Perjalanan Argentina untuk mempertahankan gelar Piala Dunia mendapat sorotan dari luar lapangan. Federal Bureau of Investigation atau FBI dan Departemen Kehakiman Amerika Serikat dilaporkan mulai menelusuri kegiatan finansial Federasi Sepak Bola Argentina, AFA, di negara tersebut.
Penyelidikan awal itu disebut berfokus pada aliran pendapatan komersial internasional AFA yang melewati sistem perbankan Amerika Serikat. Nilai dana yang sedang ditelusuri diperkirakan berada di kisaran 260 juta hingga 300 juta dolar AS atau setara dengan Rp5,4 triliun.
Laporan La Nación pada 8 Juli 2026 menyebut jaksa federal dan agen FBI telah meminta keterangan sejumlah pihak yang mengetahui kegiatan bisnis AFA. Mereka ingin memahami bagaimana ratusan juta dolar dikelola dan apakah terdapat transaksi yang berpotensi melanggar hukum federal Amerika Serikat.
Namun, penyelidikan tersebut masih berada pada tahap awal. Sampai artikel ini disusun, belum ada dakwaan pidana yang diumumkan terhadap AFA, presidennya Claudio “Chiqui” Tapia, maupun pihak lain yang disebut dalam laporan.
Departemen Kehakiman dan FBI juga belum mengumumkan pembukaan perkara pidana secara resmi. Karena itu, keberadaan pemeriksaan dan pengumpulan keterangan tidak dapat langsung dianggap sebagai bukti bahwa AFA atau pengurusnya telah melakukan tindak pidana.
Pendapatan Komersial AFA Jadi Fokus Pemeriksaan
Pemeriksaan dilaporkan berpusat pada pendapatan internasional AFA selama periode 2022 hingga semester pertama 2024. Dana tersebut berasal dari perjanjian sponsor, hak siar, pertandingan persahabatan, serta sejumlah kontrak komersial yang dijalankan di luar Argentina.
Penyelidik berusaha mengetahui bagaimana uang dari berbagai kesepakatan tersebut masuk dan bergerak melalui lembaga keuangan Amerika Serikat. Mereka juga memeriksa apakah setiap transaksi telah dicatat, dilaporkan, dan digunakan untuk kegiatan yang memiliki tujuan komersial jelas.
Menurut La Nación, jaksa telah mulai menelaah dokumen perbankan sekaligus mengumpulkan keterangan dari orang-orang yang dianggap mengetahui langsung kegiatan bisnis AFA. Nilai keseluruhan transaksi yang menjadi perhatian disebut mencapai sekitar 300 juta dolar AS.
Penyelidikan awal disebut mulai terbentuk pada 2025 dan berlanjut hingga awal 2026 setelah muncul dokumen perbankan serta pengaduan tambahan. Pemeriksaan kemudian semakin berkembang ketika otoritas menerima informasi baru mengenai struktur pengelolaan pendapatan internasional AFA.
Kementerian Keamanan Argentina dilaporkan pernah menyampaikan kekhawatiran pada September 2024 mengenai risiko finansial dalam kegiatan tersebut. Informasi itu kemudian turut mendorong perhatian lebih besar terhadap cara AFA mengelola pendapatan dari luar negeri.
Meski demikian, hingga kini belum ada kesimpulan bahwa telah terjadi pencucian uang, penipuan bank, atau pelanggaran lain. Para penyelidik masih menilai apakah bukti yang tersedia cukup kuat untuk membuka penyidikan pidana yang lebih luas.
Peran TourProdEnter LLC Disorot
Nama TourProdEnter LLC berada di pusat laporan penyelidikan tersebut. Perusahaan yang berkedudukan di Florida itu disebut berperan sebagai perwakilan komersial internasional AFA dan menangani penerimaan sebagian besar pendapatan dari kontrak luar negeri.
TourProdEnter dimiliki produser pertunjukan sekaligus mantan legislator Buenos Aires, Javier Faroni, bersama istrinya, Erica Gillette. Perusahaan tersebut didirikan pada 2021 sebelum kemudian menangani berbagai transaksi yang berkaitan dengan bisnis internasional AFA.
Pendapatan yang diproses TourProdEnter dilaporkan berasal dari sejumlah perjanjian sponsor dan komersial. Beberapa merek besar yang disebut terlibat dalam kesepakatan dengan AFA adalah Adidas dan Warner.
La Nación melaporkan TourProdEnter mengelola sedikitnya 260 juta dolar AS yang berkaitan dengan AFA. Dana tersebut mengalir melalui rekening di lima lembaga keuangan besar Amerika Serikat, yakni Citibank, Bank of America, JPMorgan Chase, PNC Bank, dan Synovus Bank.
Penyelidik kini berusaha merekonstruksi perjalanan dana tersebut dari penerimaan awal hingga pembayaran kepada perusahaan atau individu. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh transaksi sesuai dengan ketentuan perbankan, pelaporan keuangan, dan pencegahan pencucian uang di Amerika Serikat.
