Kapten Barcelona Marc-Andre ter Stegen pergi dengan status pinjaman ke Ajax sehingga membuat klub memasuki musim 2026/27 dengan struktur kepemimpinan baru. Ban kapten Barcelona membutuhkan figur yang bukan hanya senior, tetapi juga konsisten, dihormati ruang ganti, dan mampu mewakili identitas tim.
Perubahan semakin terasa setelah Ronald Araujo juga dipinjamkan ke Liverpool sampai Juni 2027, sehingga dua anggota kelompok kapten musim sebelumnya tidak berada di skuad. Kondisi itu membuka ruang bagi generasi pemimpin baru untuk mengambil tanggung jawab lebih besar.
Urutan berikut merupakan hierarki editorial berdasarkan pengaruh di lapangan, karakter, pengalaman, kontinuitas, serta kebutuhan Hansi Flick, bukan pengumuman resmi klub. Dalam skenario tersebut, Raphinha pantas menjadi kapten Barcelona pertama, kemudian Pedri, De Jong, Eric Garcia, dan Gavi.
Hierarki Kapten Barcelona Musim 2026/27
1. Raphinha
Raphinha layak ditempatkan di urutan pertama karena perannya berkembang dari winger produktif menjadi salah satu pemimpin emosional utama Barcelona. Flick bahkan pernah menegaskan pentingnya mentalitas, sikap, dan kontribusinya ketika menyoroti peran Raphinha sebagai kapten Barcelona.
Sebagai calon kapten Barcelona utama, Raphinha memberi contoh melalui intensitas pressing, keberanian meminta bola, dan kemauan mengejar pertandingan sampai akhir. Karakter tersebut penting bagi skuad muda yang membutuhkan figur vokal ketika tekanan pertandingan besar mulai meningkat.
Kelebihan Raphinha juga terletak pada kemampuannya memimpin tanpa mengurangi kontribusi teknis di lini depan. Ia tetap menjadi sumber ancaman, membantu pressing pertama, dan mampu mengangkat tempo permainan ketika Barcelona membutuhkan respons setelah tertinggal.
Raphinha juga relatif dekat dengan kelompok pemain muda dan senior, sehingga perannya dapat menjembatani beberapa generasi dalam ruang ganti. Dengan pengalaman mengenakan ban sebelumnya, ia menjadi pilihan paling siap untuk memimpin hierarki kapten Barcelona musim 2026/27.
2. Pedri
Pedri berada di posisi kedua dalam hierarki kapten Barcelona karena pengaruhnya terhadap permainan sudah menyerupai seorang pemimpin teknis. Gelandang asal Tenerife itu mengatur tempo, menentukan arah serangan, dan memberi ketenangan ketika tim harus keluar dari tekanan lawan.
Dalam wawancara resmi klub pada November 2025, Pedri mengakui dirinya mulai merasa sebagai salah satu pemimpin setelah melewati banyak perubahan di Barcelona. Pengalaman lebih dari lima musim membuatnya semakin siap menanggung tanggung jawab sebagai kapten Barcelona.
Pedri tidak membutuhkan gaya kepemimpinan meledak-ledak karena pengaruhnya muncul melalui keputusan, konsistensi, dan kecerdasan membaca pertandingan. Profil seperti itu mengingatkan bahwa seorang kapten Barcelona juga dapat memimpin melalui ketenangan, sebagaimana tradisi gelandang klub pada era sebelumnya.
Usianya yang masih muda justru menjadi keuntungan untuk jangka panjang karena Barcelona dapat membangun kepemimpinan selama beberapa musim. Jika terus menjaga kebugaran dan level permainan, Pedri berpotensi naik menjadi kapten Barcelona pertama pada fase berikutnya.
3. Frenkie de Jong
Frenkie de Jong menempati urutan ketiga dalam hierarki kapten Barcelona karena senioritasnya memberikan dasar sangat kuat untuk memimpin. Gelandang Belanda itu bergabung sejak 2019 dan sudah melewati perubahan pelatih, krisis finansial, regenerasi besar, serta berbagai fase kompetitif klub.
