Close Menu
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
Home - Olahraga - Dari Kapten West Ham Jadi Pengantar Pizza, Program Ini Mengubah Hidup Iyiola Adebayo

Dari Kapten West Ham Jadi Pengantar Pizza, Program Ini Mengubah Hidup Iyiola Adebayo

  • Agustus 9, 2026
Iyiola Adebayo

Iyiola Adebayo pernah menjadi kapten tim muda West Ham United dan tampil di ajang FA Youth Cup. Namun, hanya dalam waktu enam bulan, kehidupannya berubah drastis hingga ia harus bekerja sebagai pengantar pizza di Domino’s.

Perjalanan Adebayo menjadi gambaran kerasnya kehidupan pemain akademi yang gagal mendapatkan kontrak profesional. Beruntung, program Premier League Futures membantunya menemukan identitas, pendidikan, dan jalur karier baru setelah impian menjadi pesepak bola perlahan berakhir.

Dilansir dari The Guardian, Adebayo bergabung dengan akademi West Ham ketika baru berusia delapan tahun. Akademi tersebut dikenal melahirkan pemain ternama seperti Rio Ferdinand, Joe Cole, dan mantan kapten The Hammers, Declan Rice.

Adebayo sempat dinilai sebagai salah satu pemain paling menjanjikan di kelompok usianya. Gelandang bertahan asal Tilbury itu bahkan menjadi pemain pertama di angkatannya yang mendapatkan tawaran beasiswa dari West Ham.

Cedera Mengubah Perjalanan Iyiola Adebayo

Perjalanan menuju tim utama mulai terganggu setelah Adebayo mengalami dislokasi bahu pada tahun pertamanya sebagai pemain akademi. Cedera tersebut menghambat perkembangan dan membuatnya kesulitan menunjukkan kemampuan terbaik secara konsisten.

Meski sempat mendapatkan kesempatan bermain bersama tim West Ham U-21 dan U-23, masalah kebugaran terus menghantuinya. Pada akhirnya, klub memutuskan melepas Adebayo ketika ia masih berusia 16 tahun.

West Ham menilai lingkungan baru mungkin dapat membantu Adebayo berkembang setelah menghabiskan waktu cukup lama di akademi. Namun, keputusan tersebut justru menghadirkan tekanan besar karena identitasnya selama bertahun-tahun selalu melekat sebagai pemain West Ham.

Adebayo mengaku mengalami masa sulit setelah meninggalkan klub yang telah menjadi bagian penting dalam kehidupannya. Ia tidak hanya kehilangan tempat bermain, tetapi juga kehilangan gambaran mengenai siapa dirinya dan apa yang harus dilakukan berikutnya.

Menjalani Trial dalam Kondisi Belum Pulih

Adebayo berusaha mendapatkan klub baru dengan mengikuti sejumlah trial di berbagai daerah Inggris. Sayangnya, ia menjalani proses tersebut ketika kondisi fisiknya baru sekitar 50 sampai 60 persen akibat cedera yang mengganggu dua tahun terakhirnya di West Ham.

Situasi itu membuat Adebayo tidak mampu memperlihatkan seluruh kemampuannya kepada klub-klub yang mengundangnya. Setiap penolakan kemudian menambah beban mental dan membuat kepercayaan dirinya semakin menurun.

Ia harus bepergian seorang diri ke berbagai wilayah yang sebelumnya belum pernah dikunjungi. Pada saat bersamaan, Adebayo mengetahui bahwa dirinya belum cukup bugar untuk bersaing dan membuktikan kualitas sebagai pemain muda.

Tekanan tersebut membuatnya beberapa kali berbicara kepada ibu dan teman-temannya mengenai kondisi mentalnya. Adebayo bahkan sempat merasa tidak ingin melanjutkan trial dan hanya ingin kembali ke rumah.

Dari Kapten West Ham Menjadi Pengantar Pizza

Ketika belum mendapatkan klub, Adebayo bekerja paruh waktu sebagai pengantar pizza untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Perubahan tersebut terasa sangat cepat karena enam bulan sebelumnya ia masih menjadi kapten tim muda West Ham.

