, terutama Piala Dunia.
Rencana itu menuai kritik karena proses pembahasannya dianggap tidak cukup melibatkan anggota Dewan FIFA, padahal menyangkut aset komersial yang menentukan pendapatan organisasi. Sejumlah pejabat federasi bahkan mengaku baru mengetahui rincian penting proposal tersebut melalui pemberitaan media.
Dalam laporan Reuters pada 15 Oktober 2026, Infantino disebut telah menyampaikan permintaan maaf terkait persoalan komunikasi mengenai proyek yang akhirnya dibatalkan tersebut. Namun, penjelasannya belum memuaskan sejumlah perwakilan Inggris dan Jerman yang meminta perubahan mendasar dalam mekanisme pengambilan keputusan.
Permintaan maaf itu tidak otomatis menyelesaikan persoalan karena kritik yang berkembang menyangkut transparansi dokumen, proses konsultasi, serta pertanggungjawaban kebijakan strategis FIFA. Bagi kelompok penentang, perubahan mekanisme organisasi diperlukan untuk mencegah persoalan serupa kembali terjadi.
Ketegangan semakin meningkat setelah UEFA dilaporkan mengirimkan permintaan penjelasan tertulis mengenai berbagai persoalan tata kelola kepada Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafström. Surat tersebut meminta jawaban dan dokumen pendukung paling lambat 2 November 2026, sebelum tenggat pencalonan presiden berakhir.
Permintaan tersebut mencakup persoalan FIFA Forward Enterprise, sejumlah keputusan organisasi, hingga pertanyaan mengenai pengawasan kekuasaan Presiden FIFA dalam menjalankan kebijakan. Reuters melaporkan adanya permintaan jawaban atas 42 pertanyaan, meskipun lembaga berita itu belum memverifikasi secara independen isi surat terkait.
Konflik ini memperlihatkan persoalan yang lebih luas dibandingkan perselisihan personal antara Infantino dan para pemimpin federasi Eropa yang mengkritik kebijakannya. Perdebatan sesungguhnya berkaitan dengan siapa yang mengendalikan kepentingan komersial sepak bola dunia dan bagaimana keputusan bernilai besar seharusnya dipertanggungjawabkan.
Di sisi lain, pendukung Infantino tetap dapat menunjuk kontribusi pendanaan FIFA bagi pengembangan sepak bola di negara-negara anggota sebagai hasil kepemimpinannya. Karena itu, tuntutan reformasi dari UEFA belum tentu memperoleh dukungan seragam dari seluruh konfederasi yang memiliki kebutuhan ekonomi berbeda.
Pengaruh David Beckham dari Manchester United hingga Inter Miami
Nama David Beckham calon Presiden FIFA mendapatkan perhatian karena perjalanan kariernya tidak berhenti ketika meninggalkan lapangan sepak bola profesional pada 2013. Ia berhasil mempertahankan pengaruh internasional melalui kepemilikan klub, kerja sama bisnis, dan keterlibatan dalam berbagai kegiatan sepak bola dunia.
Selama menjadi pemain, Beckham membela Manchester United, Real Madrid, LA Galaxy, AC Milan, Paris Saint-Germain, serta tim nasional Inggris dalam karier yang berlangsung sekitar dua dekade. Pengalaman tersebut membantunya membangun hubungan dengan sejumlah organisasi, sponsor, dan tokoh berpengaruh dari berbagai negara.
Bersama Manchester United, Beckham menjadi bagian penting generasi yang memenangkan tiga gelar utama pada musim 1998/1999, termasuk Liga Champions dan Liga Inggris. Setelah pindah ke Real Madrid pada 2003, popularitasnya semakin meluas melalui proyek Galacticos yang mempertemukan sejumlah pemain terbaik dunia.
Beckham kemudian melanjutkan karier bersama LA Galaxy pada 2007, ketika Major League Soccer masih berusaha memperkuat posisi di tengah persaingan olahraga Amerika Serikat. Kepindahan tersebut membantu meningkatkan perhatian internasional terhadap kompetisi yang sebelumnya belum memiliki daya tarik global sebesar liga-liga Eropa.
