Manchester United akhirnya mendapatkan kepingan yang selama dua musim terasa hilang di lini tengah setelah menyepakati transfer Carlos Baleba dari Brighton. Kesepakatan senilai £70 juta itu datang tepat ketika kekalahan pembuka musim kembali menyoroti masalah energi dan perlindungan di area sentral.
Sky Sports melaporkan United membayar £65 juta secara tetap plus £5 juta dalam bonus, dengan Brighton juga memperoleh klausul penjualan berikutnya. Carlos Baleba diproyeksikan menandatangani kontrak lima tahun setelah menjalani tes medis, sekaligus menjadi gelandang ketiga yang direkrut musim panas ini.
Perkembangan terbaru pada Minggu, 23 Agustus 2026, bahkan menyebut proses medis telah diselesaikan dan dokumen antarklub telah ditandatangani. Manchester United tinggal menuju pengumuman resmi setelah negosiasi yang berlangsung sejak musim panas tahun lalu akhirnya mencapai tahap akhir.
Sebelum Carlos Baleba, Michael Carrick sudah mendapatkan Andrey Santos dan Youri Tielemans untuk memperbarui lini tengah yang lama menjadi sumber frustrasi. Namun dua pemain itu belum sepenuhnya menjawab kebutuhan United terhadap gelandang atletis yang mampu menutup ruang sekaligus membawa bola melewati tekanan.
Kebutuhan tersebut terlihat semakin jelas setelah Manchester United membuka Liga Inggris dengan kekalahan 0-2 dari Hull City pada Sabtu. Tielemans dan Santos kesulitan mengendalikan permainan, sehingga kedatangan Carlos Baleba terasa bukan sekadar tambahan mewah, melainkan koreksi struktural yang sangat dibutuhkan.
Carlos Baleba Bisa Menjadi Bagian Terakhir Revolusi Lini Tengah
Opta Analyst menilai Carlos Baleba dapat menjadi bagian terakhir dalam pembangunan ulang lini tengah Manchester United karena profilnya berbeda dari gelandang lain. Ia menawarkan kecepatan, kekuatan, jangkauan area, kemampuan merebut bola, serta dorongan vertikal melalui dribel yang tidak dimiliki United secara konsisten.
Manchester United sebenarnya telah mengejar Carlos Baleba sejak musim panas 2025, tetapi mundur ketika Brighton memasang valuasi sekitar £100 juta. Setelah performanya menurun pada musim 2025/26, harga pemain Kamerun itu turun signifikan hingga akhirnya United memperoleh kesepakatan senilai sekitar £70 juta.
Penurunan performa musim lalu memang menjadi risiko terbesar dalam transfer Carlos Baleba karena levelnya tidak sedominan setahun sebelumnya. Fabian Hürzeler bahkan sempat mengatakan pendekatan United pada musim panas sebelumnya mungkin memengaruhi kondisi mental sang pemain dan secara tidak sadar menekan penampilannya.
Situasinya menjadi lebih kompleks ketika pelatih Kamerun David Pagou mengatakan Carlos Baleba menghadapi persoalan keluarga menjelang Piala Afrika. Sebelum meninggalkan Brighton untuk turnamen tersebut pada Desember, ia hanya sekali menyelesaikan 90 menit penuh dalam pertandingan Liga Inggris pada musim itu.
Carlos Baleba sempat menunjukkan beberapa penampilan meyakinkan bersama Kamerun di Piala Afrika, tetapi tidak langsung menjadi starter reguler setelah kembali ke Brighton. Karena itu, menilai penurunannya hanya dari statistik tanpa mempertimbangkan persoalan di luar lapangan berisiko menghasilkan kesimpulan yang terlalu sederhana.
Alasan United tetap berani mengeluarkan £70 juta terletak pada versi Carlos Baleba yang muncul pada musim 2024/25. Saat itu, ia berkembang menjadi mesin lini tengah Brighton yang mampu merebut bola, mematahkan transisi lawan, lalu membawa tim bergerak maju melalui akselerasi eksplosif.
Kekuatan Carlos Baleba Bukan Umpan, Melainkan Membelah Lini Lawan
Kemampuan membawa bola menjadi ciri paling menonjol Carlos Baleba karena ia tidak bergantung pada umpan progresif untuk menembus garis lawan. Pada Liga Inggris 2024/25, setiap carry miliknya rata-rata memajukan bola 5,2 meter, hanya kalah dari enam gelandang bertahan dengan minimal 900 menit.
Di kelompok pemain yang sama, Carlos Baleba mencatat 6,7 progressive carries per 90 menit dan menempati posisi keempat. Ia juga menghasilkan 2,9 progressive carries sejauh sedikitnya 10 meter per 90 menit, angka yang hanya bisa dilampaui tiga gelandang bertahan lainnya.
Statistik tersebut sesuai dengan karakter visual Carlos Baleba yang mengandalkan kekuatan tubuh dan ledakan langkah untuk keluar dari tekanan. Latar fisiknya dibangun sejak muda melalui latihan lari berjam-jam, latihan beban keras, bahkan penggunaan ban truk untuk meningkatkan kelincahan di rumah.
Ada kelemahan yang perlu dipahami karena Carlos Baleba bukan gelandang pengatur permainan dengan distribusi progresif seperti Toni Kroos atau Rodri. Pada musim 2024/25, hanya 11,8 persen umpannya tergolong line-breaking, di bawah rata-rata 12,4 persen untuk gelandang tengah dan bertahan.
