Juventus vs Parma menjadi salah satu pertandingan menarik pada gameweek kedua Serie A 2026/27, terutama karena kedua tim datang dengan hasil pembuka yang bertolak belakang. Juventus menang tipis di Frosinone, sedangkan Parma tumbang di kandang sendiri melawan Cagliari.
Pertandingan Juventus vs Parma dimainkan di Allianz Stadium pada Sabtu, 29 Agustus 2026 pukul 20.45 waktu Italia. Bagi pembaca Indonesia, jadwal tersebut jatuh pada Minggu, 30 Agustus 2026 pukul 01.45 WIB karena perbedaan zona waktu.
Juventus membuka Serie A dengan kemenangan 1-0 atas Frosinone melalui sundulan Gleison Bremer pada menit ke-22. Tim Luciano Spalletti memang menguasai permainan dan menciptakan banyak peluang, tetapi penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan besar sebelum menghadapi Parma.
Parma justru memulai Serie A dengan kekalahan 0-1 dari Cagliari di Ennio Tardini setelah Alessandro Romano mencetak gol penentu pada menit ke-79. Pasukan Carlos Cuesta kini membutuhkan respons cepat ketika menghadapi lawan yang secara kualitas lebih unggul.
Duel ini juga menjadi ujian pertama Juventus di Allianz Stadium pada musim baru setelah menjalani laga pembuka di luar Turin. Dukungan publik sendiri bisa membantu Bianconeri meningkatkan intensitas, terutama ketika Spalletti harus melakukan penyesuaian akibat beberapa masalah kebugaran.
Juventus vs Parma sekaligus menghadirkan duel antara tim yang ingin menjaga start sempurna dan lawan yang berusaha menghindari dua kekalahan beruntun. Situasi tersebut membuat pertandingan berpotensi berjalan berbeda dari sekadar dominasi satu arah sejak menit pertama.
Juventus vs Parma: Ujian Pertama Bianconeri di Allianz Stadium
Juventus datang sebagai favorit karena kualitas skuad, keuntungan kandang, dan catatan pertemuan yang sangat berpihak kepada mereka. Namun Parma mempunyai alasan untuk percaya setelah beberapa kali mampu merepotkan Bianconeri dalam periode terakhir, termasuk kemenangan pada April 2025.
Juventus juga memiliki modal statistik menarik karena mereka membuat 46 operan di kotak penalti lawan pada pekan pertama Serie A. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi di liga, menunjukkan bahwa masalah utama mereka bukan mencapai area berbahaya, melainkan menuntaskan peluang.
Parma harus meningkatkan kualitas serangan setelah hanya menghasilkan sedikit ancaman bersih ketika dikalahkan Cagliari pada pekan pertama. Jika kembali terlalu pasif, mereka berisiko menghabiskan sebagian besar pertandingan bertahan menghadapi gelombang serangan Juventus di Allianz Stadium.
Kondisi Tim Jelang Juventus vs Parma di Serie A
Juventus masih kehilangan Kenan Yildiz setelah penyerang Turki mengalami patah tulang metatarsal kelima pada kaki kiri ketika menghadapi Frosinone. Gazzetta melaporkan Yildiz akan menjalani operasi dan berpotensi menepi sekitar dua setengah hingga tiga bulan.
Weston McKennie juga berada dalam kondisi meragukan setelah absen berlatih karena kelelahan otot menjelang pertandingan. Federico Gatti sebelumnya belum sepenuhnya pulih, sehingga Spalletti mempunyai beberapa pertimbangan penting ketika menentukan sebelas pemain pertama Juventus vs Parma.
Guglielmo Vicario sempat keluar pada menit akhir laga pembuka akibat kram, tetapi masalah tersebut tidak dianggap serius dan ia diperkirakan tetap menjadi starter. Juventus juga tidak memiliki pemain yang menjalani hukuman kartu untuk pertandingan gameweek kedua ini.
Parma mempunyai masalah lebih jelas pada Hans Nicolussi Caviglia yang dipastikan membutuhkan operasi setelah keluhan pubalgia terus berlanjut. Sascha Britschgi sudah menyelesaikan skorsing dari musim lalu, sehingga secara disipliner ia kembali tersedia untuk menghadapi Juventus.
