Turki vs Italia menjadi pertandingan matchday kedua Grup 1 Liga A UEFA Nations League 2026/27 yang mempertemukan dua tim pencari poin pertama. Keduanya mengalami kekalahan pada pertandingan pembuka sehingga datang ke Bursa dengan konteks klasemen serupa.
Pertandingan Turki vs Italia dimainkan di Yüzüncü Yıl Atatürk Stadyumu atau Atatürk Spor Kompleksi, Bursa, pada Senin malam waktu setempat. Bagi penonton Indonesia, duel UEFA Nations League berlangsung Selasa, 29 September 2026, mulai pukul 01.45 WIB.
Turki membuka UEFA Nations League dengan kekalahan 0-1 dari Prancis melalui gol Kylian Mbappé pada menit ke-54. Italia juga belum mendapatkan poin setelah takluk 0-2 dari Belgia melalui gol Mika Godts dan Dodi Lukébakio.
Hasil tersebut menempatkan Belgia dan Prancis dengan tiga poin, sedangkan Turki serta Italia masih berada pada angka nol. Turki vs Italia karena itu menjadi pertandingan kedua yang menyediakan kesempatan langsung memperbaiki posisi dalam Grup 1.
Turki vs Italia di UEFA Nations League: Mencari Poin Pertama di Grup 1
Turki vs Italia datang hanya tiga hari setelah kedua tim memainkan pertandingan pembuka UEFA Nations League sehingga pengelolaan kebugaran menjadi bagian penting. Vincenzo Montella dan Roberto Mancini sama-sama harus melakukan perubahan karena cedera, skorsing, dan rotasi pemain.
Turki menghadapi Prancis dengan permainan cukup kompetitif dan memperoleh beberapa kesempatan melalui İsmail Yüksek serta Arda Güler, tetapi gagal menyamakan kedudukan. Situasinya semakin sulit setelah Uğurcan Çakır menerima kartu merah pada menit ke-87.
Italia mengalami babak pertama yang sulit melawan Belgia sebelum meningkatkan tekanan setelah jeda dan menciptakan beberapa peluang. Namun, gol Lukébakio pada babak kedua memastikan Azzurri membuka UEFA Nations League dengan kekalahan dua gol tanpa balas.
Roberto Mancini kemudian membagi rombongan Italia untuk mengelola empat pertandingan UEFA Nations League dalam waktu singkat. Sepuluh pemain tidak melakukan perjalanan menuju Bursa dan tetap menjalani program latihan khusus di Coverciano.
Montella menghadapi persoalan berbeda karena beberapa pemain penting Turki sudah tidak tersedia sejak daftar awal diumumkan. Hakan Çalhanoğlu dan Kenan Yıldız absen akibat cedera, kemudian Orkun Kökçü menyusul mengalami masalah pada jari kaki.
Prediksi Susunan Pemain Turki vs Italia
Turki diperkirakan menggunakan struktur 3-4-2-1 dalam Turki vs Italia dengan Altay Bayındır mengambil posisi penjaga gawang. Perubahan tersebut wajib dilakukan setelah Uğurcan Çakır mendapat kartu merah langsung ketika menghadapi Prancis pada matchday pertama.
Zeki Çelik, Merih Demiral, dan Abdülkerim Bardakcı berpeluang membentuk tiga bek, sedangkan Oğuz Aydın serta Ferdi Kadıoğlu mengisi koridor luar. Ketiganya sudah terlibat sejak awal menghadapi Prancis dalam UEFA Nations League.
Salih Özcan dan İsmail Yüksek dapat kembali menjadi pasangan gelandang tengah yang menjaga keseimbangan permainan Turki. Keduanya mempunyai peran penting menutup area sentral sekaligus menjadi jalur pertama ketika tuan rumah keluar dari tekanan Italia.
Arda Güler berpotensi ditempatkan dekat Can Uzun di belakang Barış Alper Yılmaz dalam Turki vs Italia. Kerem Aktürkoğlu juga tersedia sebagai opsi apabila Montella menginginkan pemain yang lebih sering menyerang ruang dari area sayap.
