Close Menu
Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
    •  Piala Dunia 2026
Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
    •  Piala Dunia 2026
Bonanza88
Home - Olahraga - Vinicius Cuma Cetak 1 Gol, Kini Ada Pemain yang Mulai Mengancam Posisinya di Real Madrid

Vinicius Cuma Cetak 1 Gol, Kini Ada Pemain yang Mulai Mengancam Posisinya di Real Madrid

  • September 28, 2026

Pergantian pemain pada menit ke-54 derby Madrid mungkin terlihat seperti keputusan taktik biasa, tetapi situasinya berbeda ketika pemain yang meninggalkan lapangan adalah Vinicius Junior. Penyerang Brasil itu ditarik tanpa mengalami cedera ketika Real Madrid sedang membutuhkan gol.

Real Madrid saat itu tertinggal setelah Dean Huijsen melakukan pelanggaran yang menghasilkan penalti sekaligus kartu merah, sehingga Jose Mourinho membutuhkan respons cepat. Vinicius Junior ditarik dan Yan Diomande dimasukkan, keputusan yang kemudian memunculkan pertanyaan mengenai hierarki lini serang Madrid.

LaLiga mengonfirmasi pergantian tersebut terjadi pada menit ke-54, hanya sesaat setelah Alejandro Grimaldo membawa Atletico Madrid unggul melalui penalti. Bersamaan dengan Vinicius, Arda Guler juga keluar dan digantikan Antonio Rüdiger untuk menyesuaikan struktur setelah Madrid bermain dengan sepuluh orang.

Keputusan tersebut menjadi semakin menarik karena Vinicius Junior tidak memperlihatkan dampak berarti sebelum meninggalkan lapangan. Ia tidak menciptakan peluang, melepaskan dua tembakan tanpa mengenai sasaran, dan hanya menyentuh bola 22 kali sepanjang penampilannya di Metropolitano.

Bahkan jumlah sentuhannya lebih sedikit daripada Eduardo Camavinga dan Bernardo Silva yang masuk jauh setelah pertandingan berjalan. Vinicius Junior juga hanya menyelesaikan delapan operan dalam 56 menit dan melakukan satu percobaan dribel, meskipun upaya tersebut berhasil.

Satu pertandingan tentu tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa status seorang bintang telah runtuh, terlebih Mourinho tetap memberikan dukungan terbuka kepada pemainnya. Namun, derby tersebut datang ketika statistik Vinicius Junior memang sedang bergerak ke arah yang mengkhawatirkan.

Vinicius Junior dan Penurunan Angka yang Sulit Diabaikan

AS menyoroti bahwa Vinicius Junior hanya menghasilkan satu gol dalam rentang 625 menit menjelang jeda internasional, angka yang memperbesar sorotan setelah perpanjangan kontraknya. Data resmi Madrid yang lebih mutakhir bahkan mencatat satu gol dalam 652 menit di seluruh kompetisi.

Dalam delapan pertandingan musim 2026/27, Vinicius Junior memang tetap berkontribusi dengan tiga assist selain satu gol tersebut. Ia mencatatkan 18 tembakan dan menerima 24 pelanggaran, memperlihatkan bahwa keterlibatannya belum hilang meskipun penyelesaian akhir menurun tajam.

Jika angka tersebut dikonversi, rata-rata gol Vinicius Junior berada di sekitar 0,14 per 90 menit musim ini. Itu merupakan penurunan signifikan dibandingkan dua musim sebelumnya ketika ia masih menghasilkan gol dengan frekuensi jauh lebih tinggi.

Pada musim 2024/25, Vinicius mencetak 20 gol dan memberikan 14 assist dalam 51 pertandingan di seluruh kompetisi, dengan rata-rata 0,44 gol per 90 menit. Total kontribusinya mencapai 0,75 gol dan assist setiap 90 menit.

