Close Menu
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
Home - Olahraga - 109 Laga Tak Terkalahkan, Bagaimana Klub Malaysia JDT Bangun Dominasi yang Sulit Dipercaya?

109 Laga Tak Terkalahkan, Bagaimana Klub Malaysia JDT Bangun Dominasi yang Sulit Dipercaya?

  • Agustus 27, 2026

Johor Darul Ta’zim (JDT) menempatkan namanya dalam sejarah setelah membuka Liga Super Malaysia 2026/27 dengan kemenangan 3-0 atas Kuching City di Stadion Sultan Ibrahim. Hasil itu memperpanjang rekor JDT menjadi 109 pertandingan liga berturut-turut tanpa kekalahan, sebuah angka langka dalam sepak bola modern.

Marcos Guilherme membuka skor JDT pada menit ke-11 setelah menerima umpan Bergson da Silva, sebelum Oscar Arribas menggandakan keunggulan pada menit ke-55. Shahab Zahedi kemudian memastikan kemenangan pada menit ke-86, sekaligus membuat malam bersejarah itu berakhir tanpa ruang bagi kejutan Kuching City.

Reuters melaporkan kemenangan tersebut membawa JDT melewati rekor 108 laga tak terkalahkan milik ASEC Mimosas dari Pantai Gading yang bertahan sejak 1994. Rangkaian baru itu juga menegaskan bahwa dominasi Harimau Selatan bukan fenomena sesaat, melainkan proyek yang dibangun lebih dari satu dekade.

Catatan 109 pertandingan menjadi semakin mencengangkan karena kekalahan liga terakhir Johor terjadi pada 24 April 2021 saat Terengganu menang 1-0 di Stadion Sultan Ibrahim. Sejak malam itu, lawan berganti, pelatih berubah, dan musim berlalu, tetapi satu hal tetap sama: JDT tidak tumbang di liga.

JDT dan Rekor 109 Laga yang Mengubah Sejarah

Rekor lama ASEC Mimosas berdiri pada 1989 hingga 1994, ketika klub Abidjan menguasai kompetisi domestik Pantai Gading dengan konsistensi luar biasa. Arsip RSSSF mencatat 96 kemenangan dan 12 hasil imbang sebelum rangkaian yang kini dilewati JDT itu berakhir lewat kekalahan 1-2 dari SO Armée.

Itulah mengapa angka 109 tidak bisa dibaca sebagai statistik kosmetik, sebab JDT harus mempertahankan performa dalam periode lebih dari lima tahun untuk melewati standar tersebut. Reuters dan Bernama menyebut pencapaian ini sebagai rekor dunia untuk rangkaian tak terkalahkan terpanjang pada pertandingan liga kasta tertinggi.

Sebelum mencapai angka 109, JDT terlebih dahulu menyamai rekor ASEC melalui kemenangan brutal 14-1 atas Kelantan The Real Warriors pada laga terakhir musim lalu. Skor itu bukan hanya mengantar mereka ke angka 108, tetapi memperlihatkan jurang kualitas yang tercipta di kompetisi domestik Malaysia.

Yang lebih sulit dipercaya, JDT menjalani empat musim Liga Super Malaysia terakhir tanpa sekali pun menelan kekalahan, bukan hanya satu kampanye sempurna yang kebetulan tercipta. Dalam tiga musim terakhir sebelum 2026/27, mereka bahkan hanya kehilangan poin dalam satu pertandingan liga pada setiap musim.

Dominasi semacam itu biasanya memunculkan kejenuhan, rotasi besar, atau penurunan konsentrasi karena lawan selalu menempatkan sang juara sebagai target utama. Namun CEO Luis Garcia menilai rekor JDT semakin berat, karena setiap klub memperlakukan pertandingan menghadapi mereka seperti sebuah final.

Garcia memahami tekanan itu dari pengalaman bermain di Eropa, termasuk ketika menjadi bagian Liverpool yang menjuarai Liga Champions pada 2005. Menurutnya, kekuatan terbesar JDT bukan hanya kualitas skuad, tetapi kemampuan menjaga standar ketika seluruh lawan datang dengan motivasi ekstra untuk merusak rekor.

Xisco Munoz juga menolak melihat 109 pertandingan sebagai keajaiban yang muncul tiba-tiba, karena pelatih asal Spanyol itu menghubungkannya dengan pembangunan selama 12 tahun. Bernama mencatat Munoz menekankan investasi, fasilitas, dan keyakinan jangka panjang terhadap proyek JDT sebagai dasar pencapaian tersebut.