Prediksi Susunan Pemain Turki (3-4-2-1): Altay Bayındır; Zeki Çelik, Merih Demiral, Abdülkerim Bardakcı; Oğuz Aydın, Salih Özcan, İsmail Yüksek, Ferdi Kadıoğlu; Arda Güler, Can Uzun; Barış Alper Yılmaz.
Italia diperkirakan tetap menggunakan formasi 4-3-3 pada Turki vs Italia, tetapi dengan perubahan besar dibandingkan ketika menghadapi Belgia. Gianluigi Donnarumma masih menjadi kandidat utama di bawah mistar setelah tampil sepanjang pertandingan pertama UEFA Nations League.
Michael Kayode berpeluang menjalani debut senior sebagai bek kanan, sementara Giorgio Scalvini dan Alessandro Bastoni dapat dipasangkan di tengah pertahanan. Matteo Ruggeri menjadi kandidat pada sisi kiri setelah Mancini merencanakan rotasi besar di Bursa.
Alessandro Bastoni kembali tersedia setelah menyelesaikan skorsing yang membuatnya absen melawan Belgia, sementara Scalvini sudah mendapat menit bermain sebagai pengganti. Kembalinya Bastoni memberikan Mancini pilihan baru untuk membangun pertahanan dalam Turki vs Italia.
Davide Frattesi, Sandro Tonali, dan Rolando Mandragora dapat menjadi kombinasi lini tengah, mengingat Nicolò Barella tidak ikut ke Bursa. Frattesi masuk pada babak kedua melawan Belgia, sedangkan Tonali telah memastikan kondisinya kembali sepenuhnya bugar.
Giacomo Raspadori dan Nicolò Cambiaghi berpeluang menemani Gianluca Scamacca pada unit depan Italia di UEFA Nations League. Mancini juga memiliki Moise Kean serta Francesco Pio Esposito apabila membutuhkan karakter penyerang yang berbeda selama pertandingan.
Prediksi Susunan Pemain Italia (4-3-3): Gianluigi Donnarumma; Michael Kayode, Giorgio Scalvini, Alessandro Bastoni, Matteo Ruggeri; Davide Frattesi, Sandro Tonali, Rolando Mandragora; Giacomo Raspadori, Gianluca Scamacca, Nicolò Cambiaghi.
Pemain Absen Turki vs Italia di UEFA Nations League
Turki kehilangan Uğurcan Çakır akibat skorsing setelah kiper Galatasaray tersebut menyentuh bola menggunakan tangan di luar kotak penalti ketika menghadapi Prancis. Wasit Felix Zwayer memberikan kartu merah setelah melakukan pemeriksaan melalui monitor VAR.
Orkun Kökçü juga tidak tersedia untuk Turki vs Italia setelah mengalami trauma pada ibu jari kaki kanan dan kembali ke klub untuk menjalani pemulihan. Ia sebelumnya sudah absen ketika Turki menghadapi Prancis pada UEFA Nations League.
Hakan Çalhanoğlu dan Kenan Yıldız tidak termasuk daftar pemain September akibat masalah cedera sehingga keduanya juga tidak tersedia menghadapi Italia. Yıldız sebelumnya menjalani operasi setelah mengalami patah tulang metatarsal kelima pada kaki kiri.
Italia tidak membawa sepuluh pemain ke Bursa, tetapi keputusan tersebut bukan seluruhnya berkaitan dengan cedera maupun hukuman disiplin. Mancini memilih mempertahankan mereka di Coverciano sebagai bagian program pengelolaan beban menjelang dua pertandingan berikutnya.
