Lionel Messi, Kylian Mbappe, dan Harry Kane boleh mendominasi pemberitaan Piala Dunia 2026. Namun, Erling Haaland muncul sebagai sosok yang paling kuat merepresentasikan kejutan, kegembiraan, dan drama sepanjang turnamen di Amerika Utara.
Penyerang Manchester City tersebut telah mencetak tujuh gol hanya dalam empat pertandingan. Ketajamannya membawa Norwegia mencapai perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya, sekaligus membuka peluang menciptakan sejarah baru ketika menghadapi Inggris di Miami.
Pertandingan tersebut mempunyai makna khusus bagi Haaland. Seandainya perjalanan keluarganya berbeda, pemain berusia 25 tahun itu mungkin mengenakan seragam Inggris dan berdiri di sisi berlawanan dari rekan-rekannya di Norwegia.
Haaland Sebenarnya Bisa Membela Inggris
Haaland lahir di Leeds ketika ayahnya, Alfie Haaland, masih bermain di Inggris. Kelahirannya terjadi pada musim panas saat Alfie pindah dari Leeds United menuju Manchester City.
Latar belakang tersebut membuat Erling Haaland memiliki kewarganegaraan ganda dan secara teknis memenuhi persyaratan untuk memperkuat Inggris. Akan tetapi, federasi sepak bola Inggris terlambat mendekatinya karena Erling Haaland telah lebih dahulu masuk sistem pembinaan tim nasional Norwegia.
Mantan pelatih Inggris, Gareth Southgate, pernah menjelaskan bahwa mantan pemain Borussia Dortmund sudah terikat dengan program tim junior Norwegia ketika mulai menembus sepak bola senior. Federasi Inggris memang berusaha memantau pemain berkewarganegaraan ganda sejak usia muda, tetapi kasus Haaland telah diputuskan lebih awal.
Southgate juga menilai mantan sejak awal mempunyai ikatan yang jelas dengan Norwegia. Inggris menghormati keputusan tersebut karena sang pemain mengetahui negara mana yang ingin diwakilinya di tingkat internasional.
Ketika karier Alfie di Inggris berakhir pada 2003, keluarganya kembali ke Norwegia. Ia kemudian bergabung dengan akademi Bryne dan mulai memperkuat tim nasional Norwegia kelompok usia di bawah 15 tahun pada 2015.
Ia mengakui dirinya memang pernah menjalani sekitar tiga setengah hingga empat tahun kehidupan di Inggris. Namun, ia tinggal jauh lebih lama di Norwegia sehingga keputusan membela negara tersebut terasa sangat alami.
Ia tidak menutup kemungkinan ceritanya bisa berbeda apabila sang ayah bermain lebih lama di Inggris. Meski demikian, Haaland menegaskan dirinya adalah orang Norwegia dan bangga membela negaranya.
Pada kenyataannya, Inggris nyaris tidak pernah mempunyai peluang serius untuk merekrut Haaland. Kehilangan tersebut kini terasa semakin besar karena penyerang yang lahir di Yorkshire itu akan menjadi ancaman utama bagi The Three Lions.
Membawa Norwegia Kembali ke Piala Dunia
Ketajaman Haaland menjadi faktor utama keberhasilan Norwegia kembali ke Piala Dunia setelah absen selama 28 tahun. Ia mencetak 16 gol sepanjang kualifikasi zona Eropa dan menjadi pencetak gol terbanyak dalam fase grup.
Jumlah tersebut menyamai rekor gol terbanyak seorang pemain Eropa dalam satu edisi kualifikasi Piala Dunia. Dirinya mencetak gol dalam seluruh delapan pertandingan Norwegia, termasuk lima gol melawan Moldova dan hat-trick menghadapi Israel.
Produktivitasnya berlanjut ketika turnamen dimulai. Haaland telah membukukan tujuh gol dari empat penampilan, termasuk gol kemenangan melawan Pantai Gading pada babak 32 besar.
Ia kemudian mencetak dua gol ketika Norwegia secara mengejutkan mengalahkan Brasil 2-1 pada babak 16 besar. Hasil tersebut membawa negara Skandinavia itu menembus delapan besar Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Norwegia kini berdiri satu kemenangan lagi dari semifinal pertamanya. Inggris menjadi penghalang berikutnya dalam pertandingan yang akan digelar di Miami.
