Liverpool memasuki era baru di bawah Andoni Iraola dengan kebutuhan merapikan struktur skuad setelah perubahan besar pada musim panas 2026. Sejumlah pemain kini menghadapi persaingan lebih ketat karena pelatih baru menuntut intensitas, kecepatan, dan disiplin pressing yang tinggi.
Iraola resmi ditunjuk Liverpool pada musim panas 2026 setelah tiga musim bersama Bournemouth dan membawa pendekatan menyerang yang agresif. Gaya tersebut membuat setiap pemain harus mampu menjaga tempo, menekan cepat, dan beradaptasi dengan transisi vertikal sepanjang pertandingan.
Perubahan itu membuka kemungkinan Liverpool melepas beberapa nama yang sebelumnya cukup penting di bawah pelatih terdahulu. Curtis Jones, Harvey Elliott, dan Cody Gakpo menjadi tiga pemain yang situasinya paling menarik karena alasan kontrak, peran, serta minat klub lain.
Belum ada pengumuman resmi bahwa ketiganya pasti dijual, sehingga istilah akan dilepas harus dibaca sebagai skenario transfer yang sangat mungkin dipertimbangkan. Liverpool tetap bisa mempertahankan mereka apabila negosiasi kontrak, kebutuhan taktik, atau kondisi pasar berubah.
Meski demikian, bursa transfer sering memaksa klub mengambil keputusan sebelum nilai pemain menurun atau ruang skuad terlalu padat. Liverpool juga perlu menjaga keseimbangan finansial setelah melakukan investasi besar serta melakukan perubahan signifikan dalam komposisi tim utama.
Karena itu, keputusan menjual pemain bukan selalu berarti mereka gagal atau tidak cocok secara kualitas. Dalam proyek baru The Reds, faktor usia, kontrak, nilai pasar, kedalaman posisi, dan potensi mendapatkan pengganti dapat sama pentingnya dengan performa di lapangan.
Mengapa Liverpool Bisa Melakukan Perombakan Skuad?
Liverpool membutuhkan skuad yang mampu mempertahankan intensitas selama 90 menit karena Iraola menuntut pressing agresif dan transisi cepat. Sang pelatih bahkan mengakui timnya masih kesulitan menjaga level permainan pada beberapa pertandingan pramusim menjelang musim 2026/27.
Kondisi tersebut membuat pemain yang kurang cocok dengan tempo tinggi berisiko kehilangan menit bermain, terutama jika posisinya sudah dihuni beberapa opsi lain. Liverpool kemungkinan akan lebih selektif mempertahankan pemain yang memiliki fungsi taktik serupa dalam satu area.
Persaingan juga semakin berat setelah sejumlah pemain baru masuk dan beberapa pemain muda mendapatkan kesempatan selama pramusim. Liverpool harus menentukan siapa yang benar-benar masuk rencana Iraola, siapa yang menjadi pelapis, dan siapa yang lebih bernilai jika dijual.
Dari sisi bisnis, menjual pemain pada waktu yang tepat dapat memberikan ruang gaji serta dana untuk memperkuat area lain. The Reds dikenal berhati-hati terhadap nilai aset, sehingga situasi kontrak Curtis Jones menjadi faktor yang sangat penting dalam pengambilan keputusan.
1. Curtis Jones Bisa Dilepas Liverpool
Curtis Jones merupakan lulusan akademi Liverpool yang sudah berada di lingkungan klub sejak level usia muda dan berkembang menjadi gelandang serbaguna. Ia mampu bermain sebagai nomor delapan, gelandang kiri, atau pemain yang membantu progresi bola dari area tengah.
Masalah terbesar Jones sekarang adalah kontraknya yang memasuki fase akhir, sementara Inter Milan menunjukkan minat serius pada musim panas 2026. Liverpool dilaporkan telah menolak beberapa pendekatan karena nilai yang ditawarkan masih berada di bawah permintaan klub.
Inter disebut meningkatkan proposal mereka, sementara Liverpool tetap menjaga valuasi sekitar kisaran yang lebih tinggi. Situasi itu menciptakan dilema karena klub harus memilih antara memperpanjang kontrak Jones atau menjualnya sebelum daya tawar berkurang.