Produktivitas tersebut sebenarnya meningkat dari sisi jumlah gol pada musim 2025/26, ketika Vinicius Junior membukukan 22 gol dan 10 assist dalam 53 pertandingan. Ia menghasilkan rata-rata sekitar 0,47 gol dan 0,68 kontribusi gol per 90 menit.

Artinya, persoalan saat ini bukan penurunan bertahap yang berlangsung selama bertahun-tahun, melainkan start musim yang sangat lambat dibandingkan standar pribadinya. Dari sekitar satu gol setiap dua pertandingan, rasio tersebut kini turun menjadi satu gol dalam delapan penampilan.

Assist memang membuat gambaran Vinicius Junior tidak sepenuhnya negatif, karena empat kontribusi gol dalam 652 menit setara sekitar 0,55 per 90 menit. Namun, angka itu tetap lebih rendah daripada dua musim sebelumnya dan terutama menunjukkan ketajamannya sebagai pencetak gol sedang bermasalah.

Kondisi tersebut terlihat semakin kontras karena lini depan Real Madrid memiliki pemain lain yang justru memulai musim dengan produktivitas sangat tinggi. Kylian Mbappe sudah mengoleksi delapan gol dan dua assist dalam delapan pertandingan, dengan 35 tembakan sepanjang 719 menit.

Jude Bellingham juga menghasilkan tiga gol dan dua assist hanya dalam 619 menit, sedangkan Arda Guler mencatat satu gol serta dua assist dari 349 menit. Secara kontribusi per menit, keduanya saat ini berada di atas Vinicius Junior.

Situasi itu mengubah dinamika internal Madrid karena tim tidak lagi membutuhkan Vinicius sebagai satu-satunya pemain yang mampu menentukan pertandingan. Mbappe kini menjadi sumber gol utama, sedangkan Bellingham dan Guler memberikan produksi tambahan dari area berbeda.

Vinicius Junior Kini Mendapat Tekanan dari Yan Diomande

Ancaman yang paling menarik justru tidak datang dari pemain dengan angka gol besar, melainkan Yan Diomande yang berusia 19 tahun. Pemain Pantai Gading tersebut mengambil posisi Vinicius Junior dalam derby dan memberi energi baru ketika Madrid bermain dengan sepuluh orang.

AS bahkan menggambarkan Diomande sebagai salah satu pemain terbaik Real Madrid pada babak kedua di Metropolitano, terutama karena keberaniannya membawa bola dari sisi kiri. Media tersebut menilai persaingan tempat dengan Vinicius dapat semakin terbuka setelah jeda internasional.

Namun, penting untuk memisahkan impresi permainan dengan produktivitas, karena Diomande sebenarnya belum menghasilkan angka ofensif lebih baik daripada Vinicius Junior. Data resmi Real Madrid mencatat ia baru membukukan satu assist tanpa gol dalam 291 menit dari delapan pertandingan.

Di LaLiga, pemain kelahiran Abidjan itu sudah tampil tujuh kali dengan dua kesempatan sebagai starter dan mengumpulkan 280 menit. Ia baru melepaskan dua tembakan, tetapi sudah menerima 11 pelanggaran dan merebut kembali bola sebanyak 35 kali.

Dengan demikian, Diomande belum menggusur Vinicius berdasarkan statistik gol atau assist, melainkan menciptakan kompetisi melalui profil permainan berbeda. Ia berlari langsung menuju pertahanan, membawa energi, dan menawarkan opsi vertikal ketika serangan Madrid kehilangan kecepatan atau agresivitas.

Persoalan bagi Vinicius Junior adalah Mourinho sekarang memiliki alternatif alami untuk posisi favoritnya, sesuatu yang tidak selalu tersedia pada musim-musim sebelumnya. Saat performanya turun, pelatih tidak harus memindahkan pemain dari posisi lain hanya untuk memberikan perubahan di sayap kiri.

Situasi tersebut membuat setiap pertandingan Vinicius memiliki konsekuensi lebih besar, karena penampilan buruk tidak lagi otomatis diikuti kesempatan penuh selama 90 menit. Pergantian di Metropolitano menjadi bukti pertama bahwa status pemain penting tidak selalu menjamin ia menyelesaikan pertandingan.

