Close Menu
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
Home - Olahraga - Messi Gagal Penalti Lagi, Argentina Perlu Cari Eksekutor Baru?

Messi Gagal Penalti Lagi, Argentina Perlu Cari Eksekutor Baru?

  • Juli 9, 2026
Lionel Messi

Lionel Messi kembali menjadi penentu keberhasilan Argentina melaju ke perempat final Piala Dunia 2026, tetapi satu kelemahan lama kembali muncul dalam pertandingan melawan Mesir. Sang kapten gagal mengeksekusi penalti untuk kedua kalinya sepanjang turnamen.

Argentina akhirnya menang dramatis 3-2 setelah sempat tertinggal dua gol hingga menit ke-79. Namun, kegagalan Messi dari titik putih nyaris membuat perjuangan sang juara bertahan berakhir lebih cepat.

Dilansir Opta Analyst, catatan penalti Messi ternyata berada di bawah rata-rata eksekutor secara umum. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kemungkinan Lionel Scaloni menunjuk pemain lain sebagai penendang utama Argentina.

Terlepas dari kegagalan penalti tersebut, kontribusi Messi dalam kemenangan atas Mesir tetap sangat besar. Pemain berusia 39 tahun itu menciptakan satu assist dan mencetak satu gol dalam kebangkitan luar biasa Argentina.

Mantan bintang Barcelona ini juga menjadi pemain pertama dalam sejarah Piala Dunia yang mampu mencetak gol dalam enam pertandingan fase gugur secara beruntun. Ia kini memimpin daftar pemberi assist sepanjang sejarah turnamen dengan sembilan assist, melewati catatan Diego Maradona.

Penampilan itu sekaligus menjadi kelima kalinya Messi mencetak gol dan memberikan assist dalam satu pertandingan Piala Dunia. Tidak ada pemain lain yang mampu melakukannya lebih dari tiga kali sejak pencatatan data dimulai pada 1966.

Tanpa kontribusi Messi, perjalanan Argentina kemungkinan besar sudah berakhir pada babak 16 besar. Namun, kegagalan penaltinya menunjukkan bahwa kemampuan luar biasa dalam permainan terbuka tidak selalu diikuti ketajaman serupa dari jarak 12 meter.

Penalti Messi Mudah Dibaca Kiper 

 

Kesempatan penalti diperoleh Argentina setelah Nicolás Tagliafico dijatuhkan Haissem Hassan di dalam kotak terlarang. Saat itu Argentina baru tertinggal satu gol sehingga penalti tersebut seharusnya menjadi peluang penting untuk segera menyamakan kedudukan.

Sang kapten mengarahkan bola pada ketinggian yang relatif mudah dijangkau, tidak terlalu dekat dengan tiang dan tidak cukup keras untuk menyulitkan kiper. Mostafa Shobeir membaca arah tendangan dengan tepat sebelum melakukan penyelamatan.

Kegagalan tersebut sempat membuat Argentina berada dalam posisi sangat berbahaya. Mesir kemudian unggul 2-0, sementara satu gol lainnya dianulir dalam keputusan wasit yang memicu protes keras dari kubu Mesir.

Argentina baru memperkecil kedudukan melalui Cristian Romero sebelum Messi menyamakan skor. Enzo Fernández kemudian melengkapi kebangkitan dengan mencetak gol kemenangan pada masa tambahan waktu.

Sebelum gol Romero tercipta, superkomputer Opta hanya memberikan peluang kemenangan sebesar 0,6 persen kepada Argentina dalam waktu normal. Argentina akhirnya mencatat kebangkitan paling terlambat dalam sejarah Piala Dunia setelah tertinggal minimal dua gol tanpa membutuhkan perpanjangan waktu.

Dua Kali Gagal di Piala Dunia 2026

Kegagalan melawan Mesir merupakan penalti kedua Messi yang tidak menghasilkan gol pada Piala Dunia 2026. Sebelumnya, ia juga gagal menjalankan tugas serupa ketika Argentina menghadapi Austria pada fase grup.

Messi menjadi pemain pertama dalam sejarah Piala Dunia yang gagal mengeksekusi lebih dari satu penalti dalam satu edisi turnamen, tidak termasuk adu penalti. Secara keseluruhan, ia mencatat kegagalan penalti terbanyak dalam sejarah kompetisi tersebut.

Dari seluruh kesempatan penalti yang dimilikinya di Piala Dunia, tingkat keberhasilan Messi hanya mencapai 50 persen. Catatan tersebut sangat berbeda dibandingkan kemampuan penyelesaian akhirnya ketika mencetak gol melalui permainan terbuka.

Messi sebenarnya memiliki pengalaman mencetak penalti dalam pertandingan bertekanan tinggi. Ia berhasil menjalankan tugas tersebut pada final Piala Dunia 2022 dan mencetak enam gol dari enam penalti dalam pertandingan El Clásico bersama Barcelona.

Namun, sejumlah kegagalan penting juga membayangi kariernya. Messi pernah membentur mistar ketika Barcelona disingkirkan Chelsea pada semifinal Liga Champions 2011-2012 serta digagalkan Keylor Navas dan Thibaut Courtois pada dua musim berbeda.

