Liverpool mendapatkan kejutan menyenangkan sepanjang pramusim pertama bersama Andoni Iraola setelah bek 18 tahun Ifeanyi Ndukwe tampil menonjol di tengah krisis pemain belakang. Ironisnya, pemain muda Austria itu belum dapat membela The Reds dalam pertandingan kompetitif karena aturan izin kerja di Inggris.
Dilansir BBC Sport, Ifeanyi Ndukwe memperoleh menit bermain jauh lebih banyak daripada perkiraan awal karena Liverpool kekurangan bek tengah senior. Kesempatan tersebut datang ketika Joe Gomez cedera, Jeremy Jacquet terganggu masalah lutut, dan Giovanni Leoni masih menjalani pemulihan cedera serius.
Liverpool sendiri mencatat dua kemenangan dan dua kekalahan dalam empat pertandingan persahabatan awal mereka di bawah Iraola, dengan kemenangan atas Sunderland dan Wrexham. The Reds kemudian kehilangan keunggulan dua gol saat menghadapi Leeds United dan Monaco, memperlihatkan bahwa lini belakang masih membutuhkan perbaikan.
Krisis itu membuat Ifeanyi Ndukwe mendapat dua penampilan selama 90 menit dan satu laga sekitar 80 menit sebelum dipercaya menjadi starter melawan Monaco. Pada pertandingan di Anfield tersebut, Iraola memasangkannya dengan kapten Liverpool Virgil van Dijk di jantung pertahanan.
Penampilan Ifeanyi Ndukwe melawan Monaco menjadi salah satu sorotan terbesar karena pemain bertinggi 1,98 meter itu tampil berani ketika menguasai bola. Ia bahkan melakukan backheel untuk mengecoh Mika Biereth, kemudian menunjukkan ketenangan dalam menghadapi duel fisik dan tekanan lawan.
Data yang dikutip talkSPORT memperkuat kesan tersebut karena Ifeanyi Ndukwe memenangi empat dari empat duel, membuat tiga tekel, dan menyelesaikan 23 dari 24 operan pada babak pertama. Catatan itu memperlihatkan kombinasi kekuatan fisik dan ketenangan distribusi yang jarang terlihat pada bek berusia 18 tahun.
Performa tersebut semakin menarik karena Liverpool sedang mencari susunan terbaik setelah kepergian Ibrahima Konate dan absennya beberapa pemain belakang senior. Dalam kondisi normal, penampilan seperti itu bisa membawa Ifeanyi Ndukwe masuk pertimbangan untuk pertandingan Premier League pertama melawan Newcastle.
Ifeanyi Ndukwe Terganjal Aturan Izin Kerja Inggris
Namun, hambatan administrasi membuat skenario itu belum memungkinkan karena Ifeanyi Ndukwe belum mencapai jumlah poin yang dibutuhkan untuk memperoleh izin kerja melalui jalur reguler. Aturan pasca-Brexit membuat pemain dari negara Uni Eropa tidak lagi otomatis bebas bekerja sebagai pesepak bola profesional di Inggris.
Berdasarkan aturan Governing Body Endorsement The Football Association untuk musim 2026/2027, pemain bisa memperoleh GBE otomatis apabila mencapai sedikitnya 15 poin dari kategori yang ditentukan. Penilaian meliputi penampilan internasional, menit liga domestik, kompetisi kontinental, posisi klub sebelumnya, dan kualitas liga.
FA juga menyediakan jalur Elite Significant Contribution atau ESC bagi pemain tertentu yang belum lolos melalui persyaratan standar, terutama talenta muda dengan rekam jejak menjanjikan. Klub Premier League dapat memiliki maksimal empat tempat ESC, tetapi jumlah sebenarnya bergantung pada persentase menit English Qualified Players mereka.
Dalam tabel resmi FA, klub Premier League dengan Weighted EQP Minutes minimal 35 persen memperoleh empat slot ESC, sedangkan angka minimal 30 persen menghasilkan tiga tempat. Persentase minimal 25 persen memberikan dua slot, sementara klub dengan sedikitnya 20 persen hanya mendapatkan satu tempat.
Liverpool berada pada posisi yang kurang menguntungkan karena menurut laporan BBC Sport mereka hanya memiliki satu tempat ESC berdasarkan penggunaan pemain berkualifikasi Inggris musim sebelumnya. Slot tersebut sudah ditempati Mor Talla Ndiaye, sehingga Ifeanyi Ndukwe tidak dapat menggunakan jalur itu untuk langsung masuk skuad kompetitif.
Musim lalu, Freddie Woodman, Joe Gomez, Rhys Williams, Curtis Jones, Trey Nyoni, dan Rio Ngumoha menjadi pemain Inggris yang tercatat dalam skuad Liverpool. Mereka secara kolektif tampil 83 kali di Premier League, sementara Trent Alexander-Arnold, Jarell Quansah, dan Tyler Morton telah meninggalkan klub.
Situasi tersebut juga dipengaruhi keputusan Liverpool meminjamkan Harvey Elliott, yang ikut mengurangi jumlah pemain lokal dalam skuad senior klub. Konsekuensinya terasa langsung terhadap fleksibilitas perekrutan pemain asing muda seperti Ifeanyi Ndukwe melalui kuota ESC yang tersedia.