Nicolò Barella, Gianluca Mancini, Diego Coppola, Honest Ahanor, Samuele Inacio, Eddy Kouadio, Daniel Maldini, Massimo Pessina, Samuele Ricci, dan Mohamed Alì Zoma masuk kelompok tersebut. Nicolò Zaniolo secara terpisah meninggalkan kamp karena belum pulih.
| Tim | Pemain | Status |
|---|---|---|
| Turki | Uğurcan Çakır | Skorsing kartu merah |
| Turki | Orkun Kökçü | Cedera ibu jari kaki |
| Turki | Hakan Çalhanoğlu | Cedera, tidak masuk skuad |
| Turki | Kenan Yıldız | Cedera kaki, tidak masuk skuad |
| Italia | Nicolò Zaniolo | Cedera, meninggalkan kamp |
| Italia | Nicolò Barella | Tidak dibawa ke Bursa, program khusus |
| Italia | Gianluca Mancini | Tidak dibawa ke Bursa, program khusus |
| Italia | Diego Coppola | Tidak dibawa ke Bursa, program khusus |
| Italia | Daniel Maldini | Tidak dibawa ke Bursa, program khusus |
| Italia | Samuele Ricci | Tidak dibawa ke Bursa, program khusus |
Tidak ada pemain Italia yang terkena skorsing pada matchday kedua karena Alessandro Bastoni sudah menyelesaikan hukumannya. Turki vs Italia dengan demikian hanya kehilangan Uğurcan karena hukuman pertandingan yang berasal langsung dari kartu merah matchday pertama.
5 Pertandingan Terakhir Turki
Turki mencatat dua kemenangan dan tiga kekalahan dalam lima pertandingan terakhir sebelum Turki vs Italia di UEFA Nations League. Rangkaian tersebut mencakup tiga pertandingan Piala Dunia, satu persahabatan, dan kekalahan terbaru melawan Prancis.
Tim Montella menutup Piala Dunia dengan kemenangan 3-2 atas Amerika Serikat, tetapi hasil itu tidak cukup membawa mereka melewati fase grup. Sebelumnya, Turki kalah 0-1 dari Paraguay dan 0-2 menghadapi Australia.
| Tanggal | Pertandingan | Kompetisi | Hasil |
|---|---|---|---|
| 25 September 2026 | Turki vs Prancis | UEFA Nations League | 0-1 |
| 26 Juni 2026 | Turki vs Amerika Serikat | Piala Dunia | 3-2 |
| 20 Juni 2026 | Turki vs Paraguay | Piala Dunia | 0-1 |
| 14 Juni 2026 | Australia vs Turki | Piala Dunia | 2-0 |
| 7 Juni 2026 | Turki vs Venezuela | Persahabatan | 2-1 |
Kemenangan 2-1 melawan Venezuela menjadi pertandingan pemanasan terakhir sebelum Piala Dunia, sedangkan laga kontra Prancis menandai debut Turki di Liga A. Turki vs Italia menjadi pertandingan kandang kedua beruntun dalam UEFA Nations League.
5 Pertandingan Terakhir Italia
Italia datang ke Turki vs Italia dengan dua kemenangan dan tiga pertandingan tanpa kemenangan dalam lima laga terbaru apabila kekalahan adu penalti dihitung sebagai kegagalan. Laga terakhir mereka berakhir dengan kekalahan 0-2 melawan Belgia.
Sebelum UEFA Nations League dimulai, Italia menang 1-0 atas Luksemburg dan Yunani melalui gol Francesco Pio Esposito. Dua kemenangan persahabatan itu berlangsung setelah kegagalan mereka lolos ke Piala Dunia pada akhir Maret.
| Tanggal | Pertandingan | Kompetisi | Hasil |
|---|---|---|---|
| 25 September 2026 | Italia vs Belgia | UEFA Nations League | 0-2 |
| 7 Juni 2026 | Yunani vs Italia | Persahabatan | 0-1 |
| 3 Juni 2026 | Luksemburg vs Italia | Persahabatan | 0-1 |
| 31 Maret 2026 | Bosnia-Herzegovina vs Italia | Play-off Piala Dunia | 1-1, Italia kalah adu penalti 1-4 |
| 26 Maret 2026 | Italia vs Irlandia Utara | Play-off Piala Dunia | 2-0 |
Italia mengalahkan Irlandia Utara 2-0 melalui gol Sandro Tonali dan Moise Kean sebelum tersingkir menghadapi Bosnia-Herzegovina. Turki vs Italia menjadi kesempatan kedua Mancini mengevaluasi skuad barunya dalam pertandingan kompetitif UEFA Nations League.
