Fase grup Piala Dunia 2026 resmi berakhir setelah 72 pertandingan berlangsung dengan banyak cerita besar dari Amerika Utara. Menjelang babak 32 besar, daftar Best XI Piala Dunia 2026 menjadi gambaran para pemain paling menonjol sejak laga pembuka.
Daftar ini tidak hanya diisi nama besar seperti Lionel Messi, Kylian Mbappe, Erling Haaland, dan Vinicius Junior. Beberapa pemain dari negara kejutan seperti Tanjung Verde, Ghana, Jepang, Ekuador, dan Amerika Serikat juga layak mendapat panggung.
Best XI Piala Dunia 2026 fase grup memperlihatkan bahwa turnamen ini tidak sepenuhnya dikuasai para favorit juara. Pemain dari tim kecil bisa mencuri perhatian ketika tampil konsisten, berani, dan menentukan nasib negaranya.
Opta Analyst memilih susunan terbaik ini berdasarkan performa selama fase grup, termasuk kontribusi statistik dan pengaruh pemain terhadap tim. Hasilnya, daftar tersebut menghadirkan kombinasi menarik antara pengalaman, kejutan, bakat muda, dan produktivitas elite.
Vozinha Jadi Simbol Keajaiban Tanjung Verde
Pos penjaga gawang dalam Best XI Piala Dunia 2026 ditempati Vozinha dari Tanjung Verde. Pemain berusia 40 tahun itu menjadi salah satu tokoh utama dalam kisah bersejarah negaranya yang lolos ke fase gugur.
Vozinha tampil luar biasa saat Tanjung Verde menahan Spanyol pada laga pertama. Meski kebobolan dua gol melawan Uruguay, performanya tetap solid dan kembali penting saat bermain imbang 0-0 kontra Arab Saudi.
Hanya Unai Simon dari Spanyol yang mencatat clean sheet lebih banyak dibanding Vozinha selama fase grup. Catatan goals prevented miliknya mencapai 1,4, hanya kalah dari Angus Gunn yang berada di angka 1,5.
Pemilihan Vozinha juga kuat karena faktor cerita besar yang ia bawa bersama Tanjung Verde. Pada usia 40 tahun, ia tetap menjadi pemain vital dan kini harus menghadapi tantangan besar melawan Argentina serta Lionel Messi.
Marvin Senaya Meredam Sayap Inggris
Marvin Senaya dari Ghana menempati posisi bek kanan dalam Best XI Piala Dunia 2026. Penampilannya melawan Inggris pada matchday kedua disebut sebagai salah satu performa defensif terbaik seorang full-back selama fase grup.
Senaya harus berhadapan dengan Anthony Gordon, winger Inggris yang baru direkrut Barcelona dengan nilai 80 juta euro. Namun, ia justru mampu mendominasi duel tersebut dan membuat Gordon sulit berkembang sepanjang pertandingan.
Bek Ghana itu juga tampil stabil dalam tiga laga grup. Ia mencatat 18 percobaan tekel, jumlah terbanyak di turnamen, serta memenangkan 24 dari 38 duel yang ia jalani.
Dalam ukuran true tackles, Senaya juga menunjukkan efektivitas tinggi dalam bertahan satu lawan satu. Tingkat keberhasilannya mencapai 72 persen, menempatkannya di jajaran atas pemain yang aktif melakukan duel defensif.
Diney Borges Jadi Tembok Tanjung Verde
Diney Borges dari Tanjung Verde menjadi salah satu bek tengah dalam Best XI Piala Dunia 2026. Perannya sangat penting dalam menjaga struktur pertahanan tim yang menjadi kejutan besar pada fase grup.
Tanjung Verde tidak akan melaju ke babak gugur tanpa kerja keras lini belakangnya. Diney menjadi pemain yang berulang kali memadamkan bahaya, menutup ruang, dan meletakkan tubuhnya untuk menghalau serangan lawan.
Ia mencatat 31 sapuan, jumlah kedua terbanyak di antara pemain non-kiper sepanjang fase grup. Dari sisi duel, hanya empat bek dengan minimal 20 duel yang memiliki persentase kemenangan lebih baik dari catatan 68 persen miliknya.
Diney juga mencatat delapan tekel, angka yang sangat tinggi untuk seorang bek tengah. Dampaknya terhadap cerita indah Tanjung Verde membuat namanya layak masuk daftar terbaik turnamen sejauh ini.
Pau Cubarsi Tampil Dewasa di Usia 19 Tahun
Pau Cubarsi dari Spanyol melengkapi posisi bek tengah dalam Best XI Piala Dunia 2026. Pada usia 19 tahun, ia menunjukkan ketenangan luar biasa dan memperkuat reputasinya sebagai salah satu bek muda terbaik dunia.