Angka line-breaking passes Carlos Baleba bahkan turun menjadi 8,7 persen pada musim berikutnya, terendah ke-11 dalam kelompok perbandingan yang sama. Persentase umpan ke depan juga menurun dari 22,7 persen menjadi 20,5 persen, angka terakhir menjadi yang terendah di kelompok tersebut.
Namun kekurangan itu tidak otomatis menjadi masalah besar bagi Manchester United karena Carrick sudah memiliki Tielemans, Santos, Kobbie Mainoo dan Bruno Fernandes. Mereka dapat menangani distribusi kreatif, sedangkan Carlos Baleba dapat berfokus pada pekerjaan yang membutuhkan daya jelajah, agresivitas dan kemampuan membawa bola.
Carlos Baleba juga bukan pengumpan jarak jauh yang buruk karena hanya sepuluh gelandang tengah atau bertahan membuat lebih banyak percobaan long pass pada 2024/25. Akurasinya mencapai 57,1 persen saat itu dan tetap relatif stabil di angka 56,5 persen pada musim berikutnya.
Carlos Baleba Menawarkan Sesuatu yang Lama Hilang di Manchester United
Nilai terbesar Carlos Baleba justru terlihat ketika permainan berubah menjadi duel transisi yang selama beberapa musim menjadi kelemahan Manchester United. Sejak era Erik ten Hag, lawan berulang kali mampu melewati lini tengah dengan cepat ketika Casemiro kehilangan mobilitas untuk menutup ruang besar.
Perbedaannya sangat mencolok apabila Carlos Baleba dibandingkan langsung dengan Casemiro berdasarkan data kecepatan musim 2024/25. Baleba mencapai top speed 34,5 km/jam dan berada di urutan ke-10, sedangkan Casemiro hanya 30,5 km/jam serta menempati posisi ke-92 dari 109 pemain.
Kecepatan itu memberi Manchester United peluang lebih besar untuk mematikan serangan balik sebelum lawan memasuki sepertiga akhir lapangan. Carlos Baleba juga cukup kuat dalam duel sehingga dapat menjadi pengganggu agresif ketika tim kehilangan bola dalam struktur menyerang yang sangat tinggi.
Kebutuhan tersebut semakin relevan karena bentuk bertahan United berubah selama pramusim di bawah Carrick dari 4-2-2-2 menjadi 4-2-4 yang lebih agresif. Formasi seperti itu meningkatkan risiko ruang kosong di tengah, sehingga Carlos Baleba dapat menjadi pemain yang menutup area luas ketika pressing pertama dilewati.
Di Brighton, Carlos Baleba cukup sering memainkan peran nomor enam, tetapi United tidak harus membatasinya sebagai gelandang jangkar murni. Bersama Mainoo, Tielemans atau Santos, ia justru dapat bergerak sebagai box-to-box dan memanfaatkan kemampuan carry lebih tinggi tanpa memikul seluruh beban build-up.
Pendekatan tersebut juga menjelaskan mengapa Manuel Ugarte belum menjadi solusi ideal meski awalnya dibeli untuk mengurangi beban Casemiro. Permainan menyeluruh gelandang Uruguay itu dinilai terlalu terbatas, sedangkan cedera diperkirakan membuatnya kehilangan sebagian besar musim dan memperkecil opsi Carrick.
Carlos Baleba sendiri belum dapat langsung menyelesaikan seluruh persoalan karena masih memulihkan cedera ligamen pergelangan kaki yang didapat pada pramusim. Sky Sports menyebut masalah itu tidak diperkirakan membuatnya absen panjang, tetapi United kemungkinan tetap harus bersabar sebelum memberinya menit penuh.
Risiko lainnya jelas berkaitan dengan performa musim lalu karena Manchester United membayar mahal berdasarkan keyakinan bahwa Carlos Baleba dapat kembali ke level 2024/25. Tidak ada jaminan pemulihan itu berlangsung instan, terutama setelah setahun dengan masalah kebugaran, kondisi pribadi, dan ritme bermain tidak stabil.
Namun komposisi skuad membuat perjudian tersebut terasa logis karena United tidak membutuhkan Carlos Baleba menjadi playmaker utama atau pencetak gol besar. Mereka membutuhkan pemain yang mampu merebut ruang, membawa bola, mengejar transisi, dan mengubah lini tengah dari unit statis menjadi sektor yang lebih dinamis.
Jika Carlos Baleba kembali mencapai level terbaiknya, United akhirnya mempunyai kombinasi gelandang dengan karakter lebih lengkap dibandingkan beberapa musim terakhir. Tielemans menawarkan kontrol, Santos membawa energi, Mainoo memberi ketenangan, Bruno kreativitas, sementara Baleba menyediakan kecepatan dan kekuatan untuk menyatukan semuanya.
Karena itu, transfer Carlos Baleba tidak hanya layak dinilai dari nominal £70 juta atau reputasi Brighton menjual pemain mahal. Nilai sebenarnya akan terlihat pada apakah kehadirannya mampu menutup lubang transisi yang begitu lama membuat Manchester United terlihat rapuh bahkan ketika menguasai pertandingan.
Bagi Carrick, kesepakatan ini sekaligus mengurangi alasan apabila lini tengah Manchester United kembali kalah secara fisik dan struktural. Setelah mendatangkan Tielemans, Santos dan Carlos Baleba, klub telah memberi sang pelatih variasi profil yang cukup untuk membangun fondasi tim yang lebih seimbang.



