Close Menu
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
Home - Olahraga - Jeff Bezos Makin Dekat ke Liverpool, Konsorsium Bidik Sepertiga Saham

Jeff Bezos Makin Dekat ke Liverpool, Konsorsium Bidik Sepertiga Saham

  • Agustus 11, 2026

Liverpool berada di ambang perubahan besar dalam struktur investornya setelah konsorsium pimpinan Amit Bhatia semakin dekat membeli sekitar sepertiga saham klub. Jeff Bezos dan pendiri Facebook Eduardo Saverin disebut menjadi bagian kelompok investor yang bernegosiasi dengan Fenway Sports Group. 

Financial Times melaporkan kesepakatan dapat tercapai secepat pekan ini, meski prosesnya belum final dan jadwal pengumuman masih bisa bergeser. Sky News juga menyebut FSG tengah mempersiapkan kemungkinan pengumuman transaksi dalam waktu dekat.  

Jika selesai, transaksi tersebut akan menilai Liverpool lebih dari US$6 miliar dan menjadikannya salah satu investasi minoritas terbesar dalam sejarah sepak bola. Namun, belum ada konfirmasi bahwa FSG akan kehilangan kendali karena saham yang dibahas tetap berstatus kepemilikan minoritas.  

Konsorsium tersebut dipimpin Amit Bhatia, pengusaha Inggris-India yang merupakan menantu taipan baja Lakshmi Mittal dan pernah lama terlibat di Queens Park Rangers. Bhatia telah melepas kepemilikannya di QPR sebelum meningkatkan pembicaraan mengenai investasi strategis di Liverpool.  

Nama Jeff Bezos membuat pembicaraan ini menarik perhatian global karena pendiri Amazon tersebut belum pernah memiliki klub olahraga profesional. Ia sebelumnya pernah dikaitkan dengan Washington Commanders dan Seattle Seahawks di NFL, tetapi tidak pernah menyelesaikan pembelian salah satu waralaba tersebut.

Sky News memperkirakan kekayaan Bezos sudah melampaui US$280 miliar, sementara Eduardo Saverin memiliki kekayaan lebih dari US$32 miliar. Kekuatan finansial keduanya membuat konsorsium tersebut berbeda dari investor minoritas biasa yang masuk ke klub Premier League.

Saverin juga bukan nama baru dalam pembicaraan investasi sepak bola Inggris karena pernah menjadi bagian konsorsium yang mencoba membeli Chelsea pada 2022. Upaya itu gagal setelah kelompok Clearlake Capital dan Todd Boehly memenangkan proses penjualan klub London tersebut. 

Status Terbaru Liverpool: Kesepakatan Belum Resmi

Meski pembicaraan disebut sangat maju, transaksi Jeff Bezos dan Liverpool belum diumumkan sebagai kesepakatan final hingga 11 Agustus 2026. Financial Times menegaskan masih ada kemungkinan waktu penyelesaian bergeser, sementara FSG dan pihak konsorsium menolak mengomentari detail terbaru negosiasi.  

Situs resmi Liverpool juga masih menyebut Fenway Sports Group sebagai satu-satunya pengendali The Liverpool Football Club and Athletic Grounds Limited. Struktur tersebut dikelola melalui perusahaan FSG, dengan John Henry, Tom Werner, dan Michael Gordon memegang peran utama.  

Karena itu, masuknya Bezos tidak otomatis menjadikannya pemilik utama Liverpool atau sosok yang menentukan operasi sepak bola harian. Skenario yang sedang dibahas adalah investasi minoritas strategis, sehingga FSG diperkirakan tetap memegang kendali apabila transaksi benar-benar selesai.  

Valuasi Liverpool Sudah Tembus US$6,2 Miliar

Angka valuasi dalam negosiasi bukan sesuatu yang berdiri sendiri karena Forbes pada Mei 2026 menaksir Liverpool bernilai US$6,2 miliar atau sekitar £4,6 miliar. Nilai tersebut menempatkan The Reds sebagai klub sepak bola paling bernilai keempat di dunia.  

Liverpool hanya berada di belakang Real Madrid, Barcelona, dan Manchester United dalam daftar Forbes 2026. Valuasi The Reds juga meningkat sekitar 15 persen dalam setahun dari US$5,4 miliar, memperlihatkan pertumbuhan nilai aset yang sangat cepat.  

