Close Menu
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
Home - Olahraga - Mengulas Era Baru Enzo Maresca di Manchester City Setelah Pep Guardiola

Mengulas Era Baru Enzo Maresca di Manchester City Setelah Pep Guardiola

  • Agustus 11, 2026
Enzo Maresca Mulai Era Baru di Manchester City Setelah Pep Guardiola.

Menggantikan Pep Guardiola jelas bukan pekerjaan sederhana, tetapi tantangan itulah yang sekarang dihadapi Enzo Maresca setelah dipercaya menjadi manajer baru Manchester City. Ia kembali ke Etihad setelah sebelumnya menjadi asisten Guardiola pada musim treble 2022/2023.

Guardiola meninggalkan Manchester City pada akhir musim lalu setelah membangun salah satu periode tersukses dalam sejarah klub. Selama masa kepemimpinannya, pelatih asal Spanyol tersebut mempersembahkan 17 trofi utama, termasuk enam gelar Premier League dan satu Liga Champions.

Kini Enzo Maresca mulai menjalani pramusim pertamanya sebagai manajer Manchester City dengan berbagai keputusan penting sudah menunggu. Dalam tur klub di Seoul, ia berbicara bersama lima media Inggris mengenai tekanan menggantikan Guardiola dan tantangan musim pertamanya.

Enzo Maresca Tak Takut Dibandingkan dengan Pep Guardiola

Enzo Maresca memahami setiap hasil Manchester City nantinya akan dibandingkan dengan pencapaian Guardiola, terutama setelah sepuluh pertandingan pertama. Namun mantan pelatih Leicester City dan Chelsea itu mengaku perbandingan tersebut sama sekali tidak menambah tekanan dalam pekerjaannya.

Menurut Enzo Maresca, Guardiola tetap merupakan pelatih terbaik dunia dalam kurun 15 hingga 20 tahun terakhir karena pengaruhnya melampaui satu klub. Filosofi permainan Guardiola bahkan menjadi referensi di Spanyol, Jerman, kemudian Inggris sepanjang perjalanan kariernya.

Ketika Guardiola mulai sukses bersama Barcelona, banyak klub mencoba memainkan sepak bola dengan pendekatan serupa, kemudian situasi yang sama muncul saat ia pindah ke Bayern Munich. Fenomena tersebut berulang ketika Manchester City berubah menjadi standar permainan baru di Inggris.

Enzo Maresca mengakui ada orang yang menggambarkan pekerjaan menggantikan Guardiola sebagai tugas hampir mustahil karena tingginya standar yang sudah terbentuk. Namun bagi pelatih asal Italia tersebut, kesempatan memimpin Manchester City juga merupakan sebuah kehormatan besar.

Sebelum resmi menandatangani kontrak sebagai penerus Guardiola, Maresca bahkan bertemu mantan atasannya di Barcelona. Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk bertukar pandangan karena Guardiola mengetahui hampir seluruh detail Manchester City setelah bekerja satu dekade bersama klub.

Keduanya menghabiskan beberapa jam bersama setelah sebelumnya memang merencanakan pertemuan selama liburan musim panas. Meski menghargai masukan Guardiola, Maresca tetap ingin datang dengan pikiran terbuka dan melihat sendiri kondisi keseluruhan Manchester City.

Enzo Maresca Mulai Membawa Identitas Baru di Manchester City

Sebagai tanda dimulainya perubahan, Enzo Maresca tidak menempati kantor lama Guardiola di markas Manchester City. Ia memilih menggunakan ruangan yang sebelumnya ditempati mantan asisten Pep Lijnders, sementara kantor Guardiola sekarang diubah menjadi ruang pertemuan.

Keputusan tersebut menjadi simbol bahwa Maresca ingin membangun cara kerjanya sendiri tanpa menghilangkan penghormatan terhadap warisan Guardiola. Perubahan kecil seperti penggunaan kantor menjadi salah satu bagian dari proses menciptakan suasana baru bagi para pemain.

Enzo Maresca sendiri bergabung dengan Manchester City pada akhir Juni setelah sebelumnya meninggalkan Chelsea di tengah musim. Tidak lama setelah pengangkatannya, ia menyampaikan permintaan maaf kepada mantan klubnya atas gangguan yang muncul karena kepergiannya tersebut.