Kondisi tersebut membuat Carlos Cuesta tetap mempunyai banyak opsi untuk mempertahankan struktur 4-3-3 yang digunakan pada pekan pertama Serie A. Meski begitu, perubahan di lini depan tetap mungkin dilakukan setelah Parma gagal mencetak gol ketika menjamu Cagliari.
Juventus vs Parma: Prediksi Susunan Pemain Juventus
Luciano Spalletti kemungkinan mempertahankan formasi 4-2-3-1 karena struktur tersebut memberi Juventus keseimbangan antara build-up dan tekanan tinggi. Absennya Yildiz membuka ruang bagi Kerim Alajbegović untuk mendapat kesempatan sebagai gelandang serang di belakang Randal Kolo Muani.
Guglielmo Vicario diprediksi berada di bawah mistar, sementara Pierre Kalulu, Gleison Bremer, Jhon Lucumí, dan Andrea Cambiaso mengisi pertahanan. Manuel Locatelli dan Douglas Luiz kemudian menjadi pasangan pivot yang mengatur arah permainan sekaligus menjaga transisi.
Francisco Conceição dapat kembali mengisi sisi kanan karena performanya cukup aktif pada pertandingan pertama dan menghasilkan banyak aksi di area lawan. Jérémie Boga beroperasi dari kiri, sedangkan Alajbegović bergerak di ruang antara lini untuk mendukung Kolo Muani.
Spalletti masih berharap Randal Kolo Muani segera menemukan ketajaman setelah melewatkan beberapa peluang ketika menghadapi Frosinone. Pelatih Juventus secara terbuka menuntut lebih banyak dari penyerang Prancis tersebut karena ia diproyeksikan menjadi pusat serangan utama musim ini.
Prediksi Juventus 4-2-3-1: Guglielmo Vicario; Pierre Kalulu, Gleison Bremer, Jhon Lucumí, Andrea Cambiaso; Manuel Locatelli, Douglas Luiz; Francisco Conceição, Kerim Alajbegović, Jérémie Boga; Randal Kolo Muani.
Pelatih: Luciano Spalletti.
Juventus vs Parma: Prediksi Susunan Pemain Parma
Carlos Cuesta diperkirakan tetap menggunakan 4-3-3 dengan pendekatan lebih kompak agar Parma tidak kehilangan kontrol di tengah. Edoardo Corvi kemungkinan dipertahankan sebagai penjaga gawang setelah tampil sebagai starter dalam dua pertandingan resmi pertama musim ini.
Enrico Delprato, Mariano Emir Troilo, Abdoulaye Ndiaye, dan Emanuele Valeri berpeluang membentuk empat bek di depan Corvi. Ketiganya di area sentral harus menjaga jarak sangat rapat karena Juventus memiliki banyak pemain yang nyaman menerima bola di half-space.
Adrián Bernabé García kemungkinan kembali ditarik ke lini tengah bersama Christian Nahuel Ordoñez dan Mandela Keita. Struktur tersebut memberi Parma kualitas distribusi lebih baik sekaligus menyediakan tenaga untuk menutup pergerakan Locatelli dan Douglas Luiz.
Di depan, El Bilal Touré dapat ditemani José David Romero dan Simone Lontani, dengan Lontani menjadi ancaman paling menarik dari sisi kanan. Pemain muda tersebut sudah menunjukkan kemampuan menyerang ruang dan ketenangan menyelesaikan peluang pada awal musim.
Prediksi Parma 4-3-3: Edoardo Corvi; Enrico Delprato, Mariano Emir Troilo, Abdoulaye Ndiaye, Emanuele Valeri; Adrián Bernabé García, Christian Nahuel Ordoñez, Mandela Keita; El Bilal Touré, José David Romero, Simone Lontani.
Pelatih: Carlos Cuesta.