Mantan kepala pendidikan West Ham kemudian menyarankannya mengikuti program Premier League Futures. Adebayo sempat menolak karena dirinya masih berusaha menerima kenyataan bahwa kariernya bersama klub London tersebut telah berakhir.

Menurut Adebayo, pemain yang baru dilepas terkadang tidak ingin terlibat dengan kegiatan yang mengingatkan mereka terhadap kegagalan tersebut. Ia masih menghadapi rasa kecewa, kehilangan identitas, dan kecemasan mengenai masa depan.

Namun, setelah mendapatkan dorongan dari orang-orang di sekitarnya, Adebayo akhirnya mengikuti Premier League Futures. Keputusan tersebut kemudian menjadi salah satu titik balik terpenting dalam kehidupannya.

Apa Itu Premier League Futures?

Premier League Futures mulai dijalankan pada 2017 sebagai bagian dari kewajiban akademi memberikan pendampingan setelah pemain dilepas. Akademi harus menyediakan komitmen pendampingan minimal tiga tahun untuk pemain yang keluar pada fase pengembangan profesional.

Fase tersebut mencakup pemain berusia 17 hingga 21 tahun yang sebelumnya berada dalam lingkungan akademi profesional. Premier League Futures memperkenalkan berbagai peluang pekerjaan dan pendidikan yang dapat dijalani setelah karier bermain berakhir.

Program ini juga memiliki dua inisiatif untuk membantu pemain U-16 yang gagal memperoleh kontrak. Selain itu, tersedia program selama 12 bulan bagi pemain akademi aktif maupun mantan pemain berusia antara 18 sampai 24 tahun.

Premier League Futures berusaha menunjukkan bahwa industri sepak bola tidak hanya membutuhkan pemain dan pelatih. Terdapat ratusan pekerjaan lain dalam bidang bisnis, pemasaran, analisis performa, kebugaran, media, operasional, hingga pendampingan pemain.

Premier League Futures Mengubah Hidup Adebayo

Bagi Adebayo, Premier League Futures memberikan dampak yang sangat besar. Pemuda berusia 23 tahun tersebut kini memasuki tahun terakhir pendidikan sarjana bidang bisnis sepak bola dan pemasaran di University Campus of Football Business.

Pendidikannya mendapatkan dukungan sponsor dari program tersebut. Adebayo juga mulai membangun pengalaman profesional melalui kegiatan yang berhubungan dengan kesehatan mental dan pengembangan pemain muda.

Ia sekarang mengadakan lokakarya bagi pemain-pemain akademi mewakili Sporting Chance. Organisasi amal yang didirikan mantan kapten Arsenal, Tony Adams, itu berfokus memberikan dukungan kesehatan mental kepada orang-orang di lingkungan olahraga.

Adebayo pertama kali melihat stan Sporting Chance dalam konferensi pengembangan pemain muda Premier League. Acara tersebut diikutinya sebagai bagian dari kegiatan Premier League Futures.

Logo organisasi itu terasa tidak asing karena Adebayo pernah menjalani konseling bersama Sporting Chance setelah dilepas West Ham. Ketika itu, ia mengalami kecemasan setiap kali berhubungan dengan sepak bola dan membutuhkan bantuan untuk memulihkan kondisi mental.

Membantu Pemain Akademi Menghadapi Tekanan

Lokakarya yang dijalankan Adebayo membahas tekanan menjadi pemain akademi, pilihan gaya hidup, dan kesehatan mental. Materinya mencakup tekanan dari teman sebaya, tuntutan tampil baik, serta ketakutan kehilangan kontrak.

Adebayo merasa pengalaman pribadinya membuat pesan dalam lokakarya lebih mudah diterima pemain muda. Usianya tidak terlalu jauh dari peserta dan ia pernah menghadapi tekanan serupa selama berada di West Ham.