Meski demikian, belum ada bukti Mourinho telah kehilangan kepercayaan terhadap Vinicius Junior, bahkan informasi AS menunjukkan kondisi sebaliknya. Sang pelatih masih melihat pemain Brasil itu sebagai figur utama proyek Madrid dan menganggap performanya dapat menentukan perjalanan musim.

Hubungan keduanya juga disebut sangat baik, bahkan Mourinho merupakan figur penting ketika Vinicius menyelesaikan pembaruan kontraknya bersama Madrid. Pada Juni 2026, klub resmi memperpanjang masa kerja sang penyerang hingga 30 Juni 2032.

Kontrak panjang tersebut menunjukkan Real Madrid belum melihat Vinicius Junior sebagai pemain yang bisa dilepas hanya karena satu periode buruk. Sejak datang pada 2018, ia sudah memainkan 375 pertandingan, mencetak 128 gol, dan mengumpulkan 14 trofi bersama klub.

Rekam jejaknya juga mencakup gol dalam dua final Liga Champions yang dimenangkan Madrid pada 2022 dan 2024, serta penghargaan The Best FIFA Men’s Player 2024. Modal tersebut membuat posisi Vinicius jauh lebih kuat dibandingkan pemain yang sekadar bersaing melalui performa beberapa pekan.

Mourinho Masih Membela Vinicius Junior, tetapi Standar Madrid Berbeda

Mourinho sendiri sudah memperlihatkan sikap protektif ketika Vinicius Junior mendapatkan siulan dari publik Bernabeu setelah pertandingan sebelumnya melawan Inter. Menurut pelatih Portugal tersebut, masalah utamanya bukan kemauan bekerja, tetapi belum kembalinya kemampuan melewati lawan secara konsisten.

“Dia belum menjadi Vinicius yang bisa mengalahkan pemain satu lawan satu, tetapi dia bekerja sangat keras,” kata Mourinho ketika membela pemainnya. Ia menegaskan siapa pun yang memberikan seluruh kemampuan tetap pantas mendapatkan rasa hormat dari tim dan pendukung.

Ucapan tersebut menarik karena Mourinho secara tidak langsung mengakui ada perbedaan antara Vinicius Junior sekarang dengan versi terbaiknya. Dukungan sang pelatih bukan penyangkalan terhadap penurunan performa, melainkan keyakinan bahwa kualitas lama masih dapat dikembalikan.

Mourinho bahkan memberikan gambaran sangat spesifik mengenai standar yang diinginkannya, yakni Vinicius yang mampu “membunuh pertandingan” melalui satu aksi individual. Ia mengingat bagaimana pemain Brasil tersebut pernah menghukumnya ketika Benfica menghadapi Madrid pada musim sebelumnya.

Itulah inti masalah Vinicius Junior sekarang, karena ia tetap bekerja tetapi belum memberikan ancaman individual yang dahulu membedakannya dari pemain sayap lain. Sembilan perebutan bola melawan Inter menunjukkan komitmen, tetapi Madrid membutuhkan lebih dari sekadar kerja defensif.

Dalam sistem yang sudah mempunyai Mbappe sebagai pencetak gol utama, fungsi Vinicius seharusnya menjadi pembuka pertahanan melalui dribel, carry progresif, dan penetrasi. Jika kemampuan itu berkurang, Madrid kehilangan alasan taktis untuk terus memberinya kebebasan besar di sisi kiri.

Karena itu, persaingan dengan Diomande sebenarnya bukan duel berdasarkan siapa yang menghasilkan gol lebih banyak saat ini. Pertarungannya adalah siapa yang mampu memberi dimensi yang paling dibutuhkan Mourinho ketika Mbappe, Bellingham, dan Guler sudah menyediakan kontribusi angka.

