Liverpool menutup bursa transfer musim panas 2026 dengan satu langkah besar setelah meresmikan kedatangan Bradley Barcola dari Paris Saint-Germain. Kehadiran winger Prancis itu membuat Andoni Iraola memiliki starting XI sangat kuat, meski komposisi Liverpool belum sepenuhnya seimbang.
Bradley Barcola tiba setelah Liverpool menuntaskan paket transfer sekitar 120 juta poundsterling dan mengikatnya dengan kontrak jangka panjang. Pemain berusia 23 tahun itu datang membawa reputasi sebagai winger cepat, agresif dalam duel satu lawan satu, serta berpengalaman menjuarai Liga Champions bersama PSG.
Transfer Bradley Barcola sekaligus menutup spekulasi panjang mengenai kebutuhan The Reds terhadap penyerang sayap baru setelah perubahan besar dalam skuad. Namun keputusan mempertahankan Cody Gakpo membuat Iraola kini harus menemukan fungsi baru bagi pemain Belanda tersebut, terutama karena sektor kanan tidak memiliki spesialis alami.
Liverpool sebenarnya menerima ketertarikan serius terhadap Gakpo menjelang penutupan pasar, termasuk pendekatan Manchester City, tetapi klub memilih mempertahankannya. Kondisi tersebut membuat Bradley Barcola hampir pasti menjadi pilihan utama di kiri, sedangkan Gakpo berpotensi digeser ke kanan dalam formasi terbaik Iraola.
Liverpool Punya Bradley Barcola Sebagai Starter Baru di Kiri
Bradley Barcola menjadi kandidat terkuat mengisi sayap kiri Liverpool karena kualitasnya memang paling natural berkembang dari area tersebut. Bersama PSG, ia menghasilkan 39 gol dalam 152 pertandingan dan terbiasa menyerang ruang dengan kecepatan tinggi sebelum masuk ke kotak penalti.
Liverpool juga mendapatkan pemain yang tidak terpaku pada satu posisi karena Bradley Barcola mampu bermain di beberapa area lini depan. Fleksibilitas itu membantu Iraola ketika pertandingan membutuhkan perubahan struktur tanpa harus langsung melakukan pergantian, terutama saat penyerang lain bergerak lebih sentral.
Di sisi kiri, Bradley Barcola akan mendapatkan dukungan Milos Kerkez yang agresif melakukan overlap dan membawa bola menuju wilayah lawan. Kombinasi keduanya dapat memberi Liverpool lebar alami, sekaligus membuka half-space untuk Florian Wirtz atau Alexander Isak ketika pertahanan lawan bergeser.
Kedatangan Bradley Barcola membuat Cody Gakpo berada dalam situasi berbeda dibanding musim sebelumnya, sebab posisi favoritnya di kiri kini mempunyai pemilik baru. The Reds tetap membutuhkan pengalaman Gakpo, sehingga memainkan pemain Belanda itu dari kanan menjadi solusi paling realistis untuk sementara.
Cody Gakpo Bisa Menjalani Peran Baru di Liverpool
Gakpo bukan winger kanan alami, tetapi ia mempunyai pengalaman, penyelesaian akhir, dan kemampuan bergerak ke area tengah yang lebih matang dibanding alternatif lain. Liverpool bisa memintanya memulai dari kanan sebelum masuk ke half-space, sementara Jeremie Frimpong menjaga lebar melalui overlap.
Peran tersebut sebenarnya dapat menghasilkan bentuk yang menarik karena Gakpo tidak harus terus menempel garis seperti winger klasik. Ketika The Reds menyerang, ia bisa mendekati Isak sebagai penyerang kedua, sedangkan Bradley Barcola mempertahankan ancaman satu lawan satu dari sisi seberang.
Victor Munoz merupakan alternatif yang lebih natural untuk memberi energi dan keberanian dari sisi kanan setelah tampil menjanjikan melawan Nottingham Forest. Namun Liverpool masih melihatnya sebagai pemain berkembang, sehingga Gakpo lebih aman digunakan ketika Iraola membutuhkan stabilitas dan pengalaman dalam pertandingan besar.
Rio Ngumoha juga dapat dimainkan di kanan, tetapi kecenderungannya lebih nyaman menyerang dari kiri membuat penyesuaian tetap diperlukan. The Reds karena itu memiliki beberapa solusi sementara, meski tidak satu pun benar-benar menggantikan profil winger kanan murni yang mampu memberikan ancaman konsisten sepanjang musim.
Starting XI Terbaik Liverpool Setelah Bursa Transfer
Alisson Becker tetap menjadi pilihan utama di bawah mistar karena pengalaman, distribusi, dan kualitas penyelamatannya belum tergeser oleh persaingan internal. Liverpool kemudian dapat memasang Frimpong, Jeremy Jacquet, Virgil van Dijk, dan Kerkez sebagai empat bek dalam struktur dasar 4-2-3-1.