Secara taktik, Jones sebenarnya mempunyai banyak kualitas yang bisa digunakan Iraola, terutama kemampuan menerima bola dalam tekanan dan membawa bola melewati lini. Ia juga cukup disiplin menjaga penguasaan, meskipun terkadang ritme permainannya dinilai kurang vertikal dibanding tuntutan baru.
Iraola sendiri dilaporkan menyukai Jones dan berharap sang gelandang bertahan, sehingga penjualan tidak dapat dianggap sebagai keputusan final. Namun, ketertarikan Inter dan kontrak yang semakin pendek membuat The Reds tetap harus mempertimbangkan aspek ekonomi secara serius.
Jika Jones menolak kontrak baru atau meminta peran lebih besar, penjualan pada musim panas 2026 menjadi skenario yang masuk akal. Liverpool dapat memperoleh pemasukan signifikan sekaligus membuka ruang bagi gelandang yang lebih sesuai dengan struktur pressing Iraola.
Kepergian Jones juga akan menjadi keputusan emosional karena statusnya sebagai pemain lokal dan produk akademi klub. Namun, Liverpool pernah mengambil keputusan sulit terhadap pemain akademi ketika kebutuhan olahraga dan nilai transfer dianggap lebih penting untuk proyek jangka panjang.
Dengan mempertimbangkan minat Inter, kontrak, dan persaingan lini tengah, Jones menjadi kandidat paling realistis untuk dilepas dari tiga nama ini. Peluang keluarnya dapat dinilai sekitar 55 persen, meskipun negosiasi kontrak baru masih bisa mengubah arah.
2. Harvey Elliott Butuh Kepastian dari Liverpool
Harvey Elliott menghadapi situasi berbeda setelah kembali ke Liverpool dari masa peminjaman bersama Aston Villa yang tidak berjalan sesuai rencana. Ia hanya mendapatkan menit bermain terbatas sehingga kewajiban pembelian bersyarat dalam kesepakatan pinjaman tidak pernah aktif.
Elliott sendiri menyebut kepulangannya sebagai kesempatan kedua dan ingin membuktikan diri kepada Iraola selama pramusim. Sikap tersebut menunjukkan ia belum menyerah memperjuangkan tempat, tetapi persaingan dalam lini serang dan tengah Liverpool tetap sangat ketat.
Posisi terbaik Elliott menjadi persoalan utama karena ia bukan winger dengan kecepatan eksplosif dan juga bukan gelandang bertahan. Liverpool memiliki beberapa pemain yang mampu menempati nomor delapan atau nomor sepuluh dengan kualitas fisik serta pressing lebih kuat.
Dalam sistem Iraola, pemain menyerang harus cepat menekan bek lawan, bergerak vertikal, dan mampu menyerang ruang setelah merebut bola. Elliott mempunyai teknik bagus, tetapi ia perlu membuktikan bahwa intensitas serta kontribusi tanpa bola memenuhi tuntutan The Reds.
Periode peminjaman yang sulit juga memengaruhi nilai dan momentum karier Elliott karena ia membutuhkan menit bermain reguler pada usia 23 tahun. Liverpool harus mempertimbangkan apakah menjadi pelapis kembali akan membantu perkembangan atau justru memperpanjang stagnasi.
Minat dari klub Premier League seperti Crystal Palace membuat opsi penjualan menjadi lebih logis apabila tawaran yang tepat datang. The Reds dapat memperoleh dana sambil memberi Elliott kesempatan membangun peran utama yang belum bisa dijamin di Anfield.
Namun, Elliott masih memiliki kualitas kreatif, pengalaman pertandingan besar, serta hubungan emosional kuat dengan klub. Karena itu, Liverpool kemungkinan tidak akan melepasnya dengan harga rendah hanya untuk mengurangi jumlah pemain dalam skuad Iraola.
Jika ia tampil meyakinkan sepanjang pramusim, Elliott masih bisa mempertahankan tempat sebagai pemain rotasi yang berguna. Tetapi jika persaingan makin padat, peluang keluarnya sekitar 45 persen terlihat masuk akal berdasarkan situasi pasar dan kebutuhan menit bermain.
