Close Menu
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
Home - Olahraga - Gianni Infantino Dikecam UEFA, AFC, dan CONCACAF, Sepak Bola Disebut Bukan Milik Satu Orang

Gianni Infantino Dikecam UEFA, AFC, dan CONCACAF, Sepak Bola Disebut Bukan Milik Satu Orang

  • Agustus 10, 2026
Presiden FIFA, Gianni Infantino Dikecam UEFA, AFC, dan CONCACAF.

Presiden FIFA Gianni Infantino kembali mendapat tekanan setelah UEFA, AFC, dan CONCACAF menerbitkan pernyataan bersama yang sangat keras pada Senin. Tiga konfederasi itu menegaskan sepak bola tidak pernah menjadi milik satu individu, siapa pun yang sedang memegang jabatan tertinggi.

Dilansir dari pernyataan bersama UEFA, Konfederasi Sepak Bola Asia atau AFC, serta CONCACAF, kritik diarahkan langsung kepada Gianni Infantino. Mereka mempersoalkan sikap Presiden FIFA ketika mendorong rencana penjualan sebagian kepemilikan hak komersial Piala Dunia kepada investor.

Proposal tersebut kini telah ditinggalkan, tetapi kontroversinya belum selesai karena tiga konfederasi menilai proses yang dijalankan merusak kepercayaan. Dalam pernyataan itu, Gianni Infantino dituding menempatkan dirinya di atas kepentingan kolektif yang sebelumnya memberikan mandat kepemimpinan kepadanya.

UEFA, AFC, dan CONCACAF bahkan menilai kepercayaan telah rusak melalui tindakan yang mereka gambarkan sebagai penyesatan oleh Gianni Infantino. Mereka kemudian meminta peninjauan sepenuhnya independen untuk memeriksa bagaimana proposal kontroversial tersebut disusun, didorong, dan akhirnya dihentikan.

Gianni Infantino Disorot soal Hak Komersial Piala Dunia

Pusat persoalan berada pada rencana yang berkaitan dengan penjualan sebagian kepemilikan atas hak komersial Piala Dunia. Langkah tersebut memicu kekhawatiran karena menyentuh salah satu aset paling bernilai dalam sepak bola internasional dan berpotensi mengubah keseimbangan kekuasaan.

Bagi tiga konfederasi tersebut, persoalannya bukan hanya soal nilai ekonomi atau kemungkinan masuknya modal swasta. Mereka menilai cara Gianni Infantino menangani proposal itu telah menyentuh masalah mendasar mengenai kepercayaan, mandat kolektif, transparansi, dan batas kewenangan seorang pemimpin.

Pernyataan bersama itu menegaskan kekuatan sepak bola sejak lama berasal dari persatuan para pemangku kepentingannya. UEFA, AFC, dan CONCACAF meminta persatuan tersebut dihormati melalui kepemimpinan yang melayani permainan, bukan kepemimpinan yang berusaha menguasai atau memerintah secara sepihak.

Kalimat tersebut menjadi salah satu kritik paling tajam terhadap Gianni Infantino karena mempertanyakan cara kekuasaan dijalankan di tingkat tertinggi FIFA. Tiga konfederasi pada dasarnya mengingatkan bahwa jabatan dalam sepak bola merupakan amanah, bukan kepemilikan pribadi yang dapat digunakan tanpa kontrol kolektif.

UEFA, AFC, dan CONCACAF Minta Gianni Infantino Dievaluasi

Dalam surat bersama itu, ketiga konfederasi menulis bahwa kepemimpinan dalam sepak bola bukanlah kepemilikan pribadi Gianni Infantino atau siapa pun. Mereka menekankan kekuasaan tidak seharusnya dipertahankan atau dituntut hanya demi memastikan seseorang tetap berada dalam posisi paling berpengaruh.

UEFA, AFC, dan CONCACAF juga menyatakan bahwa ketika kepercayaan rusak akibat penyesatan, mandat kepemimpinan ikut kehilangan maknanya. Mereka menilai seorang individu tidak boleh menempatkan dirinya di atas kelompok yang sebelumnya memberikan kewenangan dan kepercayaan untuk menjalankan organisasi.

