Close Menu
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
Home - Olahraga - Gianni Infantino Didukung 6 Federasi Negara Arab di Tengah Gejolak FIFA

Gianni Infantino Didukung 6 Federasi Negara Arab di Tengah Gejolak FIFA

  • Agustus 13, 2026
Gianni Infantino mendapat dukungan enam federasi Arab saat FIFA diguncang penolakan terhadap rencana investasi swasta Piala Dunia US$20 miliar.

Enam federasi sepak bola negara Arab menyatakan dukungan penuh kepada Gianni Infantino ketika Presiden FIFA itu menghadapi tekanan besar akibat polemik rencana investasi swasta untuk Piala Dunia. Dukungan tersebut datang saat penolakan terhadap kepemimpinannya meluas di Eropa dan sejumlah kawasan lain.

Federasi yang menyampaikan dukungan berasal dari Maroko, Qatar, Mesir, Mauritania, Lebanon, dan Sudan, dengan empat pemimpinnya juga duduk sebagai anggota Dewan FIFA. Mereka menegaskan tetap percaya terhadap kepemimpinan Gianni Infantino dan komitmennya mengembangkan sepak bola dunia.

Dalam pernyataan bersama, keenam federasi menyebut sang presiden terus berupaya memperluas kesempatan sepak bola di berbagai wilayah dan memperkuat peran olahraga sebagai pemersatu masyarakat. Mereka juga menyatakan ingin melanjutkan kerja sama erat dengan FIFA demi masa depan sepak bola global.

Dukungan itu memiliki bobot politik karena Maroko merupakan salah satu tuan rumah Piala Dunia 2030, sementara Qatar pernah menjadi tuan rumah pada 2022. Posisi kedua negara tersebut membuat pembelaan terhadap sang presiden menjadi sorotan di tengah ketegangan internal organisasi.

Gianni Infantino Dapat Dukungan Enam Federasi Negara Arab

Para penandatangan juga berharap kontribusi sepak bola Arab terhadap permainan global terus meningkat melalui kerja sama yang lebih erat. Pernyataan itu pada dasarnya menunjukkan bahwa Gianni Infantino masih memiliki basis dukungan kuat di sebagian federasi anggota meski menghadapi kritik keras.

Tekanan terhadap Gianni Infantino muncul setelah rencana FIFA menjual sebagian kepentingan komersial Piala Dunia kepada investor ekuitas swasta memicu penolakan luas. Proposal tersebut bernilai sekitar 20 miliar dolar AS dan akhirnya ditarik setelah mendapat reaksi keras dari berbagai pejabat sepak bola.

UEFA menjadi salah satu pihak yang paling vokal menolak rencana tersebut dan bahkan memperingatkan kemungkinan boikot terhadap pertandingan serta kegiatan internasional. Badan sepak bola Eropa itu menilai skema yang didorong Gianni Infantino berpotensi merusak tata kelola dan kepercayaan antarorganisasi.

Penolakan kemudian meluas setelah UEFA bekerja sama dengan CONCACAF dan AFC untuk menyampaikan surat terbuka kepada organisasi sepak bola dunia. Ketiga konfederasi menyebut rencana Gianni Infantino sebagai pelanggaran mendasar terhadap kepercayaan dan menilai proses penyusunannya mengandung unsur penyesatan.

Krisis FIFA Membesar setelah Rencana Investasi Ditolak

Situasi semakin rumit ketika Asosiasi Sepak Bola Irlandia mencabut dukungan terhadap pencalonan kembali Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA pada Maret mendatang. Mereka menyebut persoalan tata kelola, transparansi, dan minimnya konsultasi bermakna sebagai alasan utama perubahan sikap tersebut.

Federasi sepak bola Inggris dan Wales sebelumnya juga mengambil langkah serupa dengan menarik dukungan terhadap Gianni Infantino. Sementara itu, Irlandia Utara memilih mendukung sikap UEFA dalam menghadapi kontroversi yang kini menjadi salah satu krisis terbesar di tubuh FIFA.

Dukungan Qatar dan Lebanon kepada Gianni Infantino menjadi menarik karena sikap tersebut berseberangan dengan posisi resmi Konfederasi Sepak Bola Asia atau AFC. Perbedaan itu memperlihatkan polemik tersebut tidak hanya memisahkan konfederasi, tetapi juga dapat membelah federasi di dalam kawasan yang sama.

Akun Instagram resmi Gianni Infantino sebelumnya juga menampilkan sejumlah surat dukungan dari berbagai federasi anggota FIFA. Di antara yang disebut memberikan dukungan adalah Maroko, Qatar, serta Uni Emirat Arab, memperlihatkan adanya upaya terbuka menunjukkan bahwa basis politiknya belum runtuh.

Empat Pendukung Gianni Infantino Duduk di Dewan FIFA

Empat dari enam tokoh yang menandatangani pernyataan merupakan anggota Dewan FIFA sehingga dukungan tersebut memiliki nilai lebih dari sekadar simbolik. Mereka adalah Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, Hany Abo Rida, Fouzi Lekjaa, dan Ahmed Yahya.

Sheikh Hamad memimpin federasi Qatar, sementara Hany Abo Rida menjadi Presiden Federasi Sepak Bola Mesir dan Fouzi Lekjaa memimpin federasi Maroko. Ahmed Yahya adalah Presiden Federasi Sepak Bola Mauritania dan seluruhnya memiliki posisi penting dalam struktur organisasi.

