Barcelona membuat keputusan yang tampak sederhana, tetapi menyimpan persoalan besar di bawah mistar setelah resmi mendatangkan Dominik Livaković dari Fenerbahçe. Kedatangannya menambah kualitas sekaligus menciptakan pertanyaan baru karena Joan García sudah berstatus pilihan utama dan Wojciech Szczęsny masih berada dalam skuad.
Associated Press melaporkan Barcelona mengikat Dominik Livaković sampai 2030 setelah menuntaskan transfer dari Fenerbahçe pada penghujung bursa musim panas. Kiper berusia 31 tahun itu datang tidak lama setelah Marc-André ter Stegen dipinjamkan ke Ajax, sehingga struktur penjaga gawang berubah drastis.
Reuters menyebut nilai transfer Dominik Livaković berada di kisaran €2 juta dengan tambahan bonus sekitar €500 ribu, angka yang relatif rendah untuk kiper berpengalaman. Namun biaya murah tidak otomatis membuat keputusan ini sederhana karena Barcelona sudah mempunyai dua penjaga gawang senior dengan kontrak aktif.
Situasi tersebut membuat nasib Szczęsny menjadi bagian paling menarik dari transfer ini, bukan sekadar soal siapa pelapis Joan García dalam pertandingan tertentu. Jika Dominik Livaković langsung menjadi kiper kedua, pemain Polandia itu berpotensi turun menjadi pilihan ketiga meski pengalaman dan kontribusinya masih dihargai klub.
Hierarki awal Barcelona sebenarnya sudah cukup jelas sebelum transfer terbaru dilakukan karena Hansi Flick sejak pramusim menempatkan Joan García sebagai nomor satu. AS bahkan menulis bahwa status itu terlihat dari keputusan klub memberikan nomor punggung satu setelah kepergian Ter Stegen menuju Ajax.
Dominik Livaković Datang, Hierarki Kiper Barcelona Berubah
Joan García bukan investasi jangka pendek karena Barcelona membayar klausul pelepasannya senilai €25 juta pada Juni 2025 dan mengontraknya sampai 2031. Karena itu, kedatangan Dominik Livaković lebih masuk akal dibaca sebagai perlindungan kedalaman skuad daripada upaya langsung mengganti penjaga gawang utama.
Masalahnya, Szczęsny juga bukan pemain tanpa posisi kontraktual karena Barcelona memperpanjang masa baktinya hingga 30 Juni 2027 setelah musim pertamanya berjalan positif. Dengan demikian, klub secara bersamaan memiliki tiga kiper senior yang secara pengalaman layak menuntut peran kompetitif sepanjang musim.
Konsekuensinya bukan hanya menyangkut menit bermain, melainkan juga manajemen ruang ganti karena posisi kiper berbeda dari pemain lapangan yang lebih mudah dirotasi. Pergantian penjaga gawang terlalu sering dapat mengganggu kontinuitas komunikasi pertahanan, sementara tiga pemain senior membutuhkan kejelasan peran sejak awal.
Di sinilah transfer Dominik Livaković menjadi menarik secara strategis karena Barcelona seolah membeli keamanan sebelum benar-benar menyelesaikan masalah hierarki. Klub mendapat kiper internasional dengan harga terjangkau, tetapi sekaligus harus menentukan apakah ia menjadi nomor dua, nomor tiga, atau kembali dipinjamkan.
Laporan AS menyebut Dominik Livaković sudah mengikuti sesi pemulihan bersama tim, tetapi proses registrasinya belum selesai dan keikutsertaannya menghadapi Rayo Vallecano masih diragukan. Media tersebut menilai ia diproyeksikan sebagai pelapis Joan García, skenario yang otomatis menekan posisi Szczęsny.
Persoalan registrasi penting karena Barcelona masih mengatur pergerakan terakhir skuad dan ruang finansial menjelang penutupan bursa. Selama pendaftaran Dominik Livaković belum tuntas, Hansi Flick secara praktis belum dapat mengubah hierarki pertandingan hanya berdasarkan keberadaan kontrak baru sang penjaga gawang.
