Udinese vs Lazio menjadi salah satu duel menarik pada gameweek ketiga Serie A 2026/27 karena kedua tim belum terkalahkan di liga. Udinese mengoleksi empat poin, sedangkan Lazio datang ke Udine dengan catatan sempurna enam poin dan belum kebobolan.
Pertandingan Udinese vs Lazio dimainkan di Bluenergy Stadium, yang secara historis dikenal sebagai Stadio Friuli, pada Senin malam waktu Italia. Bagi penonton Indonesia, duel Serie A tersebut berlangsung Selasa, 8 September 2026, mulai pukul 01:45 WIB.
Udinese membuka Serie A dengan hasil imbang 1-1 melawan Como sebelum menang dramatis 3-2 di markas Monza pada pekan kedua. Tim Kosta Runjaic kemudian menambah momentum lewat kemenangan 2-1 atas Venezia di Coppa Italia.
Lazio mempunyai start liga lebih sempurna karena menang 1-0 atas Bologna dan Genoa dalam dua pertandingan pertamanya. Davide Frattesi mencetak gol kemenangan pada kedua laga tersebut, sekaligus menjadi sumber produktivitas utama tim asuhan Gennaro Gattuso.
Pertemuan Udinese vs Lazio juga menarik karena tuan rumah tidak pernah kalah dalam lima duel terakhir menghadapi Biancocelesti. Tiga pertemuan terbaru bahkan selalu berakhir imbang, termasuk pertandingan enam gol di Stadio Olimpico pada April lalu.
Udinese vs Lazio di Serie A: Dua Tim Sama-Sama Sulit Dikalahkan
Runjaic mempertahankan identitas Udinese melalui formasi tiga bek, duel fisik, dan pergerakan agresif kedua pemain sayap. Dalam dua pertandingan awal Serie A, klub Friuli bahkan memimpin kompetisi dalam jumlah duel yang dimenangkan dengan total 47.
Udinese juga menunjukkan kemampuan menyerang dari lini kedua karena lima gol liga mereka sejauh ini tidak hanya bergantung kepada penyerang tengah. Hassane Kamara, Jakub Piotrowski, dan Jurgen Ekkelenkamp sudah memberikan kontribusi penting melalui keberanian masuk ke area berbahaya.
Lazio membawa pendekatan berbeda di bawah Gattuso, dengan formasi dasar 4-3-3 yang menuntut pressing terukur dan transisi cepat. Dua clean sheet beruntun memperlihatkan struktur pertahanan mereka bekerja baik meskipun sejumlah pemain utama masih berada dalam ruang perawatan.
Prediksi Susunan Pemain Udinese vs Lazio
Prediksi susunan pemain Udinese vs Lazio mengarah kepada pola 3-4-2-1 untuk tuan rumah dengan Maduka Okoye kembali berada di bawah mistar. James Abankwah, Christian Kabasele, dan Oumar Solet diproyeksikan membentuk tiga bek utama di depan penjaga gawang Nigeria.
Mërgim Vojvoda diperkirakan menjaga sisi kanan, sementara Hassane Kamara bergerak sebagai wing-back kiri dengan kebebasan menyerang lebih tinggi. Jesper Karlström dan Jakub Piotrowski menjadi pasangan gelandang tengah untuk menjaga ritme serta duel di area sentral.
Jurgen Ekkelenkamp dan Unai Gómez diproyeksikan bermain di belakang Keinan Davis, membentuk tiga pemain terdepan Udinese pada laga Serie A ini. Struktur tersebut memberi Runjaic kombinasi fisik, permainan langsung, serta ancaman tembakan dari luar kotak penalti.
Prediksi Udinese (3-4-2-1): Maduka Okoye; James Abankwah, Christian Kabasele, Oumar Solet; Mërgim Vojvoda, Jakub Piotrowski, Jesper Karlström, Hassane Kamara; Unai Gómez, Jurgen Ekkelenkamp; Keinan Davis.
Lazio diperkirakan mempertahankan pola 4-3-3 dengan Christos Mandas sebagai penjaga gawang setelah mencatat dua clean sheet beruntun. Romano Floriani Mussolini, Danilho Doekhi, Oliver Provstgaard Nielsen, dan Nuno Albertino Varela Tavares menjadi kandidat empat pemain bertahan.
Absennya Nicolò Rovella membuat Reda Belahyane berpeluang menjadi poros lini tengah, ditemani Davide Frattesi dan Kenneth Taylor. Kombinasi tersebut menawarkan keseimbangan antara energi, kemampuan membawa bola, pressing, serta pergerakan terlambat menuju kotak penalti lawan.
