Musim baru selalu membuka jalan bagi talenta muda untuk muncul dari akademi, bangku cadangan, atau klub sebelumnya. Premier League 2026-2027 kembali menghadirkan banyak pemain muda Liga Inggris yang berpeluang merebut tempat utama dan mengejutkan publik.
Istilah pemain terobosan tidak hanya diberikan kepada lulusan akademi yang baru promosi. Sebutan itu juga mencakup pemain muda dengan pengalaman level tertinggi terbatas yang diprediksi berkembang pesat sepanjang musim.
Berikut 20 pemain muda Liga Inggris yang patut dipantau dari setiap klub peserta Premier League 2026-2027. Beberapa berpeluang menjadi starter reguler, sedangkan lainnya harus lebih dahulu meyakinkan pelatih melalui penampilan pramusim dan kesempatan terbatas.
1. Marli Salmon – Arsenal
Marli Salmon menjadi kandidat menarik setelah mencatat debut senior bersama Arsenal pada usia 16 tahun 102 hari. Bek serbabisa itu membuat empat penampilan musim lalu dan memenangkan 71,8 persen duel bersama tim U-21.
Salmon dapat bermain sebagai bek kanan maupun bek tengah, sehingga fleksibilitasnya cocok dengan kebutuhan Mikel Arteta. Arsenal juga telah menyiapkan perjanjian awal agar pemain muda Liga Inggris tersebut menandatangani kontrak ketika berusia 17 tahun.
2. Brian Madjo – Aston Villa
Aston Villa merekrut Brian Madjo dari Metz sekitar 10,5 juta pound pada Januari, tetapi sempat gagal mendaftarkannya. Putusan itu kemudian dibatalkan setelah Villa membawa perkara transfer internasional tersebut ke Pengadilan Arbitrase Olahraga.
Penyerang berusia 17 tahun itu memiliki postur besar, pergerakan kuat, dan sering dibandingkan dengan Erling Haaland. Empat gol selama pramusim memperbesar peluangnya mendapatkan menit bermain bersama tim asuhan Unai Emery.
3. Veljko Milosavljevic – Bournemouth
Kepergian Marcos Senesi membuka tempat di jantung pertahanan Bournemouth dan Veljko Milosavljevic berpeluang mengambilnya. Pemain Serbia berusia 19 tahun itu hanya tampil tujuh kali musim lalu, tetapi sudah memahami atmosfer sepak bola Inggris.
Milosavljevic membuat sapuan terbanyak di antara pemain Bournemouth ketika menjalani debut Premier League pada September. Ia juga memperoleh debut senior bersama Serbia pada Oktober 2025, meski Marco Rose mungkin masih menginginkan bek lebih berpengalaman.
4. Antoni Milambo – Brentford
Musim pertama Antoni Milambo di Inggris terganggu cedera ACL yang dialaminya ketika membela tim nasional pada Oktober. Brentford sebelumnya merekrut gelandang tersebut dari Feyenoord dengan nilai sekitar 21 juta pound.
Milambo pernah menjadi pemain termuda Feyenoord dan berkembang sebagai gelandang box-to-box yang agresif membantu serangan. Catatan 14 kontribusi gol pada musim 2024-2025 memperlihatkan potensinya sebagai pemain muda Liga Inggris yang dinamis.
5. Zadok Yohanna – Brighton
Brighton membayar sekitar 21,5 juta pound untuk mendatangkan Zadok Yohanna dari AIK setelah hanya 13 penampilan liga. Nilai tersebut menjadi rekor penjualan sepak bola Swedia dan menunjukkan keyakinan besar terhadap winger Nigeria berusia 19 tahun itu.
Yohanna merupakan winger kanan berkaki kiri yang berani melakukan duel satu lawan satu. Sebelum pindah, ia mencatatkan 8,5 percobaan dribel per 90 menit, tertinggi di Allsvenskan, meski penyelesaian akhirnya masih perlu diperbaiki.
6. Reggie Watson – Chelsea
Chelsea memiliki banyak talenta akademi, tetapi Reggie Watson dinilai punya peluang menembus persaingan yang padat. Gelandang bertahan berusia 16 tahun tersebut memiliki fisik kuat, nyaman menguasai bola, serta kesadaran ruang yang baik.
Watson bahkan mulai dibandingkan dengan Rodri dan mendapat pujian dari Xabi Alonso setelah tampil impresif pada pramusim. Masalah kebugaran Romeo Lavia dan Dario Essugo dapat membuka kesempatan bermain bagi pemain muda Liga Inggris ini.