Selama sekitar enam bulan sebelum menerima pekerjaan Manchester City, Enzo Maresca mengaku menggunakan waktu untuk lebih banyak bersama keluarga. Ia mempunyai seorang istri dan empat anak sehingga masa jeda tersebut memberinya kesempatan menikmati kehidupan di luar sepak bola.

Namun Enzo Maresca tidak sepenuhnya meninggalkan proses belajar karena dirinya juga mulai tertarik memahami perkembangan artificial intelligence atau kecerdasan buatan. Ia bahkan mengikuti dua kelas khusus untuk memperoleh pengetahuan lebih mendalam mengenai cara kerja teknologi tersebut.

Perkembangan AI memang sudah memasuki berbagai bidang kehidupan, termasuk sepak bola profesional yang terus mencari keuntungan sekecil apa pun. Meski demikian, Enzo Maresca menyadari teknologi saja tentu tidak cukup untuk menggantikan salah satu pelatih terbaik generasinya.

Enzo Maresca Melihat Perubahan Besar di Premier League

Menurut Enzo Maresca, Premier League mengalami beberapa perubahan sejak terakhir kali dirinya menjadi asisten Guardiola tiga tahun lalu. Perbedaan paling terlihat adalah meningkatnya penggunaan situasi bola mati dan semakin banyak tim menerapkan penjagaan satu lawan satu.

Arsenal menjadi salah satu contoh paling jelas setelah memenangkan gelar liga pertama mereka dalam lebih dari dua dekade pada musim lalu. Mereka menghasilkan 25 gol melalui situasi bola mati, termasuk 19 gol dari sepak pojok sepanjang perjalanan menuju gelar.

Manchester City sekarang ingin meningkatkan kualitas pada aspek tersebut karena efektivitas bola mati semakin menentukan pertandingan Premier League. Enzo Maresca memahami timnya tidak boleh hanya mengandalkan permainan terbuka ketika rival memperoleh keuntungan besar melalui skema situasional.

Premier League juga memperkenalkan sejumlah aturan baru untuk mempercepat pertandingan pada musim berikutnya, termasuk batas waktu lima detik saat melakukan tendangan gawang atau lemparan ke dalam. Penguasaan bola dapat diberikan kepada lawan ketika batas tersebut dilanggar.

Walaupun permainan sekarang sering menampilkan kotak penalti yang sangat padat ketika sepak pojok serta duel fisik meningkat, Maresca tetap menganggap Premier League sebagai kompetisi terbaik dunia. Alasannya adalah kualitas pemain, pelatih, organisasi, dan kedalaman klub.

Menurut Enzo Maresca, La Liga memang masih memiliki Barcelona dan Real Madrid sebagai kekuatan besar, tetapi kedalaman kompetisinya berbeda dibandingkan Inggris. Premier League mempunyai sekitar enam klub dengan kekuatan relatif dekat dan mampu bersaing pada level tertinggi.

Enzo Maresca dan Staf Multinasional Manchester City

Enzo Maresca mengaku belum menjalani tradisi menyanyikan lagu perkenalan di depan seluruh skuad karena menurutnya seorang manajer tidak perlu bernyanyi. Beberapa anggota staf justru sudah melakukannya selama kegiatan internal Manchester City pada masa pramusim.

Pelatih kiper Michele de Bernardin disebut memberikan penampilan sangat bagus ketika menjalani tradisi tersebut, sedangkan analis Javi Molina memilih lagu My Way milik Frank Sinatra. Enzo Maresca bercanda bahwa penampilan Molina merupakan yang terburuk dan benar-benar berantakan.

Komposisi staf Manchester City sekarang juga sangat multinasional karena terdapat Willy Caballero dari Argentina, dua orang Italia, serta tiga anggota asal Spanyol. Enzo Maresca sendiri mampu berbicara bahasa Prancis sehingga komunikasi dalam beberapa bahasa bukan masalah besar.

Kemudian terdapat sosok yang disebut Enzo Maresca sebagai “orang Inggris”, yakni pelatih tim utama Danny Walker. Keduanya memiliki hubungan panjang sejak bekerja bersama pada tim Elite Development Squad Manchester City sebelum berlanjut ke Leicester dan Chelsea.