Bagaimana JDT Membangun Dominasi yang Sulit Dipercaya?

Fondasi perubahan dimulai ketika Tunku Ismail mengambil alih arah sepak bola Johor menjelang musim 2013 dan mendorong transformasi besar di dalam klub. Sejak itu, pembangunan tidak berhenti pada perekrutan pemain, tetapi menyentuh akademi, pusat latihan, medis, pemasaran, stadion, serta struktur organisasi.

Situs resmi klub mencatat kerja sama akademi pernah dilakukan bersama Borussia Dortmund dan Valencia, sementara fasilitas latihan terus diperluas dengan pusat medis serta auditorium. Pendekatan tersebut membuat JDT memiliki ekosistem yang tidak bergantung kepada satu pelatih, satu pemain bintang, atau satu generasi.

Stadion Sultan Ibrahim yang dibuka pada 2020 menjadi simbol perubahan, tetapi nilai sebenarnya terletak pada standar harian yang dibangun di belakang pertandingan. JDT menciptakan lingkungan profesional yang membuat pemain lokal dan asing berlatih dengan fasilitas serta ekspektasi berbeda dari kebanyakan rival domestik.

Keunggulan sumber daya memang memberi fondasi besar, namun uang tidak otomatis menghasilkan rangkaian lima tahun tanpa kekalahan karena kesalahan kecil tetap dapat menghancurkan rekor. Di sinilah JDT menunjukkan kemampuan mempertahankan kedalaman skuad, mengganti pemain, dan menjaga kompetisi internal tanpa mengubah standar hasil.

Contoh paling jelas terlihat pada musim 2025/26 ketika JDT meraih Liga Super, Piala FA, Piala Malaysia, dan Charity Shield sekaligus. Situs resmi klub menyebut mereka menjadi tim pertama Malaysia yang menyapu seluruh trofi domestik utama dalam empat musim berturut-turut sejak 2022.

Mereka juga telah mengunci 12 gelar Liga Super Malaysia berturut-turut sejak 2014 dan kini mengejar gelar ke-13 secara beruntun. Angka itu menempatkan JDT dalam kelompok kecil klub dunia yang mampu mempertahankan supremasi liga lebih dari satu dekade tanpa kehilangan arah kompetitif.

Situs resmi klub bahkan mencatat rangkaian 12 gelar tersebut telah melampaui rekor 11 juara liga berturut-turut yang pernah dibuat Bayern Munich di Jerman. Dalam kategori rentetan gelar yang masih aktif, hanya Ludogorets dari Bulgaria yang tercatat berada di atas pencapaian mereka sebelum musim ini.

Namun ukuran dominasi JDT tidak hanya terlihat dari lemari piala, karena level kompetitif mereka juga berkembang di luar lingkungan domestik. Gelar AFC Cup 2015 menjadikan mereka klub Asia Tenggara pertama yang menjuarai kompetisi tersebut, tonggak yang mengubah persepsi terhadap proyek Johor.

JDT Bukan Sekadar Besar di Liga Malaysia

Ambisi Asia kemudian meningkat ketika klub menjadi wakil Malaysia di AFC Champions League Elite, menghadapi lawan dengan kualitas dan anggaran lebih tinggi. Pengalaman itu penting karena pemain dipaksa beradaptasi dengan tempo berbeda, sekaligus membawa standar pertandingan internasional kembali ke kompetisi domestik.

Menjelang musim 2026/27, kekuatan tersebut kembali terlihat ketika JDT menahan Chelsea 3-3 dalam laga persahabatan pramusim di Malaysia. Hasil uji coba memang tidak memiliki bobot kompetitif seperti pertandingan resmi, tetapi cukup menunjukkan bahwa struktur permainan mereka mampu mengganggu tim Liga Inggris.

Pertandingan melawan Kuching City juga memperlihatkan pola yang sudah menjadi ciri dominasi mereka, yakni tekanan berkelanjutan, kontrol permainan, dan kesabaran menunggu celah. Bernama mencatat Kuching beberapa kali diselamatkan Haziq Nadzli sebelum Marcos Guilherme akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-11.

Kuching sempat mendapatkan peluang menyamakan skor melalui sundulan Gabriel Nistelrooy setelah jeda, namun Ahmad Syihan Hazmi mampu menggagalkannya. Setelah momen itu, JDT kembali meningkatkan tekanan dan menghukum lawan melalui Arribas serta Zahedi, memperlihatkan kemampuan mengendalikan fase penting pertandingan.

