Close Menu
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
Home - Olahraga - Gianni Infantino Diminta Mundur! Ini 6 Kandidat Calon Presiden FIFA Selanjutnya

Gianni Infantino Diminta Mundur! Ini 6 Kandidat Calon Presiden FIFA Selanjutnya

  • Agustus 5, 2026
Gianni Infantino diminta mundur dari jabatan Presiden FIFA.

Tekanan terhadap Gianni Infantino meningkat setelah rencana FIFA menjual sebagian hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta dibatalkan. Sejumlah konfederasi, federasi nasional, dan pejabat internal kemudian mempertanyakan transparansi serta arah kepemimpinannya.

Proposal bernilai sekitar 4,2 miliar dolar AS itu memicu penolakan karena dinilai disusun tanpa konsultasi memadai. Gianni Infantino akhirnya menarik rencana tersebut dan meminta maaf atas perpecahan yang muncul di lingkungan FIFA.

Krisis belum otomatis membuat Gianni Infantino kehilangan jabatan karena ia masih memperoleh dukungan dari sejumlah asosiasi. Beberapa pemimpin sepak bola Afrika, Qatar, Maroko, Indonesia, dan negara lain tetap menyatakan kepercayaan kepada Presiden FIFA tersebut.

Pemilihan Presiden FIFA untuk masa jabatan 2027–2031 dijadwalkan berlangsung di Maroko pada 18 Maret 2027. Kandidat penantang Gianni Infantino harus memenuhi persyaratan pencalonan sebelum tenggat resmi 18 November 2026.

Kongres FIFA beranggotakan 211 asosiasi nasional dan setiap anggota mempunyai satu suara tanpa melihat kekuatan sepak bolanya. Karena itu, penantang Gianni Infantino membutuhkan koalisi lintas konfederasi, bukan sekadar dukungan negara besar atau klub kaya.

Enam nama yang dibahas berikut belum seluruhnya mendeklarasikan pencalonan dan sebagian masih berupa spekulasi media. Namun, pengalaman, jaringan, dan posisi mereka membuat persaingan menggantikan Gianni Infantino layak dianalisis lebih jauh.

Mengapa Gianni Infantino Diminta Mundur dari FIFA?

Desakan agar Gianni Infantino mundur muncul setelah UEFA dan Concacaf menyatakan kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan FIFA. AFC juga mengkritik keras lemahnya konsultasi serta meminta reformasi kelembagaan setelah proposal komersial tersebut dibatalkan.

Sejumlah federasi Eropa menarik dukungan terhadap pencalonan kembali Gianni Infantino, sementara pejabat senior FIFA menjauhkan diri dari proyek tersebut. Situasi ini mengubah pemilihan 2027 dari formalitas menjadi pertarungan politik yang terbuka.

Gianni Infantino masih mempunyai waktu membangun kembali dukungan sebelum Kongres FIFA menentukan pemimpin berikutnya. Lawan-lawannya juga harus menemukan satu kandidat yang mampu menyatukan federasi kaya, asosiasi kecil, dan enam konfederasi regional.

Tantangan terbesar setiap calon pengganti Gianni Infantino adalah meyakinkan anggota bahwa dana pembangunan FIFA tetap mengalir secara adil. Pemilih juga menuntut transparansi, independensi, kalender yang seimbang, serta pengelolaan kompetisi tanpa dominasi kepentingan tertentu.

1. Aleksander Ceferin, Pengkritik Gianni Infantino di FIFA

Aleksander Ceferin merupakan pengacara Slovenia yang memimpin UEFA sejak September 2016 dan terpilih kembali pada 2023. Pengalaman mengelola konfederasi terkaya memberikan pemahaman mendalam mengenai regulasi, kompetisi, hak siar, dan diplomasi sepak bola.

Ceferin mempunyai modal berupa dukungan potensial dari 55 anggota UEFA serta citra sebagai pengkritik utama Gianni Infantino. Ia juga berpengalaman menghadapi krisis Liga Super Eropa dan perdebatan kalender dengan FIFA.

Hambatan Ceferin terletak pada persepsi bahwa ia terlalu mewakili kepentingan Eropa, sedangkan mayoritas suara berada di luar UEFA. Ia harus menawarkan distribusi pendapatan dan pembangunan FIFA yang menarik bagi Asia, Afrika, serta Amerika.

