Juventus vs AC Milan menjadi salah satu laga terbesar pada gameweek ketiga Serie A 2026/27 karena kedua tim sama-sama mengawali musim dengan sempurna. Juventus dan Milan mengoleksi enam poin dari dua pertandingan, sehingga duel di Turin langsung bernuansa persaingan papan atas.
Pertandingan dimainkan di Allianz Stadium pada Minggu, 6 September 2026 pukul 20.45 waktu Italia atau Senin, 7 September pukul 01.45 WIB. Jadwal tersebut dikonfirmasi Juventus dan Lega Serie A, dengan Maurizio Mariani ditunjuk sebagai wasit utama.
Juventus akan melawan AC Milan dengan modal dua kemenangan tanpa kebobolan pada awal Serie A musim ini. Pasukan Luciano Spalletti menang 1-0 atas Frosinone sebelum menundukkan Parma 2-0 melalui Nicolás González dan Teun Koopmeiners.
AC Milan juga membawa catatan sempurna setelah mengalahkan Torino 2-1 dan Venezia 2-0 dalam dua pertandingan pertama Serie A. Tim asuhan Rúben Amorim mulai memperlihatkan identitas permainan vertikal, pressing agresif, serta keberanian memenangkan duel satu lawan satu.
Situasi tersebut membuat Juventus vs AC Milan menjadi tes besar pertama bagi dua tim yang sama-sama sedang membangun proyek baru musim ini. Juventus terlihat lebih stabil dalam pertahanan, sedangkan Milan menawarkan transisi cepat dan mobilitas serangan yang berpotensi menguji struktur Spalletti.
Juventus vs AC Milan di Serie A: Duel Dua Tim Sempurna
Spalletti menilai Milan sudah mempunyai pola permainan jelas meskipun Serie A baru berlangsung dua pertandingan pada musim 2026/27. Menurut pelatih Juventus tersebut, Rossoneri bermain langsung, vertikal, cepat ketika bertransisi, serta terus menciptakan duel individual.
Amorim juga menyambut Juventus vs AC Milan sebagai ujian penting untuk mengetahui sejauh mana perkembangan timnya setelah dua kemenangan awal. Pelatih asal Portugal mengatakan skuad Rossoneri telah bekerja keras dan siap menghadapi salah satu pertandingan tandang tersulit.
Juventus mempunyai modal defensif paling meyakinkan karena belum kebobolan dalam 180 menit pertama Serie A musim ini. Bahkan, klub Turin untuk pertama kalinya mencatat clean sheet dalam dua pertandingan pembuka selama tiga musim liga berturut-turut.
Milan membawa ancaman berbeda karena empat gol mereka dalam dua pertandingan pertama lahir melalui Alphadjo Cissè, Adrien Rabiot, Gonçalo Ramos, dan gol bunuh diri lawan. Variasi tersebut memperlihatkan Rossoneri tidak sepenuhnya bergantung kepada seorang penyerang untuk menghasilkan gol.
Prediksi Susunan Pemain Juventus vs AC Milan
Prediksi susunan pemain Juventus vs AC Milan mengarah kepada formasi 4-2-3-1 untuk tuan rumah karena Spalletti masih kehilangan sejumlah pemain. Guglielmo Vicario diperkirakan tetap menjaga gawang setelah mencatat clean sheet dalam dua pertandingan pertama Serie A.
Pierre Kalulu berpeluang menempati bek kanan, sementara Gleison Bremer dan Jhon Lucumí menjadi duet sentral dengan Mehmet Zeki Çelik di kiri. Struktur tersebut memberi Juventus kombinasi duel fisik, kecepatan pemulihan, serta kemampuan membawa bola dari pertahanan.
Manuel Locatelli dan Douglas Luiz diproyeksikan kembali menjadi poros lini tengah karena menawarkan keseimbangan antara distribusi dan proteksi pertahanan. Keduanya harus sangat disiplin untuk mencegah Milan melepaskan serangan cepat setelah merebut bola di wilayah sentral.