Pada lini depan, Gustav Tang Isaksen sedikit lebih diunggulkan daripada Matteo Cancellieri untuk mengisi sisi kanan serangan Lazio. Andrea Pinamonti diproyeksikan menjadi penyerang tengah, sedangkan kapten Mattia Zaccagni tetap menjadi ancaman utama dari sisi kiri.
Prediksi Lazio (4-3-3): Christos Mandas; Romano Floriani Mussolini, Danilho Doekhi, Oliver Provstgaard Nielsen, Nuno Albertino Varela Tavares; Davide Frattesi, Reda Belahyane, Kenneth Taylor; Gustav Tang Isaksen, Andrea Pinamonti, Mattia Zaccagni.
Pemain Absen Udinese vs Lazio
Udinese menghadapi pertandingan ini tanpa Alessandro Zanoli, Giorgi Chakvetadze, Matteo Palma, dan Nicolò Zaniolo yang masih berada dalam daftar tidak tersedia. Sky Italia dan Gazzetta juga tidak mencatat pemain Udinese yang terkena skorsing untuk gameweek ketiga.
Lazio memiliki masalah absensi lebih besar karena Adam Marušić, Oluwafisayo Faruq Dele-Bashiru, Nicolò Rovella, Danilo Cataldi, dan Patricio Gabarrón Gil tidak tersedia. Luca Pellegrini juga masih diragukan, sehingga opsi Gattuso untuk melakukan rotasi di pertahanan cukup terbatas.
Tidak ada pemain Lazio yang harus menjalani hukuman kartu merah atau akumulasi kartu pada Udinese vs Lazio. Dengan demikian, perubahan susunan tim tamu terutama dipengaruhi masalah cedera, bukan sanksi disiplin dari dua pertandingan pertama Serie A.
| Tim | Pemain | Status |
|---|---|---|
| Udinese | Alessandro Zanoli | Cedera, absen |
| Udinese | Giorgi Chakvetadze | Cedera, absen |
| Udinese | Matteo Palma | Tidak tersedia |
| Udinese | Nicolò Zaniolo | Belum tersedia |
| Lazio | Adam Marušić | Cedera |
| Lazio | Oluwafisayo Faruq Dele-Bashiru | Cedera |
| Lazio | Nicolò Rovella | Masalah otot betis |
| Lazio | Danilo Cataldi | Belum tersedia |
| Lazio | Patricio Gabarrón Gil | Cedera |
| Lazio | Luca Pellegrini | Diragukan |
| Kedua tim | Skorsing | Tidak ada |
5 Pertandingan Terakhir Udinese
Udinese memasuki laga ini dengan tren positif setelah memenangkan tiga dari empat pertandingan kompetitif pertama mereka musim ini. Selain kemenangan atas Monza dan Venezia, mereka juga menyingkirkan Padova 1-0 pada putaran awal Coppa Italia.
Pertandingan melawan Venezia menjadi bukti kedalaman lini depan Udinese karena Vakoun Bayo mencetak dua gol ketika dipercaya menjadi starter. Keinan Davis kemudian menyumbang assist untuk gol kedua, membuat Runjaic memiliki alternatif menarik jika membutuhkan perubahan pada babak kedua.
Udinese juga sudah memperlihatkan karakter dalam kemenangan 3-2 atas Monza setelah pertandingan berjalan sangat terbuka. Piotrowski, Kamara, dan Ekkelenkamp mencetak tiga gol sebelum jeda, sementara Okoye menghasilkan beberapa penyelamatan penting ketika lawan meningkatkan tekanan.
| Tanggal | Pertandingan | Hasil |
|---|---|---|
| 2 September 2026 | Udinese vs Venezia | 2-1 |
| 29 Agustus 2026 | Monza vs Udinese | 2-3 |
| 22 Agustus 2026 | Udinese vs Como | 1-1 |
| 15 Agustus 2026 | Udinese vs Padova | 1-0 |
| 8 Agustus 2026 | Udinese vs Barcelona | 1-0 |
Kemenangan atas Barcelona terjadi dalam Friuli Venezia Giulia Cup yang menggunakan format pertandingan lebih pendek, sehingga konteksnya berbeda dari laga kompetitif penuh. Namun hasil tersebut tetap memperlihatkan kemampuan Udinese bertahan disiplin menghadapi lawan dengan kualitas teknik tinggi.
5 Pertandingan Terakhir Lazio
Lazio datang dengan dua kemenangan beruntun di Serie A setelah sempat tersingkir dari Coppa Italia oleh Mantova. Kekalahan 0-2 tersebut direspons melalui dua kemenangan identik 1-0, masing-masing atas Bologna dan Genoa.
