Perjalanan Inggris di Piala Dunia 2026 kembali membawa pertanyaan lama yang belum pernah benar-benar selesai sejak 1966. Enam puluh tahun setelah satu-satunya gelar dunia mereka, skuad Thomas Tuchel kini dituntut mengubah potensi menjadi perjalanan nyata menuju final.
Jalan Inggris tidak mudah, meski mereka sudah memuncaki Grup L dan melewati Kongo DR pada babak 32 besar. Di depan, Meksiko menanti di ketinggian Azteca, sementara Brasil, Argentina, dan Spanyol berpotensi hadir pada jalur berikutnya.
Perjalanan Inggris di Grup L
Inggris memulai Grup L dengan kemenangan meyakinkan 4-2 atas Kroasia di Dallas pada 17 Juni 2026. Hasil itu terasa penting karena Kroasia datang sebagai salah satu lawan terkuat di grup dan masih berada dalam jajaran elite dunia.
Setelah start bagus, Inggris tertahan 0-0 oleh Ghana di Boston pada 23 Juni 2026. Hasil imbang itu membuat posisi mereka belum sepenuhnya aman, sehingga laga terakhir melawan Panama menjadi pertandingan yang harus dimenangi.
Skuad Thomas Tuchel akhirnya memastikan status juara grup setelah mengalahkan Panama 2-0 di New Jersey pada 27 Juni 2026. Dengan tujuh poin, Inggris lolos sebagai pemuncak Grup L dan mendapat jalur yang secara teori tetap penuh jebakan.
Grup L tidak selalu disebut grup paling keras, tetapi kualitasnya tidak bisa diremehkan begitu saja. Kehadiran Kroasia membuat grup ini punya bobot kompetitif, sementara Ghana dan Panama memaksa Inggris tetap menjaga konsentrasi.
Harry Kane Selamatkan Inggris dari Kongo DR
Babak 32 besar menjadi ujian pertama yang nyaris membuat Inggris di Piala Dunia 2026 masuk daftar kejutan pahit. Kongo DR unggul lebih dulu melalui Brian Cipenga pada menit ketujuh dan membuat Inggris berada dalam tekanan besar.
Penjaga gawang Lionel Mpasi berkali-kali menggagalkan peluang Inggris dan membuat laga berjalan semakin menegangkan. Namun, Harry Kane tampil sebagai pembeda dengan gol penyama pada menit ke-75, lalu mencetak gol kemenangan empat menit sebelum waktu normal berakhir.
Kemenangan 2-1 atas Kongo DR membuat Inggris lolos ke babak 16 besar secara dramatis. Kane kembali menjadi figur penentu, sekaligus memperlihatkan bahwa Inggris masih sangat bergantung pada ketajaman kaptennya.
Reuters mencatat gol kedua Kane ke gawang Kongo DR menjadi gol ke-13 dalam karier Piala Dunia. Catatan itu membuatnya melewati Pele dalam daftar pencetak gol sepanjang masa turnamen, sebuah capaian besar di tengah tekanan laga gugur.
Meksiko Menanti di Ketinggian Azteca
Tantangan berikutnya bagi Inggris di Piala Dunia 2026 adalah Meksiko pada babak 16 besar. Pertandingan digelar di Mexico City Stadium atau Estadio Azteca, Senin 6 Juli 2026 pukul 07.00 WIB.
Laga ini tidak sekadar duel teknis, karena Inggris harus menghadapi tuan rumah di stadion paling ikonik Meksiko. Azteca berada sekitar 2.240 meter di atas permukaan laut, sehingga faktor ketinggian bisa menguras napas pemain lawan.
Meksiko datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah memuncaki grup berisi Afrika Selatan, Korea Selatan, dan Republik Ceko. Mereka kemudian menyingkirkan Ekuador 2-0 pada babak 32 besar, sehingga atmosfer publik tuan rumah semakin menyala.