Francisco Conceição diperkirakan bergerak dari kanan, Nicolás González menempati area nomor sepuluh, sedangkan Jérémie Boga beroperasi melalui kiri. Randal Kolo Muani tetap menjadi pilihan utama sebagai penyerang tengah dalam Juventus vs AC Milan.
Prediksi Juventus (4-2-3-1): Guglielmo Vicario; Pierre Kalulu, Gleison Bremer, Jhon Lucumí, Mehmet Zeki Çelik; Manuel Locatelli, Douglas Luiz; Francisco Conceição, Nicolás González, Jérémie Boga; Randal Kolo Muani.
Nick Woltemade berpeluang mendapatkan kesempatan dari bangku cadangan setelah resmi menjadi pemain Juventus menjelang penutupan bursa transfer. Spalletti mengatakan penyerang tersebut cocok memainkan skema dua striker dan mempunyai kemampuan membangun kombinasi bersama Randal Kolo Muani.
AC Milan diperkirakan mempertahankan sistem 3-4-2-1 yang sudah menjadi identitas Rúben Amorim sejak rangkaian pramusim. Mike Maignan kembali menjaga gawang setelah membukukan clean sheet pada kemenangan Serie A melawan Venezia di San Siro.
Mario Gila, Koni De Winter, dan Strahinja Pavlović menjadi kandidat utama membentuk tiga bek pada Juventus vs AC Milan. Absennya Matteo Gabbia mengurangi satu alternatif, tetapi Fikayo Tomori sudah kembali berada dalam rencana skuad Amorim.
Samuel Chukwueze diperkirakan menjalankan peran wing-back kanan, sementara Davide Bartesaghi memiliki peluang lebih besar bermain di sisi kiri. Luka Modrić dan Yunus Musah kemudian menjadi pasangan gelandang yang mengontrol sirkulasi sekaligus membantu perlindungan pertahanan.
Adrien Rabiot dan Alphadjo Cissè diproyeksikan bergerak di belakang Gonçalo Ramos, membuat Milan memiliki ancaman dari lini kedua. Pola tersebut memungkinkan dua pemain menyerang ruang ketika Ramos turun menahan bola atau menarik salah satu bek Juventus.
Prediksi AC Milan (3-4-2-1): Mike Maignan; Mario Gila, Koni De Winter, Strahinja Pavlović; Samuel Chukwueze, Luka Modrić, Yunus Musah, Davide Bartesaghi; Adrien Rabiot, Alphadjo Cissè; Gonçalo Ramos.
Christian Pulisic, Alexis Saelemaekers, Ardon Jashari, dan Ruben Loftus-Cheek memberikan beberapa opsi berbeda apabila Amorim membutuhkan perubahan permainan. Pelatih Rossoneri juga menyebut Thiago Moreira semakin siap setelah mendapatkan tambahan dua pekan latihan bersama skuad.
Daftar Pemain Absen Juventus vs AC Milan
Masalah terbesar Juventus menjelang Juventus vs AC Milan datang dari daftar cedera yang cukup panjang, sesuatu yang telah diakui langsung Spalletti. Pelatih Bianconeri mengatakan tujuh pemain berada dalam situasi cedera berbeda dan belum dapat kembali untuk laga Serie A.
Kenan Yıldız, Jeff Ekhator, Juan Cabal, Khéphren Thuram, Weston McKennie, Andrea Cambiaso, serta Pape Matar Sarr termasuk pemain yang bermasalah. Sky dan Gazzetta juga menempatkan sejumlah nama tersebut dalam daftar absen atau diragukan menjelang pertandingan.
Spalletti secara khusus memastikan Cambiaso, McKennie, dan Sarr belum pulih menjelang Juventus vs AC Milan dan berharap beberapa nama kembali pekan depan. Thuram juga mengalami persoalan lutut yang membuat Juventus kehilangan salah satu gelandang paling dinamis.
