Close Menu
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
Home - Olahraga - FIFA Power Rankings: Deretan Pemain yang Mendadak Jadi Bintang di Piala Dunia 2026

FIFA Power Rankings: Deretan Pemain yang Mendadak Jadi Bintang di Piala Dunia 2026

  • Juni 28, 2026
Belingham dan Kane

Sistem pemeringkatan berbasis data FIFA Power Rankings memperlihatkan pemain-pemain yang pengaruhnya meningkat tajam menjelang babak 32 besar. FIFA Power Rankings adalah daftar penilaian pemain berdasarkan data selama Piala Dunia 2026. Pemain dinilai dari tiga kategori utama, yaitu serangan, kreativitas, dan pertahanan.

Setelah fase grup selesai, Denis Undav dari Jerman memimpin kategori serangan. Michael Olise dari Prancis menjadi pemain terbaik dalam kreativitas, sementara Derek Cornelius dari Kanada memimpin kategori pertahanan.

Namun, perhatian besar juga tertuju kepada pemain yang posisinya naik tajam. Dembele melejit setelah mencetak hat-trick untuk Prancis, Doku naik karena aksi dribel dan progresi bolanya, sedangkan Rodri semakin menonjol karena perannya menjaga keseimbangan Spanyol.

Ousmane Dembele menjadi salah satu pendaki terbesar dalam kategori Attacking setelah tampil luar biasa bersama Prancis. Hat-trick melawan Norwegia mengangkat namanya ke posisi enam besar, setelah naik 49 peringkat dalam daftar serangan.

Tiga gol Dembele lahir dari tiga tembakan tepat sasaran, sebuah gambaran tentang efisiensi penyelesaian akhir. Ia bermain melebar di sisi kanan, menerima bola dari perpindahan serangan, lalu menyerang bek kiri Norwegia, Fredrik Andre Bjorkan, dalam situasi terisolasi.

Skor Attacking Dembele pada laga tersebut mencapai 8,5, tetapi kontribusinya tidak berhenti pada penyelesaian akhir. Ia juga mendapat nilai tinggi dalam kategori Creativity karena konsisten mengirim umpan ke depan dan mencatat 12 progressive passes.

Performa itu membuat Dembele naik 96 posisi dalam kategori kreativitas dengan skor 6,63. France mendapat keuntungan besar karena mereka tidak hanya memiliki Kylian Mbappe, tetapi juga winger lain yang bisa memecah laga dari sisi lapangan.

Johan Manzambi Jadi Anak Muda Swiss Curi Panggung

Johan Manzambi menjadi nama baru yang masuk 10 besar kategori Attacking dalam FIFA Power Rankings. Pemain Swiss berusia 20 tahun itu tampil mengesankan ketika mendapat start pertama di turnamen saat menghadapi Kanada.

Manzambi mencatat tiga gol hanya dari enam percobaan, sebuah rasio yang menunjukkan ketajaman luar biasa. Ia juga memberi assist untuk gol Ruben Vargas melawan salah satu tuan rumah, sehingga dampaknya terasa langsung bagi Swiss.

Skor rata-rata Manzambi berada di angka 7,56, membuatnya menjadi salah satu penyerang muda paling menarik di Piala Dunia 2026. Dalam fase grup yang penuh bintang, kehadirannya memberi warna baru bagi Swiss.

Performa Manzambi membuktikan bahwa FIFA Power Rankings tidak hanya memberi panggung kepada nama besar. Pemain muda yang memanfaatkan menit bermain secara efisien juga bisa langsung meroket dalam pemeringkatan berbasis data.

Jude Bellingham Bangkit Melawan Panama

Jude Bellingham juga mencatat lonjakan besar setelah membantu Inggris mengunci posisi pertama Grup L. Gelandang Real Madrid itu berperan penting saat Inggris mengalahkan Panama dan memastikan langkah ke fase gugur.

Bellingham mencetak gol pembuka Inggris dalam pertandingan tersebut. Ia kemudian memberi assist untuk Harry Kane, setelah pergerakannya ke belakang garis pertahanan lawan membuatnya berada dalam posisi ideal untuk mengirim umpan silang.

Dalam kategori Attacking, Bellingham mencatat skor 6,72 dan naik 52 posisi ke peringkat 14. Namun, lonjakan paling mencolok terjadi di kategori Creativity, karena ia naik 332 peringkat setelah mendapat skor 5,98.

Penampilan itu juga membuat Bellingham meraih Michelob Ultra Superior Player of the Match. Dalam skema Thomas Tuchel, pergerakan vertikal Bellingham menjadi elemen penting untuk mengganggu pertahanan lawan yang bermain rapat.

Leandro Trossard Buka Kran Gol Belgia

Leandro Trossard menjadi salah satu pemain Belgia yang naik pesat dalam FIFA Power Rankings. Pemain berusia 31 tahun itu membuka rekening gol Piala Dunia setelah mencetak dua gol dalam kemenangan Belgia 5-1 atas Selandia Baru.

