Close Menu
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
Home - Olahraga - Analisis Data Jumlah Corner di Fase Grup Piala AFF 2026

Analisis Data Jumlah Corner di Fase Grup Piala AFF 2026

  • Agustus 11, 2026
Analisis lengkap jumlah corner Piala AFF 2026.

Data tendangan penjuru memperlihatkan sisi lain dari cara setiap peserta menyerang pada fase grup Piala AFF 2026. Corner memang tidak selalu berujung gol, tetapi frekuensinya dapat mencerminkan tekanan, dominasi wilayah, dan intensitas serangan sebuah tim.

Berdasarkan statistik FotMob, Thailand menjadi tim dengan corner terbanyak sepanjang fase grup dengan 25 tendangan penjuru. Malaysia menyusul dengan 23, Filipina 21, Indonesia 20, sedangkan Myanmar dan Vietnam sama-sama mengumpulkan 19 corner.

Seluruh peserta memainkan empat pertandingan pada fase grup, sehingga perbandingan dapat dilakukan dengan basis pertandingan yang sama. Format tersebut membuat rata-rata corner per laga menjadi indikator tambahan untuk membaca konsistensi tekanan setiap negara sepanjang Piala AFF 2026.

Data corner juga menarik jika dibandingkan dengan statistik resmi ASEAN United FC mengenai tembakan dan penguasaan bola. Perbandingan itu menunjukkan bahwa tim dengan corner tinggi tidak selalu menjadi tim paling produktif atau paling dominan dalam penguasaan bola.

Secara keseluruhan, Grup B menghasilkan lebih banyak tim di papan atas statistik corner dibandingkan Grup A. Thailand, Malaysia, dan Filipina menempati tiga posisi teratas, sementara Indonesia menjadi wakil Grup A tertinggi dengan 20 tendangan penjuru.

Ranking Lengkap Corner Piala AFF 2026

PeringkatTimGrupCornerRata-rata per Laga
1ThailandB256,25
2MalaysiaB235,75
3FilipinaB215,25
4IndonesiaA205,00
5MyanmarB194,75
5VietnamA194,75
7KambojaA164,00
7SingapuraA164,00
7Timor-LesteA164,00
10LaosB123,00

Sumber data corner: FotMob.

1. Thailand Pimpin Corner Piala AFF 2026

Thailand mencatat 25 corner dari empat pertandingan, setara rata-rata 6,25 tendangan penjuru setiap laga. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di Piala AFF 2026 dan berjalan seiring dengan keberhasilan mereka menyapu empat pertandingan Grup B dengan kemenangan.

Tim asuhan Anthony Hudson juga mencatat rata-rata penguasaan bola 60,2 persen dan melepaskan 52 tembakan selama fase grup. Kombinasi penguasaan tinggi dan jumlah corner besar menunjukkan Thailand konsisten memaksa lawan bertahan dekat area penalti.

Jumlah 25 corner tidak berarti Thailand menjadi tim dengan tembakan terbanyak, karena Vietnam dan Indonesia memiliki percobaan lebih banyak. Namun, Thailand terlihat lebih sering mengakhiri serangan di area sayap atau memaksa blok lawan menghasilkan tendangan penjuru.

2. Malaysia Produktif Mencari Corner Piala AFF 2026

Malaysia menempati posisi kedua dengan 23 corner atau rata-rata 5,75 setiap pertandingan selama fase grup Piala AFF 2026. Harimau Malaya hanya tertinggal dua tendangan sudut dari Thailand meskipun mencatat jumlah tembakan yang lebih rendah.

Statistik resmi menunjukkan Malaysia menghasilkan 44 tembakan, 17 tepat sasaran, serta rata-rata penguasaan bola 55,9 persen. Angka itu memperlihatkan serangan mereka relatif efisien dalam menghasilkan situasi bola mati dari tekanan yang tidak selalu membutuhkan banyak tembakan.

Malaysia juga lolos ke semifinal sebagai runner-up Grup B setelah mengalahkan Filipina pada pertandingan terakhir. Konsistensi menghasilkan corner dapat menjadi senjata penting karena situasi bola mati sering menawarkan jalur alternatif ketika permainan terbuka mengalami kebuntuan.

