Pertemuan Lionel Messi dan Robert Lewandowski akhirnya hadir di Major League Soccer, membawa dua penyerang terbesar generasinya ke panggung Amerika Serikat. Messi vs Lewandowski akan tersaji ketika Chicago Fire menjamu Inter Miami di Soldier Field, Chicago, pada Rabu malam waktu setempat.
Pertemuan dua bintang bukan sekadar nostalgia dua mantan ikon Barcelona, karena laga ini datang saat kedua klub sedang bersaing di papan atas Wilayah Timur. Chicago berada di posisi ketiga dengan 38 poin, sedangkan Miami menempati urutan kedua dengan 43 poin.
Menurut AS, pertandingan tersebut menjadi pertemuan pertama keduanya sejak Lewandowski meninggalkan Barcelona dan bergabung dengan Chicago Fire pada musim panas 2026. Keduanya memiliki sejarah panjang dengan Barcelona, tetapi tak pernah menjadi rekan setim karena Messi pergi pada 2021 dan Lewandowski datang setahun kemudian.
MLS menjadwalkan Chicago Fire melawan Inter Miami pada 9 September 2026 pukul 20.30 waktu Timur Amerika, atau 19.30 waktu Chicago. Bagi penonton Indonesia, Messi vs Lewandowski berlangsung Kamis, 10 September 2026 sekitar pukul 07.30 WIB di Soldier Field.
Taruhan kompetitif membuat pertandingan ini lebih bernilai dibanding sekadar reuni dua superstar, terutama karena selisih Chicago dan Miami hanya lima poin. Messi vs Lewandowski pun menjadi etalase utama pertandingan yang dapat memengaruhi posisi kedua tim menjelang fase akhir musim reguler.
Messi vs Lewandowski Kembali Bertemu Setelah Qatar 2022
Pertemuan terakhir keduanya terjadi pada 30 November 2022, ketika Argentina menghadapi Polandia dalam laga penutup Grup C Piala Dunia Qatar. Argentina menang 2-0 dan memastikan posisi juara grup, sedangkan Polandia tetap lolos ke babak 16 besar sebagai runner-up.
Dalam pertemuan di Qatar, Messi sebenarnya mendapat peluang membuka skor melalui penalti, tetapi eksekusinya digagalkan Wojciech Szczęsny sebelum Alexis Mac Allister dan Julián Álvarez mencetak gol. FIFA mencatat Argentina tetap kuat setelah kegagalan tersebut dan mengamankan tiket menghadapi Australia.
Bagi Polandia, kegagalan penalti Messi ikut menjaga peluang mereka tetap hidup pada malam yang berlangsung penuh tekanan karena selisih gol menjadi faktor penting. Messi vs Lewandowski akhirnya berakhir tanpa gol dari kedua bintang, tetapi menghasilkan cerita dramatis yang melekat hingga sekarang.
Sebelum Qatar, keduanya sudah tiga kali tersaji di Liga Champions dan memperlihatkan perubahan keseimbangan kekuatan Barcelona serta Bayern München. Dua pertemuan berlangsung pada semifinal 2015, sedangkan satu lainnya terjadi dalam perempat final 2020 yang dikenang sebagai malam kelam Barcelona.
Babak penting keduanya terjadi saat Barcelona memenangi leg pertama semifinal 2015 dengan skor 3-0 setelah Messi mencetak dua gol dan memberi assist untuk Neymar. UEFA mencatat ledakan tiga gol pada fase akhir membuat Bayern membawa defisit berat ke München.
Giliran Lewandowski memenangi duel pada leg kedua ketika Bayern menang 3-2, dengan sang striker mencetak gol menit ke-59 setelah Neymar memborong dua gol Barcelona. Hasil itu tak menghentikan Barcelona lolos dengan agregat 5-3 menuju final.
Dari empat pertemuan sebelumnya, rekor keduanya seimbang dengan dua kemenangan untuk masing-masing pihak tanpa hasil imbang. Messi menang bersama Barcelona pada leg pertama 2015 dan Argentina pada 2022, sedangkan Lewandowski menang pada leg kedua 2015 serta perempat final 2020.