Trossard mendapat skor Attacking 8,3 dalam laga tersebut. Ia juga mencatat tujuh percobaan dari open play, angka yang memperlihatkan ambisinya untuk terus berada dalam posisi berbahaya.

Lonjakan itu membawa Trossard naik 141 posisi dan masuk 50 besar kategori Attacking, tepatnya di peringkat ke-49. Bagi Belgia, performanya menjadi sinyal penting setelah awal turnamen yang belum sepenuhnya meyakinkan.

Kebangkitan Trossard juga memperlihatkan bahwa Belgia tidak hanya bergantung pada satu pemain kreatif. Ketika pemain sayap dan gelandang serang mereka menemukan ritme, serangan Belgia bisa kembali terlihat tajam.

Mbappe Tetap Mengubah Laga

Kylian Mbappe tidak mencetak gol dalam laga Prancis melawan Norwegia, tetapi pengaruhnya tetap sangat besar. Dalam kategori Creativity, penyerang Real Madrid itu mencatat skor 8,6 karena perannya sebagai pencipta peluang.

Mbappe memberi dua assist untuk gol Dembele, membuktikan bahwa ia tidak hanya berbahaya sebagai penyelesai. Gerakannya ke ruang belakang juga sangat intens, dengan total 31 offers in behind selama pertandingan.

Kualitas final ball Mbappe membuat serangan Prancis terus hidup. Meski sudah berada di posisi ketiga kategori Attacking, ia kini naik 59 peringkat dalam Creativity dan menempati posisi kelima.

FIFA Power Rankings menunjukkan bahwa Mbappe adalah ancaman multidimensi. Ketika lawan terlalu fokus menutup jalur tembaknya, ia masih bisa menghancurkan pertahanan melalui umpan, pergerakan, dan keputusan akhir.

Nathan Saliba Masuk Peta Kreativitas Kanada

Nathan Saliba menjadi kejutan besar dari Kanada dalam kategori Creativity. Pemain berusia 22 tahun itu menyelesaikan 90 menit pertamanya di Piala Dunia saat menghadapi Swiss dan langsung masuk 10 besar.

Saliba kini berada di posisi kedua kategori Creativity berkat kontribusi satu gol dan dua assist. Assist keduanya datang melalui bola untuk gol Promise David melawan Swiss, yang memperlihatkan kualitas keputusan akhirnya.

Statistik dasar Saliba juga sangat bersih dan efisien. Ia menyelesaikan 62 dari 65 umpan, sekaligus mencatat 20 line-breaks melalui operan yang membantu Kanada menggerakkan bola ke area lebih berbahaya.

Dalam perjalanan Kanada sebagai tuan rumah, Saliba memberi dimensi penting di lini tengah. Ia bukan hanya menjaga sirkulasi bola, tetapi juga membantu memecah garis tekanan lawan dengan akurasi tinggi.

Jeremy Doku Menembus Area Berbahaya

Jeremy Doku menjadi salah satu nama paling menarik dalam lonjakan FIFA Power Rankings kategori Creativity. Seperti Trossard, ia membantu Belgia menemukan ketajaman saat menang besar atas Selandia Baru.

Doku membawa bola ke area depan dengan kemampuan dribel yang eksplosif. Dalam laga tersebut, ia mencatat tujuh completed ball progressions, angka yang menunjukkan perannya dalam memindahkan serangan ke zona berbahaya.

Sepanjang fase grup, Doku menyelesaikan 10 dari 23 take-ons. Berkat kontribusi itu, ia naik 52 posisi dan kini berada di peringkat ketiga kategori Creativity.

Bagi Belgia, Doku adalah pemain yang bisa mengubah bentuk serangan dalam hitungan detik. Ketika ruang terbuka sedikit saja, kecepatannya membuat pertahanan lawan harus mundur dan kehilangan struktur.

Pengaruh Bukayo Saka untuk Inggris

Bukayo Saka masuk sebagai pendatang baru di posisi delapan kategori Creativity. Pemain Inggris itu menjalani start pertamanya di Piala Dunia 2026 saat menghadapi Panama dan langsung memberi pengaruh nyata.

Saka mengirim sepak pojok yang menjadi assist untuk gol Bellingham. Itu merupakan assist keduanya di Amerika Utara, memperlihatkan betapa pentingnya kualitas bola mati dan distribusi dari sisi kanan.

Lebih dari sekadar assist, pengaruh Saka terlihat dari kemampuannya membawa Inggris maju dari area sayap. Ia mencatat delapan completed ball progressions dan tujuh take-ons sukses dari sembilan percobaan.

Dalam tim Inggris yang kadang kesulitan membuka pertahanan rapat, Saka memberi solusi dengan lebar permainan dan keberanian duel. Lonjakannya dalam FIFA Power Rankings menjadi gambaran bahwa ia semakin penting untuk fase gugur.

