Close Menu
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
Home - Olahraga - Liverpool Sudah Belanja Besar tapi Belum Menang, Masalah Andoni Iraola Bukan di Lini Depan

Liverpool Sudah Belanja Besar tapi Belum Menang, Masalah Andoni Iraola Bukan di Lini Depan

  • Agustus 31, 2026

Liverpool memulai era Andoni Iraola dengan hasil yang jauh dari standar klub penantang gelar, setelah hanya mengumpulkan dua poin dari dua pertandingan Liga Inggris. Dua hasil imbang 2-2 juga memperlihatkan masalah pertahanan lama belum benar-benar hilang meski skuad kembali diperkuat.

Hasil 2-2 melawan Nottingham Forest di Anfield akhir pekan lalu menjadi alarm paling jelas karena Liverpool dua kali tertinggal sebelum Alexander Isak dan Victor Muñoz menyelamatkan satu poin. Sebelumnya, mereka juga membutuhkan penalti Dominik Szoboszlai pada masa tambahan waktu untuk menghindari kekalahan di kandang Newcastle.

Dilansir CBS Sports, persoalan terbesar bukan kemampuan menciptakan peluang, melainkan ketidakmampuan Liverpool menjaga area sayap dan mencegah lawan memasuki kotak penalti dengan mudah. Situasi tersebut membuat Andoni Iraola menghadapi paradoks: lini depan semakin mahal, tetapi fondasi tim masih terlihat rapuh.

Reuters mencatat Andoni Iraola tetap melihat perkembangan positif setelah laga Forest, terutama peningkatan intensitas pada babak kedua dan keberanian pemain baru. Namun ia juga mengakui Liverpool terlalu pasif pada awal pertandingan dan belum konsisten menekan lawan tanpa bola.

Liverpool Kebobolan Empat Gol, Masalahnya Lebih Dalam dari Angka

Empat gol yang bersarang dalam dua pertandingan memang terlalu sedikit untuk menghasilkan kesimpulan final tentang satu musim penuh. Tetapi pola kebobolannya lebih mengkhawatirkan daripada angka karena lawan berulang kali menemukan ruang setelah Liverpool kehilangan bola di sisi lapangan.

Jeremie Frimpong dan Milos Kerkez seharusnya memberikan energi besar dari posisi bek sayap, tetapi keseimbangan menyerang dan bertahan belum terbentuk secara konsisten. Saat keduanya naik terlalu tinggi, ruang di belakang terbuka dan bek tengah dipaksa menghadapi transisi lawan dalam situasi yang tidak ideal.

Masalah itu terasa ironis bagi Andoni Iraola karena Kerkez pernah berkembang pesat di bawah asuhannya ketika masih bersama Bournemouth. Sang bek sendiri sebelumnya menggambarkan gaya Iraola sebagai sepak bola intens dengan duel satu lawan satu dan tekanan tinggi di seluruh lapangan.

Kerkez sebenarnya memiliki atribut yang cocok untuk pendekatan tersebut, yakni kecepatan, agresivitas, serta kemampuan menyerang ruang dari sisi kiri. Namun sistem Liverpool membutuhkan koordinasi lebih presisi karena kegagalan satu pressing dapat langsung meninggalkan Virgil van Dijk dan rekan-rekannya dalam area luas.

CBS Sports menyoroti distribusi Kerkez yang tidak akurat melawan Forest sebagai salah satu sumber serangan balik lawan, sementara Frimpong juga belum sepenuhnya nyaman dalam empat bek. Kepergian Andrew Robertson membuat kebutuhan terhadap stabilitas di posisi fullback menjadi semakin nyata.

Liverpool sebenarnya memiliki Dominik Szoboszlai sebagai solusi darurat, karena gelandang Hungaria itu beberapa kali terlihat efektif ketika turun ke posisi bek kanan. Masalahnya, memindahkan Szoboszlai keluar dari lini tengah justru mengurangi energi dan kualitas progresi bola pada sektor yang juga belum stabil.

