Close Menu
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
Home - Olahraga - Chelsea Punya Kualitas 4 Besar tapi Finis ke-10, Bisakah Xabi Alonso Menyelamatkan The Blues?

Chelsea Punya Kualitas 4 Besar tapi Finis ke-10, Bisakah Xabi Alonso Menyelamatkan The Blues?

  • Agustus 24, 2026

Chelsea memasuki Liga Inggris 2026/27 dengan wajah baru setelah musim lalu berakhir jauh di bawah standar klub. Xabi Alonso kini memimpin proyek pemulihan yang harus mengubah tim peringkat ke-10 menjadi penantang empat besar tanpa mengulangi kekacauan disiplin. 

Perubahan itu datang pada musim panas yang juga mengguncang kompetisi karena sembilan klub Liga Inggris mengganti pelatih kepala. Chelsea ikut mengambil jalur ekstrem dengan menyerahkan ruang lebih besar kepada Alonso untuk membentuk staf, struktur permainan, dan arah transfer. 

CBS Sports menilai kualitas Chelsea sebenarnya lebih baik daripada posisi akhirnya musim lalu, sebab mereka memiliki selisih gol terbaik keenam dan expected goal difference terbaik keempat. Masalah terbesar justru muncul dari kartu merah, ketidakstabilan pelatih, serta kontrol emosi yang berulang. 

The Blues mencatat delapan kartu merah pemain, ditambah satu pengusiran untuk mantan pelatih Enzo Maresca, jumlah yang lebih dari dua kali milik tim lain. Chelsea bahkan menghabiskan hampir 10 persen menit liga dengan hanya sepuluh pemain di lapangan. 

Sejak BlueCo mengambil alih pada 2022, pemain dan staf Chelsea juga mengoleksi 18 kartu merah, tiga lebih banyak daripada klub Liga Inggris lain. Angka itu memperlihatkan mengapa Alonso tidak cukup hanya memperbaiki pola serangan atau organisasi bertahan. 

Secara historis, Chelsea terbiasa hidup dengan pergantian pelatih dan drama internal tanpa kehilangan kemampuan memenangkan trofi. Klub tetap mengangkat Piala Dunia Antarklub pada era BlueCo, tetapi performa liga selama empat tahun terakhir belum mendekati konsistensi era Roman Abramovich. 

Itulah konteks utama penunjukan Xabi Alonso, pelatih yang membawa Bayer Leverkusen melewati musim domestik 2023/24 tanpa kekalahan. Reuters menyebut Alonso kini ditugaskan membangun ulang Chelsea setelah meninggalkan Real Madrid pada Januari, hanya tujuh bulan setelah mengambil pekerjaan tersebut. 

Chelsea Ubah Strategi Transfer, Pengalaman Jadi Senjata Xabi Alonso

Perubahan pendekatan langsung terlihat di pasar transfer karena Chelsea mencoba menambahkan pengalaman ke skuad yang selama beberapa musim sangat berorientasi pemain muda. Salah satu target awal Alonso adalah Granit Xhaka, mantan pemimpin pentingnya ketika menjuarai Bundesliga bersama Leverkusen. 

Upaya merekrut Xhaka pada akhirnya gagal setelah Sunderland memilih mempertahankan kapten mereka, meski Chelsea sempat mengajukan tawaran. The Blues kemudian mengambil jalur lain dengan mendatangkan Jordan Henderson dan Danny Welbeck untuk menambah suara senior di ruang ganti. 

Henderson datang setelah bermain 32 kali untuk Brentford musim lalu, termasuk 22 pertandingan sebagai starter, sedangkan Welbeck mencetak 13 gol liga bersama Brighton. Pertanyaannya adalah apakah pengalaman mereka tetap cukup produktif ketika Chelsea membutuhkan lompatan besar di klasemen. 

Kebutuhan terhadap pemain senior menjadi semakin penting karena Chelsea tidak bermain di kompetisi Eropa musim ini. Situasi itu memberi Alonso lebih banyak waktu latihan, tetapi juga membuat menit bermain lebih sempit bagi skuad besar yang masih menyimpan banyak pemain senior dan talenta muda. 

Di lini belakang, Chelsea menambah Maxence Lacroix dari Crystal Palace dan Pep Chavarria dari Rayo Vallecano. Lacroix berusia 26 tahun, sedangkan Chavarria berusia 28 tahun dan diproyeksikan bersaing dengan Jorrel Hato setelah Marc Cucurella hengkang ke Real Madrid. 

Chavarria dikontrak lima tahun setelah Chelsea dilaporkan mengeluarkan sekitar £16,3 juta plus bonus, sementara Cucurella pergi dalam paket hingga £52 juta. Perubahan ini memberi Alonso pilihan untuk mempertahankan bek empat atau kembali menggunakan tiga bek seperti di Leverkusen. 

Fleksibilitas formasi menjadi tema penting karena Alonso menggunakan tiga bek di Leverkusen, tetapi lebih sering memainkan empat bek ketika bekerja di Real Madrid. Sepanjang pramusim Chelsea, kedua struktur itu sudah dicoba dan kemungkinan akan berubah mengikuti komposisi akhir skuad. 

Masa depan Enzo Fernandez ikut menentukan bentuk tersebut karena Manchester City masih dikaitkan dengan gelandang Argentina itu. Chelsea memasang valuasi sekitar £120 juta, sedangkan Alonso pada Kamis hanya menegaskan Enzo berlatih baik tanpa menjamin statusnya setelah bursa ditutup. 

Jika Enzo pergi, formasi 3-4-2-1 bisa menjadi pilihan lebih logis dengan dua gelandang serang bermain di belakang penyerang. Joao Pedro, Cole Palmer, dan Morgan Rogers menawarkan variasi yang membuat Chelsea tidak kekurangan pemain kreatif di antara lini. 