Desakan peninjauan independen menunjukkan tiga konfederasi tidak menganggap masalah ini selesai hanya karena proposal telah dibatalkan. Mereka menginginkan pemeriksaan yang dapat menjelaskan proses pengambilan keputusan, pihak yang terlibat, serta alasan Gianni Infantino memilih mendorong rencana tersebut.

Seruan itu juga memperlihatkan adanya ketegangan serius dalam hubungan FIFA dengan tiga konfederasi besar dunia. UEFA mewakili Eropa, AFC membawahi sepak bola Asia, sedangkan CONCACAF menaungi Amerika Utara, Amerika Tengah, dan kawasan Karibia.

Kritik kepada Gianni Infantino Menyentuh Soal Kepercayaan

Pilihan kata dalam pernyataan tersebut menunjukkan kritik mereka tidak lagi terbatas pada perbedaan kebijakan. Gianni Infantino secara langsung dikaitkan dengan rusaknya kepercayaan, sesuatu yang dapat memengaruhi legitimasi kepemimpinan jika pertentangan dengan konfederasi terus berkembang.

Tiga konfederasi itu menegaskan bahwa sepak bola memiliki struktur kolektif yang tidak boleh bergantung pada kehendak satu tokoh. Karena itu, keputusan besar yang menyangkut hak komersial Piala Dunia dinilai harus mempertimbangkan kepentingan luas dan melalui proses yang dapat dipertanggungjawabkan.

Mereka juga menutup pernyataan dengan menekankan bahwa sepak bola membutuhkan pemimpin yang mengabdi kepada permainan. Pesan tersebut menjadi sindiran terbuka kepada Gianni Infantino bahwa kepemimpinan FIFA seharusnya berfungsi sebagai pelayanan, bukan sebagai sarana memperbesar kontrol pribadi.

Bagi FIFA, tekanan tersebut menjadi persoalan serius karena datang secara bersama-sama dari tiga konfederasi sekaligus. Pernyataan itu memperlihatkan bahwa keberatan terhadap Gianni Infantino bukan lagi suara terpisah, melainkan sikap terkoordinasi yang menuntut penjelasan dan evaluasi independen.

Masa Depan Gianni Infantino di Tengah Tekanan

Belum diketahui sejauh mana seruan terhadap Gianni Infantino tersebut akan berkembang menjadi langkah formal mengenai kepemimpinan FIFA. Namun, UEFA, AFC, dan CONCACAF jelas menginginkan lebih dari sekadar klarifikasi singkat mengenai proposal hak komersial yang sudah dibatalkan.

Kontroversi ini sekaligus mengingatkan bahwa legitimasi Gianni Infantino bergantung pada dukungan dan kepercayaan anggota serta konfederasi. Ketika tiga kekuatan regional menyatakan kepercayaan telah dirusak, tekanan politik terhadap Presiden FIFA berpotensi meningkat dalam forum organisasi berikutnya.

Pesan utama ketiga konfederasi sangat jelas bahwa sepak bola tidak boleh diperlakukan sebagai milik seorang pemimpin. Mereka meminta FIFA kembali pada prinsip kolektif, transparansi, dan pelayanan agar keputusan besar mengenai masa depan permainan tidak bergantung pada kehendak Gianni Infantino seorang.

Gianni Infantino Diguncang dari Dalam, Siapa Sebenarnya Menguasai FIFA?

10 Agu 2026
roulette strategy

Memahami Roulette Strategy: Martingale, Fibonacci, D’Alembert & Sistem Taruhannya

10 Agu 2026
Profil Goncalo Ramos setelah dibeli AC Milan senilai 74 juta euro dari PSG dan tantangannya menaklukkan sejarah kelam nomor punggung 9.

Goncalo Ramos Ujung Tombak Baru AC Milan yang Siap Taklukkan Kutukan Nomor Punggung 9

10 Agu 2026
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Responsible Gambling
© 2026 Bonanza88. ▲

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.