Ezri Konsa terbuka terhadap kemungkinan bergabung dengan Arsenal pada bursa transfer musim panas ini, tetapi tidak berniat memaksakan kepindahan dari Aston Villa. Bek Inggris tersebut memilih menghormati klubnya sambil menunggu perkembangan negosiasi antara kedua tim.
Arsenal memasukkan Ezri Konsa ke dalam daftar prioritas setelah Mikel Arteta membutuhkan tambahan pilihan di lini belakang menjelang musim baru. Kebutuhan itu semakin mendesak karena William Saliba harus menepi cukup lama akibat cedera punggung yang dialaminya di Piala Dunia 2026.
Pembicaraan awal dengan Aston Villa sebenarnya sudah dilakukan, tetapi tawaran pertama The Gunners langsung mendapat penolakan. Bahan laporan ini menyebut proposal pembuka sekitar 30 juta pound, jauh di bawah penilaian Villa terhadap bek berusia 28 tahun tersebut.
Aston Villa disebut tidak berniat melepas Ezri Konsa dengan harga murah dan memasang valuasi sekitar 60 juta pound. Klub asal Birmingham tersebut juga belum menunjukkan keinginan menurunkan tuntutannya meskipun Arsenal terus mempertimbangkan langkah berikutnya.
Ezri Konsa Terbuka Gabung Arsenal
Situasi itu menempatkan sang pemain dalam posisi menarik karena dirinya diyakini bersedia mempertimbangkan proyek Arsenal. Namun, bek berusia 28 tahun tersebut tidak akan mengajukan permintaan transfer atau membuat tekanan terbuka agar Aston Villa melepasnya.
Sikap tersebut membuat negosiasi sepenuhnya berada di tangan kedua klub, terutama mengenai perbedaan valuasi yang masih besar. The Gunners harus memutuskan apakah Ezri Konsa layak ditebus mendekati harga yang diminta Villa atau mencari alternatif dengan biaya lebih rendah.
Kontrak Ezri Konsa bersama Aston Villa masih menjadi faktor penting dalam pembicaraan karena kesepakatannya berlaku hingga 2028. Villa juga sudah menawarkan kontrak baru kepada pemain internasional Inggris itu sebagai upaya mempertahankan salah satu bek utama mereka.
Konsa tidak ikut bersama skuad Aston Villa ketika menghadapi Paris Saint-Germain dalam Piala Super UEFA di Salzburg. Unai Emery memberinya waktu libur empat pekan setelah keterlibatan bersama Inggris pada Piala Dunia, sehingga absennya bukan berkaitan langsung dengan transfer Arsenal.
Tanpa bek Inggris tersebut, Aston Villa akhirnya kalah 1-2 dari Paris Saint-Germain pada pertandingan Piala Super UEFA 12 Agustus 2026. Brian Madjo mencetak gol Villa, sedangkan Khvicha Kvaratskhelia dan Desire Doue membawa PSG mempertahankan trofi tersebut.
Di kubu Arsenal, urgensi mendatangkan bek baru meningkat setelah kondisi William Saliba dipastikan membutuhkan pemulihan cukup panjang. Bek Prancis itu mengalami cedera punggung saat Piala Dunia dan tidak memerlukan operasi, tetapi harus menjalani program rehabilitasi terkontrol.
Mikel Arteta Masih Ingin Perkuat Arsenal
Arteta juga belum dapat memastikan apakah Arsenal akan menambah pemain sebelum bursa transfer ditutup pada 3 September. Meski demikian, pelatih asal Spanyol tersebut menegaskan keinginan klub memperkuat kualitas dan kedalaman skuad sama sekali tidak perlu diragukan.
Setelah Arsenal bermain imbang 1-1 melawan Como dalam laga pramusim, Arteta menegaskan klub masih aktif mencari peluang di pasar transfer. Menurutnya, setiap kesempatan meningkatkan kualitas dan kedalaman skuad harus dipertimbangkan selama pemain yang tepat tersedia.
Arteta mengingatkan bahwa proses transfer tidak sepenuhnya berada dalam kendali klub karena selalu melibatkan tim penjual dan pemain. Karena itu, keinginan mendatangkan Ezri Konsa atau target lain tidak otomatis berarti kesepakatan dapat diselesaikan dalam waktu singkat.
Manajer Arsenal tersebut juga menilai hanya sedikit pemain di pasar yang benar-benar mampu meningkatkan level tim juara Premier League. Kondisi itulah yang membuat setiap keputusan transfer harus dilakukan hati-hati, termasuk ketika mempertimbangkan harga tinggi untuk bek Aston Villa.
Dari sisi kebutuhan, Ezri Konsa menawarkan profil yang cukup masuk akal karena mampu bermain sebagai bek tengah maupun bek kanan. Pengalaman panjangnya di Premier League juga membuat Arsenal tidak perlu menunggu proses adaptasi terhadap tempo dan karakter kompetisi Inggris.
Catatan Premier League menunjukkan Konsa telah mengumpulkan lebih dari 200 penampilan dan membangun reputasi sebagai bek berpengalaman di Aston Villa. Kemampuan duel, kecepatan, serta fleksibilitas posisinya memberi Arteta beberapa kemungkinan dalam melakukan rotasi pada pertahanan Arsenal.
Namun, angka 60 juta pound dapat menjadi hambatan terbesar karena Arsenal harus menilai kebutuhan jangka pendek melawan nilai investasi. Ezri Konsa akan berusia 29 tahun pada Oktober, sehingga nilai jual kembali tentu berbeda dibandingkan merekrut bek berusia awal 20-an.
Aston Villa sendiri memiliki alasan kuat mempertahankan sang bek karena ia telah menjadi pemain penting sejak tiba dari Brentford pada 2019. Kehilangan pemain utama menjelang musim baru juga akan memaksa Villa mencari pengganti dalam waktu yang semakin sempit.
Karena itu, keputusan Ezri Konsa untuk tidak memaksakan transfer membuat posisi Aston Villa tetap kuat dalam negosiasi. Arsenal harus meningkatkan penawaran secara signifikan jika benar-benar ingin mendapatkan pemain Inggris tersebut sebelum tenggat bursa musim panas.
Bagi Ezri Konsa, kesempatan bergabung dengan Arsenal tentu menawarkan tantangan baru bersama klub yang sedang berada pada level kompetitif tinggi. Namun, sikapnya menunjukkan ia tidak ingin merusak hubungan dengan Aston Villa hanya demi mempercepat proses transfer.
Perburuan sang bek pada akhirnya akan bergantung pada seberapa jauh Arsenal bersedia mendekati valuasi 60 juta pound milik Aston Villa. Arteta membutuhkan tambahan kualitas di pertahanan, tetapi klub tetap harus menjaga disiplin ketika menentukan harga untuk target utama.