Situasi menjadi semakin rumit setelah Curtis Jones resmi pindah ke Inter Milan, sehingga pilihan gelandang Andoni Iraola berkurang menjelang jadwal padat. Reuters melaporkan Jones meninggalkan Liverpool setelah 228 pertandingan tim utama, dengan nilai transfer dilaporkan sekitar 35 juta euro termasuk bonus.

Tanpa Jones, memindahkan Szoboszlai ke belakang memiliki konsekuensi lebih besar karena Florian Wirtz kemudian harus turun lebih dalam untuk membantu sirkulasi. Dampak berikutnya terlihat pada Alexander Isak, yang bisa terisolasi ketika jarak antara penyerang dan gelandang kreatif terlalu jauh.

Bradley Barcola Bukan Obat untuk Semua Masalah Liverpool

Di sinilah persoalan Liverpool tidak bisa diselesaikan hanya dengan menambah kualitas individu di lini depan, bahkan ketika Bradley Barcola semakin dekat. Penyerang hebat dapat meningkatkan jumlah peluang, tetapi ia tidak akan otomatis menutup ruang di belakang fullback atau memperbaiki struktur rest defence.

Reuters melaporkan Liverpool disebut telah mencapai kesepakatan untuk Barcola dengan nilai awal 106 juta pound dan bonus yang dapat membawa totalnya menjadi 123 juta pound. Pemain Prancis itu mempunyai 39 gol serta 37 assist dalam 152 pertandingan bersama Paris Saint-Germain.

Barcola jelas memberi Andoni Iraola kecepatan, kemampuan satu lawan satu, dan ancaman transisi yang sangat dibutuhkan setelah kepergian Mohamed Salah. Namun transfer tersebut sekaligus menimbulkan pertanyaan mengenai prioritas karena lubang terbesar dalam dua pertandingan awal justru terlihat ketika Liverpool bertahan.

The Guardian pada 31 Agustus juga menyoroti keganjilan strategi transfer Liverpool, dengan bek kanan, sektor kanan serangan, dan gelandang tengah masih dianggap membutuhkan penguatan. Kegembiraan menyambut Barcola karena itu berjalan beriringan dengan kekhawatiran bahwa skuad tetap tidak seimbang.

Persoalan lainnya adalah bagaimana Andoni Iraola membagi menit bermain apabila Barcola benar-benar masuk sementara Cody Gakpo tetap bertahan. Victor Muñoz sudah memberikan dampak, Wirtz dan Isak hampir pasti menjadi pemain utama, sedangkan Rio Ngumoha juga membutuhkan ruang untuk berkembang.

Artinya, Liverpool bisa segera memiliki banyak pilihan berkualitas untuk menyelesaikan serangan tetapi tetap kekurangan pemain dengan profil tertentu untuk mencegahnya dimulai oleh lawan. Ketidakseimbangan seperti inilah yang membuat besarnya investasi transfer belum tentu berbanding lurus dengan peningkatan kualitas kolektif.

Apakah Ronald Araujo Bisa Menjadi Jawaban Andoni Iraola?

Liverpool sudah mendatangkan Ronald Araujo dengan status pinjaman dari Barcelona, sebuah langkah yang memberikan Andoni Iraola opsi untuk mengubah struktur pertahanan. Bek Uruguay tersebut dapat digunakan sebagai bek tengah tambahan atau dimainkan lebih melebar untuk menciptakan tiga pemain ketika membangun serangan.

Salah satu solusi paling logis adalah mengubah bentuk dasar menjadi tiga bek ketika Liverpool menguasai bola, dengan Araujo menjaga sisi kanan dan Frimpong bergerak lebih tinggi. Struktur seperti itu dapat mengurangi beban transisi sekaligus mempertahankan ancaman ofensif yang menjadi kekuatan utama Frimpong.

Alternatif lainnya adalah memasang Araujo sebagai bek kanan konservatif, sementara Szoboszlai tetap berada di tengah dan membantu menutup ruang saat dibutuhkan. Pendekatan ini mungkin tidak seagresif memainkan Frimpong, tetapi dapat memberi Andoni Iraola keseimbangan yang saat ini belum dimiliki.