Cubarsi punya kemampuan membaca permainan yang sangat matang untuk pemain seusianya. Ia mencatat 16 regain possession, hanya kalah dari tiga bek tengah lain selama fase grup Piala Dunia 2026.
Kualitas umpan Cubarsi juga menjadi pembeda dalam sistem permainan Spanyol. Dari 294 operan yang ia lepaskan, hanya lima yang gagal mencapai sasaran, sebuah angka yang menunjukkan akurasi luar biasa.
Ia juga mencatat 39 line-breaking passes, terbanyak kelima di antara bek tengah. Aymeric Laporte memang tampil solid, tetapi kedewasaan Cubarsi di usia muda membuatnya lebih menonjol dalam daftar ini.
Keito Nakamura Hidupkan Sisi Kiri Jepang
Keito Nakamura dari Jepang dipasang sebagai bek kiri dalam Best XI Piala Dunia 2026. Meski lebih sering bermain sebagai wing-back dan punya naluri menyerang kuat, kontribusinya membuat sisi kiri Jepang sangat hidup.
Nakamura tampil cepat, lincah, dan langsung menusuk pertahanan lawan. Ia mencetak gol pertama Jepang di turnamen lewat penyelesaian cerdas ke pojok kiri bawah saat bermain imbang 2-2 melawan Belanda.
Ia juga berperan besar dalam gol pembuka Jepang saat menghadapi Tunisia. Nakamura melewati lawan dengan baik sebelum mengirim bola rendah dan keras ke area enam yard.
Catatan lima dribel sukses dari tujuh percobaan menunjukkan efektivitasnya dalam duel ofensif. Sembilan keterlibatan tembakan, terdiri dari lima tembakan dan empat peluang tercipta, membuatnya menonjol di antara full-back dan wing-back.
Weston McKennie Jadi Mesin Tekanan Amerika Serikat
Weston McKennie menjadi wakil Amerika Serikat dalam Best XI Piala Dunia 2026. Perannya sangat penting bagi tim asuhan Mauricio Pochettino yang tampil meyakinkan sebagai salah satu tuan rumah turnamen.
Meski Amerika Serikat kalah 2-3 dari Turki dalam laga ketika Pochettino melakukan banyak rotasi, McKennie tetap tidak diistirahatkan. Keputusan itu menunjukkan betapa pentingnya pemain tersebut dalam struktur permainan USMNT.
Sebagai gelandang yang bergerak lebih maju di depan pemain nomor enam, McKennie membawa tenaga besar dalam fase menyerang. Pergerakan eksplosifnya sulit dihentikan dan membantu Amerika Serikat mempertahankan tekanan di area lawan.
Ia menciptakan tujuh peluang dari permainan terbuka selama fase grup. Angka itu hanya kalah dari James Rodriguez, Pedro Vite, dan Kevin De Bruyne di antara para gelandang.
Pedro Vite Jadi Otak dan Pekerja Keras Ekuador
Pedro Vite dari Ekuador juga masuk lini tengah Best XI Piala Dunia 2026. Pemain Pumas itu menjadi salah satu alasan Ekuador tetap bertahan hingga fase gugur meski harus menunggu gol telat melawan Jerman.
Vite tampil nyaman saat menguasai bola dan berani mengirim umpan kreatif ke area berbahaya. Di sisi lain, ia juga bekerja keras tanpa bola dan menjadi figur penting dalam tekanan Ekuador.
Hanya empat pemain yang menciptakan peluang lebih banyak dari Vite melalui permainan terbuka. Ia juga berada di peringkat ketiga untuk percobaan tekel dengan 14 aksi selama fase grup.
Catatan pemulihan bolanya juga impresif karena hanya Granit Xhaka dan Rodrigo Bentancur yang lebih sering merebut kembali penguasaan. Dengan 234 percobaan umpan, Vite menjadi salah satu gelandang paling aktif di turnamen.
Lionel Messi Terus Menantang Usia
Lionel Messi kembali menjadi nama besar dalam Best XI Piala Dunia 2026. Setelah menjadi pusat cerita pada final 2022 melawan Kylian Mbappe, tanda awal turnamen 2026 menunjukkan duel panggung itu bisa berulang.
Messi tidak menjadi starter saat Argentina mengalahkan Yordania pada laga terakhir grup. Namun, ia tetap mencetak gol setelah masuk dari bangku cadangan dan kembali menambah catatan sejarahnya.
Gol tersebut membuat Messi menjadi pemain pertama dalam sejarah Piala Dunia yang mencetak gol dalam tujuh pertandingan beruntun. Dalam rentetan itu, ia mencetak 11 gol, terdiri dari lima gol pada empat laga terakhir 2022 dan enam gol pada fase grup 2026.