Enzo Maresca terlihat sangat antusias ketika membicarakan Walker dan bahkan bercanda mengenai kebiasaan khas Inggris yang dimilikinya. Saat sarapan Walker memilih kacang dengan roti panggang, sedangkan ketika makan malam pilihannya sering disertai segelas bir.

Hubungan mereka dimulai ketika Maresca mengambil alih EDS dan Walker dipromosikan dari kelompok usia di bawah 16 tahun menjadi asistennya. Sejak saat itu keduanya terus bekerja bersama melewati beberapa klub dan berbagai fase karier berbeda.

Enzo Maresca Percaya Besar kepada Danny Walker

Walker juga mempunyai pengetahuan mendalam mengenai pemain akademi Manchester City karena pernah menangani banyak pemain sejak usia sangat muda. Nico O’Reilly dan Rico Lewis termasuk nama yang sudah dikenalnya sejak mereka bermain pada kelompok umur awal akademi.

Menurut Enzo Maresca, Walker mempunyai kemampuan sangat baik dalam memberikan latihan tambahan kepada pemain setelah sesi utama selesai. Peran tersebut menjadi penting ketika staf ingin meningkatkan aspek individu tanpa mengubah struktur latihan utama Manchester City.

Meski suasana internal terlihat santai, Enzo Maresca memahami tuntutan pekerjaan di Manchester City sangat besar karena hasil menjadi ukuran utama. Ia menegaskan semua anggota staf bisa kehilangan pekerjaan apabila tim gagal memenangkan pertandingan secara konsisten.

Tekanan tersebut semakin besar karena Maresca bukan hanya harus mempertahankan standar Manchester City, tetapi juga membangun hubungan dengan skuad baru. Keputusan mengenai struktur kepemimpinan tim menjadi salah satu persoalan besar yang harus segera diselesaikannya.

Enzo Maresca Harus Tentukan Kapten Baru Manchester City

Kepergian Bernardo Silva membuat Manchester City membutuhkan kapten baru untuk musim mendatang dan Enzo Maresca ingin menentukan pilihan tersebut sendiri. Ia juga berharap setidaknya satu pemain binaan sepak bola Inggris masuk dalam kelompok kepemimpinan tim.

Untuk sementara, kelompok pemimpin Manchester City berisi Ruben Dias, Erling Haaland, dan Rodri, sementara satu tempat lainnya masih belum ditentukan. Masa depan Rodri juga belum sepenuhnya jelas setelah Barcelona sebelumnya melayangkan tawaran yang ditolak Manchester City.

Ruben Dias saat ini menjadi kandidat terdepan untuk mengenakan ban kapten secara permanen berdasarkan pengalaman dan statusnya dalam ruang ganti. Namun Erling Haaland juga menjadi nama menarik karena menunjukkan dukungan kepada Maresca sejak awal kedatangannya.

Enzo Maresca mengungkapkan Haaland merupakan salah satu pemain pertama yang mengirim pesan kepadanya setelah penunjukan sebagai manajer diumumkan. Sikap tersebut memperlihatkan keterlibatan sang striker dalam kelompok pemimpin meskipun keputusan akhir mengenai kapten belum dibuat.

Erling Haaland Bisa Jadi Kapten Manchester City?

Namun terdapat persoalan unik apabila Erling Haaland akhirnya terpilih menjadi kapten karena Enzo Maresca mempunyai kebiasaan khusus selama pertandingan. Ketika tim mencetak gol, kapten biasanya harus mendatangi bangku cadangan untuk menerima instruksi mengenai penyesuaian permainan berikutnya.

Kebiasaan tersebut sudah diterapkan Maresca selama melatih Leicester City dan Chelsea karena menurutnya momen setelah gol sangat penting untuk memberikan pesan. Kapten tidak datang untuk merayakan, melainkan menerima perubahan atau instruksi langsung dari staf.

Masalahnya, Haaland merupakan pemain yang paling sering mencetak gol sehingga Enzo Maresca bercanda akan muncul kesulitan apabila sang striker menjadi kapten. Sang penyerang tentu membutuhkan waktu merayakan gol sebelum berlari menuju bangku cadangan menerima instruksi.

Ketika Manchester City menghadapi K-League XI pada pertandingan persahabatan, Ruben Dias memperlihatkan pola tersebut setelah tim mencetak gol pertama. Bek Portugal itu langsung bergerak menuju bangku cadangan untuk menerima arahan tambahan dari Enzo Maresca.

