Serie A sedang mengalami fenomena menarik menjelang musim 2026/2027, ketika semakin banyak pemain Inggris, Skotlandia, dan Irlandia memilih melanjutkan karier di Italia. Perubahan tersebut bahkan mendorong BBC memperluas tayangan kompetisi kasta tertinggi Italia untuk penonton di Britania Raya.
BBC akan menayangkan 38 pertandingan Serie A sepanjang musim 2026/2027, dengan laga Atalanta menghadapi Sassuolo menjadi pertandingan pembuka pada Minggu malam. Football Italia menilai meningkatnya keberadaan pemain Britania Raya ikut mendorong ketertarikan publik Inggris terhadap sepak bola Italia.
Fenomena tersebut sebenarnya sudah terlihat pada Februari 2026 ketika sejumlah pertandingan ditayangkan langsung melalui BBC Alba dengan kombinasi komentar bahasa Inggris dan Gaelic. Program itu kini diperluas dengan tambahan 19 pertandingan melalui BBC iPlayer sehingga total tayangan mencapai 38 laga.
Serie A Semakin Dipenuhi Pemain Inggris
Daya tarik Serie A tidak datang hanya karena klub-klub besar seperti Inter Milan, AC Milan, Juventus, dan Napoli memiliki basis pendukung internasional. Kompetisi tersebut sekarang mempunyai hubungan lebih kuat dengan penonton Britania berkat bertambahnya pemain Inggris dan Skotlandia di berbagai klub.
Inter menjadi salah satu contoh paling mencolok setelah mendatangkan dua pemain internasional Inggris, yakni John Stones dan Djed Spence, menjelang musim baru. Curtis Jones juga dilaporkan segera menyusul sehingga klub Milan tersebut berpotensi mempunyai tiga pemain Inggris dalam skuadnya.
Spence datang setelah membangun reputasi sebagai bek sayap atletis yang mampu menyerang sekaligus membawa bola dengan cepat dari area pertahanan. Kehadirannya menambah warna Inggris di Serie A, sekaligus memperlihatkan bagaimana pasar Italia semakin terbuka terhadap pemain yang dibesarkan dalam sepak bola Britania.
Stones membawa profil berbeda karena pengalaman panjangnya bersama Manchester City dan tim nasional Inggris membuat bek tersebut memiliki nilai teknis sekaligus komersial. Bahkan, ia sudah mencetak gol pertamanya bersama Inter ketika klub Italia tersebut mengalahkan Real Betis 1-0 pada laga persahabatan.
Namun, gelombang pemain Britania di Italia tidak dimulai musim panas ini karena Napoli sebelumnya sudah menjadi rumah bagi Scott McTominay dan Billy Gilmour. McTominay bahkan berkembang menjadi salah satu simbol keberhasilan pemain Inggris Raya membangun kembali kariernya di sepak bola Italia.
Kisah McTominay menjadi contoh penting karena kepindahan dari Manchester United ternyata membawanya menuju level yang sulit diperkirakan sebelumnya. Gelandang Skotlandia tersebut berperan besar ketika Napoli menjadi juara Italia 2024/2025 dan dinobatkan sebagai pemain terbaik Serie A musim itu.
Daftar tersebut semakin panjang karena Bologna mempunyai gelandang Skotlandia Lewis Ferguson, sementara Sassuolo diperkuat Kieron Bowie dan Josh Doig. Cagliari mendatangkan mantan gelandang Leeds United Harry Winks, membuat distribusi pemain Britania tidak lagi terkonsentrasi pada klub-klub papan atas.
AC Milan masih mempunyai mantan gelandang Chelsea Ruben Loftus-Cheek, sedangkan Torino diperkuat penyerang tim nasional Skotlandia Che Adams. Udinese juga mempunyai Lennon Miller, pemain muda Skotlandia yang menambahkan nama baru dalam gelombang perpindahan pemain Britania menuju Italia.
Mengapa Serie A Jadi Tujuan Pemain Britania?
Pertanyaannya kemudian bukan sekadar berapa banyak pemain yang datang, tetapi mengapa Serie A semakin menarik bagi pesepak bola asal Inggris dan Skotlandia. Salah satu jawabannya terdapat pada kesempatan bermain, karakter taktik, serta peluang membangun ulang reputasi yang ditawarkan klub Italia.