Pada usia 39 tahun dan bermain di MLS, banyak pihak sempat meragukan apakah Messi masih bisa memimpin Argentina. Namun, enam gol selama fase grup menjadi jawaban keras bahwa pengaruhnya belum memudar.
Vinicius Junior Jawab Keraguan Bersama Brasil
Vinicius Junior mengisi sisi kiri serangan dalam Best XI Piala Dunia 2026. Sebelum turnamen, performanya bersama Brasil sempat dipertanyakan, tetapi ia membalas keraguan itu dengan cara paling meyakinkan.
Vinicius menjadi pemain Brasil kelima yang mencetak gol dalam seluruh tiga laga fase grup pada satu edisi Piala Dunia. Ia mengikuti jejak Jairzinho pada 1970, Romario pada 1994, Ronaldo pada 2002, dan Rivaldo pada 2002.
Catatan itu juga membawa pertanda menarik bagi Brasil. Pada tiga edisi sebelumnya ketika pemain Brasil melakukan hal serupa, Selecao selalu mengakhiri turnamen sebagai juara dunia.
Empat gol Vinicius juga menyamai rekor gol terbanyak pemain Brasil dalam fase grup putaran pertama. Ia sejajar dengan Ronaldo pada 2002, Neymar pada 2014, dan Jairzinho pada 1970.
Erling Haaland Langsung Menakutkan di Debut Piala Dunia
Erling Haaland menjadi penyerang utama dalam Best XI Piala Dunia 2026 setelah tampil tajam bersama Norwegia. Meski hanya bermain dalam dua laga grup, dampaknya langsung terasa besar bagi tim asuhan Stale Solbakken.
Keputusan Solbakken mengistirahatkan Haaland dan beberapa pemain kunci melawan Prancis sempat menimbulkan pertanyaan. Tanpa sang striker, Norwegia terlihat kehilangan ancaman gol yang biasanya sangat menakutkan.
Dalam dua penampilan, Haaland sudah mencetak empat gol. Jumlah itu hanya kalah dari Lionel Messi dan menegaskan bahwa ia tidak membutuhkan banyak waktu untuk beradaptasi dengan panggung Piala Dunia.
Haaland juga mencatat 2,68 non-penalty expected goals, hanya kalah dari Vinicius Junior yang mencapai 3,51. Dengan rasio konversi tembakan 40 persen, ia menjadi ancaman besar jika Norwegia melewati Pantai Gading.
Kylian Mbappe Tetap Jadi Wajah Bahaya Prancis
Kylian Mbappe melengkapi lini depan Best XI Piala Dunia 2026. Ia mungkin menjadi pemain paling menonjol dari tim yang tampil paling meyakinkan selama fase grup.
Dua gol Mbappe melawan Irak pada matchday kedua membuatnya masuk daftar langka dalam sejarah Piala Dunia. Ia menjadi pemain keempat yang mampu mencetak minimal dua gol dalam setidaknya tiga edisi Piala Dunia secara beruntun.
Catatan itu juga membuat Mbappe semakin dekat dengan puncak daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia. Saat itu, ia mencapai 16 gol dan hanya berada di belakang Lionel Messi dalam daftar keseluruhan.
Meski gagal menambah gol melawan Norwegia pada matchday ketiga, Mbappe tetap memberi dua assist untuk Ousmane Dembele. Total keterlibatan golnya di Piala Dunia 2026 sudah mencapai enam, jumlah yang hanya mampu disamai Messi.
Best XI Piala Dunia 2026 Bukan Sekadar Deretan Bintang
Best XI Piala Dunia 2026 fase grup menunjukkan bahwa performa terbaik tidak selalu datang dari tim favorit. Vozinha, Diney Borges, Marvin Senaya, Keito Nakamura, dan Pedro Vite membuktikan bahwa pemain dari tim nonunggulan bisa tampil luar biasa.
Di sisi lain, nama besar seperti Messi, Mbappe, Haaland, dan Vinicius tetap menjaga reputasi mereka. Para pemain ini bukan hanya mencetak gol, tetapi juga menentukan arah cerita turnamen sejak fase grup.
Kombinasi pemain senior, bakat muda, dan kejutan statistik membuat daftar ini terasa lebih berimbang. Cubarsi mewakili masa depan, Vozinha melambangkan pengalaman, sedangkan Messi dan Mbappe menjaga panggung superstar tetap menyala.
Babak gugur akan menjadi ujian lebih berat bagi semua nama dalam daftar ini. Beberapa akan melanjutkan dominasi, sementara yang lain mungkin berhenti lebih cepat karena lawan yang semakin kuat.
Best XI Piala Dunia 2026 fase grup menjadi cermin dari turnamen yang penuh warna. Setelah 72 pertandingan, pemain-pemain terbaik muncul dari berbagai negara, gaya bermain, dan situasi yang sangat berbeda.



