Close Menu
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
Home - Olahraga - Rodri Resmi Tinggalkan Man City, Bisakah Enzo Maresca Mengganti Pemain yang Tak Tergantikan?

Rodri Resmi Tinggalkan Man City, Bisakah Enzo Maresca Mengganti Pemain yang Tak Tergantikan?

  • Agustus 20, 2026

Rodri resmi meninggalkan Manchester City dan bergabung dengan Barcelona hingga Juni 2030, menutup tujuh musim yang mengubah wajah lini tengah klub Inggris itu. Kepergiannya kini memunculkan pertanyaan yang lebih besar daripada nilai transfer: bagaimana City akan bermain tanpa otak permainannya? 

Barcelona mendapatkan gelandang berusia 30 tahun itu dengan biaya yang dilaporkan sekitar 65,4 juta poundsterling, sementara kontraknya di Etihad sebenarnya masih tersisa sampai Juni 2027. Rodri pergi setelah mencatat 298 penampilan, 28 gol, dan membantu City meraih 14 trofi mayor. 

Warisan itu membuat transfer Rodri berbeda dari kepergian pemain senior biasa, sebab ia selama bertahun-tahun menjadi pusat sirkulasi bola sekaligus pengaman transisi. Di bawah Pep Guardiola, perannya begitu dominan sehingga City nyaris selalu terlihat lebih rapuh ketika ia tidak tersedia. 

Situasi sekarang bahkan lebih rumit karena City juga memasuki era baru bersama Enzo Maresca setelah satu dekade penuh berada di bawah Guardiola. Artinya, klub bukan hanya kehilangan gelandang terbaiknya, tetapi sekaligus sedang mengganti arsitek permainan pada musim yang sama. 

Mengapa Rodri Begitu Sulit Digantikan Manchester City?

Rodri tidak pernah sekadar berdiri di depan empat bek dan mengalirkan umpan pendek, karena tugasnya mencakup progresi, kontrol tempo, perlindungan ruang, serta pemulihan bola kedua. Kombinasi empat fungsi itu membuat pencarian penggantinya hampir mustahil dilakukan melalui satu nama saja. 

Pep Guardiola pernah menyebut Rodri tidak tergantikan ketika sang pemain mengalami cedera ACL, meski ia menegaskan seluruh tim harus bersama-sama menutup kehilangan tersebut. Pernyataan itu terasa relevan lagi sekarang karena City tidak lagi menunggu kepulihannya, melainkan harus membangun sistem permanen tanpa dirinya.  

Efek absennya Rodri pernah terlihat jelas dalam kemampuan City menghadapi serangan balik, terutama setelah pola penguasaan mereka kehilangan keseimbangan. The Guardian mencatat expected goals yang mereka izinkan dari fast break melonjak dari rata-rata 2,4 menjadi 8,1 pada musim ketika ia banyak absen.  

Angka tersebut menjelaskan mengapa persoalan Manchester City tanpa Rodri bukan hanya soal siapa yang menerima bola dari bek tengah. Yang hilang adalah pemain yang tahu kapan harus mempercepat, memperlambat, menekan, atau sekadar menahan posisi agar struktur tidak pecah. 

Elliot Anderson Bukan Rodri 2.0

Elliot Anderson menjadi kandidat paling jelas untuk mengisi ruang besar itu setelah City membelinya dari Nottingham Forest dengan biaya yang dilaporkan mencapai 116 juta poundsterling. Pemain berusia 23 tahun tersebut sudah meneken kontrak lima tahun dan datang dengan profil fisik yang sangat berbeda.  

Data Opta memperlihatkan Anderson memimpin Liga Inggris 2025/26 dalam sentuhan, duel dimenangi, dan perebutan kembali penguasaan bola, sekaligus menjadi gelandang tengah dengan operan sukses serta line-breaking passes terbanyak. Ia juga mencatat 3.300 sentuhan, 298 duel dimenangi, dan 306 recovery.  

Namun, angka hebat itu tidak otomatis menjadikannya Rodri versi baru, sebab Anderson lebih agresif bergerak dan membawa bola menembus ruang. Ia adalah ball-winner sekaligus ball-carrier, sementara Rodri paling berbahaya justru ketika menjaga posisi dan menentukan ritme permainan dari pusat lapangan.  

Premier League mencatat Anderson merebut penguasaan 306 kali musim lalu, setidaknya 94 kali lebih banyak daripada pemain lain di lima liga top Eropa. Ia juga berlari sekitar 411 kilometer, bukti bahwa City kini mempunyai mesin lini tengah dengan kapasitas atletik luar biasa. 

Manchester City Tanpa Rodri Bisa Berubah ke 3-2-5

Perbedaan karakter tersebut bisa mendorong Maresca meninggalkan ketergantungan pada single pivot seperti yang sering digunakan City bersama Rodri. Struktur 3-2-5 ketika menguasai bola terlihat lebih masuk akal, dengan Anderson ditemani satu gelandang lain atau full-back yang masuk ke tengah.  