Morgan Rogers menjadi simbol paling jelas dari ambisi besar Chelsea setelah dibeli dari Aston Villa dengan £117 juta, rekor transfer Inggris. Pemain internasional Inggris itu menandatangani kontrak hingga 2033 setelah membantu Villa menjuarai Liga Europa dan mencetak gol di final. 

Rogers juga menutup musim liga terbaiknya dengan 10 gol, selain menghasilkan sejumlah momen spektakuler seperti dua gol melawan Manchester United dan tendangan bebas di Elland Road. Namun CBS Sports menilai total produksinya masih menyisakan pertanyaan dibanding harga yang dibayarkan. 

Salah satu kekhawatirannya adalah kemampuan Rogers mempertahankan efisiensi penyelesaian akhir karena ia mencetak gol jauh di atas nilai expected goals. Ia juga belum menjadi kreator peluang utama atau outlet progresif yang dominan dalam struktur Aston Villa musim lalu. 

Chelsea tentu tidak membutuhkan Rogers menjalankan semua fungsi tersebut apabila Palmer kembali menjadi kreator terbaiknya. Alonso bisa menempatkan Rogers sebagai pelari, penyerang ruang, atau gelandang serang kedua yang menyerang kotak penalti ketika Palmer turun menerima bola.

Chelsea Bisa Bangkit jika Xabi Alonso Menyelesaikan Masalah Terbesar

Struktur seperti itu cocok dengan gagasan press-and-possess yang kemungkinan dibangun Alonso, terutama karena Chelsea mengumpulkan banyak pemain muda atletis selama tiga tahun terakhir. Tantangannya adalah menyatukan kualitas individual menjadi pola yang stabil tanpa kehilangan agresivitas atau kontrol. 

Data musim lalu memberi alasan untuk optimistis karena profil performa Chelsea pada banyak fase lebih dekat dengan tim tiga atau empat besar daripada penghuni posisi ke-10. Disiplin buruk dan pergantian arah selama periode Liam Rosenior membuat pembacaan kualitas mereka menjadi lebih rumit. 

Karena itu, peningkatan paling murah bagi Chelsea mungkin bukan transfer berikutnya, melainkan mengurangi kartu merah dan periode bermain dengan sepuluh orang. Tim yang menjaga sebelas pemain di lapangan seharusnya mampu mengubah sejumlah laga kacau menjadi tambahan poin signifikan.

Alonso juga mendapat keuntungan karena tidak perlu membagi fokus ke Liga Champions, Liga Europa, maupun Conference League. Dengan kalender lebih ringan, ia memiliki ruang untuk membangun pressing, pola penguasaan, dan hubungan antarpemain tanpa rotasi ekstrem setiap tiga atau empat hari. 

Namun ketiadaan kompetisi Eropa juga meningkatkan tekanan pada liga karena Chelsea praktis tidak memiliki jalur alternatif menuju Liga Champions. Finis empat besar menjadi target paling masuk akal, sementara mengejar gelar sejak musim pertama Alonso masih terlihat terlalu jauh. 

Reuters juga menilai finis empat besar sebagai sasaran realistis setelah Chelsea merombak skuad dengan Rogers, Henderson, Welbeck, Lacroix, dan pemain baru lainnya. Klub ingin menutup empat musim mengecewakan sejak pergantian kepemilikan dengan proyek yang lebih seimbang. 

Ujian pertama datang melawan Fulham pada 24 Agustus, pertandingan yang mempertemukan Alonso dengan mantan rekan setimnya, Alvaro Arbeloa. Laga itu akan memberikan indikasi awal mengenai struktur pertahanan, posisi Palmer-Rogers, dan seberapa cepat prinsip pressing baru diterapkan. 

Pertanyaan terbesar tetap berada di tingkat manajemen klub, bukan hanya di lapangan, karena BlueCo belum menunjukkan kestabilan keputusan seperti yang dibutuhkan proyek jangka panjang. Pemecatan Maresca menjadi contoh bahwa hasil sementara dapat kembali mengubah arah dengan cepat. 

Alonso membutuhkan kesabaran lebih besar daripada pendahulunya karena Chelsea sedang mencoba menggabungkan dua pendekatan yang sebelumnya tampak bertentangan. Mereka tetap membeli talenta dengan nilai jual tinggi, tetapi kini menambahkan pemain senior yang diharapkan menjaga standar dan disiplin ruang ganti.

Kombinasi tersebut membuat Chelsea lebih sulit diprediksi dibanding musim lalu, tetapi juga memberi alasan kuat untuk mengharapkan lonjakan. Apabila Alonso mampu mengendalikan disiplin, menemukan keseimbangan lini tengah, dan memaksimalkan Palmer serta Rogers, posisi empat besar sangat mungkin dijangkau.

Sebaliknya, jika kartu merah, ketidakpastian transfer, dan ketidaksabaran pemilik kembali mendominasi, kualitas skuad bisa kembali tenggelam di balik drama. Chelsea memiliki cukup bakat untuk bangkit, tetapi musim ini akan menguji apakah struktur klub akhirnya mampu menyamai besarnya investasi.

Chelsea Punya Kualitas 4 Besar tapi Finis ke-10, Bisakah Xabi Alonso Menyelamatkan The Blues?

24 Agu 2026

Barcelona Bidik 3 Gelar La Liga Beruntun, Bisakah Hansi Flick Samai Era Guardiola?

24 Agu 2026

Romelu Lukaku Diboikot di Italia Usai Keretakan Hubungan dengan Napoli

24 Agu 2026
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Responsible Gambling
© 2026 Bonanza88. ▲

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.