Setelah pensiun, Beckham terlibat dalam pendirian Inter Miami yang mulai berkompetisi di MLS pada 2020 dan berkembang menjadi salah satu klub paling dikenal. Kedatangan Lionel Messi pada 2023 semakin memperluas perhatian dunia terhadap klub tersebut sekaligus meningkatkan nilai strategis jaringan bisnis Beckham.
Pengalaman mengembangkan Inter Miami menjadi modal yang relevan dalam pembahasan David Beckham calon Presiden FIFA karena menunjukkan kemampuannya bekerja di luar sepak bola Eropa. Ia memahami pentingnya pemasaran, hubungan sponsor, perekrutan pemain, dan pembangunan merek dalam industri sepak bola modern.
Meski demikian, kemampuan mengembangkan klub belum tentu berbanding lurus dengan keberhasilan memimpin organisasi internasional yang beranggotakan 211 federasi sepak bola nasional. FIFA memiliki persoalan politik, hukum, dan distribusi keuangan yang jauh lebih kompleks dibandingkan pengelolaan sebuah klub profesional.
Aspek lain yang membuat Beckham menarik adalah kedekatannya dengan pasar Amerika Serikat, wilayah yang memiliki pengaruh ekonomi besar terhadap perkembangan sepak bola internasional. Hubungan tersebut berpotensi membantu komunikasi dengan federasi CONCACAF apabila pencalonannya benar-benar memperoleh dukungan politik dari Eropa.
Namun, Beckham juga harus menghadapi pertanyaan mengenai independensinya karena selama bertahun-tahun terlibat dalam berbagai kegiatan resmi FIFA dan memiliki hubungan baik dengan Infantino. Kedekatan tersebut dapat mempersulit upaya menghadirkan dirinya sebagai simbol perubahan kepemimpinan yang sepenuhnya berbeda dari pemerintahan sebelumnya.
Keadaan serupa juga menjadi pertimbangan dalam pembicaraan mengenai Arsene Wenger, mantan pelatih Arsenal yang kini bekerja dalam struktur pengembangan sepak bola FIFA. Pengalaman dan reputasinya dianggap menarik, tetapi keterlibatannya di organisasi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kemungkinan menghadapi Infantino secara langsung.
Selain Wenger, nama Luis Figo, Ramon Vega, dan sejumlah figur sepak bola internasional juga muncul dalam pembicaraan mengenai kandidat alternatif pada pemilihan mendatang. Vega bahkan telah menyatakan keinginan mencalonkan diri, meskipun dukungan resmi yang dibutuhkan untuk memastikan kelayakan pencalonannya belum terkonfirmasi.
Peluang Beckham Mengalahkan Infantino Tergantung Dukungan Federasi
Tantangan terbesar bagi David Beckham bukan sekadar menyatakan kesediaan mencalonkan diri, melainkan mendapatkan dukungan politik dari federasi anggota yang memiliki hak suara. Pemilihan Presiden FIFA ditentukan oleh organisasi sepak bola nasional, bukan popularitas kandidat di kalangan penggemar atau jumlah pengikut media sosial.
Dalam aturan pencalonan FIFA, seorang kandidat memerlukan dukungan tertulis sedikitnya lima asosiasi anggota serta harus memenuhi persyaratan pengalaman aktif dalam sepak bola. Ketentuan tersebut juga mencakup pemeriksaan kelayakan, sehingga reputasi dan pengalaman Beckham sebagai pemilik klub tetap harus dinilai melalui prosedur resmi organisasi.
Sebagai salah satu pendiri dan pemilik bersama Inter Miami sejak 2018, Beckham memiliki aktivitas profesional yang dapat menjadi dasar penilaian pengalaman sepak bolanya. Namun, pemenuhan seluruh persyaratan pencalonan hanya dapat dipastikan melalui pemeriksaan lembaga FIFA yang berwenang setelah dokumen kandidat diajukan.
Dukungan UEFA juga tidak otomatis menjamin kemenangan karena setiap federasi anggota FIFA memiliki kepentingan berbeda dalam menentukan pilihan terhadap calon presiden. Federasi dari negara berkembang, misalnya, dapat lebih mempertimbangkan besaran bantuan pengembangan daripada popularitas kandidat atau perselisihan politik di Eropa.