Catatan Messi Berada di Bawah Rata-Rata

Berdasarkan kompetisi yang dianalisis secara terperinci oleh Opta, Messi telah mengambil 148 penalti bersama Barcelona, Paris Saint-Germain, Inter Miami dan tim nasional Argentina. Sebanyak 114 tendangan berhasil menjadi gol atau setara dengan tingkat keberhasilan 77 persen.

Angka tersebut terlihat cukup tinggi, tetapi masih berada di bawah tingkat keberhasilan rata-rata eksekusi penalti. Analisis terhadap hampir satu juta tembakan dari 40 kompetisi menunjukkan bahwa peluang penalti menghasilkan gol berada di sekitar 79 persen.

Dengan demikian, Messi mencetak penalti pada tingkat yang sedikit lebih rendah dibandingkan rata-rata penendang. Catatan tersebut menjadi salah satu kelemahan paling mencolok dalam karier pemain yang dikenal memiliki teknik dan penyelesaian akhir luar biasa.

Di Piala Dunia, Messi mencetak empat penalti dari nilai peluang sebesar 6,31 expected goals atau xG. Artinya, jumlah gol penaltinya berada 2,31 gol di bawah angka yang diperkirakan berdasarkan kualitas kesempatan.

Perbandingan berbeda terlihat pada gol tanpa penalti. Messi mencetak 17 gol dari 13,1 xG dalam permainan terbuka, menunjukkan keunggulan sebesar 3,9 gol dibandingkan perkiraan statistik.

Data itu memperlihatkan Messi tetap menjadi penyelesai peluang elite ketika bola bergerak. Namun, performanya justru menurun ketika menghadapi situasi penalti yang secara teori menawarkan peluang mencetak gol jauh lebih besar.

Argentina Memiliki Sejumlah Alternatif

Lionel Scaloni sebenarnya mempunyai beberapa pemain dengan catatan penalti lebih baik. Leandro Paredes mencatat tingkat keberhasilan 92,9 persen, sedangkan Alexis Mac Allister dan Enzo Fernández sama-sama memiliki persentase 91,7 persen.

Julián Álvarez juga menjadi pilihan kuat dengan tingkat keberhasilan mencapai 89,5 persen. Keempat pemain tersebut menjadi starter melawan Mesir dan masih berada di lapangan ketika Messi gagal menjalankan tugasnya.

Mac Allister menjadi pemain lapangan dengan menit bermain terbanyak kedua bagi Argentina pada Piala Dunia 2026 setelah Messi. Kondisi itu membuat gelandang Liverpool tersebut berpeluang selalu tersedia ketika Argentina mendapatkan penalti.

Lautaro Martínez justru memiliki catatan lebih rendah dengan keberhasilan 66,7 persen, sementara Thiago Almada berada pada angka 64,3 persen. Meski demikian, Lautaro menjadi satu-satunya pemain Argentina yang sudah mencetak gol penalti pada Piala Dunia 2026.

Pengalaman Messi Tetap Menjadi Pertimbangan

Mengganti Messi sebagai penendang penalti tentu bukan keputusan sederhana. Sang kapten telah mengambil 32 penalti untuk Argentina, sedangkan seluruh pemain lain dalam skuad saat ini hanya mengumpulkan tujuh kesempatan untuk tim nasional.

Paredes menjadi satu-satunya dari empat alternatif utama yang pernah mengambil penalti untuk Argentina. Dari tiga kesempatan yang didapatkannya, mantan gelandang Paris Saint-Germain itu pernah mengalami satu kegagalan.

Tekanan dalam pertandingan Piala Dunia juga berbeda dibandingkan laga klub. Pemain yang menggantikan Messi harus menghadapi sorotan besar karena mengambil alih tugas dari salah satu pesepak bola terbaik sepanjang sejarah.

Namun, kegagalan melawan Austria dan Mesir menunjukkan Argentina perlu mempertimbangkan semua pilihan. Pada pertandingan melawan lawan yang lebih kuat, mereka belum tentu memperoleh kesempatan kedua untuk memperbaiki penalti yang gagal.

Messi tetap menjadi pemain terpenting dalam permainan Argentina dan sudah dua kali menyelamatkan timnya pada turnamen ini. Akan tetapi, menjaga Messi sebagai pusat permainan tidak harus berarti mempertahankannya sebagai eksekutor utama penalti.

Scaloni kini menghadapi keputusan penting menjelang pertandingan perempat final. Dengan Paredes, Mac Allister, Fernández dan Álvarez memiliki catatan lebih baik, pergantian penendang penalti dapat menjadi langkah rasional demi mempertahankan peluang Argentina menjuarai Piala Dunia untuk kedua kalinya secara beruntun.

Thailand di Piala AFF.

Daftar Pemain Thailand yang Sering Bobol Gawang Indonesia di Piala AFF

23 Jul 2026
Roulette Game

Roulette

22 Jul 2026
5 negara favorit juara Piala AFF 2026.

5 Negara Favorit Juara Piala AFF 2026, Indonesia Nomor Berapa?

22 Jul 2026
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Responsible Gambling
© 2026 Bonanza88. ▲

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.