Frimpong menawarkan kecepatan dan progresi di kanan, sedangkan Conor Bradley dapat memberikan kompetisi setelah kembali dari masalah kebugaran. Di tengah pertahanan Liverpool, kombinasi Van Dijk dan Jacquet terlihat paling seimbang antara pengalaman, duel udara, kecepatan, serta keberanian memainkan bola dari belakang.
Kerkez melengkapi lini belakang dengan karakter agresif yang cocok mendukung Bradley Barcola dari sisi kiri, terutama ketika Liverpool ingin menekan lawan. Tantangannya adalah menjaga rest-defense agar kedua bek sayap tidak naik bersamaan dan meninggalkan Van Dijk serta Jacquet terlalu terbuka.
Di lini tengah, persoalan Liverpool menjadi lebih rumit karena Iraola harus menemukan kombinasi yang bisa menopang Florian Wirtz tanpa kehilangan kontrol. Dominik Szoboszlai, Alexis Mac Allister, dan Ryan Gravenberch menawarkan kualitas berbeda, tetapi tidak semua pasangan menghasilkan keseimbangan yang sama baiknya.
Jamie Carragher bahkan mempertanyakan apakah komposisi tersebut benar-benar dapat bekerja ketika Wirtz ditempatkan sebagai nomor sepuluh. Mantan bek Liverpool itu menilai Szoboszlai bukan gelandang tengah natural, sementara keberadaan Wirtz membuat satu tempat ofensif lain otomatis terkunci dalam struktur utama.
Solusi paling logis adalah memainkan Mac Allister bersama Szoboszlai atau Gravenberch di belakang Wirtz, tergantung karakter lawan. Liverpool dapat memakai Mac Allister untuk kontrol dan distribusi, sedangkan Gravenberch atau Szoboszlai memberikan tenaga, pressing, serta kemampuan membawa bola secara lebih vertikal.
Florian Wirtz Tetap Menjadi Nomor 10 Liverpool
Wirtz kemungkinan tetap menjadi pusat kreativitas Liverpool karena Iraola sudah menggunakannya sebagai nomor sepuluh sepanjang pramusim dan awal kompetisi. Perannya adalah menerima bola antarlini, menghubungkan permainan dengan Isak, lalu memanfaatkan pergerakan Bradley Barcola yang menyerang ruang dari kiri.
Masalah utama bukan sekadar kualitas Wirtz, melainkan struktur di sekelilingnya ketika Liverpool kehilangan bola atau menghadapi pressing agresif. Jika dua gelandang terlalu ofensif, Wirtz dapat terisolasi dan lini belakang harus menghadapi transisi lawan dengan perlindungan yang kurang memadai.
Karena itu Iraola harus menentukan apakah Szoboszlai lebih berguna sebagai partner Mac Allister atau apakah Gravenberch memberi kestabilan lebih baik. Liverpool memiliki banyak nama besar di tengah, tetapi tantangan sebenarnya adalah menemukan kombinasi yang membuat Bradley Barcola dan lini depan mendapatkan suplai tanpa merusak keseimbangan.
Kritik tersebut cukup relevan karena Iraola mencoba menerapkan sepak bola dengan pressing agresif dan intensitas tinggi sejak mengambil alih kursi pelatih. The Reds menunjuk mantan pelatih Bournemouth itu setelah tim hanya finis kelima musim lalu, dengan target mengembalikan klub dalam persaingan gelar.
Alexander Isak Jadi Ujung Tombak Liverpool
Alexander Isak merupakan pilihan paling jelas sebagai penyerang tengah ketika seluruh pemain Liverpool dalam kondisi fit karena kualitas penyelesaian dan pergerakannya. Bradley Barcola dapat membuka ruang dari kiri, sementara Wirtz mencari celah untuk memasok bola ke penyerang Swedia tersebut dari belakang.
Isak juga mampu turun menerima bola dan menghubungkan permainan, sehingga struktur serangan Liverpool tidak harus selalu bergantung pada crossing atau serangan langsung. Pergerakannya dapat menarik bek tengah keluar, memberikan Bradley Barcola kesempatan menyerang ruang diagonal yang tercipta di belakang pertahanan lawan.
Hubungan Isak dengan Bradley Barcola bahkan berpotensi menjadi salah satu kombinasi paling menarik dalam serangan Liverpool musim ini. Barcola menyukai ruang di belakang pertahanan, sedangkan pergerakan Isak dapat menyeret bek tengah sehingga koridor diagonal untuk winger Prancis tersebut terbuka lebih lebar.
Hugo Ekitike memberikan alternatif kuat ketika sudah kembali tersedia, baik sebagai pengganti Isak maupun pasangan dalam perubahan sistem. The Reds mempunyai kedalaman bagus di posisi nomor sembilan, tetapi situasinya berbeda pada sisi kanan karena kualitas pilihan tidak sebanyak area lain.
Prediksi Formasi Liverpool dengan Bradley Barcola
Jika seluruh pemain tersedia, Liverpool kemungkinan paling kuat memakai 4-2-3-1 dengan Alisson; Frimpong, Jacquet, Van Dijk, Kerkez; Mac Allister dan Szoboszlai atau Gravenberch. Di depan mereka, Gakpo, Wirtz, Bradley Barcola menopang Isak sebagai penyerang tunggal.