Struktur kerja sama itu sendiri tidak otomatis dianggap sebagai pelanggaran. Federasi olahraga memang kerap menggunakan perusahaan atau agen internasional untuk menangani sponsor, hak siar, pertandingan uji coba, serta kegiatan pemasaran di luar negeri.
Masalah muncul karena sebagian transaksi dilaporkan belum memiliki penjelasan ekonomi atau tujuan komersial yang mudah diidentifikasi. Kondisi itulah yang mendorong penyelidik memeriksa lebih jauh penggunaan dana yang telah melewati rekening TourProdEnter.
Transaksi 57 Juta Dolar Belum Jelas
Sekitar 57 juta dolar AS menjadi salah satu bagian penting dalam pemeriksaan. Dana tersebut dilaporkan mengalir dalam sejumlah transaksi yang belum disertai keterangan komersial yang dianggap cukup jelas.
Selain itu, terdapat sekitar 42 juta dolar AS yang dibayarkan kepada berbagai perusahaan dan individu. Penyelidik masih mencari dokumen yang dapat menjelaskan alasan pembayaran, pihak penerima, serta kaitannya dengan kegiatan sepak bola atau bisnis resmi AFA.
Tidak seluruh dana tersebut otomatis dianggap ilegal. Namun, penyelidik ingin memastikan setiap pembayaran memiliki dasar kontrak, bukti jasa, atau kepentingan bisnis yang dapat dipertanggungjawabkan.
Perhatian juga diarahkan pada pengeluaran yang disebut berkaitan dengan penggunaan jet pribadi, biaya kapal pesiar, transaksi properti, dan sebuah rumah mewah di Pilar, Argentina. Belum diketahui apakah semua pembayaran tersebut dapat dikaitkan secara langsung dengan kegiatan resmi federasi.
Laporan tersebut juga menyebut adanya transfer kepada perusahaan cangkang yang diduga dimiliki individu penerima bantuan pemerintah di Bariloche dan Buenos Aires. Otoritas ingin mengetahui apakah perusahaan itu benar-benar menjalankan kegiatan bisnis atau hanya digunakan sebagai perantara aliran dana.
Penyelidik akan menilai apakah pembayaran tersebut merupakan transaksi komersial yang sah atau bagian dari pengaturan finansial yang berpotensi melanggar hukum Amerika Serikat. Fokus utamanya mencakup kemungkinan pencucian uang, penipuan bank, dan pelanggaran persyaratan pelaporan keuangan.
Konteks pengendalian mata uang Argentina pada periode tersebut juga menjadi perhatian. Pembatasan terhadap akses dan pergerakan valuta asing dinilai dapat membantu menjelaskan alasan penggunaan struktur pembayaran internasional, tetapi sekaligus memunculkan pertanyaan mengenai jalur dana yang dipilih.
Tiga Jaksa Federal Disebut Menangani Kasus
La Nación menyebut sedikitnya tiga jaksa federal terlibat dalam pemeriksaan awal tersebut. Mereka adalah Patrick Gushue dan Christopher Ting di Washington DC, serta Michael Berger dari wilayah hukum federal Florida Selatan.
Ketiganya dilaporkan memiliki pengalaman menangani perkara kejahatan keuangan dan pencucian uang. Mereka bekerja bersama agen federal untuk memeriksa dokumen, menilai transaksi, dan mengumpulkan kesaksian dari orang-orang yang memahami hubungan bisnis AFA di Amerika Serikat.
Penyelidik mencari pihak yang mempunyai pengetahuan langsung tentang pengelolaan AFA selama kepemimpinan Claudio Tapia. Perhatian juga diarahkan pada peran Sekretaris Eksekutif AFA, Pablo Toviggino, dalam struktur administrasi dan komersial federasi.
Salah satu orang yang telah dimintai keterangan adalah pengusaha pemasaran olahraga Argentina, Guillermo Tofoni. Ia dilaporkan mengikuti konferensi video selama beberapa jam bersama agen FBI dan jaksa federal.
Tofoni saat ini terlibat dalam sengketa hukum melawan AFA di Argentina mengenai kontrak penyelenggaraan pertandingan persahabatan. Perkara tersebut menjadi salah satu pintu masuk yang memungkinkan munculnya dokumen keuangan TourProdEnter di Amerika Serikat.
Melalui proses hukum itu, Tofoni dilaporkan memperoleh izin dari pengadilan Amerika Serikat untuk meminta dokumen Synovus Bank yang berhubungan dengan TourProdEnter. Catatan tersebut kemudian diyakini menjadi bagian dari materi yang ditelaah penyelidik.
La Nación juga melaporkan Tofoni telah menyerahkan informasi secara langsung kepada otoritas Amerika Serikat. Ia tidak mengonfirmasi atau membantah pertemuan tertutup tersebut ketika dimintai tanggapan oleh surat kabar Argentina itu.