Infantino memahami pentingnya dukungan tersebut dengan terus menempatkan pembiayaan pengembangan sepak bola sebagai salah satu program utama selama masa kepemimpinannya. Ia memiliki jaringan politik yang dibangun sejak pertama kali terpilih sebagai Presiden FIFA pada Februari 2016.
Pada Oktober 2026, Infantino juga menawarkan peningkatan pendanaan bagi asosiasi anggota melalui program pengembangan FIFA untuk periode 2027 hingga 2030. Proposal tersebut mencakup peluang peningkatan total bantuan menjadi 25 juta dolar AS bagi masing-masing federasi anggota selama empat tahun.
Kebijakan itu memberikan keuntungan politik bagi Infantino karena federasi dapat menilai manfaat langsung dari kepemimpinannya melalui dukungan pembiayaan berbagai program. Sebaliknya, penantang harus mampu menawarkan alternatif yang tidak hanya menjanjikan perubahan tata kelola, tetapi juga mempertahankan pengembangan sepak bola.
UEFA sendiri mempunyai 55 asosiasi anggota, tetapi jumlah tersebut belum cukup untuk memenangkan persaingan apabila dukungan dari konfederasi lain tidak berhasil diperoleh. Karena itulah, konsolidasi dengan CONCACAF, AFC, CAF, CONMEBOL, dan OFC menjadi faktor yang tidak dapat diabaikan.
Bahkan jika seluruh federasi Eropa mendukung satu kandidat, kelompok penantang tetap harus mendapatkan suara tambahan dari kawasan lain untuk membangun mayoritas. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan David Beckham calon Presiden FIFA akan lebih ditentukan diplomasi daripada ketenaran pribadinya.
Langkah pertama yang perlu dilakukan kubu penentang adalah menyepakati kandidat dengan program reformasi yang jelas, bukan hanya figur yang memiliki pengaruh komersial besar. Setelah itu, mereka harus membangun dukungan nyata dari federasi yang selama ini memperoleh manfaat langsung dari kebijakan pendanaan Infantino.
Persoalan lain adalah waktu persiapan yang semakin terbatas karena batas akhir pendaftaran kandidat telah ditetapkan pada 18 November 2026, sekitar sebulan setelah laporan Beckham mencuat. Kesempatan tersebut harus digunakan untuk menyatukan dukungan, memenuhi persyaratan administrasi, dan menyiapkan agenda kampanye yang dapat diterima berbagai konfederasi.
Pemilihan Presiden FIFA dijadwalkan berlangsung pada 18 Maret 2027 dalam Kongres FIFA ke-77 di Rabat, Maroko, sehingga proses pencalonan akan segera memasuki tahap menentukan. Sampai ada pendaftaran resmi, Beckham tetap merupakan figur yang diperbincangkan, bukan kandidat yang telah dipastikan mengikuti pemungutan suara.
Di tengah tekanan tersebut, Presiden UEFA Aleksander Ceferin telah menegaskan pilihannya untuk melanjutkan kepemimpinan organisasi sepak bola Eropa daripada maju memperebutkan posisi Presiden FIFA. Keputusan itu memperbesar kebutuhan mencari tokoh alternatif yang sanggup menghimpun kekuatan politik lintas konfederasi.
UEFA bahkan telah menyampaikan agenda reformasi FIFA dalam pertemuan asosiasi nasional Eropa di Berlin pada 8 Oktober 2026, dengan dukungan hampir seluruh anggotanya. Meski demikian, kesepakatan mengenai perlunya perubahan belum sama dengan kesepakatan mendukung seorang kandidat tertentu dalam pemilihan mendatang.
Pada akhirnya, wacana David Beckham calon Presiden FIFA menjadi gambaran meningkatnya ketidakpuasan terhadap pengelolaan organisasi sepak bola dunia menjelang pemilihan 2027. Peluang menggantikan Infantino memang terbuka, tetapi tanpa kesediaan Beckham, dukungan federasi, dan program reformasi yang meyakinkan, perubahan kepemimpinan masih jauh dari kepastian.