Ryan Mendes Jadi Kreator Sunyi Tanjung Verde

Ryan Mendes dari Tanjung Verde juga naik besar dalam kategori Creativity. Timnya memang baru mencetak dua gol sepanjang fase grup, tetapi kontribusi Mendes tidak bisa hanya diukur dari catatan gol.

Saat menghadapi Arab Saudi, kerja Mendes dengan bola memberinya skor 7,5. Nilai itu membuatnya naik 206 posisi dalam kategori Creativity, sebuah lonjakan besar untuk pemain dari tim debutan.

Mendes unggul lewat sembilan progressive passes dan enam ball progressions. Ia membantu Tanjung Verde membawa bola ke sepertiga akhir, sekaligus memberi opsi lebar dalam struktur serangan mereka.

Kisah Mendes memperlihatkan bahwa FIFA Power Rankings memberi penghargaan pada detail permainan. Dalam tim yang lebih banyak bertahan, pemain yang mampu menghubungkan transisi tetap mendapat nilai tinggi.

Laporte Jadi Pilar Clean Sheet Spanyol

Aymeric Laporte naik 33 posisi ke peringkat ketiga kategori Defending setelah tampil luar biasa bersama Spanyol. Performanya membantu La Roja mencatat clean sheet ketiga di fase grup saat menghadapi Uruguay.

Laporte mendapat skor 8,1 untuk kerja defensifnya di Guadalajara. Sebagai pasangan senior bagi Pau Cubarsi, ia mengatur garis belakang dan menunjukkan kekuatan fisik dalam banyak situasi duel.

Bek Spanyol itu memenangkan lima duel udara dan enam possession contests. Sepanjang turnamen, ia mencatat 12 sapuan, enam blok, sembilan tekel, dan 13 regains.

Peran Laporte menjadi sangat penting karena Spanyol tidak hanya dominan dengan bola, tetapi juga kuat saat harus bertahan. Pengalamannya memberi stabilitas bagi lini belakang yang juga dihuni pemain muda.

Rodri Menjaga Keseimbangan Spanyol

Rodri menjadi nama besar lain dari Spanyol yang naik dalam FIFA Power Rankings kategori Defending. Ia mencatat skor 8,0 saat Spanyol mempertahankan keunggulan 1-0 atas Uruguay yang semakin agresif mengejar hasil.

Ketenangan Rodri sangat penting dalam momen seperti itu. Ia bermain dekat dengan empat bek, menjaga jarak antarlini, serta membantu memutus serangan sebelum berkembang menjadi ancaman serius.

Skor tersebut membuat Rodri naik 21 posisi ke peringkat kedua kategori Defending. Perannya sebagai gelandang pivot kembali menunjukkan bahwa bertahan tidak selalu tentang tekel keras, tetapi juga kecerdasan posisi.

Spanyol bisa mengelola pertandingan karena Rodri mampu mengatur tempo dalam dan luar penguasaan bola. Dalam turnamen panjang, pemain seperti Rodri sering menjadi penentu kestabilan sebuah tim besar.

Joao Paulo Tambah Cerita Disiplin Tanjung Verde

Joao Paulo menjadi bagian lain dari blok pertahanan Tanjung Verde yang mencuri perhatian. Clean sheet kedua tim debutan itu datang dengan bantuan performa solid sang bek kiri saat menghadapi Arab Saudi.

Joao Paulo mendapat skor 6,72 dalam kategori Defending. Ia mencatat empat intersep dan empat duel udara sukses, terutama saat membantu menahan ancaman Arab Saudi dari area lebar lapangan.

Kini, Joao Paulo berada di peringkat ke-23 kategori Defending. Posisi itu hanya empat tingkat di bawah Diney Borges, rekan setimnya yang juga menjadi bagian penting dari struktur pertahanan Tanjung Verde.

Kedisiplinan Tanjung Verde menjadi salah satu cerita paling menarik fase grup. Mereka mungkin bukan tim paling produktif, tetapi organisasi defensif mereka membuat banyak pemain bertahan masuk radar pemeringkatan.

Akhirnya, FIFA Power Rankings memberi cara lebih luas untuk membaca Piala Dunia 2026. Pemain tidak hanya dinilai dari nama besar, jumlah gol, atau sorotan kamera, tetapi juga dari dampak spesifik dalam pertandingan.

Data ini membantu publik melihat pemain yang mungkin tidak selalu menjadi headline utama. Ryan Mendes, Nathan Saliba, Johan Manzambi, dan Joao Paulo adalah contoh bagaimana angka bisa mengangkat cerita baru dari turnamen.

Top Skor Timnas Indonesia di Piala AFF.

3 Striker Timnas Indonesia yang Paling Banyak Cetak Gol di Piala AFF

23 Jul 2026
Thailand di Piala AFF.

Daftar Pemain Thailand yang Sering Bobol Gawang Indonesia di Piala AFF

23 Jul 2026
Roulette Game

Roulette

22 Jul 2026
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Responsible Gambling
© 2026 Bonanza88. ▲

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.