Luka 8-2 yang Sulit Dilupakan
Pertemuan paling brutal keduanya terjadi pada 14 Agustus 2020, ketika Bayern menghancurkan Barcelona 8-2 pada perempat final Liga Champions di Lisbon. Lewandowski mencetak gol ketujuh Bayern dan ikut terlibat dalam kombinasi yang menghasilkan gol pembuka Thomas Müller.
UEFA mencatat Bayern menjadi tim pertama yang mencetak delapan gol dalam sebuah pertandingan fase gugur Liga Champions, sekaligus membuat rekor baru kemenangan terbesar perempat final. Barcelona kebobolan empat gol pada setiap babak, sebuah malam yang kemudian mempercepat perubahan besar di klub Catalan.
Bagi Messi, satu kekalahan dalam Messi vs Lewandowski menjadi titik terendah fase akhir kariernya di Barcelona sebelum ia pergi pada 2021. Bagi Lewandowski, kemenangan itu menjadi bagian perjalanan Bayern menuju gelar Liga Champions dan menguatkan statusnya sebagai penyerang elite.
Keduanya kemudian berkembang menjadi perbandingan individual yang lebih luas, termasuk produktivitas gol, pengaruh terhadap tim, dan penghargaan pemain terbaik. Namun keduanya tidak pernah membangun rivalitas personal terbuka, sehingga pertemuan mereka selalu terasa lebih seperti benturan dua standar kehebatan.
Latar belakang keduanya semakin emosional karena keduanya pernah membela Barcelona tetapi tidak pernah bermain bersama sebagai rekan setim. Lewandowski bahkan pernah mengatakan bermain dengan Messi merupakan impian seorang penyerang berkat kualitas umpan dan kiriman bolanya ke kotak penalti.
“Bagi seorang striker, bermain dengan Messi adalah mimpi,” kata Lewandowski ketika rumor kepulangan Messi ke Barcelona sempat menguat. Messi vs Lewandowski kini justru bertemu sebagai lawan di Amerika, bukan sebagai duet yang pernah dibayangkan sebagian pendukung Barcelona.
Kini Punya Taruhan Nyata di MLS
Babak MLS Messi vs Lewandowski nyaris dimulai ketika Lewandowski menjalani debut bersama Chicago Fire melawan Inter Miami pada 22 Juli 2026, tetapi Messi tidak tampil. EFE melaporkan Luis Suárez mencetak dua gol saat Miami menang 3-2, sementara Lewandowski bermain 62 menit.
Messi dan Rodrigo De Paul absen pada pertandingan tersebut karena mendapat waktu istirahat setelah membantu Argentina mencapai final Piala Dunia 2026. Karena itu, duel yang dinantikan gagal terjadi pada Juli dan baru benar-benar hadir dalam pertemuan kedua musim ini di Soldier Field.
Selepas kekalahan debutnya, Lewandowski memberi konteks penting menjelang Messi vs Lewandowski dengan menyoroti kesalahan bertahan dan koordinasi Chicago yang harus diperbaiki. “Dengan lebih sedikit kesalahan, kami bisa saja imbang atau bahkan menang,” ujarnya setelah kekalahan 2-3 dari Miami.
Kini situasinya berbeda karena Messi vs Lewandowski datang ketika keduanya sudah kembali menjadi pusat permainan masing-masing tim, bukan sekadar nama besar dalam promosi. Data resmi liga menunjukkan Messi mengoleksi 18 gol dan 12 assist, sementara Lewandowski mencatat lima gol dan dua assist dari delapan penampilan.
Messi baru saja membuat dua assist ketika Inter Miami bermain imbang 2-2 melawan Atlanta United, sehingga total kontribusi golnya mencapai 30 musim ini. Catatan kompetisi menyebutnya sebagai pemain pertama dalam sejarah liga yang mencapai sedikitnya 30 kontribusi gol dalam tiga musim berbeda.