Dengan dua pemain menjaga pusat permainan, Anderson tidak perlu dipaksa berdiri statis sebagai nomor enam yang hanya mengatur tempo dari depan bek. Ia bisa bergerak lebih bebas untuk merebut bola, membawa permainan maju, dan menekan lawan tanpa meninggalkan ruang terlalu besar.  

Pilihan kedua di samping Anderson bisa berasal dari skuad yang tersedia atau rekrutan baru, karena City masih aktif memburu gelandang tambahan. Reuters melaporkan klub mendekati Ayyoub Bouaddi dari Lille dalam kesepakatan yang bisa mencapai 85 juta poundsterling, meski transfernya belum selesai.  

Jika Bouaddi akhirnya datang, Maresca akan memiliki opsi membangun lini tengah baru berdasarkan pembagian fungsi daripada mencari satu pengganti identik Rodri. Anderson dapat menjadi pemain paling aktif, sedangkan partnernya menjaga posisi dan memberikan jalur umpan aman selama fase build-up. 

Manchester City Tanpa Rodri Bisa Lebih Cepat

Perubahan itu sekaligus dapat membuat City lebih vertikal dibanding era Rodri, karena Anderson mempunyai kemampuan membawa bola yang sangat kuat. Dalam satu fase musim 2025/26, hanya Declan Rice yang mencatat jarak progressive carry lebih tinggi dibanding gelandang Inggris tersebut.  

Artinya, Manchester City tanpa Rodri berpotensi mengubah pola dari pass, control, pass menjadi recover, carry, lalu langsung menyerang ruang lawan. Permainan mereka mungkin menjadi kurang metodis, tetapi lebih cepat menghukum lawan beberapa detik setelah bola berhasil direbut kembali. 

Perubahan semacam itu berpotensi menguntungkan Erling Haaland, karena penyerang Norwegia tersebut lebih berbahaya ketika memperoleh ruang sebelum pertahanan lawan membentuk blok rendah. Anderson dapat mempercepat momen transisi dengan membawa bola atau mengirim umpan vertikal setelah melakukan recovery. 

Tanpanya Berarti Kehilangan Kontrol

Namun, keuntungan tersebut datang bersama risiko besar karena City bisa kehilangan kemampuan membunuh pertandingan melalui penguasaan bola panjang. Rodri mampu membuat permainan tenang ketika lawan mulai mendapatkan momentum, sebuah kualitas yang tidak otomatis hadir hanya karena Anderson lebih kuat secara fisik. 

Maresca karena itu kemungkinan perlu mengganti fungsi Rodri secara kolektif, bukan membebankan seluruh tanggung jawab kepada satu pemain muda. Pendekatan tersebut juga sejalan dengan filosofi positional play dan penguasaan bola yang membuat City memilih Maresca sebagai penerus Guardiola. 

Pelatih asal Italia itu pernah bekerja di staf Guardiola saat musim treble dan kembali ke Etihad dengan kontrak tiga tahun sampai 2029. City memang mencari kesinambungan filosofis, tetapi kehilangan Rodri memaksa Maresca menciptakan detail permainan yang tidak bisa sekadar menyalin pendahulunya. 

Pergi Setelah Membangun Era Emas City

Tantangan menjadi lebih besar karena Rodri pergi dengan status salah satu pemain paling menentukan dalam sejarah modern klub. Ia memenangkan empat gelar Liga Inggris, Liga Champions, dua Piala FA, Ballon d’Or 2024, serta menjadi bagian penting dari treble 2022/23. 

Dua tahun terakhirnya memang terganggu cedera ACL, masalah lutut dan hamstring, kemudian operasi punggung ringan sebelum pindah ke Barcelona. Meski demikian, Rodri menyatakan dirinya siap kembali berlatih, sehingga kepergiannya bukan sekadar cerita tentang pemain yang sudah habis secara fisik. 

Bagi Manchester City, kehilangan Rodri justru menjadi ujian apakah sistem yang dibangun selama bertahun-tahun cukup kuat untuk berevolusi setelah pemain sentralnya pergi. Anderson memberi energi baru, tetapi keberhasilan transisi akan bergantung pada bagaimana Maresca membagi pekerjaan yang dulu ditanggung satu pemain. 

Manchester City tanpa Rodri mungkin akan lebih agresif, lebih atletis, dan lebih berani menyerang vertikal, tetapi mereka juga berisiko kehilangan kontrol yang menjadi identitas utama. Ujian terbesar Maresca akhirnya bukan menemukan Rodri baru, melainkan menciptakan City baru yang tidak lagi membutuhkan Rodri. 

Preview Stuttgart vs Viking

Preview Stuttgart vs Viking: Prediksi Susunan Pemain, Head to Head, dan Jadwal Pertandingan

07 Sep 2026
Preview Real Madrid vs Inter Milan

Preview Real Madrid vs Inter Milan: Prediksi Susunan Pemain, Head to Head, dan Jadwal Pertandingan

07 Sep 2026
Preview Porto vs Manchester City

Preview Porto vs Manchester City: Prediksi Susunan Pemain, Head to Head, dan Jadwal Pertandingan

07 Sep 2026
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Responsible Gambling
© 2026 Bonanza88. ▲

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.