Apabila Ceferin resmi maju, ia akan menjadi pesaing berprofil tertinggi karena mempunyai organisasi, jaringan, dan pengalaman pemilihan. Namun, laporan terbaru menunjukkan dirinya belum tentu berminat meninggalkan UEFA demi menantang Gianni Infantino.

2. Nasser Al-Khelaifi, Kandidat Bisnis Presiden FIFA

Nasser Al-Khelaifi dikenal sebagai Presiden Paris Saint-Germain sejak 2011, Ketua Qatar Sports Investments, dan pemimpin European Football Clubs. Ia juga mempunyai posisi di UEFA serta jaringan luas dalam industri media, hiburan, investasi, dan hak siar.

Kekuatan Al-Khelaifi berada pada kemampuan bisnis, hubungan lintas negara, dan akses langsung kepada klub elite. Dalam persaingan FIFA, ia berpotensi menawarkan pertumbuhan komersial yang tetap mempertahankan pengaruh klub dalam pengambilan kebijakan.

Kelemahannya adalah potensi konflik kepentingan karena ia memegang banyak jabatan penting secara bersamaan. Setiap kampanye melawan Gianni Infantino akan disertai pertanyaan mengenai independensi, kepemilikan klub, penyiaran, dan hubungan Qatar dengan FIFA.

Sejumlah pejabat Eropa dilaporkan memandang Al-Khelaifi sebagai penantang kuat, tetapi perwakilannya menyatakan ia tidak berminat maju. Peluangnya baru menjadi nyata apabila sikap tersebut berubah sebelum batas pencalonan Presiden FIFA mendatang.

3. Dariusz Mioduski, Kuda Hitam Pengganti Gianni Infantino

Dariusz Mioduski merupakan pengacara Polandia, pemilik sekaligus Presiden Legia Warszawa, dan Wakil Ketua European Football Clubs. Namanya mencuat sebagai pilihan alternatif ketika anggota UEFA mencari tokoh yang tidak terlalu identik dengan birokrasi konfederasi.

Mioduski memahami persoalan klub dari liga di luar lima kompetisi terbesar Eropa, termasuk kesenjangan pendapatan dan akses turnamen. Latar belakang hukum serta bisnis juga memberinya bekal untuk membahas tata kelola dan kontrak FIFA.

Kendala utama Mioduski adalah pengenalan global yang lebih rendah dibandingkan Gianni Infantino, Ceferin, atau Salman. Ia belum pernah memimpin konfederasi besar, sehingga harus membangun hubungan dengan puluhan federasi Asia, Afrika, dan Amerika.

Mioduski dapat muncul sebagai kandidat kompromi apabila kubu Eropa gagal menyepakati Ceferin atau Al-Khelaifi. Meski demikian, statusnya masih spekulatif dan peluang memenangkan Kongres FIFA bergantung pada dukungan kuat dari luar UEFA.

4. Victor Montagliani, Kandidat Kuat Presiden FIFA

Victor Montagliani adalah Presiden Concacaf, Wakil Presiden FIFA, anggota Dewan FIFA, dan salah satu pemimpin penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Administrator Kanada tersebut memahami mekanisme internal organisasi sekaligus kepentingan federasi kecil di kawasannya.

Montagliani mempunyai profil politik paling seimbang karena bukan berasal dari UEFA, tetapi tetap memiliki hubungan baik dengan Eropa. Concacaf menolak proposal Gianni Infantino tanpa mengambil langkah boikot, memperlihatkan pendekatan tegas namun terukur.

Posisinya di dalam Dewan FIFA memberi pengalaman langsung, tetapi juga dapat digunakan lawan untuk menyebutnya bagian dari sistem lama. Ia harus menjelaskan perubahan apa yang ditawarkan setelah bertahun-tahun bekerja bersama Gianni Infantino.

Jika benar mencalonkan diri, Montagliani berpeluang merangkai dukungan Concacaf, sebagian UEFA, dan federasi yang menginginkan transisi moderat. Kombinasi jaringan global serta pengalaman turnamen membuatnya salah satu calon Presiden FIFA paling realistis.

5. Salman bin Ibrahim, Rival Lama Gianni Infantino

Salman bin Ibrahim Al Khalifa memimpin AFC dan menjabat wakil presiden senior dalam Dewan FIFA. Tokoh asal Bahrain itu sudah memahami pertarungan kepemimpinan global karena pernah menjadi pesaing Gianni Infantino dalam pemilihan 2016.