Head to Head Turki vs Italia
Head to head Turki vs Italia menunjukkan kedua negara sudah bertemu 13 kali dalam catatan resmi UEFA sebelum pertandingan di Bursa. Italia mencatat sembilan kemenangan, sementara empat pertandingan berakhir imbang dan Turki belum pernah menang.
Perbandingan gol keseluruhan juga berada pada angka 24-7 untuk Italia dari 13 pertandingan tersebut. Pertemuan terakhir Turki vs Italia berlangsung di Bologna pada Juni 2024 dan berakhir imbang tanpa gol dalam pertandingan persahabatan.
Head to Head Turki vs Italia
| Tanggal | Pertandingan | Kompetisi | Skor |
|---|---|---|---|
| 4 Juni 2024 | Italia vs Turki | Persahabatan | 0-0 |
| 29 Maret 2022 | Turki vs Italia | Persahabatan | 2-3 |
| 11 Juni 2021 | Turki vs Italia | Euro 2020 | 0-3 |
| 15 November 2006 | Italia vs Turki | Persahabatan | 1-1 |
| 20 November 2002 | Italia vs Turki | Persahabatan | 1-1 |
Italia menang 3-2 ketika kedua negara bertemu di Konya pada Maret 2022, sementara laga pembuka Euro 2020 berakhir 3-0. Turki vs Italia kali ini menjadi pertemuan pertama keduanya dalam kompetisi UEFA Nations League.
Montella memiliki hubungan kuat dengan sepak bola Italia karena menghabiskan sebagian besar karier bermain dan melatihnya di Serie A. UEFA juga mencatat Turki masih memburu kemenangan senior pertama atas Italia setelah empat hasil imbang dan sembilan kekalahan.
Player to Watch Turki: Arda Güler
Arda Güler menjadi Player to Watch Turki pada Turki vs Italia karena perannya sebagai salah satu penghubung utama lini tengah dengan serangan. Pemain Real Madrid tersebut sudah mencatat tujuh gol internasional sebelum jendela UEFA Nations League dimulai.
Menghadapi Prancis, Güler mengambil tanggung jawab dalam sejumlah situasi bola mati dan melepaskan tembakan berbahaya pada babak kedua. Pergerakannya dari ruang kanan menuju tengah menjadi salah satu pola yang kemungkinan kembali digunakan menghadapi Italia.
Absennya Çalhanoğlu, Kökçü, dan Yıldız membuat tanggung jawab kreativitas Güler semakin besar dalam UEFA Nations League. Turki juga dapat menghubungkannya dengan Can Uzun serta Barış Alper Yılmaz untuk menciptakan kombinasi di sepertiga akhir.
Player to Watch Italia: Sandro Tonali
Sandro Tonali menjadi Player to Watch Italia untuk Turki vs Italia setelah memainkan 90 menit menghadapi Belgia dan tetap disiapkan menghadapi Turki. Gelandang Newcastle United tersebut telah mengoleksi 33 penampilan dan empat gol bersama Azzurri.
Tonali mengatakan kondisinya sudah kembali seratus persen menjelang pertandingan UEFA Nations League di Bursa. Dengan Barella tidak melakukan perjalanan, perannya dalam mengatur tempo dan membantu pemain muda di lini tengah Italia menjadi semakin penting.
Karakter Tonali memungkinkan Italia menggunakan umpan vertikal sekaligus mempertahankan intensitas ketika kehilangan bola. Turki vs Italia juga mempertemukannya dengan lini tengah tuan rumah yang kemungkinan dihuni İsmail Yüksek serta Salih Özcan.