Itu menjelaskan mengapa rekor 109 pertandingan bukan hanya hasil dari menyerang lebih baik, sebab menjaga rangkaian sepanjang ini memerlukan kemampuan memenangkan berbagai jenis laga. Tim harus bisa menang besar, bertahan ketika tertekan, mengelola keunggulan tipis, dan menerima hasil imbang ketika permainan tidak berjalan.

Aspek psikologis juga menjadi bagian penting karena setiap pekan membawa risiko bahwa satu kesalahan dapat mengakhiri cerita yang dibangun selama bertahun-tahun. Semakin panjang rekor JDT, semakin besar pula tekanan yang harus dikelola pemain ketika lawan datang tanpa beban dan memiliki motivasi menciptakan sejarah sendiri.

Munoz justru melihat kondisi itu sebagai bahan bakar, bukan beban, dan menyebut pencapaian tersebut sebagai salah satu momen paling membanggakan dalam kariernya. Sang pelatih menegaskan target berikutnya sederhana tetapi sulit: menjaga rangkaian tetap hidup dan membuat angka 109 terus bertambah.

Apa Arti Rekor JDT bagi Sepak Bola Asia Tenggara?

Bagi sepak bola Asia Tenggara, pencapaian ini memiliki nilai simbolik karena sebuah klub dari kawasan mampu masuk pembicaraan rekor global yang sebelumnya dikuasai ASEC Mimosas. JDT bukan sedang dibandingkan dengan rival lokal, melainkan dengan rangkaian yang bertahan lebih dari tiga dekade dalam sejarah sepak bola.

Namun rekor juga memunculkan pertanyaan tentang keseimbangan kompetisi, sebab dominasi terlalu panjang dapat menunjukkan kesenjangan sumber daya antara satu klub dan para pesaingnya. Tantangan Liga Super Malaysia berikutnya adalah menjadikan standar tinggi Harimau Selatan sebagai pemicu peningkatan rival, bukan sekadar jarak yang makin sulit dikejar.

Dari sudut pandang klub, target langsung tetap jelas karena mereka sedang memburu gelar liga ke-13 berturut-turut dan baru mengambil langkah pertama. Kemenangan atas Kuching City juga menghasilkan tiga poin karena Charity Shield sekaligus dihitung sebagai pertandingan pembuka Liga Super Malaysia musim 2026/27.

Ujian datang pada 26 Agustus 2026 ketika JDT menjamu Kelantan Red Warrior FC di Stadion Sultan Ibrahim pukul 20:15 waktu Malaysia. Pertandingan itu memiliki makna baru, sebab setiap laga setelah rekor tercipta bukan lagi mengejar sejarah, melainkan mempertahankan standar yang sudah menjadi milik mereka.

Kelantan Red Warrior memasuki laga melawan JDT setelah kalah 1-4 dari Selangor pada pertandingan pertamanya, sehingga perbedaan momentum terlihat jelas sebelum sepak mula. Meski demikian, Luis Garcia mengingatkan situasi seperti ini berbahaya karena lawan dapat bermain dengan motivasi maksimal tanpa tekanan menjaga rekor.

Pada akhirnya, cerita terbesar dari 109 laga bukan mengenai satu kemenangan 3-0, satu pelatih, atau satu generasi pemain yang sedang berada di puncak. Cerita JDT adalah bagaimana investasi, struktur, budaya menang, kedalaman skuad, dan standar profesional dikumpulkan menjadi mesin yang terus bergerak selama bertahun-tahun.

Rekor itu suatu hari akan berhenti, sebagaimana rangkaian ASEC Mimosas akhirnya berakhir pada 1994 setelah bertahan dalam 108 pertandingan. Tetapi sampai kekalahan berikutnya datang, angka 109 telah mengubah JDT dari dominator Malaysia menjadi pemilik salah satu catatan paling mencolok dalam sejarah sepak bola klub.

Preview Stuttgart vs Viking

Preview Stuttgart vs Viking: Prediksi Susunan Pemain, Head to Head, dan Jadwal Pertandingan

07 Sep 2026
Preview Real Madrid vs Inter Milan

Preview Real Madrid vs Inter Milan: Prediksi Susunan Pemain, Head to Head, dan Jadwal Pertandingan

07 Sep 2026
Preview Porto vs Manchester City

Preview Porto vs Manchester City: Prediksi Susunan Pemain, Head to Head, dan Jadwal Pertandingan

07 Sep 2026
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Responsible Gambling
© 2026 Bonanza88. ▲

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.