Bagi Inggris, duel kontra Meksiko bisa menjadi perang mental sekaligus fisik. Mereka tidak hanya menghadapi sebelas pemain di lapangan, tetapi juga tekanan publik tuan rumah dan kondisi lingkungan yang sangat berbeda.
Azteca dan Luka Lama Inggris
Azteca bukan stadion biasa dalam memori sepak bola Inggris, karena tempat itu menyimpan trauma besar Piala Dunia 1986. Di stadion tersebut, Diego Maradona mencetak gol “Hand of God” dan gol solo legendaris saat Argentina menyingkirkan Inggris.
Kembalinya Inggris ke Azteca pada fase gugur membuat pertandingan melawan Meksiko memiliki lapisan emosional tambahan. Thomas Tuchel bahkan menyebut stadion itu sebagai tempat ikonik dan mengakui sejarahnya sangat kuat bagi sepak bola dunia.
Namun, nostalgia saja tidak akan cukup untuk membantu Inggris lolos. Meksiko punya rekor kandang yang sangat kuat di Azteca, termasuk laju tanpa kekalahan panjang yang membuat mereka merasa nyaris tak tersentuh di rumah sendiri.
Situasi itu membuat laga ini layak disebut batu sandungan pertama dalam rute Inggris menuju final. Jika Inggris tidak menemukan ritme lebih baik, ambisi besar mereka bisa runtuh sebelum mencapai perempat final.
Brasil Bisa Menunggu di Perempat Final
Jika mampu melewati Meksiko, Inggris berpotensi menghadapi Brasil pada perempat final di Miami. Syaratnya, Brasil harus lebih dulu mengalahkan Norwegia pada pertandingan babak 16 besar mereka.
Brasil lolos sebagai juara Grup C dan menyingkirkan Jepang 2-1 pada babak 32 besar. Gabriel Martinelli menjadi penentu kemenangan Selecao lewat gol telat, setelah Jepang sempat membuat pertandingan berjalan ketat.
Duel Inggris kontra Brasil selalu membawa bobot sejarah yang besar di Piala Dunia. Pertemuan paling diingat terjadi pada perempat final 2002, ketika tendangan bebas Ronaldinho memperdaya David Seaman dan membawa Brasil melaju.
Skenario melawan Brasil akan menjadi ujian kualitas sejati bagi Inggris di Piala Dunia 2026. Pada level tersebut, kesalahan kecil dalam transisi, bola mati, atau duel individu bisa langsung menentukan nasib turnamen.
Argentina Berpotensi Hadir di Semifinal
Jika Inggris melewati Meksiko dan Brasil atau Norwegia, semifinal berpotensi mempertemukan mereka dengan Argentina. Skenario ini akan menghadirkan duel besar yang sarat sejarah, rivalitas, dan tekanan emosional bagi kedua negara.
Argentina disebut memiliki jalur yang relatif lebih ringan di atas kertas menuju semifinal. Mereka harus melewati Tanjung Verde pada babak 32 besar, lalu menunggu pemenang Australia melawan Mesir pada jalur berikutnya.
Setelah itu, Argentina berpeluang menghadapi salah satu dari Swiss, Aljazair, Kolombia, atau Ghana di perempat final. Jika semua berjalan sesuai prediksi, Lionel Messi dan kawan-kawan bisa berdiri di hadapan Inggris pada empat besar.
Bagi Inggris, menghadapi Argentina akan selalu menjadi laga dengan makna lebih dari sekadar tiket final. Dari sejarah 1986 sampai rivalitas modern, pertandingan ini berpotensi menjadi salah satu drama terbesar Piala Dunia 2026.
Spanyol atau Prancis Bisa Jadi Lawan Final
Skenario final juga tidak kalah berat bagi Inggris di Piala Dunia 2026. Dari sisi lain bracket, Spanyol dan Prancis menjadi dua ancaman besar yang paling mungkin menghentikan mimpi Inggris mengangkat trofi.
Prancis datang sebagai salah satu kekuatan utama dunia, sedangkan Spanyol punya status sangat kuat setelah menjuarai Euro 2024. Spanyol juga pernah mengalahkan Inggris pada final Euro 2024, sehingga kemungkinan pertemuan ulang akan sangat menarik.