Juventus vs Parma: 5 Pertandingan Terakhir Juventus
Juventus membawa empat kemenangan dan satu kekalahan dalam lima pertandingan terakhir di semua kompetisi, termasuk rangkaian uji coba pramusim. Hasil tersebut memperlihatkan struktur Spalletti mulai terbentuk, meskipun produktivitas serangan belum selalu sejalan dengan dominasi permainan.
| Tanggal | Pertandingan | Skor | Kompetisi |
|---|---|---|---|
| 23 Agu 2026 | Frosinone vs Juventus | 0-1 | Serie A |
| 11 Agu 2026 | Juventus vs Palermo | 2-0 | Persahabatan |
| 8 Agu 2026 | Juventus vs Inter | 1-2 | Persahabatan |
| 5 Agu 2026 | Chelsea vs Juventus | 0-1 | Persahabatan |
| 31 Jul 2026 | Juventus vs Nice | 2-0 | Persahabatan |
Kemenangan 1-0 atas Frosinone menjadi hasil paling penting karena diperoleh pada pertandingan kompetitif pertama musim ini. Sebelumnya Juventus menundukkan Palermo, Chelsea, dan Nice, sementara satu-satunya kekalahan dalam lima pertandingan terakhir datang melawan Inter.
Juventus vs Parma: 5 Pertandingan Terakhir Parma
Parma mempunyai catatan lebih tidak stabil karena hanya meraih satu kemenangan dalam lima pertandingan terakhir, ditambah dua hasil imbang dan dua kekalahan. Satu-satunya kemenangan terjadi atas Catania di Coppa Italia melalui dua gol Simone Lontani.
| Tanggal | Pertandingan | Skor | Kompetisi |
| 22 Agu 2026 | Parma vs Cagliari | 0-1 | Serie A |
| 14 Agu 2026 | Parma vs Catania | 2-0 | Coppa Italia |
| 9 Agu 2026 | Parma vs Sampdoria | 0-2 | Persahabatan |
| 2 Agu 2026 | Parma vs Iraklis | 1-1 | Persahabatan |
| 30 Jul 2026 | Parma vs Arezzo | 1-1 | Persahabatan |
Kekalahan dari Cagliari memperlihatkan masalah yang harus segera diperbaiki, terutama dalam menciptakan peluang berkualitas saat lawan bertahan rapat. Parma tidak bisa hanya mengandalkan sirkulasi aman karena Juventus mampu mengontrol wilayah tengah dengan tekanan yang lebih agresif.
Juventus vs Parma: Head to Head
Rekor pertemuan Juventus vs Parma dalam lima duel terbaru menunjukkan dominasi Bianconeri, terutama dalam pertandingan Serie A di Turin. Juventus memenangkan tiga pertandingan, Parma menang sekali, sedangkan satu pertemuan lainnya berakhir dengan skor sama kuat.
| Tanggal | Pertandingan | Skor | Kompetisi |
| 1 Feb 2026 | Parma vs Juventus | 1-4 | Serie A |
| 24 Agu 2025 | Juventus vs Parma | 2-0 | Serie A |
| 23 Apr 2025 | Parma vs Juventus | 1-0 | Serie A |
| 30 Okt 2024 | Juventus vs Parma | 2-2 | Serie A |
| 21 Apr 2021 | Juventus vs Parma | 3-1 | Serie A |
| Catatan Lima Pertemuan Terakhir | Data |
| Kemenangan Juventus | 3 |
| Kemenangan Parma | 1 |
| Hasil imbang | 1 |
| Gol Juventus | 11 |
| Gol Parma | 5 |
Pertemuan terakhir berlangsung pada 1 Februari 2026 ketika Juventus menang 4-1 di Ennio Tardini. Sebelumnya Bianconeri juga mengalahkan Parma 2-0 pada pembukaan Serie A 2025/26 di Allianz Stadium, sehingga tren terbaru berpihak kepada tuan rumah.
Parma tetap mempunyai satu hasil yang dapat dijadikan referensi karena mereka mengalahkan Juventus 1-0 pada April 2025. Hasil tersebut membuktikan pendekatan kompak dan efektif bisa mengganggu Bianconeri, meskipun konteks tim serta pelatih kini sudah berbeda.
Juventus vs Parma: Player to Watch Randal Kolo Muani
Randal Kolo Muani menjadi Player to Watch Juventus karena pertandingan ini memberikan kesempatan ideal untuk menjawab kritik setelah penampilan kurang meyakinkan di Frosinone. Spalletti tetap memberikan kepercayaan besar kepada penyerang Prancis tersebut sebagai ujung tombak utama.
Kolo Muani mempunyai kecepatan, kemampuan menyerang ruang, dan kekuatan membawa bola yang dapat menyulitkan pertahanan Parma ketika garis mereka naik. Namun ia harus jauh lebih tenang di kotak penalti karena Juventus membutuhkan efisiensi setelah membuang banyak kesempatan pada pekan pertama.