Ketidakpastian itu membuka beberapa skenario sekaligus, termasuk kemungkinan Barcelona menahan ketiga kiper atau mengirim salah satunya untuk mencari menit bermain. Forbes menilai opsi peminjaman Dominik Livaković tetap masuk akal karena Szczęsny masih terikat kontrak dan Joan García sulit digeser dari posisi utama.
Jika skenario peminjaman terjadi, transfer ini dapat dibaca sebagai perencanaan untuk musim 2027/2028 ketika kontrak Szczęsny berakhir dan kebutuhan pelapis baru muncul. Barcelona akan memiliki Dominik Livaković yang terikat sampai 2030 tanpa perlu memasuki pasar kiper dari posisi terdesak pada musim berikutnya.
Namun bila Barcelona memilih mempertahankan ketiganya, persaingan akan menjadi jauh lebih padat daripada yang dibutuhkan untuk satu posisi. Joan García harus menjaga konsistensi, Dominik Livaković membutuhkan pertandingan demi status internasionalnya, sedangkan Szczęsny mempunyai reputasi dan pengalaman yang membuat peran ketiga terasa tidak biasa.
Faktor usia juga menjelaskan logika perekrutan karena Joan García mewakili proyek jangka panjang, sementara dua pesaingnya menawarkan pengalaman untuk kebutuhan segera. Barcelona tidak sedang mencari pengganti permanen bagi Joan, melainkan menciptakan lapisan keamanan agar satu cedera tidak langsung mengganggu stabilitas tim.
Dominik Livaković Bukan Kiper Cadangan Biasa
Dominik Livaković membawa CV yang membuat peran cadangan terasa terlalu kecil jika dilihat dari reputasi internasionalnya. Ia menjadi bagian reguler tim nasional Kroasia sejak 2017, tampil pada tiga Piala Dunia dan dua Piala Eropa, serta memiliki pengalaman panjang menghadapi tekanan pertandingan besar.
Nama Dominik Livaković paling melekat setelah Piala Dunia 2022 ketika Kroasia menyingkirkan Brasil melalui adu penalti pada perempat final. FIFA mencatat ia menggagalkan penalti Rodrygo setelah sepanjang pertandingan berkali-kali menghentikan peluang Brasil, lalu terpilih sebagai pemain terbaik laga.
FIFA juga mencatat Livaković pernah menepis tiga penalti Jepang dalam adu penalti babak 16 besar Piala Dunia 2022. Rekor itu menunjukkan salah satu nilai tambahnya, yakni kemampuan bertahan dalam pertandingan tekanan tinggi ketika margin kesalahan sangat kecil.
Pengalaman klubnya juga tidak pendek karena ia memulai karier bersama NK Zagreb sebelum bergabung dengan Dinamo Zagreb pada musim 2016/2017. Setelah tujuh musim di Dinamo, Dominik Livaković pindah ke Fenerbahçe dan mencatat 74 penampilan dengan 24 clean sheet menurut Reuters.
Perjalanan berikutnya justru tidak mulus karena ia sempat dipinjamkan ke Girona dan tidak mendapatkan pertandingan resmi sebelum kembali ke Dinamo Zagreb dengan status pinjaman. Episode tersebut penting karena menunjukkan bahwa kebutuhan menit bermain pernah menjadi persoalan serius dalam keputusan kariernya.
Reuters pada Desember 2025 melaporkan pelatih Girona Míchel mengatakan sang kiper menolak bermain dan ingin menjaga peluang pindah demi mendapatkan menit menjelang Piala Dunia. Pernyataan itu memperlihatkan bahwa Dominik Livaković bukan tipe pemain yang mudah menerima situasi tanpa prospek tampil.
Karena latar tersebut, menempatkannya sebagai kiper ketiga sepanjang musim berpotensi menciptakan persoalan yang sebenarnya bisa diprediksi sejak awal. Barcelona tentu memahami konteks itu, sehingga keputusan akhir mengenai registrasi dan kemungkinan peminjaman akan menentukan apakah transfer ini benar-benar efisien.
Dari sisi Szczęsny, ancaman turun menjadi pilihan ketiga terasa paradoksal karena ia justru kembali dari masa pensiun setelah Barcelona membutuhkan solusi darurat. Klub kemudian memperpanjang kontraknya sampai 2027, tanda bahwa perannya dianggap bernilai sebelum kedatangan Dominik Livaković mengubah keseimbangan baru.
