Hingga 7 Agustus 2026, Rodri belum resmi meninggalkan Manchester City, meski kontraknya memasuki tahun terakhir dan klub-klub Spanyol terus mendekat. Artikel ini membahas skenario pengganti apabila transfer benar-benar terjadi pada bursa musim panas.
Kehilangan Rodri tidak dapat diselesaikan hanya dengan membeli gelandang bertahan yang rajin merebut bola. Manchester City membutuhkan pengatur tempo, penerima umpan pertama, pelindung transisi, dan pemain yang memahami ruang dalam permainan posisi Enzo Maresca.
Mengapa Manchester City Sulit Menggantikan Rodri?
Maresca biasanya membangun serangan pendek dari belakang, memakai satu bek sayap yang bergerak ke tengah, kemudian membentuk struktur 3-2-5. Dalam sistem tersebut, penerus Rodri harus tenang ditekan, disiplin menjaga posisi, dan progresif mengalirkan bola.
Rodri selama bertahun-tahun menjadi titik keseimbangan Manchester City karena mampu mengontrol pertandingan tanpa banyak sentuhan berisiko. Ia membaca tekanan, mengarahkan rekan, menghentikan serangan balik, dan memilih kapan permainan harus dipercepat atau diperlambat.
Karena itu, tiga kandidat berikut tidak dinilai sekadar berdasarkan usia, reputasi, atau statistik tekel. Analisis juga mempertimbangkan kesesuaian mereka dengan Manchester City, tuntutan Premier League, gaya Enzo Maresca, kelemahan, serta perkiraan biaya transfer.
1. Angelo Stiller
Angelo Stiller merupakan kandidat paling menyerupai Rodri dalam aspek pengaturan tempo dan pembangunan serangan dari area rendah. Gelandang Stuttgart tersebut nyaman menerima bola dari bek tengah, membuka tubuh, lalu menemukan umpan vertikal melewati tekanan pertama lawan.
Produk akademi Bayern München itu berkembang sebagai poros berkaki kiri dengan kesadaran posisi yang kuat. Bersama Stuttgart, Stiller terbiasa bermain dalam tim terstruktur, mengendalikan arah sirkulasi, serta membantu menjaga jarak antarlini ketika penguasaan bola hilang.
Bagi Enzo Maresca, kualitas terpenting Stiller sebagai calon penerus Rodri adalah keberaniannya meminta bola ketika lawan menekan tinggi. Manchester City membutuhkan pemain yang tidak bersembunyi, mampu melakukan sentuhan pertama bersih, dan segera menciptakan sudut umpan berikutnya.
Stiller juga dapat dimainkan sebagai gelandang tunggal atau bagian poros ganda, memberi Maresca fleksibilitas mengubah 4-3-3 menjadi 4-2-3-1. Kehadirannya memungkinkan gelandang seperti Elliot Anderson atau Tijjani Reijnders bergerak lebih agresif menuju sepertiga akhir.
Kelebihan lain Stiller yang menyerupai Rodri terletak pada akurasi distribusi jarak menengah dan kemampuannya memindahkan serangan secara cepat. Ia dapat membantu Manchester City menarik tekanan ke satu sisi, lalu mengirim bola menuju winger yang berada dalam situasi satu lawan satu.
Namun, Stiller belum memiliki dominasi fisik dan jangkauan defensif seperti Rodri saat menjaga ruang terbuka. Ia bisa kesulitan menghadapi transisi cepat Premier League apabila dua gelandang di depannya terlambat melakukan tekanan balik setelah kehilangan bola.
Kekurangan lainnya dibandingkan Rodri adalah pengalaman yang masih terbatas dalam perburuan gelar Inggris dan jadwal padat Liga Champions. Manchester City harus menyiapkan masa adaptasi, terutama untuk meningkatkan duel udara, kekuatan tubuh, dan pengambilan keputusan ketika pertandingan menjadi kacau.
Stiller sebelumnya memiliki klausul pelepasan sekitar 36,5 juta euro, tetapi masa berlakunya dilaporkan berakhir pada 15 Juli 2026. Stuttgart kini menguasai negosiasi dan dapat meminta sedikitnya 50 juta euro, bahkan mendekati 60 juta euro.