Jika Inggris mencapai final dan bertemu Spanyol, laga itu akan menjadi kesempatan membalas luka lama. Namun, Spanyol saat ini punya kombinasi penguasaan bola, pressing, dan kualitas pemain muda yang sangat sulit dikendalikan.
Final Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 19 Juli waktu setempat di New Jersey. Bagi pembaca Indonesia, laga puncak itu berlangsung Senin dini hari, 20 Juli 2026, jika mengacu jadwal malam waktu Inggris.
Kane Masih Jadi Tumpuan Utama
Harry Kane kembali menjadi tokoh sentral Inggris di Piala Dunia 2026 setelah dua gol penting melawan Kongo DR. Ia menyelamatkan tim dari kemungkinan tersingkir cepat dan menjaga asa besar yang dibawa sejak fase grup.
Namun, ketergantungan kepada Kane juga menjadi tanda bahaya bagi Thomas Tuchel. Inggris membutuhkan kontribusi lebih luas dari Jude Bellingham, Bukayo Saka, Phil Foden, Marcus Rashford, dan para pemain lain di fase gugur.
Kane memang memberi jaminan gol, tetapi rute menuju final tidak bisa dibangun hanya dari satu pemain. Lawan seperti Meksiko, Brasil, Argentina, atau Spanyol akan memaksa Inggris tampil lebih kolektif dan lebih stabil.
Dalam laga melawan Kongo DR, Inggris menciptakan banyak peluang tetapi terlalu lama gagal membongkar pertahanan lawan. Pola seperti itu tidak boleh terulang ketika lawan punya kualitas serangan balik lebih tajam.
Thomas Tuchel Harus Menaikkan Level Inggris
Thomas Tuchel membawa Inggris melewati fase grup tanpa kekalahan, tetapi performa mereka belum sepenuhnya meyakinkan. Kemenangan atas Kroasia memberi kesan kuat, tetapi hasil imbang melawan Ghana dan drama kontra Kongo DR menunjukkan masalah masih ada.
Inggris harus memperbaiki keseimbangan antara kontrol bola, perlindungan transisi, dan efektivitas penyelesaian akhir. Di fase gugur, tim besar tidak selalu mendapat banyak peluang, sehingga efisiensi menjadi syarat utama untuk bertahan.
Laga kontra Meksiko akan menjadi ujian taktik Tuchel yang sangat penting. Ia harus memutus energi tuan rumah, menjaga tempo, dan memastikan para pemain tidak kehabisan tenaga terlalu cepat di ketinggian Mexico City.
Jika Inggris berhasil melewati tekanan Azteca, kepercayaan diri mereka bisa melonjak besar. Namun, jika sejak awal kehilangan kendali, pertandingan ini bisa berubah menjadi malam panjang yang menyakitkan.
Rute Berat yang Bisa Membentuk Juara
Rute Inggris di Piala Dunia 2026 memang terlihat berat, tetapi jalur seperti ini sering kali membentuk tim juara. Meksiko memberi ujian atmosfer, Brasil memberi ujian kualitas, Argentina memberi ujian mental, dan Spanyol memberi ujian puncak.
Tidak ada jalan mudah untuk menjadi juara dunia, apalagi setelah format turnamen diperluas menjadi 48 peserta. Semakin banyak pertandingan berarti semakin banyak jebakan, perubahan momentum, dan cerita mengejutkan yang bisa terjadi.
Bagi Inggris, rute ini menjadi kesempatan membuktikan bahwa mereka bukan sekadar skuad bertabur nama besar. Mereka harus menunjukkan kedewasaan, keberanian, dan kemampuan menang dalam situasi tidak nyaman.
Setelah 60 tahun menunggu sejak 1966, publik Inggris tentu berharap generasi ini mampu menutup penantian panjang. Namun, sebelum bicara final, ujian pertama yang harus ditaklukkan adalah Meksiko di Azteca.