Mengapa Haaland Layak Disebut Pemain Terbaik?
Messi, Mbappe, dan Kane juga tampil tajam sepanjang Piala Dunia 2026. Namun, ketiganya didukung oleh skuad yang dipenuhi pemain bintang dan sudah terbiasa menghadapi tekanan pertandingan besar.
Situasi Haaland berbeda. Norwegia menempati peringkat ke-31 dunia sebelum turnamen dimulai dan menjadi tim dengan posisi terendah dalam ranking FIFA di antara delapan peserta perempat final.
Karena itu, dampak Haaland tidak dapat diukur hanya dari jumlah gol. Ia mengangkat sebuah tim yang tidak termasuk favorit menjadi penantang serius serta membuat publik Norwegia percaya bahwa perjalanan mereka belum selesai.
Dia juga tampil sangat efisien dibandingkan para pesaingnya. Di antara empat pemain yang telah mencetak sedikitnya enam gol sebelum perempat final, ia menjadi pemain yang paling sedikit menyentuh bola dalam satu pertandingan.
Haaland rata-rata hanya melakukan 25 sentuhan per laga. Kane berada sedikit di atasnya dengan 25,4 sentuhan, sedangkan Mbappe mencatat 49,2 dan Messi mencapai 67 sentuhan.
Perbedaan lebih besar terlihat dari jumlah sentuhan yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu gol. Dia hanya memerlukan rata-rata 14,3 sentuhan untuk setiap gol yang dicetaknya.
Kane membutuhkan 21,2 sentuhan per gol, sementara Mbappe mencatat 35,1 dan Messi 41,9. Data tersebut memperlihatkan bahwa Haaland tidak perlu terlalu sering terlibat untuk mengubah arah pertandingan.
Tujuh Gol dari Peluang yang Terbatas
Haaland telah mencetak tujuh gol meskipun nilai expected goals atau xG miliknya hanya mencapai 4,4. Ia juga hanya membutuhkan 12 tembakan tepat sasaran untuk menghasilkan jumlah tersebut.
Sebagai perbandingan, Kane mencetak enam gol dari xG 3,4. Messi mengoleksi delapan gol dari xG 5,1, sedangkan Mbappe sempat menghasilkan tujuh gol dari nilai xG 4,1 sebelum pertandingan Prancis melawan Maroko.
Kemampuan mencetak gol dari situasi yang terlihat tidak berbahaya menjadi salah satu kelebihan terbesar Haaland. Brasil merasakan langsung ancaman tersebut ketika sang penyerang hanya membutuhkan ruang sempit untuk menghasilkan dua gol.
Ia dapat berjalan atau terlihat tidak aktif selama beberapa menit. Namun, satu pergerakan eksplosif, satu umpan silang, atau satu kesalahan kecil lawan sudah cukup membuatnya berada dalam posisi mencetak gol.
Dirinya kerap dikritik karena tidak banyak terlibat dalam proses permainan. Akan tetapi, catatan golnya menunjukkan bahwa kontribusi seorang penyerang tidak selalu harus dinilai dari jumlah sentuhan atau operan.
Bek Manchester United, Harry Maguire, menggambarkan Haaland sebagai pemain yang menakutkan ketika berada di kotak penalti. Menurutnya, sang penyerang terkadang sengaja membuat bek merasa nyaman sebelum tiba-tiba mengambil jarak satu langkah untuk mencetak gol.
Demam Haaland Menyebar ke Seluruh Dunia
Pengaruh Haaland pada Piala Dunia 2026 tidak hanya terlihat di dalam lapangan. Sosoknya menjadi salah satu wajah utama turnamen dan menarik perhatian penonton dari berbagai negara.
Perayaan Viking Row yang dilakukan pendukung Norwegia berkembang menjadi tren global. Para penggemar duduk berbaris dan bergerak seperti sedang mendayung mengikuti irama drum.
Google bahkan menambahkan animasi khusus pada halaman pencariannya. Ketika namanya dicari, sekelompok kecil karakter terlihat melakukan gerakan Viking Row di bagian bawah hasil pencarian.