Perjalanan Ifeanyi Ndukwe dari Austria Vienna ke Liverpool
Perjalanan Ifeanyi Ndukwe menuju Liverpool bermula jauh sebelum penampilan impresifnya di pramusim karena klub sudah memantau perkembangannya bersama Austria Vienna. Liverpool mengumumkan kesepakatan prinsip pada 26 Januari 2026, dengan kepindahan diselesaikan setelah sang pemain berusia 18 tahun.
Dalam pengumuman resminya, Liverpool menyebut Ifeanyi Ndukwe tampil dalam hampir seluruh pertandingan Austria pada Piala Dunia U-17 2025 dan membantu negaranya menjadi runner-up. Ia juga menjadi pemain reguler tim cadangan Austria Vienna dan sembilan kali masuk skuad pertandingan tim senior pada musim tersebut.
Perjalanan Austria pada Piala Dunia U-17 Qatar menjadi salah satu alasan nama Ifeanyi Ndukwe semakin diperhitungkan oleh klub-klub besar Eropa. FIFA mencatat Austria mencapai final sebelum kalah 0-1 dari Portugal, sementara Ndukwe juga sempat mencetak gol dalam perjalanan mereka menuju partai puncak.
Transfer Ifeanyi Ndukwe ke Liverpool dilaporkan bernilai sekitar 2,6 juta poundsterling, angka yang relatif kecil dibanding biaya perekrutan pemain bertahan senior. Bagi The Reds, kesepakatan tersebut merupakan investasi jangka panjang terhadap bek dengan profil fisik besar tetapi tetap nyaman ketika menguasai bola.
Iraola dan Van Dijk Terpukau dengan Ifeanyi Ndukwe
Iraola sendiri sudah memberikan penilaian positif terhadap perkembangan dua bek muda Liverpool pada tur pramusim, termasuk Ifeanyi Ndukwe dan Mor Talla Ndiaye. Pelatih asal Spanyol itu mengatakan skuadnya memang tipis di posisi bek tengah, tetapi para pemain berusia 18 tahun tersebut mampu menunjukkan ketenangan.
Dalam laga melawan Wrexham, kondisi tersebut bahkan membuat Liverpool memasang Luke Chambers bersama Ifeanyi Ndukwe sebagai pasangan bek tengah karena beberapa pemain senior belum tersedia. Iraola menilai para pemain mudanya mampu memberikan ketenangan dan soliditas ketika menghadapi Sunderland maupun Wrexham.
Van Dijk juga memberikan respons positif setelah bermain bersama Ifeanyi Ndukwe melawan Monaco dan menyebutnya sebagai talenta besar dengan kemauan belajar tinggi. Kapten Liverpool itu menilai langkah peminjaman diperlukan agar sang pemain memperoleh pengalaman, berkembang, lalu kembali dengan kesiapan lebih baik.
Ifeanyi Ndukwe Jadi Rebutan Klub Eropa
Rencana peminjaman kini menjadi bagian paling penting dalam perkembangan Ifeanyi Ndukwe karena ia harus mengumpulkan poin tambahan agar memenuhi syarat izin kerja. BBC Sport melaporkan targetnya adalah mencapai 15 poin, dan pemilihan kompetisi serta jumlah menit bermain akan menentukan seberapa cepat persyaratan tersebut terpenuhi.
Klub dari Portugal, Jerman, dan Denmark dikabarkan telah mengajukan tawaran kuat untuk meminjam Ifeanyi Ndukwe setelah penampilannya selama pramusim menarik perhatian. Laporan The Athletic yang dikutip sejumlah media Inggris juga menyebut adanya minat dari Belgia, Prancis, Spanyol, serta beberapa klub di Austria.
Namun, Ifeanyi Ndukwe disebut lebih tertarik mencari tantangan baru di luar Austria daripada kembali ke klub lamanya untuk sementara waktu. Pilihan tersebut membuat Bundesliga atau kompetisi Eropa lain dengan level tinggi menjadi menarik, selama klub tujuan bisa memberikan kesempatan bermain reguler.
Semakin tinggi kualitas liga dan semakin banyak menit kompetitif yang dimainkan, semakin besar peluang Ifeanyi Ndukwe menambah poin dalam sistem GBE. Jika tujuan peminjaman dipilih dengan tepat, laporan BBC menyebut jumlah yang diperlukan secara teoritis bisa terpenuhi pada Januari 2027.
Skenario tersebut membuka kemungkinan Ifeanyi Ndukwe kembali ke Liverpool pada pertengahan musim apabila persyaratan izin kerja sudah terpenuhi dan klub memutuskan memanggilnya pulang. Meski demikian, klausul penarikan Januari juga dapat menjadi pertimbangan bagi klub peminat yang membutuhkan kepastian pemain selama semusim.
Sebelum meninggalkan Merseyside, Ifeanyi Ndukwe masih berpeluang tampil dalam laga persahabatan terakhir Liverpool menghadapi Como pada 16 Agustus. Setelah pertandingan itu, keputusan mengenai klub peminjamannya diperkirakan segera diambil karena musim kompetitif Eropa sudah mulai berjalan.
Bagi Liverpool, kemunculan Ifeanyi Ndukwe memberikan gambaran bahwa mereka memiliki aset potensial untuk jangka panjang di jantung pertahanan. Tantangannya sekarang bukan lagi meyakinkan publik tentang bakat sang pemain, melainkan menemukan klub yang dapat mempercepat perkembangan sekaligus membantu memenuhi persyaratan izin kerja Inggris.