Juventus vs Parma: Player to Watch Simone Lontani
Simone Lontani menjadi Player to Watch Parma setelah mencetak dua gol dalam kemenangan 2-0 atas Catania di Coppa Italia. Pemain berusia 18 tahun tersebut muncul sebagai salah satu talenta muda menarik yang mendapat kepercayaan langsung dari Carlos Cuesta.
Lontani mempunyai keberanian menyerang ruang kosong, bergerak tanpa bola, dan muncul di area penyelesaian dari sisi lapangan. Juventus harus mengawasi pergerakannya ketika Parma melakukan transisi, terutama jika Andrea Cambiaso terlalu tinggi membantu serangan dari sisi kiri.
Analisis Taktik Juventus vs Parma di Serie A
Secara taktik, Juventus vs Parma kemungkinan dimulai dengan Bianconeri mendominasi penguasaan dan membangun serangan melalui Locatelli serta Douglas Luiz. Parma diperkirakan menggunakan blok menengah untuk menutup jalur ke Alajbegović dan memaksa Juventus bermain melebar.
Francisco Conceição menjadi salah satu kunci karena kemampuan satu lawan satu dapat memaksa Emanuele Valeri turun lebih dalam dan mengurangi ancaman serangan Parma. Jika Conceição mampu menciptakan keunggulan di kanan, ruang bagi Kolo Muani akan semakin terbuka.
Di sisi lain, Parma perlu memanfaatkan area yang ditinggalkan full-back Juventus ketika tuan rumah menyerang dengan banyak pemain. Touré dapat menjadi target umpan langsung, sedangkan Lontani dan Romero bergerak menyambut bola kedua untuk mempercepat transisi.
Duel lini tengah juga sangat menentukan karena Bernabé merupakan pemain Parma yang paling mampu mengubah ritme melalui umpan progresif. Juventus harus mencegahnya menerima bola dengan tubuh terbuka agar serangan balik tim tamu tidak berkembang menuju pertahanan.
Bola mati bisa kembali menjadi senjata Juventus setelah Bremer mencetak gol kemenangan dari situasi sepak pojok melawan Frosinone. Parma harus menjaga konsentrasi terhadap Bremer, Lucumí, dan Kolo Muani karena ketiganya memberi ancaman udara yang signifikan.
Peluang Menang Juventus vs Parma
Secara peluang, Juventus layak ditempatkan sebagai favorit karena bermain di kandang, memiliki skuad lebih dalam, dan memulai Serie A dengan kemenangan. Parma tetap mempunyai kesempatan apabila mampu menjaga skor tetap rapat sampai fase akhir pertandingan.
Perkiraan peluang kemenangan Juventus berada sekitar 64 persen, hasil imbang 23 persen, dan kemenangan Parma 13 persen berdasarkan kondisi skuad serta tren terbaru. Angka tersebut merupakan penilaian editorial, bukan probabilitas resmi dari penyelenggara Serie A.
Prediksi Jalannya Pertandingan Juventus vs Parma
Juventus vs Parma kemungkinan berjalan dengan tempo tinggi pada 20 menit pertama karena tuan rumah ingin mencetak gol cepat dan mengontrol pertandingan. Parma akan mencoba memperlambat ritme melalui penguasaan pendek sebelum mencari ruang di belakang garis tekanan Juventus.
Jika Juventus unggul lebih dahulu, pertandingan dapat berubah menjadi lebih terbuka karena Parma harus meningkatkan jumlah pemain ketika menyerang. Situasi tersebut justru memberi Kolo Muani, Conceição, dan Boga ruang lebih luas untuk memanfaatkan kecepatan dalam transisi.
Parma membutuhkan penampilan disiplin hampir sempurna untuk membawa pulang angka dari Turin, terutama karena kualitas individu Juventus jauh lebih tinggi. Namun pertandingan pertama menunjukkan Bianconeri belum sepenuhnya tajam, sehingga peluang kejutan tetap ada apabila tuan rumah kembali boros.
Juventus vs Parma pada akhirnya diprediksi berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk Bianconeri dalam gameweek kedua Serie A 2026/27. Juventus seharusnya mampu menciptakan peluang lebih banyak, sedangkan Parma masih perlu membuktikan kualitas serangannya setelah gagal mencetak gol pada pekan pertama.