3. Cody Gakpo Bisa Jadi Penjualan Besar Liverpool
Cody Gakpo menjadi kasus paling berbeda karena statusnya jauh lebih kuat dan ia masih merupakan penyerang penting Liverpool. Pemain Belanda tersebut mencapai 50 gol untuk klub pada Mei 2026 dan menandatangani kontrak jangka panjang baru pada Agustus 2025.
Posisi kontrak itu membuat Liverpool tidak memiliki tekanan untuk menjual, bahkan ketika Tottenham menunjukkan ketertarikan serius. Klub dapat menetapkan harga tinggi dan menunggu sampai mereka memiliki pengganti sebelum mempertimbangkan kepergian Gakpo pada musim panas ini.
Gakpo tetap menawarkan fleksibilitas karena mampu bermain sebagai winger kiri, penyerang tengah, maupun penyerang yang bergerak dari half-space. Kemampuan tersebut berguna bagi Iraola, terutama ketika Liverpool membutuhkan variasi serangan dalam jadwal kompetisi yang padat.
Namun, sistem Iraola membutuhkan pressing intensif dan akselerasi vertikal yang konsisten, sehingga Gakpo harus menyesuaikan ritme permainannya dengan tuntutan baru. Liverpool juga sedang dikaitkan dengan winger lain yang dapat meningkatkan persaingan pada sisi kiri serangan.
Jika Liverpool berhasil merekrut pemain seperti Bradley Barcola atau winger elite lain, posisi Gakpo dapat berubah dari pemain penting menjadi aset bernilai tinggi. Pada titik tersebut, tawaran besar Tottenham bisa menjadi peluang bisnis yang sulit diabaikan.
Tetapi penjualan Gakpo sebelum pengganti datang akan menjadi perjudian karena kedalaman lini depan sudah mengalami perubahan besar. The Reds juga membutuhkan pengalaman, produktivitas, dan fleksibilitasnya selama pemain baru mempelajari sistem serta tuntutan kompetisi Inggris.
Tottenham dilaporkan tertarik, tetapi Liverpool sejauh ini belum menunjukkan kesiapan menerima tawaran tanpa syarat tertentu. Situasi tersebut membuat peluang Gakpo pergi lebih rendah daripada Jones dan Elliott, meskipun bursa transfer masih dapat berubah cepat.
Dengan kontrak panjang dan status penting, peluang Gakpo dilepas dapat dinilai sekitar 30 persen pada kondisi saat ini. Angka tersebut bisa meningkat apabila The Reds mendapatkan winger baru dan menerima tawaran yang mendekati valuasi tinggi mereka.
Siapa yang Paling Mungkin Dilepas Liverpool?
Dari tiga nama tersebut, Curtis Jones memiliki alasan penjualan paling jelas karena kombinasi kontrak dan minat Inter. Harvey Elliott berada di posisi kedua karena membutuhkan menit bermain, sedangkan Cody Gakpo hanya mungkin dilepas apabila Liverpool mendapatkan pengganti berkualitas.
Keputusan akhir tetap berada pada Iraola, Richard Hughes, dan struktur olahraga klub yang harus menyeimbangkan kebutuhan taktik dengan kepentingan finansial. Liverpool tidak perlu menjual semuanya, tetapi satu atau dua kepergian dapat membantu membentuk skuad lebih ramping.
Era baru selalu membawa perubahan, terlebih ketika pelatih memiliki prinsip permainan berbeda dan membutuhkan profil spesifik di setiap posisi. The Reds kini berada pada fase menentukan siapa yang cocok menjadi fondasi Iraola dan siapa yang lebih baik mencari tantangan baru.
Jones, Elliott, dan Gakpo masih mempunyai kualitas untuk berkontribusi apabila bertahan, sehingga penjualan mereka bukan kepastian mutlak. Namun, dinamika kontrak, persaingan, serta minat pasar membuat ketiganya pantas berada dalam daftar pemain yang masa depannya perlu diperhatikan.



