Manchester United kembali ke Liga Champions setelah menutup musim 2025/2026 di posisi ketiga Premier League, tetapi pekerjaan Michael Carrick belum selesai. Untuk benar-benar bersaing memperebutkan gelar besar, skuad Setan Merah masih membutuhkan tambahan pada beberapa sektor penting.
Musim 2024/2025 meninggalkan banyak masalah, sebelum Carrick menggantikan Ruben Amorim pada Januari dan mengembalikan optimisme di Old Trafford. Peringkat ketiga menjadi pencapaian lima besar terbaik Manchester United sejak Sir Alex Ferguson pensiun pada 2013.
Hasil itu patut diapresiasi, tetapi bukan tujuan akhir bagi klub yang ingin kembali mendominasi Inggris dan Eropa. Dalam analisis skuad The Opta Analyst, rekrutmen cerdas dinilai tetap menjadi kunci agar Manchester United tidak berhenti hanya sebagai peserta Liga Champions.
Pertahanan Masih Rapuh
Pertahanan semula dianggap sebagai sektor yang paling aman karena tersedia banyak bek tengah dan pemain serbabisa untuk kedua sisi. Namun, riwayat cedera para pilihan utama membuat Manchester United tetap perlu mempertimbangkan satu bek tengah tambahan.
Matthijs de Ligt belum bermain sejak November akibat masalah punggung kronis yang membutuhkan penanganan sangat hati-hati. Manchester United juga belum memberikan kepastian mengenai waktu kembalinya, bahkan target bermain lagi pada Oktober dinilai cukup optimistis.
Lisandro Martinez kemudian menambah kekhawatiran setelah meninggalkan lapangan karena cedera pada final Piala Dunia. Belum ada pembaruan mengenai kondisinya, tetapi klub harus memperhitungkan rekam jejak absennya yang cukup panjang sejak bergabung.
Harry Maguire berhasil memulihkan reputasinya, tetapi usianya terus bertambah dan tidak bisa dijadikan solusi jangka panjang. Leny Yoro belum terbukti cukup tangguh untuk selalu menjadi starter, sementara Ayden Heaven masih muda serta terkadang mengambil keputusan terlalu agresif.
Kedalaman memang tersedia, tetapi tingkat keandalannya belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan klub yang akan menghadapi jadwal lebih padat. Bek tengah baru yang sehat, berpengalaman, dan konsisten dapat menjadi pembelian paling aman bagi Manchester United.
Pada posisi bek sayap, Luke Shaw tampil sangat stabil dengan memainkan seluruh 38 pertandingan Premier League musim lalu. Namun, ketahanan itu belum tentu terulang ketika Manchester United harus membagi energi antara kompetisi domestik dan Liga Champions.
Harry Amass berpeluang kembali dipinjamkan, sedangkan Patrick Dorgu dapat menjadi pelapis di sisi kiri walaupun lebih nyaman bermain lebih maju. Diogo Dalot dan Noussair Mazraoui juga mampu berpindah sisi, tetapi Manchester United tetap membutuhkan cadangan bek kiri yang lebih alami.
Di bawah mistar, klub telah mendatangkan Karl Darlow sebagai pelapis Senne Lammens. Altay Bayindir diperkirakan pergi, sementara Radek Vitek ingin mencari kesempatan bermain reguler sehingga Setan Merah setidaknya sudah memiliki rencana dasar untuk posisi penjaga gawang.
Lini Tengah Masih Membutuhkan Perebut Bola
Pergerakan di lini tengah terlihat cukup cepat melalui kedatangan Andrey Santos dari Chelsea dan Youri Tielemans dari Aston Villa. Dengan biaya gabungan yang dilaporkan mencapai 85 juta pound, Manchester United mendapatkan dua pemain berkualitas dengan karakter berbeda.
Santos membawa potensi besar, sedangkan Tielemans telah membuktikan diri sebagai salah satu gelandang paling konsisten di Premier League. Kendati demikian, dua pembelian tersebut belum sepenuhnya menyelesaikan masalah karena Manchester United masih kekurangan tenaga di sektor sentral.
Sebelum bursa dibuka, kebutuhan klub sebenarnya bisa mencapai tiga gelandang tengah baru setelah pilihan yang tersedia hanya Kobbie Mainoo, Casemiro, dan Manuel Ugarte. Dari ketiganya, Mainoo menjadi satu-satunya pemain yang sejak awal diperkirakan pasti bertahan.
Kepergian Casemiro sudah diketahui sejak lama, sedangkan Ugarte semula berpotensi dilepas sebelum mengalami cedera ligamen anterior saat membela negaranya di Piala Dunia. Cedera tersebut diperkirakan membuatnya absen hampir sepanjang musim Manchester United 2026/2027.
Setelah merekrut Santos dan Tielemans, Carrick praktis hanya mempunyai tiga pilihan senior apabila Bruno Fernandes dan Mason Mount dianggap lebih menyerang. Toby Collyer kemungkinan dipinjamkan lagi, sementara Jack dan Tyler Fletcher juga membutuhkan menit bermain di klub lain.
Profil yang belum dimiliki adalah gelandang atletis dengan kemampuan merebut bola, menutup ruang, dan memenangi duel fisik. Mainoo, Santos, serta Tielemans unggul ketika menguasai bola, tetapi Manchester United masih membutuhkan tenaga yang lebih kuat tanpa bola.
Apabila pemain dengan karakter tersebut berhasil didatangkan, Carrick akan memiliki lini tengah yang lebih lengkap dan fleksibel. Tambahan itu bahkan dapat dianggap lebih mendesak dibandingkan perekrutan pada sektor lain karena keseimbangan Manchester United sangat bergantung pada perlindungan di tengah.