Penyelidik juga mempertimbangkan meminta keterangan mantan pejabat pemerintahan Presiden Argentina Javier Milei. Mereka dinilai mungkin memiliki informasi sensitif karena pernah mengawasi atau menelaah kegiatan finansial AFA dan TourProdEnter.
Hubungan AFA dan Pemerintah Milei Memanas
Pemeriksaan di Amerika Serikat muncul ketika hubungan AFA dengan pemerintahan Javier Milei sedang tidak harmonis. Kedua pihak telah terlibat perselisihan mengenai bentuk kepemilikan dan pengelolaan klub sepak bola Argentina.
Milei mendukung pemberian izin kepada klub untuk berubah menjadi perusahaan swasta melalui skema Sociedades Anónimas Deportivas atau SAD. Usulan itu membuka jalan bagi investor untuk memiliki dan mengelola klub secara korporasi.
AFA di bawah kepemimpinan Tapia menolak perubahan tersebut. Federasi ingin mempertahankan model tradisional Argentina yang menempatkan klub sebagai organisasi nirlaba milik anggota dan komunitasnya.
Perselisihan kemudian meluas dari persoalan tata kelola sepak bola ke ranah hukum dan perpajakan. Pemerintahan Milei sebelumnya mengajukan tuduhan penghindaran pajak terhadap Tapia dan sejumlah pejabat AFA.
Pada Maret 2026, pengadilan Argentina memproses Tapia dan Toviggino dalam perkara dugaan penahanan pembayaran pajak serta kontribusi jaminan sosial. Keduanya dikenai pembatasan dan penyitaan aset, tetapi tidak ditahan.
AFA membantah telah melakukan pelanggaran keuangan. Federasi menilai berbagai pemeriksaan domestik dan sorotan internasional merupakan bagian dari tekanan politik agar sepak bola Argentina menerima agenda privatisasi klub yang didorong pemerintahan Milei.
Penyelidikan Muncul di Tengah Piala Dunia 2026
Waktu munculnya laporan penyelidikan membuat kasus tersebut mendapat perhatian lebih besar. Argentina sedang menjalani Piala Dunia 2026 di Amerika Utara dan berusaha mempertahankan gelar yang diraih di Qatar empat tahun sebelumnya.
Lionel Messi dan rekan-rekannya baru saja mengalahkan Mesir dengan skor 3-2 pada babak 16 besar. Kemenangan itu membawa La Albiceleste ke perempat final menghadapi Swiss di Kansas City.
Dengan demikian, perhatian terhadap Argentina terbagi antara perjuangan tim di lapangan dan persoalan keuangan federasi di luar pertandingan. Kasus tersebut berpotensi menjadi gangguan tambahan ketika skuad berusaha meraih gelar dunia secara beruntun.
Namun, penyelidikan terhadap kegiatan federasi tidak berarti para pemain atau staf pelatih terlibat. Sampai sekarang, laporan hanya menyoroti operasi komersial dan pergerakan dana AFA melalui sistem keuangan Amerika Serikat.
AFA Membantah Melakukan Pelanggaran
AFA telah menolak tuduhan mengenai adanya penyimpangan keuangan. Federasi meminta publik tidak menyamakan pemeriksaan awal, pengambilan dokumen, atau permintaan keterangan dengan penetapan kesalahan pidana.
Duta AFA untuk Amerika Utara, Tomás Regalado, menyampaikan sikap tersebut dalam sebuah acara di Miami. Menurutnya, tindakan penyelidikan tidak dengan sendirinya menentukan tanggung jawab ataupun kesalahan seseorang.
Pernyataan itu menegaskan bahwa proses hukum masih jauh dari kesimpulan. Penyidik harus terlebih dahulu memastikan apakah terdapat bukti yang memenuhi unsur pelanggaran sebelum membawa perkara ke tahap dakwaan.
FBI sejauh ini menolak memberikan komentar terbuka mengenai laporan tersebut. Departemen Kehakiman Amerika Serikat juga belum mengumumkan rincian penyelidikan atau membuka dokumen dakwaan terhadap AFA dan pengurusnya.
Karena itu, nilai transaksi 260 juta hingga 300 juta dolar AS, pembayaran 57 juta dolar tanpa tujuan yang dinilai jelas, serta penyaluran 42 juta dolar kepada berbagai pihak masih merupakan bagian dari laporan media dan bahan pemeriksaan awal.
Penyelidikan berikutnya akan menentukan apakah seluruh aliran dana tersebut dapat dijelaskan sebagai kegiatan komersial yang sah. Otoritas juga harus memastikan apakah terdapat transaksi yang dapat dikategorikan sebagai penipuan bank, pencucian uang, atau pelanggaran federal lainnya.
Untuk sementara, AFA tetap membantah melakukan kesalahan dan belum berstatus sebagai pihak yang didakwa. Di tengah sorotan hukum tersebut, Argentina melanjutkan perjuangan mempertahankan gelar Piala Dunia 2026.