Menurut Maresca, bahkan dua atau tiga menit setelah sebuah gol dapat menghadirkan perubahan yang membutuhkan penyesuaian. Karena itu, komunikasi langsung dengan kapten menjadi bagian penting dalam pengelolaan pertandingan yang ingin diterapkannya di Manchester City.

Masa Depan Rodri Masih Menjadi Tanda Tanya

Kelompok kepemimpinan sekarang memiliki tiga atau empat pemain, tetapi Enzo Maresca menilai masih membutuhkan satu sosok tambahan. Situasi Rodri membuat keputusan tersebut sedikit tertunda karena masa depan gelandang Spanyol itu masih menjadi pembicaraan menjelang musim baru.

Barcelona sebelumnya mengajukan tawaran untuk Rodri tetapi Manchester City menolaknya, sehingga sang gelandang tetap menjadi bagian penting dalam rencana tim. Meski demikian, Enzo Maresca memilih menunggu perkembangan sebelum menetapkan struktur kepemimpinan secara definitif.

Keberadaan Rodri sangat penting bukan hanya karena kualitas teknisnya, tetapi juga pengaruhnya terhadap organisasi permainan Manchester City. Jika akhirnya bertahan, pemain Spanyol tersebut hampir pasti tetap menjadi salah satu figur senior paling berpengaruh dalam skuad.

Sebaliknya, apabila situasinya berubah, Maresca harus memikirkan kembali komposisi lini tengah sekaligus kelompok kapten Manchester City. Keputusan itu menjadi bagian dari beberapa persoalan besar yang menunggu sang pelatih menjelang bergulirnya musim baru.

Tantangan Besar Menanti Enzo Maresca di Manchester City

Selain menentukan kapten dan memastikan masa depan Rodri, Enzo Maresca harus memilih susunan terbaik menghadapi Arsenal pada Community Shield. Pertandingan tersebut akan menjadi kesempatan penting untuk melihat seberapa cepat pemain memahami pendekatan serta metode latihan baru.

Ekspektasi kepada Enzo Maresca jelas sangat tinggi karena Manchester City sudah terbiasa meraih gelar dalam era Guardiola. Setiap kemenangan, kekalahan, pilihan pemain, dan perubahan taktik kemungkinan akan terus dibandingkan dengan mantan manajer tersebut sepanjang musim.

Namun Enzo Maresca tidak ingin membangun pekerjaannya berdasarkan ketakutan terhadap perbandingan tersebut karena dirinya memahami situasinya sejak awal. Ia memilih melihat pekerjaan ini sebagai privilege sekaligus kesempatan membuktikan kualitas pada salah satu klub terbesar dunia.

Manchester City kini memasuki fase baru setelah satu dekade yang identik dengan Guardiola, sementara Enzo Maresca membawa metode serta gagasan berbeda. Persoalan kapten, masa depan Rodri, inovasi bola mati, dan adaptasi pemain menjadi ujian pertama menuju era berikutnya.

Bagaimanapun, Enzo Maresca memiliki keuntungan karena sudah mengenal kultur Manchester City dari periode sebelumnya sebagai asisten Guardiola. Pengalaman tersebut dapat mempercepat adaptasi, meskipun tanggung jawab sebagai manajer utama tentu menghadirkan tekanan dalam skala jauh lebih besar.

Kini jawaban mengenai kemampuan Enzo Maresca menggantikan Guardiola hanya bisa diberikan melalui hasil di lapangan. Musim baru akan menunjukkan apakah Manchester City mampu mempertahankan standar mereka sekaligus membangun identitas baru di bawah kepemimpinan pelatih asal Italia.

Preview Stuttgart vs Viking

Preview Stuttgart vs Viking: Prediksi Susunan Pemain, Head to Head, dan Jadwal Pertandingan

07 Sep 2026
Preview Real Madrid vs Inter Milan

Preview Real Madrid vs Inter Milan: Prediksi Susunan Pemain, Head to Head, dan Jadwal Pertandingan

07 Sep 2026
Preview Porto vs Manchester City

Preview Porto vs Manchester City: Prediksi Susunan Pemain, Head to Head, dan Jadwal Pertandingan

07 Sep 2026
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Responsible Gambling
© 2026 Bonanza88. ▲

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.