Namun solusi tiga bek juga mempunyai risiko karena kedalaman bek tengah Liverpool tidak sepenuhnya ideal, terutama ketika jadwal Eropa mulai berjalan. Araujo didatangkan setelah Jérémy Jacquet mengalami masalah kebugaran, sementara Joe Gomez dan Giovanni Leoni juga sempat berada dalam kondisi tidak tersedia.

Jérémy Jacquet sendiri menjadi bagian penting dari regenerasi pertahanan setelah didatangkan dari Rennes dengan biaya lebih dari 50 juta pound. Tetapi meminta pemain muda langsung menjadi pengatur pertahanan Liverpool akan menjadi tekanan besar, terlebih ketika sistem di sekelilingnya belum stabil.

Selama beberapa musim terakhir, kualitas Alisson dan Virgil van Dijk sering menutupi kerusakan struktur yang terjadi di depan mereka. Sekarang Alisson berusia 33 tahun dan Van Dijk 35 tahun, sehingga Liverpool tidak bisa terus mengandalkan dua pemain senior untuk menyelesaikan setiap situasi darurat.

Penalti Nottingham Forest menunjukkan gambaran tersebut, ketika Neco Williams masuk ke area berbahaya dan kontak dengan Alisson berujung hukuman bagi Liverpool. Morgan Gibbs-White mengeksekusinya untuk membuat Forest kembali unggul, sebelum Muñoz menyelamatkan satu poin pada menit-menit akhir.

Secara ofensif, gol Muñoz justru memperlihatkan versi Liverpool yang ingin dibangun Andoni Iraola: cepat, vertikal, dan berani menyerang ruang. Florian Wirtz menerima bola dengan ruang, menemukan Muñoz, lalu pemain baru tersebut berputar sebelum menyelesaikan serangan dengan efektif.

Masalahnya, momen seperti itu masih muncul dalam ledakan pendek, bukan sebagai pola dominan selama sembilan puluh menit pertandingan. Forest tetap mampu menciptakan ancaman secara konsisten, sehingga Liverpool seolah harus mencetak banyak gol hanya untuk mengimbangi risiko dari struktur pertahanannya sendiri.

Andoni Iraola terkenal dengan pressing agresif dan keinginan merebut bola sedekat mungkin dengan gawang lawan, tetapi sistem semacam itu membutuhkan sinkronisasi sempurna. Jika satu pemain terlambat menekan, ruang yang ditinggalkan dapat dimanfaatkan lawan sebelum lini belakang sempat mengatur ulang posisi.

Tantangan tersebut semakin besar karena Liverpool sedang mengalami pergantian identitas setelah era Arne Slot berakhir dan beberapa pemain penting meninggalkan klub. Iraola bukan hanya mengganti susunan pemain, tetapi mencoba mengubah ritme, intensitas, serta cara seluruh tim bereaksi ketika kehilangan penguasaan.

Reuters menyebut Liverpool menghabiskan sekitar 446 juta pound pada periode belanja besar sebelumnya, tetapi tetap hanya finis kelima musim lalu. Fakta itu menjadi pengingat bahwa mengumpulkan pemain berkualitas tidak otomatis menghasilkan tim yang seimbang tanpa struktur taktik yang jelas.

Karena itu, ukuran keberhasilan Andoni Iraola bukan seberapa cepat Barcola, Muñoz, atau pemain mahal lain mencetak gol, melainkan seberapa cepat Liverpool mengurangi peluang bersih lawan. Tim juara biasanya tidak hidup dari pertandingan terbuka yang memaksa mereka mengejar skor setiap pekan.

Ada alasan untuk tidak panik karena Liverpool tetap menunjukkan karakter kuat dengan dua kali bangkit dari posisi tertinggal pada dua pertandingan pertama. Isak mulai menemukan gol, Muñoz langsung memberikan dampak, sedangkan Wirtz memperlihatkan kualitas yang bisa menjadi pusat kreativitas ketika struktur tim membaik.

Liga Champions Membuat Liverpool Tak Punya Banyak Waktu

Waktu Andoni Iraola untuk bereksperimen sangat terbatas karena Liverpool sudah harus bertandang ke markas Ipswich Town pada 4 September. Lima hari kemudian, Atlético Madrid datang ke Anfield pada pertandingan pertama fase liga Liga Champions musim 2026/27.

