Barcelona memasuki musim 2026/2027 dengan peluang mengukir pencapaian yang sudah lama tidak mereka rasakan, yakni menjadi juara La Liga tiga musim berturut-turut. Tantangan itu terasa lebih besar karena Hansi Flick harus mempertahankan dominasi setelah perubahan penting terjadi di lini depan.
Musim lalu Barcelona mempertahankan gelar dengan 94 poin, mencetak 95 gol, dan hanya enam kali kalah sepanjang 38 pertandingan. Mereka juga membuat sejarah dengan memenangi seluruh 19 laga kandang, sesuatu yang belum pernah terjadi sejak format 38 pertandingan digunakan.
Catatan tersebut menjelaskan mengapa Barcelona kembali ditempatkan sebagai salah satu kandidat terkuat, tetapi status favorit tidak otomatis membuat jalannya musim menjadi mudah. Real Madrid datang dengan José Mourinho, sedangkan Atlético Madrid memulai fase baru setelah berpisah dengan Antoine Griezmann.
Menurut laporan The Guardian, Barcelona menutup musim lalu delapan poin di atas Real Madrid setelah memenangi dua gelar liga secara beruntun. Kondisi itu membuat musim ini bukan sekadar perburuan trofi, melainkan ujian apakah era dominasi baru benar-benar sedang terbentuk.
Target tiga gelar beruntun langsung membawa perbandingan dengan Barcelona asuhan Pep Guardiola yang menjuarai La Liga pada 2008/2009, 2009/2010, dan 2010/2011. Sejak periode tersebut, klub Catalan belum pernah lagi memenangi kompetisi liga dalam tiga musim berturut-turut.
Barcelona Mengejar Jejak Tim Terbaik Era Guardiola
Hansi Flick memiliki fondasi kuat untuk mengejar sejarah tersebut setelah menjuarai liga dalam dua musim pertamanya bersama Barcelona. Klub bahkan memperpanjang kontraknya sampai 2028, dengan opsi tambahan satu musim, sebagai bentuk kepercayaan terhadap kesinambungan proyek olahraga yang ia bangun.
Namun, tantangan terbesar Barcelona justru berada pada perubahan sumber gol setelah Robert Lewandowski meninggalkan klub pada akhir musim lalu. Striker Polandia itu pergi setelah mencetak 119 gol dalam 192 penampilan dan meninggalkan ruang besar yang tidak mudah digantikan satu pemain.
Selama empat musim, Lewandowski bukan hanya pencetak gol utama, tetapi juga referensi serangan yang memungkinkan pemain sayap bergerak lebih bebas di sekelilingnya. Kehilangannya memaksa Flick merancang struktur serangan yang lebih cair tanpa bergantung kepada penyerang nomor sembilan tradisional.
Barcelona sebenarnya sudah menambah beberapa opsi menyerang, termasuk Anthony Gordon dan Karim Adeyemi, dua pemain yang menawarkan kecepatan serta kemampuan bermain di beberapa posisi. Gordon dikontrak sampai 2031, sementara Adeyemi juga menandatangani kesepakatan jangka panjang setelah meninggalkan Borussia Dortmund.
Masuknya Gordon dan Adeyemi memberi Barcelona variasi, tetapi belum sepenuhnya menjawab pertanyaan tentang siapa yang akan menjadi pencetak gol utama. Ferran Torres dapat bermain sebagai penyerang tengah, sedangkan Adeyemi mempunyai fleksibilitas untuk bergerak dari sayap menuju area sentral.
Di tengah perubahan itu, Lamine Yamal tetap menjadi pusat perhatian karena usianya baru 19 tahun tetapi pengaruhnya terhadap permainan sudah sangat besar. The Guardian menilai sang winger berpotensi kembali menjadi pemimpin serangan jika Flick ingin menyamai pencapaian tiga gelar beruntun Guardiola.
Masalahnya, meminta Yamal menjadi sumber kreativitas sekaligus penentu gol sepanjang musim akan membawa beban yang sangat besar bagi pemain seusianya. Barcelona membutuhkan distribusi ancaman yang lebih merata agar lawan tidak cukup mematikan satu sisi permainan untuk meredam keseluruhan serangan.
Faktor lain yang bisa mengubah keseimbangan adalah lini tengah, terutama setelah The Guardian melaporkan Barcelona menuntaskan perekrutan Rodri dari Manchester City. Kehadiran gelandang berpengalaman seperti Rodri berpotensi mengurangi ketergantungan kepada permainan transisi dan memberi kontrol lebih besar dalam pertandingan ketat.
Secara taktis, kualitas Rodri dapat membantu Pedri dan gelandang menyerang Barcelona bermain lebih tinggi tanpa kehilangan perlindungan di depan pertahanan. Kemampuan mengatur tempo, memenangkan duel posisi, dan mengalirkan bola dari bawah sangat cocok dengan pendekatan dominan yang disukai Flick.
Barcelona Kini Diburu Real Madrid dan Atlético
Keunggulan Barcelona musim lalu juga lahir dari konsistensi luar biasa di kandang, bukan semata kualitas individu para pemain depannya. Rekor 19 kemenangan dari 19 pertandingan kandang menunjukkan mereka mampu menjaga standar permainan tinggi ketika tekanan berada di pundak tim juara.
Mempertahankan standar seperti itu justru menjadi tantangan psikologis terbesar karena rival kini memasuki musim dengan motivasi tambahan untuk menghentikan Barcelona. Real Madrid mempercayakan proyeknya kepada Mourinho, pelatih yang pernah mematahkan dominasi Guardiola dengan membawa Madrid merebut La Liga 2011/2012.
Skuad Madrid juga mendapat tambahan kekuatan, sementara Vinícius Júnior telah memperpanjang kontraknya dan Kylian Mbappé tetap menjadi ancaman utama. Artinya, Barcelona kemungkinan tidak akan memiliki ruang kesalahan sebesar musim lalu ketika mereka mampu menutup kompetisi dengan keunggulan delapan poin.
Atlético Madrid pun tidak bisa dikeluarkan dari persaingan meski memulai kehidupan setelah Griezmann dan musim lalu finis 22 poin di belakang juara. Diego Simeone memasuki musim ke-15 penuhnya dengan skuad yang diperbarui, termasuk kedatangan Lee Kang-in dari Paris Saint-Germain.
Barcelona sendiri dijadwalkan memulai perjalanan liga pada 23 Agustus menghadapi Elche, sebelum menjamu Athletic Club dan Rayo Vallecano di akhir bulan. Jadwal awal ini memberi Flick kesempatan menguji keseimbangan baru tim sebelum tekanan perebutan gelar meningkat pada bulan-bulan berikutnya.
Karena itu, peluang Barcelona mencetak hat-trick gelar akan bergantung pada dua hal utama, yakni keberhasilan mengganti produksi gol Lewandowski dan menjaga konsistensi. Jika kedua persoalan tersebut teratasi, kualitas skuad serta kesinambungan proyek Flick memberi mereka dasar paling kuat untuk kembali menjadi juara.
Musim 2026/2027 pada akhirnya dapat menjadi titik pembuktian apakah Barcelona hanya sedang menikmati momentum atau benar-benar memasuki era dominasi baru. Bila gelar ketiga berhasil diraih, Flick akan menyamai pencapaian liga beruntun Guardiola dan membawa generasi Yamal masuk ke bab sejarah berikutnya.