Formasi tersebut menawarkan teknik, kecepatan, pengalaman, serta ancaman gol dari banyak pemain, tetapi tetap mempunyai risiko ketidakseimbangan di tengah. Liverpool membutuhkan proses agar prinsip Iraola benar-benar tertanam, terutama pressing, rest-defense, dan koordinasi ketika kehilangan penguasaan setelah menyerang dengan banyak pemain.
Bradley Barcola dapat menjadi pembelian yang mengangkat sisi kiri ke level berbeda karena kecepatan serta dribelnya memberi ancaman yang belum selalu tersedia. Namun Liverpool tetap harus memastikan sisi kanan tidak menjadi terlalu mudah ditebak ketika Gakpo dimainkan dengan kecenderungan bergerak masuk ke tengah.
Secara taktik, kehadiran Bradley Barcola memungkinkan Liverpool menciptakan ketidakseimbangan yang disengaja ketika membangun serangan dari kanan. Gakpo dapat bergerak sempit mendekati Wirtz dan Isak, sementara Barcola tetap sangat lebar sebelum menyerang ruang begitu perpindahan bola dilakukan.
Pola tersebut juga memberikan kesempatan Frimpong untuk menjadi sumber lebar utama di kanan, sedangkan Kerkez dapat memilih waktu overlap lebih selektif. The Reds dengan demikian tidak harus meminta Bradley Barcola dan Gakpo menjalankan fungsi identik hanya karena keduanya sama-sama tercatat sebagai winger.
Liverpool Masih Kekurangan Winger Kanan Murni
Ketiadaan winger kanan spesialis menjadi kekurangan paling jelas pada skuad setelah penutupan bursa, meskipun Victor Munoz menawarkan perkembangan menjanjikan. Liverpool mungkin mampu mengatasinya melalui struktur kolektif sampai Januari, tetapi lawan akan mencoba mengeksploitasi ketidakseimbangan tersebut sejak pekan-pekan awal.
Bradley Barcola memang memiliki fleksibilitas untuk berpindah posisi, tetapi memindahkannya secara permanen ke kanan justru berisiko mengurangi kekuatan terbesar rekrutan baru tersebut. Liverpool membayar mahal untuk mendapatkan winger yang sangat efektif menyerang dari kiri, sehingga posisi terbaiknya seharusnya tetap dipertahankan.
Gakpo menjadi solusi paling berpengalaman karena klub akhirnya memilih mempertahankannya setelah menolak ketertarikan yang datang menjelang deadline. The Reds bisa menggunakan periode hingga Januari untuk melihat apakah peran barunya bekerja atau kebutuhan winger kanan harus kembali menjadi prioritas transfer.
Kedalaman Skuad Liverpool Masih Menjadi Kekhawatiran
Masalah berikutnya adalah kedalaman karena beberapa posisi memiliki kualitas starter luar biasa tetapi pilihan cadangannya belum sama meyakinkan. Liverpool memang menunggu kembalinya Bradley dan Ekitike, namun tambahan cedera pada sektor bek atau winger dapat mengurangi fleksibilitas Iraola secara drastis.
Skuad resmi tetap memberikan Iraola banyak pilihan dengan nama seperti Ronald Araujo, Giovanni Leoni, Joe Gomez, Harvey Elliott, Federico Chiesa, dan Rio Ngumoha. Namun Liverpool harus mengelola menit bermain serta kebugaran dengan hati-hati ketika jadwal Premier League dan Liga Champions semakin padat.
Dua hasil imbang 2-2 melawan Newcastle United dan Nottingham Forest memperlihatkan bahwa The Reds masih dalam tahap membangun identitas di bawah pelatih baru. Kedatangan Bradley Barcola memperbesar kualitas individu, tetapi Iraola tetap harus memastikan pemain baru memahami mekanisme pressing dan transisi secepat mungkin.
Bradley Barcola datang dengan pengalaman besar meskipun masih berusia 23 tahun, setelah meraih dua Liga Champions beruntun dan tiga gelar Ligue 1 bersama PSG. The Reds berharap mentalitas juara tersebut dapat membantu tim kembali bersaing setelah musim sebelumnya berakhir mengecewakan.
Liverpool secara teori memiliki starting XI yang mampu bersaing dengan klub terbaik Premier League ketika seluruh pemain tersedia dan performanya optimal. Bradley Barcola memperkuat serangan secara signifikan, sementara tantangan terbesar Iraola sekarang adalah mengubah kumpulan pemain elite tersebut menjadi kesebelasan yang benar-benar seimbang.
Bursa transfer telah ditutup, sehingga jawaban atas kelemahan Liverpool hingga Januari harus ditemukan dari dalam skuad yang tersedia. Jika Gakpo berhasil beradaptasi di kanan dan Bradley Barcola langsung memberikan dampak dari kiri, susunan terbaik The Reds berpotensi menjadi salah satu yang paling berbahaya di Inggris.