De Jong juga pernah masuk daftar kapten resmi Barcelona sejak 2023, sehingga pengalaman mengenakan ban bukan sesuatu yang baru baginya. Ketika fit, ia mampu menjadi kapten Barcelona yang mengontrol ritme, membawa bola melewati tekanan, dan menjaga struktur permainan.
Namun, kondisi fisiknya membuat penempatan De Jong di bawah Raphinha dan Pedri lebih realistis untuk awal musim 2026/27. Laporan terbaru menyebut cedera lutut membuat ketersediaannya terbatas, sehingga kepemimpinan harian di lapangan kemungkinan lebih sering dipegang dua nama pertama.
Meski demikian, pengalamannya tetap penting bagi ruang ganti yang kehilangan Ter Stegen dan Araujo untuk satu musim. De Jong dapat menjadi kapten Barcelona senior yang menjaga standar profesional sekaligus membantu pemain muda menghadapi tekanan di level tertinggi.
4. Eric Garcia
Eric Garcia menjadi kandidat keempat karena hubungannya dengan identitas klub jauh lebih dalam daripada sekadar status pemain tim utama. Sejak menempuh pendidikan di akademi Barcelona, ia dikenal sebagai pemimpin alami dan pernah menjadi kapten pada berbagai kelompok usia.
FC Barcelona sendiri pernah menyoroti bahwa Eric menunjukkan karakter kepemimpinan sejak muda dan dipercaya mengenakan ban di hampir setiap level akademi. Latar tersebut membuatnya mempunyai legitimasi kuat untuk masuk kelompok kapten Barcelona pada musim baru.
Nilai tambah Eric berada pada kecerdasan komunikasi dan pemahaman taktik, dua kualitas yang penting bagi seorang bek dalam mengorganisasi tim. Kemampuannya bermain sebagai bek tengah, bek kanan, atau gelandang juga membuat pengaruhnya terasa di beberapa struktur permainan.
Eric telah mencapai 150 penampilan bersama Barcelona pada Februari 2026, menunjukkan pengalaman yang semakin matang di level senior. Jika mendapat menit reguler, ia dapat menjadi kapten Barcelona yang mewakili jalur akademi sekaligus kebutuhan kepemimpinan generasi sekarang.
5. Gavi
Gavi melengkapi lima besar karena energi, keberanian, dan keterikatan emosionalnya dengan Barcelona sudah terlihat sejak menembus tim utama. Ia bermain dengan intensitas tinggi, tidak takut menghadapi lawan, dan sering menjadi pemain yang memicu semangat ketika pertandingan berlangsung keras.
Sebagai produk La Masia, Gavi memahami tuntutan budaya klub dan memiliki hubungan kuat dengan pendukung, sesuatu yang bernilai untuk calon kapten Barcelona. Pengalamannya bersama tim utama selama beberapa musim juga membuat statusnya bukan lagi sekadar pemain muda potensial.
Tantangan terbesar Gavi adalah menjaga kebugaran setelah periode cedera panjang yang mengganggu kontinuitas permainannya. Karena itu, posisi kelima terasa ideal sambil memberinya ruang untuk mengembalikan ritme sebelum memikul tanggung jawab kapten Barcelona secara lebih besar.
Dalam jangka panjang, Gavi mempunyai karakter yang sangat cocok untuk naik dalam hierarki karena keberanian dan rasa memiliki terhadap klub. Jika mampu bermain konsisten, ia dapat berkembang menjadi kapten Barcelona dengan gaya emosional yang mengingatkan pada pemimpin-pemimpin agresif masa lalu.
Raphinha Paling Siap Menjadi Kapten Barcelona
Kepergian sementara Ter Stegen dan Araujo memang mengakhiri satu fase kepemimpinan, tetapi sekaligus menciptakan kesempatan regenerasi yang sehat. Raphinha paling siap menjadi kapten Barcelona utama sekarang, sementara Pedri, De Jong, Eric, dan Gavi membentuk fondasi untuk masa depan.