Dengan harga tersebut, Stiller menjadi pilihan paling ekonomis dari tiga kandidat pengganti Rodri. Risiko adaptasinya tetap ada, tetapi kombinasi usia, teknik, visi, dan kecocokan struktur membuatnya masuk akal bagi Manchester City dalam proyek jangka menengah.
2. Adam Wharton
Adam Wharton menawarkan keuntungan penting sebagai calon penerus Rodri, yakni pengalaman langsung menghadapi intensitas Premier League. Gelandang Crystal Palace tersebut sudah memahami kecepatan pertandingan, tekanan fisik, variasi pressing, dan tuntutan bermain setiap pekan di Inggris.
Wharton sangat kuat dalam umpan satu atau dua sentuhan yang memecah garis pertahanan lawan. Data Premier League menunjukkan ia termasuk gelandang paling progresif, mampu menemukan penyerang lebih awal, dan tetap memberi kontribusi ketika tim kehilangan penguasaan bola.
Dalam sistem Enzo Maresca, Wharton dapat menjalankan fungsi Rodri, menerima bola di samping bek sayap terbalik, kemudian menghubungkan lini pertama dan pemain nomor delapan. Kaki kirinya memberi sudut distribusi berbeda serta membantu Manchester City keluar dari jebakan pressing sisi kanan.
Keunggulan besar Wharton dibandingkan Stiller adalah adaptasi lingkungan yang hampir tidak diperlukan. Ia telah menghadapi Arsenal, Liverpool, dan Manchester City, sehingga memahami betapa kecilnya waktu mengambil keputusan ketika berjumpa tim dengan tekanan agresif.
Wharton juga lebih siap mendekati tugas defensif Rodri melalui duel, penutupan jalur umpan, dan perebutan bola kedua dibandingkan gambaran seorang playmaker murni. Karakter tersebut membantu Maresca mempertahankan keseimbangan ketika lima pemain Manchester City mengisi garis serang dalam struktur 3-2-5.
Meski demikian, Wharton belum terbukti menjadi poros tunggal dalam tim yang mendominasi penguasaan sepanjang musim. Di Palace, ia sering mendapat dukungan gelandang lain dan perlindungan struktur tiga bek, sehingga tuntutan menggantikan Rodri akan berbeda.
Ia juga belum memiliki ancaman udara, kontrol kotak penalti, dan kemampuan mencetak gol penting seperti Rodri. Manchester City mungkin harus membagi tugas tersebut kepada Anderson, Reijnders, bek tengah, atau pemain lain ketika menghadapi pertandingan berintensitas tinggi.
Hambatan terbesar adalah harga karena kontrak Wharton berlaku sampai 2029 dan Crystal Palace tidak memiliki kewajiban menjual. Sejumlah laporan menempatkan valuasinya di atas 80 juta pound, sedangkan negosiasi realistis dapat mendekati 90 sampai 100 juta pound.
Biaya tersebut membuat Wharton menjadi pembelian paling mahal dibandingkan manfaat jangka pendeknya. Namun, Manchester City memperoleh pemain Inggris berusia 22 tahun, berpengalaman di Premier League, dan masih memiliki ruang perkembangan besar di bawah Enzo Maresca.
3. Ayyoub Bouaddi
Ayyoub Bouaddi merupakan pilihan dengan potensi tertinggi sekaligus risiko terbesar untuk menggantikan Rodri. Gelandang Lille itu baru berusia 18 tahun, tetapi sudah memperlihatkan ketenangan luar biasa pada pertandingan Liga Champions dan Piala Dunia 2026 bersama Maroko.
Bouaddi memiliki postur tinggi, langkah panjang, kemampuan melindungi bola, serta keberanian menerima operan seperti tuntutan kepada Rodri di ruang sempit. Kombinasi tersebut membuatnya menarik bagi Manchester City, karena Maresca membutuhkan gelandang yang teknis sekaligus mampu menutup area luas.