Catatan tersebut membuat Messi vs Lewandowski menarik secara teknis karena usia tidak menghapus kemampuan keduanya menentukan pertandingan melalui cara berbeda. Messi masih mengontrol tempo, ruang, dan peluang, sedangkan Lewandowski tetap mengandalkan pergerakan, posisi, serta penyelesaian akhir di dalam kotak penalti.
Menjelang pertemuan keduanya, Chicago datang dengan rangkaian enam pertandingan tanpa kekalahan, walaupun tiga laga terakhir berakhir imbang dan memperlihatkan masalah menjaga momentum. Pada pertandingan terakhir melawan Toronto FC, Fire bermain 4-4 ketika Lewandowski menyumbang satu gol dan satu assist.
Inter Miami juga tidak datang dalam kondisi sempurna setelah kehilangan dua poin saat ditahan Atlanta, tetapi kualitas individual mereka tetap sangat tinggi. Messi, Luis Suárez, Rodrigo De Paul, dan Casemiro memberi Miami banyak cara untuk membongkar lawan dari fase build-up hingga penyelesaian.
Dari sudut taktik, duel keduanya mempertemukan dua jenis ancaman yang menuntut respons pertahanan berbeda sepanjang pertandingan. Chicago harus menutup ruang antarlini agar Messi tidak bebas menerima bola, sedangkan Miami wajib membatasi umpan silang dan cutback menuju Lewandowski di kotak penalti.
Pertandingan keduanya juga menjadi ujian penting bagi proyek Gregg Berhalter yang membawa Chicago kembali kompetitif setelah bertahun-tahun sulit bersaing. Catatan resmi liga menunjukkan Fire kembali ke playoff pada 2025 untuk pertama kalinya sejak 2017 sebelum memperkuat skuad agresif.
Kedatangan Lewandowski diumumkan Chicago Fire pada 29 Juni 2026 sebagai Designated Player setelah empat musim membela Barcelona. Reuters melaporkan penyerang Polandia itu menandatangani kontrak sampai musim 2027/28, menambahkan pengalaman puluhan trofi dan ratusan gol ke proyek Berhalter.
Messi vs Lewandowski karena itu mencerminkan perubahan wajah MLS, yang semakin mampu menjadikan pertemuan pemain elite sebagai bagian dari persaingan liga, bukan sekadar atraksi. Keduanya masih produktif dan tim mereka sama-sama membutuhkan poin, sehingga kualitas pertandingan memiliki dasar kompetitif yang kuat.
Rekor dua kemenangan berbanding dua kemenangan memberi bumbu tambahan pada duel yang sudah sarat sejarah, sementara klasemen membuat hasil pertandingan mempunyai konsekuensi langsung. Messi vs Lewandowski di Soldier Field akan memecahkan keseimbangan pertemuan pribadi mereka untuk pertama kalinya sejak Qatar 2022.
Namun pertandingan tetap akan ditentukan oleh kekuatan kolektif Chicago dan Miami, sebab tidak ada satu pemain yang mampu mengontrol seluruh fase selama 90 menit. Messi vs Lewandowski memang menjadi headline, tetapi transisi, duel lini tengah, dan efektivitas pertahanan kemungkinan menentukan pemenang sebenarnya.
Pada akhirnya, Messi vs Lewandowski menghadirkan kombinasi langka antara nostalgia Barcelona, luka Liga Champions, memori Piala Dunia, dan persaingan aktual MLS. Soldier Field menjadi panggung bab baru dua legenda, empat tahun setelah duel terakhir mereka berakhir dengan kemenangan Argentina atas Polandia.
Jika Messi mampu menemukan ruang di antara lini Chicago, Miami mempunyai jalur jelas menuju peluang berkualitas dan kontrol permainan di sepertiga akhir. Sebaliknya, Lewandowski hanya membutuhkan satu atau dua kesempatan bersih untuk mengubah pertandingan dan memberi Chicago kemenangan yang mereka cari.
Messi vs Lewandowski akhirnya bukan cerita tentang siapa yang masih memiliki nama terbesar, melainkan siapa yang paling efektif pada malam penting bagi dua klub papan atas. Itulah yang membuat laga ini pantas disebut duel utama MLS, bukan sekadar reuni dua mantan bintang Barcelona.