UEFA telah mengonfirmasi Liverpool menghadapi Atlético pada 9 September sebelum menjalani tujuh pertandingan lain di fase liga. Lawan seperti Atlético akan jauh lebih kejam menghukum kehilangan bola, ruang antarlini, serta fullback yang terlambat kembali setelah menyerang.

Ekspektasi di kompetisi tersebut juga tinggi karena delapan tim teratas fase liga akan langsung lolos ke babak 16 besar tanpa melewati playoff. Liverpool bahkan finis di delapan besar musim lalu, sehingga penurunan standar pada fase awal akan segera memunculkan tekanan tambahan.

Pertandingan melawan Ipswich karena itu bukan hanya kesempatan meraih kemenangan pertama, tetapi juga laboratorium terakhir sebelum level kesulitan meningkat. Andoni Iraola perlu menemukan kombinasi bek, gelandang, dan pemain sayap yang dapat menyerang agresif tanpa membuat Liverpool terlalu mudah ditembus.

Jika jendela transfer masih memberi kesempatan, tambahan bek kanan atau gelandang dengan kemampuan menutup ruang akan terasa lebih relevan daripada winger berikutnya. Liverpool membutuhkan pemain yang membuat sistem lebih stabil, bukan sekadar menambahkan kompetisi pada area yang sudah memiliki banyak opsi menyerang.

Hal yang juga harus diperhatikan adalah masa depan Cody Gakpo, karena ketidakpastian mengenai dirinya dapat kembali mengubah struktur lini depan. Barcola akan menambah persaingan bersama Muñoz dan Rio Ngumoha, sementara Wirtz serta Isak hampir pasti menjadi titik utama dalam rancangan menyerang.

Jika Gakpo pergi, kebutuhan winger memang kembali terbuka, tetapi Liverpool tetap tidak boleh mengabaikan keseimbangan skuad di belakang. The Guardian mencatat pasar mereka masih dianggap memiliki lubang di bek kanan dan lini tengah, dua area yang berkaitan langsung dengan masalah awal musim.

Pada akhirnya, dua hasil imbang belum membuktikan Andoni Iraola gagal, tetapi keduanya sudah memberikan diagnosis yang cukup jelas tentang pekerjaan mendesak. Liverpool memiliki banyak senjata untuk mencetak gol, sementara sistem pertahanannya belum memberi perlindungan yang sepadan terhadap kualitas tersebut.

Araujo dapat menjadi sebagian jawaban, Szoboszlai dapat memberikan solusi sementara, dan Barcola dapat meningkatkan serangan, tetapi tidak satu pun bekerja tanpa koordinasi kolektif. Tugas terbesar Andoni Iraola adalah membuat setiap bagian mahal Liverpool akhirnya bergerak sebagai satu tim, bukan kumpulan pemain berbakat.

Jika ia berhasil memperbaiki jarak antarlini, pressing, dan perlindungan sisi lapangan, start tanpa kemenangan ini dapat berubah menjadi gangguan kecil pada awal musim. Jika tidak, Liga Champions dan persaingan gelar akan memperbesar masalah yang Nottingham Forest dan Newcastle sudah berhasil tunjukkan lebih dulu.

Liverpool punya starting XI baru setelah Bradley Barcola datang. Cody Gakpo berpotensi bergeser ke kanan dalam racikan Andoni Iraola musim 2026/27.

Best Starting XI Liverpool Usai Transfer Musim Panas, Barcola Datang dan Gakpo Punya Peran Baru

02 Sep 2026
Mariano Peralta, pemain bintang Persib Bandung.

Mariano Peralta, Bintang Baru Persib Bandung yang Siap Mengguncang Asia

02 Sep 2026
Persib Bandung di AFC Champions League Two

Analisis Peluang Persib Bandung Lolos ke Babak 16 Besar AFC Champions League Two 2026/27

02 Sep 2026
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Responsible Gambling
© 2026 Bonanza88. ▲

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.