Menurutnya, penyampaian pesan terkadang sama pentingnya dengan isi pesan itu sendiri. Para pemain akademi dapat melihat bahwa Adebayo benar-benar memahami kecemasan, cedera, penolakan, dan kehilangan identitas yang mereka rasakan.

Premier League Futures juga membuka pandangannya terhadap luasnya pekerjaan di industri sepak bola. Sebelumnya, Adebayo mengira pilihan karier hanya terbatas pada pemain, pelatih, fisioterapis, atau pengurus perlengkapan tim.

Setelah mengikuti program tersebut, ia menyadari terdapat ratusan pekerjaan yang dapat memberikan penghasilan dan kepuasan profesional. Pengetahuan itu membuatnya kembali optimistis untuk mempertahankan hubungan dengan sepak bola tanpa harus bermain di lapangan.

Hanya Sedikit Pemain Akademi Menembus Tim Utama

Direktur sepak bola Premier League, Neil Saunders, memahami pengalaman tersebut karena pernah dilepas Watford ketika masih remaja. Setelah meninggalkan akademi, ia melanjutkan pendidikan di University of Bath sebelum membangun karier di industri sepak bola.

Saunders mengatakan semakin banyak perhatian diberikan kepada pemain yang tidak memperoleh kontrak profesional. Mereka didorong melanjutkan pendidikan tinggi atau mencari pekerjaan lain yang masih berkaitan dengan olahraga.

Menurutnya, hanya sebagian kecil pemain akademi yang akhirnya berhasil menembus tim utama. Meski demikian, Premier League ingin setiap pemain muda dapat mengenang pengalamannya di akademi secara positif.

Banyak pemain telah menghabiskan bertahun-tahun mempelajari latihan, pertandingan, kebugaran, dan proses pengembangan atlet. Pengetahuan tersebut dapat menjadi modal untuk bekerja sebagai analis performa, pelatih, atau spesialis kekuatan dan kondisi fisik.

Jumlah pekerjaan sebagai pemain profesional memang terbatas dan tidak dapat menampung seluruh lulusan akademi. Karena itu, Premier League Futures berusaha memastikan para pemain muda memiliki kesempatan berkembang melalui jalur lain di luar lapangan.

Adebayo Ingin Bekerja dalam Pendampingan Pemain

Setelah mendapatkan pendidikan dan pengalaman baru, Adebayo mulai menyusun langkah karier berikutnya. Ia tertarik bekerja dalam bidang player care atau pendampingan pemain sebagai pilihan awal setelah menyelesaikan kuliah.

Dalam jangka panjang, Adebayo juga mempertimbangkan pekerjaan di bidang bisnis atau komersial olahraga. Premier League Futures membuatnya yakin bahwa karier di sepak bola dapat dijalani melalui banyak peran berbeda.

Perjalanan dari kapten West Ham hingga menjadi pengantar pizza sempat membuat masa depannya terlihat gelap. Namun, pengalaman tersebut kini menjadi kekuatan yang dapat digunakan untuk membantu pemain akademi lain menghadapi penolakan.

Kisah Adebayo menunjukkan bahwa dilepas akademi bukan selalu menjadi akhir perjalanan di dunia sepak bola. Melalui Premier League Futures, para pemain muda dapat menemukan kesempatan baru, membangun keterampilan, dan menciptakan identitas di luar status sebagai atlet.

Program pendampingan tersebut memang tidak dapat menjamin seluruh pemain menjadi profesional. Namun, Premier League Futures memberi mereka sesuatu yang tidak kalah penting, yakni kesempatan untuk tetap memiliki masa depan setelah meninggalkan lapangan.

Trent

Mourinho Datang, Trent Alexander-Arnold Siap Jadi Senjata Baru Real Madrid

09 Agu 2026
Iyiola Adebayo

Dari Kapten West Ham Jadi Pengantar Pizza, Program Ini Mengubah Hidup Iyiola Adebayo

09 Agu 2026

Como Ancam Suporter yang Sering Absen, Tiket Musiman Bisa Tak Diperpanjang

09 Agu 2026
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Responsible Gambling
© 2026 Bonanza88. ▲

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.