Italia sejak lama memiliki reputasi sebagai lingkungan yang sangat menuntut pemahaman taktik, terutama dalam masalah posisi, transisi, dan membaca permainan. Pemain yang kesulitan menemukan ruang berkembang di Inggris bisa memperoleh peran berbeda ketika bekerja di bawah pelatih dengan pendekatan lebih spesifik.
Keberhasilan McTominay memberi bukti bahwa pindah dari Liga Inggris menuju Serie A tidak harus dipandang sebagai penurunan level karier. Sebaliknya, lingkungan berbeda dapat membuka kualitas pemain yang sebelumnya tidak sepenuhnya terlihat karena sistem permainan atau persaingan internal di klub lamanya.
Faktor ekonomi juga tidak dapat diabaikan karena klub-klub Italia semakin kreatif menggunakan pasar Inggris, terutama mencari pemain dengan situasi kontrak atau peluang bermain terbatas. Sebaliknya, pesepak bola Britania sekarang lebih terbuka meninggalkan zona nyaman dibandingkan generasi-generasi sebelumnya yang cenderung bertahan di Inggris.
Tren tersebut sebenarnya sudah berkembang selama beberapa musim melalui pemain seperti Tammy Abraham, Chris Smalling dan Fikayo Tomori, yang membangun karier penting di Italia. Kesuksesan mereka membantu mengubah persepsi bahwa pindah ke luar Inggris merupakan pilihan berisiko bagi pesepak bola Britania.
McTominay kemudian membawa fenomena tersebut menuju tingkatan lain karena bukan sekadar menjadi pemain reguler setelah meninggalkan Manchester United. Ia berkembang menjadi figur penting dalam perebutan Scudetto Napoli, memperlihatkan bahwa Serie A dapat menjadi panggung peningkatan karier, bukan tempat pelarian.
Dampak komersial dari perubahan itu kini terlihat melalui keputusan BBC, karena keberadaan pemain Inggris dan Skotlandia membuat pertandingan Italia semakin relevan bagi pemirsa domestik. Penonton mempunyai alasan personal mengikuti Inter, Napoli, Milan, Bologna, Sassuolo, Torino, Cagliari, ataupun Udinese sepanjang musim.
BBC Alba tetap menjadi bagian dari paket tayangan tersebut, sementara pertandingan tambahan tersedia melalui BBC iPlayer dengan komentar bahasa Inggris. Dengan total 38 pertandingan Serie A, secara rata-rata penonton mendapat sekitar satu pertandingan setiap pekan sepanjang kalender kompetisi 2026/2027.
Pertandingan Atalanta melawan Sassuolo menjadi pembuka yang menarik karena langsung menghadirkan klub dengan pemain Skotlandia dalam skuadnya. Kieron Bowie dan Josh Doig membuat Sassuolo menjadi salah satu tim yang berpotensi mendapat perhatian lebih besar dari penonton Britania pada musim ini.
Fenomena ini pada akhirnya memberikan keuntungan ganda kepada Serie A, baik dari sisi kualitas pemain maupun perluasan jangkauan internasional kompetisi. Semakin banyak pemain Britania datang, semakin besar pula kemungkinan media Inggris menyediakan ruang pemberitaan serta distribusi pertandingan sepak bola Italia.
Karena itu, keputusan BBC menayangkan 38 pertandingan bukan sekadar kesepakatan penyiaran biasa, tetapi menggambarkan perubahan hubungan antara sepak bola Inggris dan Italia. Serie A kini memiliki sesuatu yang membuat penonton Britania terus mengikuti kompetisi tersebut: pemain-pemain yang sudah mereka kenal.
Apabila John Stones dan Djed Spence sukses bersama Inter, sementara McTominay, Gilmour, Ferguson serta pemain Britania lainnya kembali bersinar, tren tersebut berpotensi semakin kuat. Italia pun dapat menjadi tujuan yang semakin normal bagi pemain Inggris dan Skotlandia yang menginginkan tantangan baru.
Serie A mungkin belum benar-benar berubah menjadi “Liga Inggris kedua”, tetapi pemandangan pemain Britania tersebar dari Milan hingga Napoli kini semakin sulit diabaikan. Keputusan BBC masuk lebih dalam dengan 38 pertandingan menjadi bukti bahwa perubahan tersebut juga mulai memiliki nilai besar di luar lapangan.