Analisis Taktik Turki vs Italia di UEFA Nations League
Turki dapat membentuk 3-4-2-1 ketika menguasai bola dengan Çelik, Demiral, serta Bardakcı menjaga struktur awal. Oğuz Aydın dan Kadıoğlu kemudian menyediakan lebar, sementara Güler serta Uzun bergerak di belakang Barış Alper Yılmaz.
Struktur itu memberikan Turki opsi menyerang melalui sisi luar maupun kombinasi pada ruang antarlini dalam Turki vs Italia. Saat kehilangan bola, dua wing-back dapat turun sehingga formasi berubah menjadi lima pemain di lini pertahanan.
Italia kemungkinan mempertahankan 4-3-3, tetapi rotasi besar membuat hubungan antarpemain berbeda dibandingkan laga melawan Belgia. Kayode dan Ruggeri menawarkan tenaga baru dari sisi pertahanan, sedangkan Bastoni memberi kualitas distribusi dari area belakang.
Frattesi memiliki kecenderungan menyerang ruang dari lini kedua dan dapat memberikan dimensi berbeda pada permainan Italia di UEFA Nations League. Tonali menjaga sirkulasi lebih dalam, sementara Mandragora dapat membantu mempertahankan keseimbangan ketika dua bek sayap bergerak maju.
Di lini depan, Scamacca menawarkan titik pantul yang lebih alami jika Mancini memilihnya dibandingkan Pio Esposito atau Kean. Raspadori dapat bergerak masuk dari sisi kanan, sedangkan Cambiaghi memberikan kecepatan ketika menyerang ruang terbuka.
Turki vs Italia juga menghadapkan dua tim yang sama-sama tidak mencetak gol pada matchday pertama UEFA Nations League. Situasi tersebut membuat kualitas penciptaan peluang dan keputusan di sepertiga akhir menjadi salah satu aspek paling relevan untuk diamati.
Jadwal Turki vs Italia di UEFA Nations League 2026/27
Turki vs Italia dimainkan di Atatürk Spor Kompleksi Matlı Stadyumu atau Yüzüncü Yıl Atatürk Stadyumu, Bursa, pada Senin 28 September pukul 21.45 waktu Turki. Di Indonesia, kickoff berlangsung Selasa, 29 September pukul 01.45 WIB.
UEFA menunjuk Michael Oliver dari Inggris sebagai wasit utama Turki vs Italia, didampingi Stuart Burt dan James Mainwaring. Darren England menjadi ofisial keempat, sedangkan Stuart Attwell bertugas sebagai VAR dalam pertandingan UEFA Nations League tersebut.
Matthew Donohue melengkapi perangkat pertandingan sebagai asisten VAR pada matchday kedua Grup 1 Liga A. Penunjukan perangkat asal Inggris tersebut sudah tercantum dalam informasi pertandingan resmi UEFA menjelang kickoff di Bursa.
| Detail Pertandingan | Keterangan |
|---|---|
| Pertandingan | Turki vs Italia |
| Kompetisi | UEFA Nations League 2026/27 |
| Liga | Liga A |
| Grup | Grup 1 |
| Matchday | 2 |
| Tanggal WIB | Selasa, 29 September 2026 |
| Kick-off | 01.45 WIB |
| Tanggal Lokal | Senin, 28 September 2026 |
| Kick-off Lokal | 21.45 TRT |
| Stadion | Yüzüncü Yıl Atatürk Stadyumu / Atatürk Spor Kompleksi Matlı Stadyumu |
| Kota | Bursa, Turki |
| Wasit | Michael Oliver |
| VAR | Stuart Attwell |
Setelah Turki vs Italia, Turki bertandang menghadapi Belgia pada 2 Oktober sebelum kembali berjumpa Italia di Bologna tiga hari kemudian. Italia sendiri lebih dahulu melakukan perjalanan ke Prancis sebelum memainkan duel kedua melawan pasukan Montella.
Format Liga A UEFA Nations League membuat dua tim teratas grup melaju ke perempat final, sementara posisi klasemen juga berpengaruh pada degradasi dan play-off. Karena itu, setiap pertandingan menyediakan poin penting meski fase liga masih panjang.