3. Filipina Jadi Kejutan Corner Piala AFF 2026

Filipina menjadi kejutan dalam daftar ini setelah menghasilkan 21 corner, atau rata-rata 5,25 per pertandingan. Mereka berada di posisi ketiga statistik tendangan penjuru meskipun hanya mencatat lima gol dan gagal menembus semifinal Piala AFF 2026.

Filipina menghasilkan 49 tembakan tetapi hanya 10 yang mengarah tepat ke gawang, berdasarkan data resmi turnamen. Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa tingginya jumlah corner tidak otomatis mencerminkan kualitas penyelesaian akhir atau efektivitas peluang yang diperoleh.

Data ini juga menggambarkan bagaimana Filipina mampu membawa bola menuju sepertiga akhir lapangan cukup sering. Namun, tekanan tersebut belum diterjemahkan menjadi produktivitas tinggi, sehingga corner mereka lebih mencerminkan volume serangan daripada ketajaman penyelesaian.

4. Indonesia Teratas di Grup A Piala AFF 2026

Indonesia menjadi pemimpin statistik corner di Grup A dengan 20 tendangan penjuru, setara rata-rata lima setiap laga. Catatan tersebut menempatkan Timnas Indonesia di posisi keempat keseluruhan Piala AFF 2026, hanya satu corner di bawah Filipina.

Garuda juga mencatat 73 tembakan dan 28 tembakan tepat sasaran, sementara rata-rata penguasaan bolanya mencapai 61,7 persen. Angka itu menjadi penguasaan tertinggi di antara seluruh peserta dan memperlihatkan kecenderungan Indonesia memainkan sepak bola proaktif.

Namun, tingginya penguasaan bola dan corner tidak cukup membawa Indonesia ke semifinal setelah finis di belakang Vietnam dan Singapura. Statistik tersebut menegaskan bahwa dominasi wilayah harus dibarengi kualitas keputusan, ketajaman, serta kontrol terhadap momen penting pertandingan.

5. Myanmar Catat 19 Corner Piala AFF 2026

Myanmar mencatat 19 corner sepanjang fase grup, sehingga rata-ratanya mencapai 4,75 tendangan penjuru per laga. Jumlah tersebut menempatkan mereka sejajar dengan Vietnam dalam daftar Piala AFF 2026, walaupun perjalanan kedua tim berakhir sangat berbeda.

Myanmar justru menjadi tim kedua paling produktif dengan 12 gol dari 58 tembakan dan 20 tembakan tepat sasaran. Kemenangan 7-2 atas Laos ikut memperbesar produktivitas mereka, tetapi hasil keseluruhan belum cukup membawa tim tersebut ke semifinal.

Data Myanmar memperlihatkan bahwa jumlah corner moderat dapat berjalan bersama produktivitas gol yang tinggi. Mereka tidak memimpin dalam penguasaan bola, tetapi mampu mengubah fase menyerang menjadi peluang berbahaya dengan efisiensi yang lebih baik dibanding beberapa rival.

6. Vietnam Efektif Meski Corner Piala AFF 2026 Lebih Rendah

Vietnam juga mengoleksi 19 corner atau rata-rata 4,75 setiap laga, sama seperti Myanmar. Meski bukan pemimpin statistik tendangan penjuru, sang juara bertahan justru memuncaki sejumlah indikator serangan penting pada fase grup Piala AFF 2026.

Vietnam melepaskan 74 tembakan, terbanyak di turnamen pada fase grup, dengan 24 percobaan mengarah ke gawang dan 13 gol. Rata-rata penguasaan bola 57,6 persen memperlihatkan keseimbangan antara kontrol permainan, volume serangan, dan produktivitas akhir.

Menariknya, Vietnam menghasilkan corner lebih sedikit daripada Indonesia meski mencatat lebih banyak gol dan sedikit lebih banyak tembakan. Hal tersebut menunjukkan serangan Vietnam lebih sering berakhir melalui penyelesaian langsung daripada dibelokkan lawan menjadi tendangan penjuru.

7. Kamboja Koleksi 16 Corner Piala AFF 2026

Kamboja mengumpulkan 16 corner dari empat pertandingan sehingga rata-ratanya tepat empat per laga. Jumlah tersebut menempatkan mereka sejajar dengan Singapura dan Timor-Leste, meskipun karakter permainan serta produktivitas ketiga negara berbeda cukup jauh.