Fenomena tersebut memperlihatkan besarnya pengaruh Haaland terhadap perjalanan Norwegia. Ia bukan hanya mencetak gol, melainkan juga menjadi pusat identitas sebuah tim yang tampil tanpa beban.
Sempat Dikhawatirkan Tidak Siap
Performa luar biasa Haaland di Piala Dunia tidak sepenuhnya dapat diprediksi pada pertengahan musim lalu. Terdapat periode ketika kondisi fisik dan ketajamannya sempat menimbulkan kekhawatiran.
Dirinya tidak dimainkan dalam pertandingan Piala FA Manchester City melawan Newcastle pada Maret. Pep Guardiola menilai akan lebih baik apabila penyerang utamanya tetap di Manchester dan menjalani latihan individu.
Norwegia juga memberikan perlakuan khusus kepada Haaland selama jeda internasional pada bulan yang sama. Dari dua pertandingan menghadapi Belanda dan Swiss, ia hanya diminta tampil dalam satu laga.
Pelatih Norwegia, Stale Solbakken, secara terbuka menyebut keputusan tersebut sebagai perlakuan khusus. Kebijakan itu diambil tidak lama setelah Haaland melewati sekitar satu bulan tanpa mencetak gol di seluruh kompetisi.
Manchester City sejak lama memperhatikan proses pemulihan Haaland. Bentuk tubuh dan massa ototnya membuat sang penyerang terkadang membutuhkan waktu lebih lama untuk mendapatkan kembali ketajaman setelah mengalami cedera ringan atau gangguan kebugaran.
Tanda kebangkitan terlihat ketika dia mencetak hat-trick melawan Liverpool pada April. Salah satu golnya tercipta melalui pergerakan khas, berlari memotong posisi bek sebelum menyundul bola ke gawang.
Asisten pelatih City, Pep Lijnders, menilai penyelesaian tersebut menunjukkan bahwa ketajaman Haaland mulai kembali. Gerakan itu hampir sama dengan gol pertamanya ke gawang Brasil, ketika ia berjalan sebelum tiba-tiba bergerak cepat dan menyambut bola dengan sundulan kuat.
Menjaga Tubuh setelah Musim yang Panjang
Haaland memainkan 52 pertandingan bersama klub pada musim lalu. Kemampuannya tiba di Piala Dunia dalam kondisi prima tidak terlepas dari disiplin menjaga kebugaran dan proses pemulihan.
Kebiasaan hidup mandiri mulai dibangun ketika ia meninggalkan rumah untuk bergabung dengan Molde pada usia 16 tahun. Keluarganya hanya menemaninya selama dua hari sebelum membiarkannya mengurus kebutuhan sendiri.
Dia kemudian memberikan perhatian besar terhadap pola makan. Ia bahkan memilih sendiri daging steak, susu, dan madu dari sebuah toko pertanian yang berada tidak jauh dari Manchester.
Rumahnya dilengkapi tempat berendam air es, sauna, dan ruang terapi cahaya merah. Seluruh fasilitas tersebut digunakan untuk membantu pemulihan tubuh setelah latihan dan pertandingan.
Sekitar tiga jam sebelum tidur, Haaland memakai kacamata yang dirancang untuk menyaring cahaya biru. Kebiasaan itu dilakukan agar kualitas tidurnya tidak terganggu oleh paparan layar dan pencahayaan elektronik.
Rutinitas paginya dimulai dengan kopi yang ditambahkan kolagen. Ia kemudian mengonsumsi sarapan berprotein tinggi sebelum berjalan kaki.
Sebuah video dari pemusatan latihan Norwegia memperlihatkan rekan-rekannya bercanda mengenai ketatnya pola makan dan gaya hidupnya. Sang penyerang membalas bahwa mereka boleh mengeluh, tetapi akan berhenti berbicara ketika dirinya kembali mencetak gol.
Catatan Gol yang Sulit Dipercaya
Mencetak gol memang menjadi keahlian utama Haaland. Selama tiga musim bermain di Inggris, ia dilaporkan telah menghasilkan 162 gol dari 198 pertandingan.
Catatannya bersama Norwegia juga tidak kalah luar biasa. Haaland telah mencetak 62 gol hanya dalam 54 penampilan di tingkat internasional.