Szczęsny menawarkan sesuatu yang tidak sepenuhnya bisa diukur melalui jumlah pertandingan, yakni pengalaman menghadapi tekanan elite bersama Arsenal, Roma, Juventus, dan Barcelona. Situs resmi klub masih menempatkannya dalam skuad utama, sementara daftar penjaga gawang terbaru menampilkan Joan García dan Szczęsny sebelum registrasi Livaković rampung.
Karena itu, istilah terancam menjadi kiper ketiga harus dibaca sebagai kemungkinan hierarki, bukan keputusan resmi Hansi Flick yang sudah diumumkan. Sampai Barcelona menyelesaikan registrasi Dominik Livaković dan menentukan rencana peminjaman, posisi Szczęsny masih berada dalam wilayah yang dapat berubah.
Dilema Barcelona: Terlalu Banyak Kiper Berkualitas
Barcelona juga perlu mempertimbangkan struktur kompetisi karena kalender domestik dan Eropa dapat menciptakan kebutuhan rotasi, tetapi rotasi kiper biasanya jauh lebih terbatas. Memiliki tiga pemain senior memberi perlindungan besar, namun manfaat tersebut harus dibandingkan dengan biaya gaji dan kebutuhan menjaga kepuasan individu.
Kedatangan Dominik Livaković merupakan transfer keenam Barcelona pada bursa musim panas ini setelah Anthony Gordon, Karim Adeyemi, Jesse Bisiwu, Rodri, dan João Cancelo. Aktivitas besar itu memperlihatkan klub tidak hanya menambah kedalaman, tetapi juga melakukan penyegaran skuad untuk mempertahankan dominasi domestik.
Reuters mencatat Barcelona memasuki musim baru sebagai juara bertahan dan memburu gelar liga ketiga beruntun setelah membuka kampanye dengan kemenangan 5-0 atas Elche. Dalam konteks ambisi tersebut, memiliki kiper cadangan berpengalaman bisa menjadi asuransi penting ketika persaingan memasuki fase padat.
Namun investasi murah hanya menjadi cerdas apabila Barcelona mampu mengatur fungsi setiap pemain tanpa menciptakan kelebihan yang tidak produktif. Dominik Livaković bisa menjadi pelapis kelas tinggi, tetapi nilainya berkurang apabila tidak terdaftar, jarang bermain, dan akhirnya kembali membutuhkan jalan keluar.
Sebaliknya, jika Szczęsny menerima peran ketiga, Barcelona mendapatkan situasi langka berupa dua penjaga gawang berpengalaman di belakang Joan García. Itu sangat menguntungkan dari sisi kedalaman, walaupun keputusan tersebut tetap membutuhkan komunikasi kuat agar status masing-masing pemain tidak menjadi gangguan internal.
Pilihan lain adalah menggunakan kompetisi piala untuk memberi menit kepada salah satu kiper senior sambil mempertahankan Joan sebagai pilihan liga dan laga besar. Model tersebut dapat mengurangi ketegangan, tetapi tidak menjamin Dominik Livaković memperoleh jumlah pertandingan yang cukup untuk menjaga ritme internasional.
Secara analitis, transfer ini menunjukkan Barcelona sedang mencoba memindahkan risiko dari lapangan ke manajemen skuad. Mereka tidak ingin kekurangan kiper setelah Ter Stegen pergi, tetapi kini harus mengatasi masalah sebaliknya karena tiga penjaga gawang senior bersaing untuk dua peran realistis.
Keputusan akhir kemungkinan akan sangat dipengaruhi oleh registrasi, pergerakan pemain menjelang penutupan bursa, dan kesiapan setiap kiper menerima hierarki. Jika Dominik Livaković akhirnya didaftarkan sebagai pelapis langsung, Szczęsny akan menghadapi perubahan status paling besar hanya satu tahun sebelum kontraknya berakhir.
Barcelona pada akhirnya mendapatkan penjaga gawang berpengalaman dengan harga rendah dan kontrak panjang, sehingga transaksi ini tetap mempunyai nilai strategis. Pertanyaan besarnya bukan apakah Dominik Livaković cukup bagus, melainkan bagaimana klub mengelola Joan García dan Szczęsny agar kualitas tidak berubah menjadi masalah.