7. Kai Andrews – Coventry City
Coventry City lebih memprioritaskan perjuangan bertahan daripada memberikan kesempatan besar kepada pemain muda. Namun, Kai Andrews dapat memaksa Frank Lampard mengubah rencana apabila tampil konsisten setelah kembali dari masa pinjaman di Hibernian.
Gelandang berusia 19 tahun itu mencatatkan 10 penampilan bersama Coventry sebelum dipinjamkan. Ia juga menjalani starter pertama untuk Wales melawan Rumania, membuat sembilan umpan di sepertiga akhir dan memenangkan dua pelanggaran.
8. Joel Drakes-Thomas – Crystal Palace
Joel Drakes-Thomas menjadi pemain termuda Crystal Palace di Premier League pada musim lalu dan berpotensi memperoleh peran lebih besar. Winger tersebut juga tampil menjanjikan saat menghadapi KuPS dalam UEFA Conference League.
Dalam pertandingan itu, Drakes-Thomas membuat tujuh umpan silang, menciptakan dua peluang, dan menyelesaikan tiga dribel. Kedatangan Pierre Sage membuka era baru di Selhurst Park yang dapat mengangkat pemain muda Liga Inggris tersebut.
9. Tyrique George – Everton
Tyrique George belum langsung bersinar setelah bergabung dengan Everton sebagai pemain pinjaman pada Februari dan hanya sekali menjadi starter. Namun, pramusim penuh di Merseyside memberi kesempatan baginya memahami tuntutan David Moyes.
Kecepatan dan keberaniannya menghadapi bek sayap dapat menjadi senjata setelah Jack Grealish kembali ke Manchester City. George sudah memulai tiga dari empat laga pramusim, sementara Iliman Ndiaye dikaitkan dengan kepindahan ke luar negeri.
10. Farhaan Ali-Wahid – Fulham
Farhaan Ali-Wahid mengincar debut senior setelah mencetak 10 gol dan tujuh assist untuk Fulham U-21 pada musim lalu. Hanya dua pemain yang membukukan kontribusi gol lebih banyak dalam kompetisi Premier League 2.
Winger kiri berusia 19 tahun itu juga menciptakan 26 peluang dari permainan terbuka dan masuk nominasi pemain terbaik musim. Alvaro Arbeloa telah mengujinya dalam laga persahabatan melawan Norwich, Al-Ahli, dan Farense.
11. Charlie Hughes – Hull City
Sebagai klub promosi, hampir seluruh pemain Hull City berpotensi menjadi kejutan, tetapi Charlie Hughes memiliki fondasi paling kuat. Bek tengah tersebut menjadi poros pertahanan dengan 36 starter dan bermain penuh sepanjang babak play-off.
Hughes membukukan rata-rata 1,54 blok per 90 menit, tertinggi di Championship bagi pemain dengan lebih dari 1.000 menit. Ia juga mencatatkan 7,62 sapuan per laga, sehingga cocok menghadapi tekanan Premier League.
12. Tudor Mendel-Idowu – Ipswich Town
Tudor Mendel-Idowu menunggu debut tim utama setelah bergabung dengan Ipswich pada 2024 dan berkembang bersama skuad U-21. Winger kanan itu sebelumnya menimba ilmu di Chelsea dan tim pengembangan Anderlecht.
Ia mencatatkan sembilan gol serta enam assist dari 17 laga Premier League 2 musim lalu. Mendel-Idowu juga menghasilkan 33 peluang terbuka dan 21 kali merebut bola di sepertiga akhir.
13. Jayden Lienou – Leeds United
Jayden Lienou mulai mendapatkan kepercayaan Daniel Farke setelah menjadi salah satu pemain paling konsisten di tim U-21 Leeds. Bek berusia 18 tahun itu memulai hampir seluruh pertandingan Premier League 2 musim lalu.
Lienou merebut penguasaan bola 5,4 kali per 90 menit dan menjadi satu-satunya pemain akademi yang tampil dalam tiga laga pramusim pertama. Pemanggilan ke tim senior Wales juga memperkuat reputasinya sebagai pemain muda Liga Inggris menjanjikan.
14. Trey Nyoni – Liverpool
Pergantian pelatih memberi ruang baru bagi Trey Nyoni yang tampil sebagai salah satu gelandang terbaik Liverpool selama pramusim. Pemain berusia 19 tahun itu sebelumnya hanya membuat 14 penampilan di bawah Arne Slot.