Jika digabungkan sepanjang karier seniornya bersama klub dan tim nasional, Haaland membukukan 379 gol dalam 456 pertandingan. Rata-rata tersebut memperlihatkan konsistensi yang jarang dimiliki penyerang lain.
Di Piala Dunia 2026, ia rata-rata menghasilkan satu gol hampir setiap 14 sentuhan. Statistik itu menjelaskan mengapa Haaland tetap berbahaya meskipun terlihat tidak terlalu aktif dalam pembangunan serangan.
Berkembang Menjadi Pemimpin
Orang-orang terdekat Haaland menilai dirinya semakin matang selama dua tahun terakhir. Perubahan itu semakin terlihat setelah ia menjadi seorang ayah.
Guardiola juga memasukkannya ke dalam kelompok pemimpin Manchester City pada musim panas lalu. Haaland mendapatkan tanggung jawab tersebut bersama Bernardo Silva, Rodri, dan Ruben Dias.
Perannya tidak lagi terbatas pada penyelesai serangan. Ia mulai dituntut memberikan pengaruh lebih besar kepada rekan-rekannya, baik di ruang ganti maupun ketika tim menghadapi tekanan.
Ilkay Gundogan, yang bermain bersama Haaland pada musim treble Manchester City 2022-2023, menyebut penyerang Norwegia itu sebagai bagian yang sebelumnya hilang dari timnya.
Manchester City sudah memiliki tim kuat sebelum Haaland datang dari Borussia Dortmund pada 2022. Namun, Gundogan menilai kekuatan fisik, kecepatan, penyelesaian akhir, dan kemampuan teknisnya menjadi solusi untuk memenangi Liga Champions.
Menurut Gundogan, kualitas Haaland terus meningkat sejak saat itu. Ia bahkan menilai mantan rekannya tersebut mungkin merupakan penyerang terbaik di dunia saat ini karena sangat sulit dihentikan.
Tantangan dari Rekan-rekan Manchester City
Belum ada pertahanan yang berhasil menghentikan Haaland mencetak gol pada Piala Dunia 2026. Bahkan Gabriel Magalhaes, salah satu rival terberatnya di Liga Inggris, tidak mampu mencegahnya membobol gawang Brasil dua kali.
Berikutnya, Haaland akan menghadapi sejumlah pemain yang sangat mengenal permainannya. Marc Guehi, John Stones, dan Nico O’Reilly merupakan bagian dari skuad Inggris yang juga mempunyai hubungan dengan Manchester City.
Mereka memahami cara Haaland bergerak, berlatih, dan mencari ruang di kotak penalti. Namun, pengetahuan tersebut tidak otomatis membuat pekerjaan menghentikannya menjadi lebih mudah.
Inggris mungkin berharap Haaland mengenakan seragam putih pada pertandingan di Miami. Pemain yang lahir di Leeds itu justru akan berdiri dengan seragam merah Norwegia dan berusaha menyingkirkan negara kelahirannya.
Piala Dunia Milik Haaland
Messi masih mengejar gelar dunia berikutnya, Mbappe berusaha kembali membawa Prancis ke final, sedangkan Kane memikul harapan Inggris. Namun, kisah Haaland dan Norwegia memberikan warna berbeda pada Piala Dunia 2026.
Ia tampil bersama tim dengan peringkat terendah di antara peserta perempat final, tetapi mampu membawa negaranya melewati Brasil. Tujuh gol dari empat pertandingan menjadi bukti bahwa Norwegia tidak hanya hadir untuk meramaikan turnamen.
Haaland juga mengubah cara publik melihat peran seorang penyerang. Ia tidak membutuhkan puluhan sentuhan, keterlibatan panjang dalam pembangunan serangan, atau penguasaan bola dominan untuk menentukan pertandingan.
Satu gerakan, satu sundulan, atau satu tembakan sudah cukup. Itulah yang membuat Inggris harus waspada selama setiap detik pertandingan.
Norwegia memang belum menjadi juara dunia. Akan tetapi, dari gol, sejarah, hingga fenomena Viking Row yang menyebar ke seluruh dunia, Piala Dunia 2026 sejauh ini terasa seperti panggung milik Erling Haaland.