Dua penandatangan lainnya adalah Hashem Haidar dari Federasi Sepak Bola Lebanon dan Moatasem Gafar yang memimpin Federasi Sepak Bola Sudan. Mereka bersama empat anggota Dewan FIFA menyampaikan keyakinan bahwa Gianni Infantino masih layak memimpin organisasi sepak bola dunia.

Gianni Infantino sudah memimpin FIFA sejak 2016 dan sebelumnya diperkirakan akan kembali terpilih tanpa lawan dalam kongres berikutnya di Maroko. Namun, kegagalan rencana investasi Piala Dunia membuat skenario yang semula terlihat mulus berubah menjadi jauh lebih tidak pasti.

Proposal FIFA Senilai US$20 Miliar Jadi Pemicu

Kontroversi ini berawal dari gagasan menghadirkan modal swasta ke dalam pengelolaan aset komersial Piala Dunia melalui struktur baru yang didorong FIFA. Para pengkritik khawatir investor akan mendapatkan pengaruh terlalu besar dan mendorong keputusan yang lebih berorientasi keuntungan dibanding kepentingan olahraga.

Bagi Gianni Infantino, dukungan enam federasi negara Arab menjadi penting karena muncul pada saat legitimasi kepemimpinannya sedang dipertanyakan. FIFA memiliki 211 asosiasi anggota, sehingga setiap blok dukungan regional dapat memainkan peran besar apabila pemilihan presiden benar-benar menghadirkan penantang.

Di sisi lain, kritik dari UEFA, CONCACAF, dan AFC membuat tekanan terhadap organisasi sepak bola dunia tidak dapat dianggap sebagai konflik kecil. Tiga konfederasi tersebut mewakili bagian besar permainan global dan mempunyai pengaruh kuat terhadap klub, tim nasional, serta kalender internasional.

Ancaman boikot dari UEFA juga meningkatkan risiko politik bagi Gianni Infantino karena kompetisi internasional sangat bergantung pada partisipasi negara-negara besar Eropa. Jika ketegangan berlanjut, sengketa tata kelola bisa berkembang menjadi pertarungan mengenai legitimasi dan masa depan hubungan antarkonfederasi.

Dukungan untuk Gianni Infantino Mulai Terbelah

Federasi Irlandia menilai perkembangan terakhir menunjukkan perlunya perubahan pendekatan dalam tata kelola organisasi. Keputusan mereka mencabut dukungan terhadap Gianni Infantino memperlihatkan bahwa kritik kini tidak lagi terbatas pada pernyataan, tetapi sudah memengaruhi sikap menjelang pemilihan.

Meski begitu, dukungan enam federasi negara Arab memperlihatkan Gianni Infantino belum kehilangan seluruh kekuatan politiknya di lingkungan FIFA. Banyak federasi masih menghargai program pembangunan, perluasan kesempatan, dan aliran dana yang selama ini diberikan kepada negara dengan sumber daya sepak bola lebih terbatas.

Pertarungan ini pada akhirnya bukan hanya mengenai satu proposal investasi, tetapi juga mengenai cara organisasi mengambil keputusan besar yang menyentuh kepentingan seluruh anggota. Transparansi, konsultasi, dan distribusi kekuasaan menjadi isu yang terus mengikuti Gianni Infantino setelah rencana senilai 20 miliar dolar dibatalkan.

FIFA telah menetapkan 18 November sebagai batas waktu bagi calon penantang untuk maju dalam pemilihan presiden. Sampai tenggat tersebut, posisi Gianni Infantino akan terus diuji oleh dukungan federasi yang masih bertahan dan tekanan dari kelompok yang menginginkan perubahan.

Masa Depan Gianni Infantino di FIFA

Jika tidak ada kandidat lain yang maju, Gianni Infantino masih berpeluang mempertahankan jabatan yang dipegangnya sejak 2016. Namun, dinamika terbaru menunjukkan bahwa pencalonan kembali Presiden FIFA itu tidak lagi berjalan dalam suasana tanpa perlawanan seperti yang sebelumnya diperkirakan.

Enam federasi negara Arab kini menjadi salah satu blok pertama yang secara terbuka menyatakan dukungan kepada Gianni Infantino setelah kontroversi tersebut meledak. Sikap mereka sekaligus menandai bahwa pertarungan politik di FIFA memasuki tahap baru menjelang tenggat pencalonan pada November.

Gianni Infantino mendapat dukungan enam federasi Arab saat FIFA diguncang penolakan terhadap rencana investasi swasta Piala Dunia US$20 miliar.

Gianni Infantino Didukung 6 Federasi Negara Arab di Tengah Gejolak FIFA

13 Agu 2026
Marc Pubill masuk radar Arsenal setelah tampil impresif bersama Atletico Madrid.

Arsenal Siap Kuras Dompet untuk Marc Pubill, Klausulnya 500 Juta Euro

13 Agu 2026
Manchester United mencari gelandang baru setelah Eduardo Camavinga memilih bertahan di Real Madrid.

Camavinga Tolak Manchester United, 5 Gelandang Ini Bisa Jadi Alternatif

13 Agu 2026
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Responsible Gambling
© 2026 Bonanza88. ▲

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.