Dalam fase pembangunan, Bouaddi bisa berdiri sebagai poros tunggal atau membentuk pasangan bersama Anderson. Ia mampu memainkan umpan cepat, membawa bola melewati tekanan, dan menjaga sirkulasi Manchester City tetap bergerak tanpa memaksakan operan berbahaya.
Potensinya terlihat ketika menjalani debut sebagai starter Liga Champions pada ulang tahun ke-17 dan membantu Lille mengalahkan Real Madrid. Pengalaman itu menunjukkan Bouaddi tidak mudah terganggu atmosfer besar, meskipun usianya masih sangat muda.
Bouaddi juga memberikan keuntungan jangka panjang yang tidak dimiliki kandidat lain. Manchester City dapat membentuk kebiasaan posisinya sejak awal, mengembangkan kekuatan defensif, dan mempersiapkannya menjadi pusat permainan selama satu dekade setelah era Rodri.
Namun, meminta pemain berusia 18 tahun langsung menggantikan Rodri merupakan perjudian besar. Bouaddi belum menjalani musim penuh dalam intensitas Premier League, belum menghadapi jadwal Natal Inggris, dan masih membutuhkan konsistensi dalam membaca transisi.
Kekurangannya dibandingkan Rodri bukan terutama teknik, melainkan pengalaman mengelola pertandingan ketika tim sedang tertekan atau unggul tipis. Manchester City membutuhkan pemimpin yang mampu berkomunikasi, mengatur tempo, dan mengambil keputusan matang dalam perebutan gelar setiap pekan.
Harga Bouaddi juga sangat tinggi karena Lille memperpanjang kontraknya sampai 2029 dan memasang valuasi sekitar 100 juta euro. Laporan terbaru menyebut Manchester City berusaha menekan biaya dasar menuju 90 juta euro dengan tambahan bonus performa.
Secara finansial, angka tersebut mendekati harga pemain yang sudah mapan, bukan proyek remaja. Akan tetapi, bila Maresca dan departemen rekrutmen yakin pada perkembangan Bouaddi, investasi besar dapat menghasilkan pengganti Rodri dengan nilai jangka panjang tertinggi.
Siapa Pilihan Terbaik Manchester City?
Apabila Manchester City mengutamakan kesesuaian taktik dan efisiensi biaya, Angelo Stiller menjadi pilihan pertama. Ia paling siap menjalankan fungsi distribusi Rodri, memahami permainan posisi, dan dapat dibeli dengan harga jauh lebih rendah daripada Wharton atau Bouaddi.
Apabila prioritasnya adalah kesiapan Premier League, Adam Wharton menawarkan risiko adaptasi paling kecil. Ia mampu bermain progresif, bekerja tanpa bola, dan menjaga intensitas, meskipun Manchester City harus membayar premi besar untuk pemain Inggris berkontrak panjang.
Sementara itu, Bouaddi menjadi pilihan paling ambisius untuk proyek sepuluh tahun. Potensinya sangat tinggi, tetapi Maresca sebaiknya tidak menjadikannya satu-satunya pengganti Rodri tanpa pendamping berpengalaman selama dua atau tiga musim pertama.
Pilihan ideal bergantung pada rencana Manchester City terhadap Anderson, Reijnders, Nico González, dan Mateo Kovačić. Bila kedalaman tersebut dipertahankan, Bouaddi dapat berkembang bertahap; bila klub membutuhkan starter langsung, Stiller atau Wharton lebih aman.
Kesimpulan akhirnya menempatkan Stiller sebagai rekomendasi paling rasional, Wharton sebagai pilihan paling siap, dan Bouaddi sebagai investasi dengan batas potensi tertinggi. Tidak satu pun mampu menyalin Rodri sepenuhnya, sehingga Maresca harus membagi tanggung jawab dalam kolektivitas.
Manchester City tetap harus memastikan perlindungan transisi, komunikasi lini tengah, dan distribusi gol tidak melemah setelah Rodri pergi. Rekrutan baru hanya berhasil apabila struktur Maresca membuat kelebihannya terlihat serta menutupi kekurangan melalui pergerakan rekan setim.