Basis potensial Salman berasal dari 47 asosiasi AFC, meskipun kepentingan politik Asia tidak selalu seragam. Pengalamannya membangun koalisi menjadikannya kandidat berbahaya apabila mampu menyatukan Timur Tengah, Asia Timur, ASEAN, dan Asia Selatan.

AFC mengkritik proses konsultasi proposal komersial Gianni Infantino dan meminta reformasi kelembagaan di FIFA. Sikap tersebut dapat menjadi landasan kampanye Salman mengenai pengambilan keputusan kolektif dan penghormatan terhadap konfederasi regional.

Namun, pencalonannya untuk menggantikan Gianni Infantino kemungkinan kembali menghadapi sorotan mengenai isu hak asasi manusia dan politik Bahrain. Salman juga harus menembus blok Afrika, Amerika, dan Eropa agar tidak hanya bergantung pada suara FIFA dari kawasan Asia.

6. Arsene Wenger, Figur Teknis dari Dalam FIFA

Arsene Wenger mempunyai reputasi sepak bola terbesar karena pernah melatih Arsenal selama 22 tahun dan kini menjadi Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA. Ia mengawasi program teknis, pendidikan, analisis, dan pengembangan talenta di berbagai negara.

Wenger dapat menawarkan agenda yang berpusat pada permainan, pembinaan pemain muda, teknologi, dan pendidikan pelatih. Popularitasnya memberi daya tarik publik yang tidak dimiliki sebagian administrator, terutama ketika FIFA menghadapi krisis kepercayaan.

Kelemahan Wenger adalah tidak mempunyai basis konfederasi, pengalaman memimpin federasi, atau mesin politik pemilihan. Kedudukannya sebagai pejabat FIFA sejak 2019 juga membuatnya perlu menjelaskan jarak institusional dari pemerintahan Gianni Infantino.

Wenger menyatakan tidak terlibat dalam proposal investasi dan mendukung keputusan penghentiannya demi transparansi serta independensi FIFA. Meski demikian, peluangnya lebih kuat sebagai simbol reformasi teknis daripada pemenang pertarungan suara antarfederasi.

Siapa Kandidat Terkuat Menggantikan Gianni Infantino?

Berdasarkan posisi institusional, Victor Montagliani terlihat sebagai kandidat paling seimbang untuk menggantikan Gianni Infantino. Ia mempunyai basis konfederasi, pengalaman internal FIFA, hubungan lintas kawasan, serta citra yang tidak sepenuhnya terikat pada UEFA.

Aleksander Ceferin dan Salman bin Ibrahim Al Khalifa berada dalam kelompok berikutnya karena menguasai jaringan konfederasi besar. Sebagai penantang Gianni Infantino, Nasser Al-Khelaifi sangat kuat secara bisnis, tetapi keengganan maju dan konflik kepentingan membatasi peluangnya di FIFA.

Dariusz Mioduski merupakan kuda hitam yang bisa dipilih sebagai kompromi Eropa, sedangkan Arsene Wenger menawarkan legitimasi sepak bola. Keduanya masih memerlukan dukungan formal serta jaringan global sebelum dianggap penantang serius Gianni Infantino.

Kesimpulannya, nama terbesar belum tentu memenangkan pemilihan karena setiap asosiasi mempunyai satu suara di Kongres FIFA. Pengganti Gianni Infantino harus menyatukan kepentingan komersial, pembangunan, transparansi, dan keadilan kompetisi dalam koalisi global.

7 pemain bintang dunia yang pernah memperkuat Trabzonspor.

7 Pemain Bintang Dunia Ini Pernah Memperkuat Trabzonspor Sebelum Mohamed Salah

05 Agu 2026
Daftar pemain Singapura yang bermain di Liga Indonesia.

Deretan Pemain Bintang Singapura yang Pernah Merumput di Liga Indonesia

05 Agu 2026
Gianni Infantino diminta mundur dari jabatan Presiden FIFA.

Gianni Infantino Diminta Mundur! Ini 6 Kandidat Calon Presiden FIFA Selanjutnya

05 Agu 2026
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Responsible Gambling
© 2026 Bonanza88. ▲

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.