Frattesi menjadi pembeda pada kedua kemenangan Lazio karena mencetak gol pada menit ke-59 melawan Bologna dan menit ke-25 menghadapi Genoa. Kontribusi tersebut membuat gelandang Italia itu memasuki Udinese vs Lazio sebagai pemain paling berbahaya dari lini kedua.
| Tanggal | Pertandingan | Hasil |
|---|---|---|
| 30 Agustus 2026 | Lazio vs Genoa | 1-0 |
| 24 Agustus 2026 | Bologna vs Lazio | 0-1 |
| 16 Agustus 2026 | Lazio vs Mantova | 0-2 |
| 9 Agustus 2026 | Frosinone vs Lazio | 1-2 |
| 5 Agustus 2026 | Lazio vs Ostiamare | 4-0 |
Hasil itu memperlihatkan Lazio mampu menjaga pertandingan tetap terkendali meskipun tidak selalu menghasilkan banyak peluang bersih. Dalam Serie A, pola seperti itu sangat berharga karena kemenangan tipis tetap memberikan fondasi kuat ketika performa menyerang belum sepenuhnya maksimal.
Head to Head Udinese vs Lazio
Rekor head to head terbaru justru memberikan kepercayaan diri besar kepada Udinese karena mereka tidak kalah dalam lima pertemuan terakhir. Dua kemenangan dan tiga hasil imbang dalam periode tersebut menunjukkan Lazio selalu kesulitan menghadapi struktur permainan klub Friuli.
Pertemuan terakhir pada 27 April 2026 berakhir 3-3 di Olimpico dalam salah satu duel paling terbuka kedua tim. Sebelumnya, pertemuan di Udine pada Desember 2025 selesai 1-1 setelah Keinan Davis mencetak gol penyeimbang pada pengujung pertandingan.
Tiga laga sebelum itu juga menguntungkan Udinese, yakni imbang 1-1 pada Maret 2025 serta kemenangan 2-1 pada Agustus 2024 dan Maret 2024. Lazio terakhir mengalahkan Udinese pada Januari 2024 dengan skor 2-1 di Friuli.
| Tanggal | Pertandingan | Skor |
|---|---|---|
| 27 April 2026 | Lazio vs Udinese | 3-3 |
| 27 Desember 2025 | Udinese vs Lazio | 1-1 |
| 10 Maret 2025 | Lazio vs Udinese | 1-1 |
| 24 Agustus 2024 | Udinese vs Lazio | 2-1 |
| 11 Maret 2024 | Lazio vs Udinese | 1-2 |
Secara keseluruhan, pertandingan kali ini merupakan pertemuan ke-95 kedua klub di Serie A menurut catatan resmi Udinese. Lazio masih unggul secara historis dengan 41 kemenangan, sementara Udinese memiliki 27 kemenangan dan 26 pertandingan lainnya berakhir imbang.
Player to Watch Udinese vs Lazio: Hassane Kamara
Hassane Kamara layak menjadi Player to Watch Udinese karena sudah mencetak dua gol dari dua pertandingan pertama Serie A. Bek sayap Pantai Gading tersebut mempunyai kesempatan menyamai pencapaian Antonio Di Natale dengan mencetak gol pada tiga pekan pembuka.
Kamara bukan hanya memberikan gol karena pergerakannya dari sisi kiri menjadi salah satu mekanisme utama serangan Udinese. Kemampuannya bergerak tanpa bola dapat memaksa bek kanan Lazio memilih antara menjaga lebar atau menutup Ekkelenkamp yang masuk ke half-space.
Keinan Davis juga mempunyai peran penting karena kekuatan fisiknya memungkinkan Udinese mempertahankan bola ketika ditekan lawan. Penyerang Inggris tersebut dapat menjadi titik pantul bagi Ekkelenkamp dan Gómez, sekaligus membuka ruang bagi Kamara serta Vojvoda untuk maju.
Player to Watch Udinese vs Lazio: Davide Frattesi
Untuk Lazio, Davide Frattesi menjadi Player to Watch paling jelas setelah mencetak seluruh dua gol liga timnya musim ini. Gelandang berusia 26 tahun itu juga memiliki catatan lima gol sepanjang kariernya ketika menghadapi Udinese, membuat duel ini sangat cocok dengannya.
Kekuatan Frattesi terletak pada timing ketika menyerang ruang, terutama saat penyerang tengah turun dan menarik perhatian bek. Jika Pinamonti mampu menahan Kabasele atau Solet, Frattesi bisa mendapatkan koridor untuk masuk dari lini kedua tanpa pengawalan ketat.