Nyoni menyelesaikan 141 dari 154 umpan dalam tiga laga persahabatan, menghasilkan akurasi 92 persen. Ia juga menuntaskan 44 dari 54 umpan ke depan, sementara isu kepergian Curtis Jones dapat membuka jalur ke tim utama.
15. Ryan McAidoo – Manchester City
Ryan McAidoo bersinar di lingkungan akademi Manchester City yang sangat kompetitif dan mencatatkan 12 kontribusi gol di Premier League 2. Ia kemudian mencetak gol pada debut senior saat City mengalahkan Exeter 10-1 di Piala FA.
Winger berusia 18 tahun tersebut juga menonjol dalam laga pramusim melawan Inter dengan dua dribel sukses dan 13 sentuhan di kotak lawan. Enzo Maresca menyebutnya sebagai tipe winger yang disukainya.
16. JJ Gabriel – Manchester United
JJ Gabriel dianggap sebagai harapan terbesar akademi Manchester United setelah mencetak 23 gol di kompetisi U-18 musim lalu. Catatan itu membawanya meraih penghargaan pemain terbaik U-18 Premier League 2025-2026.
Penyerang berusia 15 tahun tersebut dapat bermain melebar maupun di tengah, dengan karakter berani dan ekspresif. Setelah menjalani debut senior melawan Atletico Madrid, ia berpeluang memecahkan rekor pemain termuda United di Premier League.
17. Park Seung-soo – Newcastle United
Pergantian pelatih di Newcastle membuka peluang bagi sejumlah pemain muda, termasuk Park Seung-soo yang menghabiskan musim lalu beradaptasi di Premier League 2. Winger Korea Selatan berusia 19 tahun itu tampil energik dan rapi ketika membawa bola.
Park mencatatkan 4,7 percobaan dribel per 90 menit dan tampil meyakinkan sepanjang pramusim. Kepergian Anthony Gordon serta proses adaptasi Bazoumana Toure dapat membuka ruang di sisi kiri serangan.
18. Kalum Thompson – Nottingham Forest
Kalum Thompson bergabung dari Linfield saat berusia 16 tahun dan langsung menghabiskan sebagian besar musim bersama Nottingham Forest U-21. Ia menjadi pemain termuda sekaligus salah satu pemilik menit bermain terbanyak dalam skuad tersebut.
Winger kiri berusia 17 tahun itu mencatatkan 4,7 percobaan dribel per 90 menit dan enam kontribusi gol. Thompson juga meraih penghargaan Scholar of the Year serta nominasi pemain bulanan Premier League 2.
19. Nilson Angulo – Sunderland
Nilson Angulo memang sudah berusia 23 tahun, tetapi pengalaman terbatas di Inggris membuatnya masih layak masuk kategori pemain terobosan. Sunderland membelinya dari Anderlecht dengan biaya awal sekitar 15 juta pound pada Januari.
Adaptasi awalnya berjalan lambat, meski Piala Dunia bersama Ekuador memberi tambahan kepercayaan diri. Sebelum pindah, Angulo memimpin Liga Belgia dengan 111 percobaan dribel dan menghasilkan 11 kontribusi gol.
20. Luca Williams-Barnett – Tottenham Hotspur
Luca Williams-Barnett berkembang cepat dari tim U-18 menuju skuad utama Tottenham dan membuat satu penampilan senior musim lalu. Gelandang serang berusia 17 tahun tersebut juga rutin masuk bangku cadangan sepanjang kampanye.
Dalam 10 pertandingan Premier League 2, Williams-Barnett mencatatkan 1,25 gabungan gol dan assist per 90 menit. Ia juga menghasilkan 0,8 peluang besar per laga serta tampil rutin selama pramusim.
Daftar tersebut menunjukkan jalur menuju tim utama tidak selalu berasal dari akademi klub sendiri. Beberapa pemain muda Liga Inggris datang melalui transfer mahal, masa pinjaman, atau pengalaman singkat di liga lain sebelum mendapatkan kesempatan.
Musim 2026-2027 akan menentukan siapa yang mampu mengubah potensi menjadi kontribusi nyata di Premier League. Menit bermain, keberanian pelatih, kebugaran, dan kemampuan beradaptasi akan menjadi faktor terbesar dalam perjalanan mereka.