Jika dibandingkan harga pembelian FSG, lonjakannya jauh lebih dramatis karena kelompok John Henry membeli Liverpool sekitar £300 juta pada 2010. Dalam valuasi terbaru Forbes, nilai klub kini lebih dari 15 kali lipat dibandingkan harga ketika FSG mengambil alih. 

Pendapatan Liverpool Pecahkan Rekor £703 Juta

Daya tarik Liverpool bagi investor juga ditopang kondisi keuangan yang semakin kuat setelah klub mencatat pendapatan £703 juta pada tahun finansial hingga 31 Mei 2025. Angka itu naik £89 juta dan menjadi rekor pendapatan tertinggi sepanjang sejarah klub. 

Laporan resmi klub menunjukkan pendapatan komersial mencapai £323 juta, pendapatan media £264 juta, dan pemasukan hari pertandingan £116 juta. Liverpool juga membukukan laba setelah pajak £8 juta, meskipun biaya administrasi meningkat menjadi £657 juta. 

Biaya pemain dan staf tetap menjadi tantangan besar karena pengeluaran tenaga kerja naik £42 juta menjadi £428 juta dalam periode tersebut. Data ini menunjukkan besarnya omzet Premier League tidak otomatis berubah menjadi margin keuntungan yang sama besar bagi pemilik klub.  

Deloitte kemudian menempatkan Liverpool di posisi kelima Football Money League 2026 dan sebagai klub Inggris dengan pendapatan tertinggi untuk pertama kalinya. Dua puluh klub teratas dalam laporan Deloitte secara keseluruhan mencatat pendapatan gabungan mencapai rekor €12,4 miliar. 

Mengapa Jeff Bezos Tertarik Liverpool?

Dari sisi bisnis, investasi di Liverpool menawarkan kombinasi kelangkaan aset, basis penggemar global, hak media Premier League, sponsor internasional, serta peluang kenaikan valuasi. Aset olahraga elite kini semakin dipandang investor superkaya sebagai instrumen jangka panjang, bukan sekadar sumber keuntungan operasional tahunan. 

Profesor Kieran Maguire, penulis The Price of Football, menilai miliarder seperti Bezos dapat melihat klub sepak bola sebagai aset prestise sekaligus hiburan pribadi. Menurutnya, besarnya kekayaan Bezos membuat potensi perubahan nilai investasi relatif kecil terhadap keseluruhan kekayaan pribadinya.

Namun, pendekatan itu berbeda dari investor institusional seperti Dynasty Equity yang membutuhkan pengembalian melalui pertumbuhan nilai saham. Tanpa keuntungan operasional besar, investor minoritas dapat mengandalkan kenaikan valuasi Liverpool dan kesempatan menjual kepemilikan pada harga lebih tinggi di masa depan.

Dynasty Equity Sudah Lebih Dulu Masuk Liverpool

FSG sebelumnya membuka pintu kepada investor eksternal pada September 2023 ketika Dynasty Equity menyelesaikan investasi minoritas di Liverpool. FSG ketika itu menyatakan langkah tersebut ditujukan untuk memperkuat ketahanan finansial jangka panjang sekaligus mendukung pertumbuhan klub.  

Dana investasi Dynasty terutama digunakan membayar utang bank akibat pandemi, biaya pengembangan Anfield, pembangunan AXA Training Centre, pembelian kembali Melwood, dan pembelian pemain. Artinya, masuknya investor minoritas sebelumnya memang pernah memberikan pengaruh nyata terhadap posisi keuangan klub. 

Perbedaan utama sekarang adalah ukuran saham yang sedang dibahas jauh lebih besar karena konsorsium Bhatia diperkirakan mengambil sekitar sepertiga kepemilikan. Sky News bahkan mendapat informasi bahwa porsinya dapat sedikit melebihi angka 30 persen apabila transaksi selesai.

Apakah FSG Sedang Menyiapkan Penjualan Liverpool?

Besarnya saham yang dibahas secara alami memunculkan pertanyaan apakah FSG perlahan menyiapkan jalan keluar dari Liverpool. Namun, sejauh ini tidak ada sumber kredibel yang menyatakan John Henry dan kelompoknya telah memutuskan menjual kendali klub secara penuh.  

FSG justru masih tercatat sebagai pengendali tunggal Liverpool dan belum mengumumkan perubahan strategi kepemilikan jangka panjang. Karena itu, anggapan bahwa investasi Bezos menjadi langkah pertama menuju pengambilalihan penuh masih merupakan spekulasi, bukan fakta yang sudah dikonfirmasi. 