Milan mempunyai kondisi skuad relatif lebih baik, tetapi Matteo Gabbia tidak dapat diandalkan setelah mengalami masalah fisik menjelang perjalanan ke Turin. Amorim mengonfirmasi cedera tersebut dan mengaku belum mengetahui secara pasti berapa lama bek Italia itu absen.
Tidak terdapat pemain dari kedua kubu yang menjalani hukuman kartu merah atau akumulasi kartu menuju gameweek ketiga Serie A. Dengan demikian, persoalan utama susunan pemain berasal dari cedera dan kebugaran, terutama bagi Juventus yang kehilangan lebih banyak pilihan.
| Tim | Pemain | Status |
|---|---|---|
| Juventus | Kenan Yıldız | Absen |
| Juventus | Jeff Ekhator | Cedera |
| Juventus | Juan Cabal | Cedera |
| Juventus | Khéphren Thuram | Cedera lutut |
| Juventus | Weston McKennie | Belum fit |
| Juventus | Andrea Cambiaso | Belum fit |
| Juventus | Pape Matar Sarr | Belum fit |
| AC Milan | Matteo Gabbia | Cedera |
| Juventus | Skorsing | Tidak ada |
| AC Milan | Skorsing | Tidak ada |
5 Pertandingan Terakhir Juventus
Juventus membawa tren mengesankan menuju Juventus vs AC Milan setelah memenangkan empat dari lima pertandingan terakhir mereka di seluruh ajang. Tiga kemenangan terakhir bahkan diperoleh tanpa kebobolan, memperlihatkan perkembangan besar organisasi bertahan tim asuhan Luciano Spalletti.
Satu-satunya kekalahan Juventus dalam lima pertandingan terakhir terjadi ketika menghadapi Inter pada laga persahabatan di Perth dengan skor 1-2. Setelah itu, Bianconeri menundukkan Palermo, Frosinone, dan Parma sambil mempertahankan gawang tetap bersih.
| Tanggal | Pertandingan | Hasil |
|---|---|---|
| 29 Agustus 2026 | Juventus vs Parma | 2-0 |
| 23 Agustus 2026 | Frosinone vs Juventus | 0-1 |
| 11 Agustus 2026 | Juventus vs Palermo | 2-0 |
| 8 Agustus 2026 | Juventus vs Inter Milan | 1-2 |
| 5 Agustus 2026 | Chelsea vs Juventus | 0-1 |
Kemenangan atas Parma menjadi penampilan paling menarik karena Juventus sabar setelah babak pertama berakhir tanpa gol sebelum meningkatkan tekanan. Nicolás González membuka skor pada menit ke-63, kemudian Koopmeiners memastikan tiga poin dengan gol kedua menjelang akhir pertandingan.
5 Pertandingan Terakhir AC Milan
Milan juga memperlihatkan tren menanjak karena memenangkan tiga pertandingan terakhir sebelum Juventus vs AC Milan, termasuk dua pertandingan awal Serie A. Kemenangan 4-2 atas Manchester United menjadi titik perubahan setelah pramusim sebelumnya menghasilkan dua laga tanpa kemenangan.
Rossoneri kemudian mengalahkan Torino 2-1 melalui gol Cissè dan Rabiot sebelum menundukkan Venezia 2-0 di San Siro. Gonçalo Ramos mencetak gol kompetitif pertamanya untuk Milan pada pertandingan terakhir dan semakin percaya diri menuju Turin.
| Tanggal | Pertandingan | Hasil |
|---|---|---|
| 28 Agustus 2026 | AC Milan vs Venezia | 2-0 |
| 23 Agustus 2026 | Torino vs AC Milan | 1-2 |
| 15 Agustus 2026 | Manchester United vs AC Milan | 2-4 |
| 8 Agustus 2026 | Chelsea vs AC Milan | 3-0 |
| 5 Agustus 2026 | AC Milan vs Inter Milan | 1-1 |
Kekalahan 0-3 menghadapi Chelsea di Jakarta merupakan satu-satunya kekalahan Milan dalam lima pertandingan terakhir mereka sebelum gameweek ketiga Serie A. Amorim kemudian memperbaiki efektivitas pressing dan serangan vertikal hingga menghasilkan tiga kemenangan beruntun dengan total delapan gol.