Kamboja membukukan enam gol dari 28 tembakan dan 14 upaya tepat sasaran, dengan penguasaan bola rata-rata hanya 37,1 persen. Angka itu memperlihatkan pendekatan yang lebih langsung dan efisien ketika memperoleh ruang menyerang di Piala AFF 2026.

8. Singapura Efisien di Piala AFF 2026

Singapura juga mengoleksi 16 corner atau rata-rata empat setiap pertandingan, tetapi mampu mengubah performanya menjadi tiket semifinal. Mereka menyelesaikan Grup A tanpa kekalahan setelah meraih dua kemenangan dan dua hasil imbang sepanjang fase grup.

Statistik resmi mencatat Singapura membuat 51 tembakan, 16 tepat sasaran, dan menguasai bola rata-rata 47,7 persen. Profil tersebut memperlihatkan tim yang tidak selalu dominan, tetapi cukup disiplin memanfaatkan transisi dan momen penting untuk mendapatkan hasil.

9. Timor-Leste Punya 16 Corner Piala AFF 2026

Timor-Leste mencatat 16 corner, jumlah yang sama dengan Kamboja dan Singapura, meskipun tidak mencetak gol dalam empat pertandingan. Mereka menghasilkan 26 tembakan dengan enam tepat sasaran, sehingga ancaman ofensif akhirnya belum berkembang menjadi produktivitas nyata.

Kesamaan jumlah corner dengan dua rival menunjukkan bahwa tendangan penjuru tidak dapat dibaca sebagai ukuran kualitas serangan secara tunggal. Timor-Leste mampu mencapai wilayah akhir, tetapi efektivitas setelah memperoleh bola mati maupun peluang terbuka tetap menjadi masalah besar.

10. Laos Paling Sedikit Corner Piala AFF 2026

Laos berada di posisi terakhir dengan 12 corner atau rata-rata tiga tendangan penjuru setiap laga selama Piala AFF 2026. Mereka juga hanya mencetak tiga gol dan mencatat 33 tembakan, delapan di antaranya mengarah tepat ke gawang.

Rata-rata penguasaan bola Laos hanya 31,5 persen, terendah di antara sepuluh peserta berdasarkan statistik resmi turnamen. Situasi tersebut menjelaskan mengapa mereka lebih jarang berada di sepertiga akhir dan kesulitan menghasilkan tekanan berkelanjutan yang memicu corner.

Perbandingan Data Corner Piala AFF 2026

Jika daftar keseluruhan disusun, Thailand memimpin dengan 25 corner, diikuti Malaysia 23, Filipina 21, Indonesia 20, lalu Myanmar dan Vietnam masing-masing 19. Kamboja, Singapura, serta Timor-Leste mengoleksi 16, sementara Laos menutup daftar dengan 12.

Selisih antara Thailand dan Laos mencapai 13 corner dalam empat pertandingan, atau lebih dari tiga tendangan penjuru per laga. Rentang tersebut memperlihatkan perbedaan besar dalam kemampuan mempertahankan tekanan, terutama ketika tim menguasai wilayah menyerang dalam waktu panjang.

Statistik Piala AFF 2026 menunjukkan corner paling berguna jika dibaca bersama tembakan, penguasaan bola, gol, dan hasil pertandingan. Thailand memberikan contoh tekanan yang konsisten, sedangkan Filipina membuktikan volume corner tinggi belum tentu menghasilkan produktivitas ataupun kelolosan.

Indonesia juga menjadi contoh menarik karena berada di empat besar corner sekaligus memimpin penguasaan bola dan tembakan tepat sasaran. Namun, kegagalan menembus semifinal memperlihatkan bahwa dominasi statistik hanya bernilai apabila dapat diterjemahkan menjadi hasil pertandingan.

Analisis lengkap jumlah corner Piala AFF 2026.

Analisis Data Jumlah Corner di Fase Grup Piala AFF 2026

11 Agu 2026
Ayyoub Bouaddi dibidik Manchester City sebagai calon penerus Rodri.

Apakah Ayyoub Bouaddi Sudah Pantas Menggantikan Peran Rodri di Manchester City?

11 Agu 2026
Liverpool

3 Pemain Ini Akan Dilepas Liverpool di Era Manajer Baru Andoni Iraola

11 Agu 2026
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Responsible Gambling
© 2026 Bonanza88. ▲

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.