Meski begitu, valuasi lebih dari US$6 miliar memberi FSG peluang merealisasikan sebagian keuntungan tanpa harus meninggalkan klub. Menjual sekitar 30 persen saham memungkinkan kelompok tersebut mengurangi kepemilikan sambil tetap mempertahankan kendali mayoritas apabila struktur akhirnya sesuai laporan saat ini.  

Apakah Uang Bezos Bisa Dipakai Liverpool Belanja Pemain?

Pertanyaan terbesar suporter adalah apakah masuknya Bezos akan langsung membuat Liverpool mempunyai anggaran transfer jauh lebih besar. Untuk sekarang jawabannya belum diketahui karena rincian mengenai penggunaan dana dan struktur modal dari transaksi baru tersebut belum diumumkan kepada publik.  

Pengalaman Dynasty Equity menunjukkan investasi baru dapat digunakan untuk memperkuat struktur keuangan, proyek fasilitas, dan kebutuhan sepak bola secara bersamaan. Namun, belum ada informasi kredibel bahwa dana dari konsorsium Bhatia akan secara khusus dialokasikan untuk transfer pemain. 

Investor baru tetap dapat memberikan fleksibilitas finansial dan memperbesar kemampuan Liverpool mengejar proyek komersial, infrastruktur, serta pertumbuhan global. Kehadiran Bezos juga akan meningkatkan sorotan terhadap strategi bisnis The Reds karena latar belakangnya berada di sektor teknologi, media, dan perdagangan elektronik.  

Liverpool Sedang Memasuki Masa Transisi

Negosiasi saham berlangsung ketika Liverpool juga menjalani periode perubahan besar di sektor sepak bola, termasuk pergantian pelatih menjadi Andoni Iraola. BBC sebelumnya menilai perkembangan investor baru muncul saat perubahan senior di klub membuat masa depan jangka panjang FSG kembali menjadi perhatian.

Dari perspektif suporter, transaksi ini dapat menghasilkan harapan sekaligus kekhawatiran mengenai arah Liverpool. Kekuatan modal baru menjanjikan peluang pertumbuhan, tetapi pendukung tetap akan menuntut transparansi mengenai motif investor, struktur kepemilikan, dan dampaknya terhadap identitas klub.

FSG sendiri telah mengubah Liverpool secara besar-besaran sejak 2010 melalui pengembangan stadion, fasilitas latihan, dan keberhasilan olahraga. The Reds memenangkan dua gelar Premier League dan satu Liga Champions selama periode kepemilikan kelompok asal Amerika Serikat tersebut.  

Deal Liverpool Bisa Jadi Salah Satu yang Terbesar

Jika transaksi selesai dengan valuasi lebih dari US$6 miliar, kesepakatan tersebut akan berada di antara transaksi klub terbesar dalam sejarah Premier League. Financial Times membandingkannya dengan investasi Sir Jim Ratcliffe di Manchester United dan pembelian Chelsea oleh Clearlake Capital serta Todd Boehly.  

Manchester United dinilai sekitar US$6,3 miliar termasuk utang ketika Ratcliffe membeli kepemilikan minoritas, sementara Chelsea dibeli sekitar £2,5 miliar pada 2022. Liverpool sekarang masuk kelas valuasi serupa, bahkan Forbes menaksir nilai klub mencapai US$6,2 miliar pada Mei 2026.  

Forbes juga menempatkan Liverpool di atas Paris Saint-Germain, Bayern Munchen, Manchester City, Arsenal, dan Chelsea dalam valuasi klub sepak bola 2026. Posisi tersebut memperlihatkan mengapa sebagian saham The Reds kini hanya dapat dijangkau investor dengan kekuatan dana luar biasa.  

Jika proses tersebut berhasil, Liverpool akan mendapatkan kelompok investor minoritas dengan kekuatan finansial luar biasa sekaligus valuasi klub di atas US$6 miliar. FSG masih berpeluang menjadi pengendali, tetapi keseimbangan kepemilikan akan berubah jauh lebih besar dibandingkan investasi Dynasty Equity pada 2023.  

Ronald Araujo

Ronald Araujo Resmi ke Liverpool, Van Dijk Akhirnya Punya Partner Baru?

11 Agu 2026

Apa Istimewanya Yan Diomande Hingga Madrid Rela Gelontorkan Rp2,8 Triliun?

11 Agu 2026

Transfer Tak Biasa di Liga Inggris, Everton dan Palace Tukar Pemain Tanpa Uang

11 Agu 2026
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Responsible Gambling
© 2026 Bonanza88. ▲

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.