Head to Head Juventus vs AC Milan
Catatan head to head Juventus vs AC Milan memperlihatkan keseimbangan luar biasa dalam lima pertemuan resmi terakhir di berbagai kompetisi. Juventus meraih satu kemenangan, Milan mencatat satu kemenangan, sedangkan tiga pertandingan lainnya berakhir imbang tanpa gol.
Pertemuan terakhir berlangsung pada 26 April 2026 di San Siro dan berakhir 0-0 dalam Serie A. Hasil identik terjadi pada pertemuan pertama musim 2025/26 di Allianz Stadium, menunjukkan kedua kesebelasan sulit menciptakan perbedaan.
Juventus memenangkan pertandingan Serie A pada Januari 2025 dengan skor 2-0, sedangkan Milan sebelumnya menang 2-1 dalam semifinal Supercoppa Italiana. Pertemuan November 2024 juga berakhir tanpa gol, mempertegas kecenderungan skor rendah dalam duel ini.
| Tanggal | Pertandingan | Skor |
|---|---|---|
| 26 April 2026 | AC Milan vs Juventus | 0-0 |
| 5 Oktober 2025 | Juventus vs AC Milan | 0-0 |
| 18 Januari 2025 | Juventus vs AC Milan | 2-0 |
| 3 Januari 2025 | Juventus vs AC Milan | 1-2 |
| 23 November 2024 | AC Milan vs Juventus | 0-0 |
Hanya lima gol tercipta dari lima pertandingan terakhir Juventus vs AC Milan, dengan Juventus menghasilkan tiga dan Milan mencetak dua. Statistik tersebut menjelaskan mengapa detail kecil, bola mati, kesalahan individu, atau satu momen transisi bisa menentukan pertandingan.
Player to Watch Juventus vs AC Milan: Randal Kolo Muani
Randal Kolo Muani menjadi Player to Watch Juventus karena karakter permainannya sangat cocok mengeksploitasi ruang di belakang pertahanan tiga bek Milan. Kecepatan, pergerakan diagonal, dan kemampuannya membawa bola dapat menjadi ancaman ketika wing-back Rossoneri bergerak terlalu tinggi.
Kolo Muani juga semakin penting karena absennya Kenan Yıldız mengurangi kreativitas Juventus pada area di belakang penyerang. Ia harus mampu menjadi titik pantul sekaligus membuka ruang bagi Conceição, Nicolás González, serta Boga untuk mendekati kotak penalti.
Kehadiran Nick Woltemade dari bangku cadangan bahkan dapat memberikan skenario lain apabila Juventus membutuhkan dua striker pada babak kedua. Spalletti secara terbuka mengatakan Woltemade mempunyai kemampuan kombinasi yang berpotensi bekerja sangat baik bersama Kolo Muani.
Player to Watch Juventus vs AC Milan: Gonçalo Ramos
Gonçalo Ramos menjadi Player to Watch Milan setelah mencetak gol pertamanya di San Siro ketika Rossoneri menundukkan Venezia 2-0. Penyerang Portugal tersebut menunjukkan naluri nomor sembilan dengan menyelesaikan serangan balik melalui sepakan menyilang pada menit ke-69.
Ramos juga mencetak gol pada kemenangan pramusim 4-2 atas Manchester United, sehingga ketajamannya sudah terlihat sebelum Serie A dimulai. Duel fisiknya dengan Gleison Bremer berpotensi menjadi salah satu pertarungan individu terpenting sepanjang pertandingan di Allianz Stadium.
Kekuatan Ramos tidak hanya berada pada penyelesaian akhir karena ia mampu menahan bola dan membuka jalur bagi pemain yang bergerak dari belakang. Rabiot serta Cissè dapat memanfaatkan pergerakan tersebut untuk masuk ke kotak penalti tanpa mudah terbaca.