Dua gol beruntun tersebut juga memperlihatkan bahwa peran Frattesi di Lazio bukan hanya sebagai gelandang penghubung dalam Serie A. Gattuso memberinya kebebasan menyerang kotak penalti, membuat lawan harus mengawasi pemain tambahan ketika pertahanan sudah sibuk menghadapi trio penyerang.
Analisis Taktik Udinese vs Lazio
Secara taktik, Udinese vs Lazio kemungkinan menghadirkan pertarungan ketat di lini tengah karena kedua tim cukup nyaman bermain tanpa dominasi penguasaan. Karlström dan Piotrowski harus menghadapi mobilitas Taylor serta Frattesi, sementara Belahyane menjaga area di depan pertahanan.
Udinese dapat mencoba mengeksploitasi sisi kanan Lazio karena Kamara sedang berada dalam performa ofensif sangat baik. Floriani harus menjaga disiplin posisi, sebab terlalu cepat maju membantu serangan bisa memberi tuan rumah ruang besar untuk melakukan transisi.
Sebaliknya, Lazio dapat menyerang ruang di belakang Vojvoda dan Kamara apabila kedua wing-back Udinese naik secara bersamaan. Isaksen dan Zaccagni memiliki kecepatan untuk memanfaatkan situasi tersebut, sementara Pinamonti dapat menarik tiga bek tuan rumah ke area tengah.
Bola mati juga berpotensi menentukan Udinese vs Lazio karena kedua tim mempunyai sejumlah pemain dengan keunggulan duel udara. Solet dan Kabasele menjadi ancaman bagi tuan rumah, sementara Doekhi, Provstgaard, serta Pinamonti memberikan target besar untuk Lazio.
Faktor kebugaran sedikit menguntungkan Lazio karena Udinese baru bermain di Coppa Italia pada 2 September menghadapi Venezia. Meski memiliki jeda cukup panjang, Runjaic tetap harus mempertimbangkan beban pemain seperti Karlström, Kabasele, Solet, Vojvoda, dan Davis.
Namun keuntungan kandang membuat Udinese tetap berbahaya, terlebih mereka hanya kebobolan empat gol dalam enam pertandingan liga terakhir di Bluenergy Stadium. Dukungan publik Friuli dapat meningkatkan intensitas duel dan membuat pertandingan sulit dikendalikan Lazio sejak menit pertama.
Lazio datang dengan pertahanan paling efektif pada awal Serie A karena belum kebobolan setelah menghadapi Bologna dan Genoa. Tantangan mereka sekarang lebih kompleks, sebab Udinese sudah mencetak empat gol liga dan memiliki ancaman dari banyak posisi.
Jadwal Udinese vs Lazio di Serie A 2026/27
Jadwal Udinese vs Lazio berlangsung Senin, 7 September 2026 pukul 20:45 CEST di Bluenergy Stadium, Udine. Waktu tersebut setara Selasa, 8 September pukul 01:45 WIB, sesuai jadwal resmi Lega Serie A dan kedua klub.
Paride Tremolada ditunjuk menjadi wasit utama pertandingan dengan Rossi dan Monaco sebagai asisten, sedangkan Fabio Maresca bertugas sebagai ofisial keempat. Lorenzo Maggioni menjadi VAR dan Daniele Rutella menjalankan peran AVAR pada pertandingan gameweek ketiga tersebut.
| Detail Pertandingan | Keterangan |
|---|---|
| Pertandingan | Udinese vs Lazio |
| Kompetisi | Serie A 2026/27 |
| Gameweek | 3 |
| Tanggal Indonesia | Selasa, 8 September 2026 |
| Kick-off | 01.45 WIB |
| Waktu Italia | Senin, 7 September 2026, 20.45 CEST |
| Stadion | Bluenergy Stadium / Stadio Friuli |
| Kota | Udine |
| Wasit | Paride Tremolada |
| VAR | Lorenzo Maggioni |
Melihat momentum kedua tim, Udinese vs Lazio mempunyai potensi menjadi pertandingan yang jauh lebih seimbang daripada posisi klasemen sementara. Lazio memang sempurna dan belum kebobolan, tetapi Udinese memiliki keuntungan kandang serta rekor lima laga tanpa kalah menghadapi lawannya.
Prediksi pertandingan mengarah kepada duel ketat dengan peluang sama-sama terbuka, terutama jika Udinese mampu memaksimalkan wing-back dan Lazio mendapatkan ruang transisi. Hasil imbang kembali terasa masuk akal melihat tiga pertemuan terakhir kedua tim selalu berakhir tanpa pemenang.