Vinicius Junior tetap memiliki keunggulan besar berupa pengalaman, chemistry dengan Mbappe, kemampuan menghadapi tekanan, serta sejarah menentukan pertandingan terbesar. Tetapi Diomande memberikan sesuatu yang berharga bagi pelatih mana pun, yaitu alternatif yang tidak takut menyerang ruang secara langsung.

Apakah Status Vinicius Junior Benar-Benar Mulai Berubah?

Menyebut Vinicius Junior sudah kehilangan tempat utama tentu masih terlalu cepat, terlebih ia menjadi starter dalam tujuh pertandingan liga dan Eropa musim ini. Mourinho juga secara konsisten menegaskan bahwa kepercayaan kepada pemain berusia 26 tahun tersebut belum berubah.

Namun, istilah “tak tersentuh” memang mulai lebih sulit dipertahankan setelah keputusan di Metropolitano, karena pergantian dilakukan tanpa alasan cedera. Di pertandingan sebesar derby, Mourinho memilih mengorbankan Vinicius lebih dahulu ketika membutuhkan respons dengan kondisi sepuluh pemain.

Diomande kemudian memberikan penampilan yang cukup meyakinkan untuk menjaga perdebatan tetap hidup, walaupun angka produksinya masih sederhana. Kehadirannya memberi Mourinho sebuah pilihan nyata dan membuat Vinicius Junior harus kembali membuktikan nilai melalui performa, bukan reputasi.

Pada saat bersamaan, persaingan internal Madrid semakin berat karena Mbappe sudah menghasilkan sepuluh kontribusi gol, Bellingham lima, dan Guler tiga. Vinicius memiliki empat kontribusi, sehingga ia tidak lagi menjadi pusat produksi serangan seperti beberapa musim sebelumnya.

Perubahan tersebut belum tentu buruk bagi Vinicius Junior, sebab tekanan internal dapat memaksanya menemukan kembali agresivitas yang membuatnya menjadi salah satu pemain paling berbahaya dunia. Madrid juga tidak membutuhkan dirinya menjadi pencetak gol terbanyak selama dampaknya terhadap pertahanan lawan kembali besar.

Justru ujian berikutnya berada pada respons Vinicius setelah mendapatkan sinyal pertama bahwa menit bermainnya tidak sepenuhnya kebal terhadap performa. Kontrak hingga 2032 menjamin masa depan jangka panjang, tetapi tidak menjamin seluruh pertandingan akan selalu dimulai dan diselesaikan olehnya.

Itulah alasan situasi Vinicius Junior menjadi lebih menarik daripada sekadar statistik satu gol dalam 625 atau 652 menit. Angka tersebut menjadi pintu masuk menuju perubahan lebih besar, yakni semakin banyaknya pemain Madrid yang mampu mengambil tanggung jawab ketika dirinya tidak menentukan.

Mourinho belum memiliki “masalah Vinicius”, sebagaimana ditegaskan orang-orang di sekitar tim, tetapi ia sekarang mempunyai sesuatu yang dahulu lebih jarang tersedia: pilihan. Ketika Diomande berkembang dan pemain lain semakin produktif, kepercayaan tidak lagi sama dengan jaminan bermain penuh.

Status Vinicius Junior belum runtuh, tetapi untuk pertama kalinya dalam beberapa musim posisinya terasa benar-benar dapat diperdebatkan berdasarkan performa. Cara ia menjawab periode ini akan menentukan apakah derby Madrid hanya menjadi anomali atau titik awal perubahan hierarki serangan Real Madrid.

Vinicius Cuma Cetak 1 Gol, Kini Ada Pemain yang Mulai Mengancam Posisinya di Real Madrid

28 Sep 2026

Raphinha Sedang Tidak Masuk Akal, 12 Gol dan Seorang Diri Lebih Tajam dari Empat Bintang Real Madrid

28 Sep 2026
Spanyol vs Kroasia

Preview Spanyol vs Kroasia: Prediksi Susunan Pemain, Head to Head, dan Jadwal Pertandingan

28 Sep 2026
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Responsible Gambling
© 2026 Bonanza88. ▲

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.