Analisis Taktik Juventus vs AC Milan
Secara taktik, Juventus kemungkinan mencoba mengontrol Juventus vs AC Milan melalui Locatelli dan Douglas Luiz sebelum mengarahkan permainan menuju Conceição. Winger Portugal tersebut mempunyai kemampuan duel satu lawan satu yang dapat memaksa Bartesaghi atau Pavlović keluar dari struktur.
Çelik kemungkinan menjalankan peran lebih konservatif ketika Juventus menyerang dari sisi berlawanan agar perlindungan terhadap serangan balik tetap terjaga. Pendekatan itu penting karena Spalletti sudah mengidentifikasi kemampuan Milan melakukan transisi vertikal sangat cepat setelah mendapatkan penguasaan.
Milan kemungkinan mencoba memancing Juventus naik terlebih dahulu sebelum mengirimkan bola vertikal menuju Rabiot, Cissè, ataupun Ramos. Amorim juga dapat menggunakan Chukwueze sebagai sumber lebar sekaligus pemain pertama yang menyerang ruang setelah penguasaan berhasil direbut.
Pertempuran di sisi lapangan akan sangat menentukan karena Chukwueze harus mengatasi Boga dan Çelik, sementara Bartesaghi menghadapi Conceição serta Kalulu. Siapa pun yang mampu menciptakan keunggulan dua lawan satu berpotensi membuka pertandingan yang secara historis sangat ketat.
Duel lini tengah tidak kalah penting karena Locatelli dan Douglas Luiz menghadapi Modrić serta Musah dengan karakter yang berbeda. Juventus menawarkan struktur dan kontrol, sementara Milan mempunyai kemampuan membawa bola lebih cepat untuk mengubah ritme permainan dalam beberapa sentuhan.
Milan juga perlu mewaspadai bola mati karena Bremer sudah mencetak gol kemenangan Juventus dari sepak pojok melawan Frosinone. Sebaliknya, Juventus harus menjaga Ramos dan Pavlović ketika Rossoneri mendapatkan tendangan bebas ataupun sepak pojok di area berbahaya.
Jadwal Juventus vs AC Milan di Serie A 2026/27
Juventus vs AC Milan dimainkan di Allianz Stadium pada Minggu, 6 September 2026 pukul 20.45 CEST atau Senin, 7 September pukul 01.45 WIB. Pertandingan tersebut menjadi laga kandang kedua Juventus pada Serie A musim 2026/27.
Maurizio Mariani ditunjuk sebagai wasit utama, sementara Daniele Bindoni dan Stefano Alassio menjadi asistennya dalam pertandingan ini. Matteo Marcenaro bertugas sebagai ofisial keempat, dengan Michael Fabbri menjadi VAR dan Giacomo Camplone menjalankan peran AVAR.
| Detail Pertandingan | Keterangan |
|---|---|
| Pertandingan | Juventus vs AC Milan |
| Kompetisi | Serie A 2026/27 |
| Gameweek | 3 |
| Hari Indonesia | Senin |
| Tanggal Indonesia | 7 September 2026 |
| Kick-off | 01.45 WIB |
| Waktu Italia | 6 September 2026, 20.45 CEST |
| Stadion | Allianz Stadium |
| Kota | Turin |
| Wasit | Maurizio Mariani |
| VAR | Michael Fabbri |
Melihat bentuk permainan dan kondisi skuad, Juventus vs AC Milan berpotensi kembali berlangsung ketat seperti beberapa pertemuan terakhir di Serie A. Juventus mempunyai keuntungan kandang dan pertahanan solid, tetapi daftar cedera panjang memberi Milan peluang menyerang titik lemah tuan rumah.
Milan datang dengan pemain lebih lengkap dan kepercayaan diri tinggi setelah mencatat tiga kemenangan beruntun, tetapi Allianz Stadium menjadi ujian berbeda. Juventus juga sudah membuktikan kemampuan mengelola pertandingan dengan sabar ketika lawan bertahan rapat atau menekan secara agresif.