Sektor Serang Penuh Pilihan Berkualitas
Berbeda dari lini tengah, area gelandang serang dan sayap sudah dipenuhi banyak pilihan berkualitas. Bruno Fernandes, Bryan Mbeumo, Matheus Cunha, Amad Diallo, serta Dorgu memberi Manchester United variasi kreativitas, kecepatan, dan kemampuan menyerang dari beberapa posisi.
Cunha dan Mbeumo juga dapat dimainkan lebih ke tengah ketika Carrick membutuhkan perubahan bentuk serangan. Manchester United turut memiliki Shea Lacey yang sangat menjanjikan serta Tynan Thompson, pemain muda berperingkat tinggi yang baru didatangkan dari Tottenham.
Situasi Marcus Rashford menjadi salah satu cerita paling menarik menjelang musim baru. Setelah menjalani 18 bulan sebagai pemain pinjaman di Aston Villa dan Barcelona, kedua klub tidak bersedia atau tidak mampu membelinya secara permanen.
Manchester United masih terbuka untuk melepas Rashford, tetapi siap mengintegrasikannya kembali apabila tidak ada transfer yang terwujud. Pemain Inggris itu terlibat dalam 25 gol Barcelona musim lalu, meski sebagian suporter meragukan motivasinya setelah terlihat ingin bertahan di Camp Nou.
Apabila mampu menjaga profesionalisme, Rashford tetap dapat menjadi aset penting dalam sistem Carrick yang lebih sesuai dengan gaya permainannya dibandingkan pendekatan Amorim. Kecepatan dan pergerakannya juga memberi Manchester United opsi berbeda untuk menghadapi pertahanan tinggi.
Kekurangan kecil pada sektor ini terletak di posisi nomor 10 karena catatan kebugaran Mount sulit diandalkan sepanjang musim. Namun, Fernandes sangat konsisten, sedangkan Cunha, Mainoo, atau Tielemans dapat mengisi peran tersebut jika tim menghadapi keadaan darurat.
Benjamin Sesko Tetap Menjadi Andalan Utama
Di lini depan, kemungkinan klub mengeluarkan biaya sangat besar untuk penyerang tengah baru terlihat cukup kecil. Benjamin Sesko menunjukkan cukup banyak perkembangan pada musim pertamanya sehingga Carrick diperkirakan tetap mempercayainya sebagai ujung tombak utama.
Sesko memperlihatkan naluri predator dan keberadaan di kotak penalti yang lebih baik daripada Rasmus Hojlund. Penyerang Slovenia itu mencatatkan 3,4 tembakan per 90 menit di Premier League, jauh di atas 1,6 dan 1,4 milik Hojlund pada dua musim sebelumnya.
Perbedaan tersebut juga terlihat melalui angka expected goals non-penalti per 90 menit. Sesko membukukan 0,51, sedangkan Hojlund hanya mencapai 0,32 pada 2023/2024 dan 0,24 pada 2024/2025 bersama Manchester United.
Kualitas pelayanan memang memengaruhi jumlah peluang, tetapi pergerakan dan kehadiran Sesko di sepertiga akhir jelas memberikan peningkatan. Apabila Manchester United menciptakan peluang lebih rutin, penyerang itu memiliki dasar statistik untuk berkembang menjadi sumber gol utama.
Masalahnya, Sesko juga sempat mengalami gangguan kebugaran dan pelapisnya belum benar-benar meyakinkan. Joshua Zirkzee belum tampil konsisten selama dua musim, terutama ketika dipercaya memimpin lini depan Manchester United.
Zirkzee memang terlihat tajam ketika United menang 5-0 atas Rosenborg dalam pertandingan persahabatan pekan lalu. Namun, laga pramusim tidak dapat dijadikan ukuran penuh, sementara rumor kepindahannya ke Juventus terus bertahan.
Jika Zirkzee pergi, Manchester United sebaiknya merekrut penyerang berpengalaman yang mampu mendukung sekaligus menantang Sesko. Pemain baru tidak harus menjadi bintang mahal, tetapi harus siap memberi kontribusi ketika jadwal padat atau cedera menyerang.
Carrick sebenarnya masih mempunyai solusi internal karena Cunha, Mbeumo, dan mungkin Rashford dapat dimainkan sebagai penyerang tengah sesekali. Meski demikian, penggunaan mereka di posisi tersebut berpotensi mengurangi kedalaman Manchester United pada area serang lainnya.
Tiga Prioritas Carrick Sebelum Musim Baru
Secara keseluruhan, Manchester United telah membangun fondasi yang jauh lebih baik dibandingkan dua musim sebelumnya. Namun, satu bek tengah andal, satu bek kiri alami, dan terutama gelandang perebut bola akan membuat skuad Carrick lebih siap menantang gelar.
Prioritas terbesar tetap berada pada gelandang atletis yang mampu menyeimbangkan kualitas teknis Mainoo, Santos, dan Tielemans. Setelah itu, Manchester United dapat menilai perkembangan cedera De Ligt, Martinez, serta masa depan Zirkzee sebelum mengambil keputusan berikutnya.
Kembali ke Liga Champions adalah kemajuan besar, tetapi standar klub sebesar Manchester United tidak boleh berhenti pada posisi ketiga. Carrick membutuhkan skuad lebih tahan cedera, lebih kuat secara fisik, dan lebih dalam agar optimisme musim lalu berubah menjadi persaingan gelar nyata.



