Close Menu
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
Home - Olahraga - Misteri Ganti Nama Savinho Jadi Sávio Setelah Tinggalkan Man City Pindah ke Tottenham

Misteri Ganti Nama Savinho Jadi Sávio Setelah Tinggalkan Man City Pindah ke Tottenham

  • Agustus 27, 2026

Kepindahan Sávio dari Manchester City ke Tottenham Hotspur bukan sekadar transfer mahal pada penghujung bursa musim panas 2026, karena pemain Brasil itu juga membawa identitas baru. Setelah dua musim dikenal sebagai Savinho di Etihad, ia memilih kembali memakai nama Sávio di London utara.

Tottenham membayar £75 juta sebagai biaya awal dan menyiapkan bonus hingga £10 juta, sehingga nilai total kesepakatan dapat mencapai £85 juta. Angka tersebut sekaligus menjadikan Sávio penjualan termahal Manchester City, melampaui transfer Julián Álvarez ke Atlético Madrid pada 2024.

Yang membuat transaksi ini semakin menarik adalah harga pembelian City ketika merekrutnya dari Troyes pada Juli 2024 hanya sekitar £30,8 juta. Jika seluruh bonus Tottenham terpenuhi, City berpotensi membukukan selisih hampir £54,2 juta dari biaya transfer pemain tersebut.

Namun keuntungan finansial City tidak otomatis berarti Sávio gagal total secara olahraga, sebab kontribusinya menunjukkan dua wajah berbeda selama berada di Manchester. Ia pernah menjadi kreator penting pada musim pertamanya, tetapi angka golnya tidak berkembang secepat ekspektasi terhadap winger Brasil berharga tinggi.

Dilansir The Guardian, Sávio menghasilkan tiga gol dan 13 assist di semua kompetisi pada musim pertamanya bersama City, termasuk 10 assist di liga inggris. Musim berikutnya produktivitasnya turun menjadi empat gol dan tiga assist, penurunan yang ikut membuka ruang bagi transfer besar ini.

Dalam 53 penampilan liga inggris bersama City, Sávio hanya mencetak dua gol, statistik yang terlihat sederhana jika dibandingkan dengan harga jualnya. Meski begitu, kemampuan membawa bola, melewati lawan, dan menciptakan ketidakpastian tetap membuat Tottenham melihat nilai yang tidak selalu tercermin pada jumlah gol.

Tottenham sendiri mengonfirmasi bahwa pemain berusia 22 tahun tersebut akan memakai nomor punggung 17, nomor yang langsung menjadi bagian dari identitas barunya. Nama yang tercetak di atas nomor itu bukan lagi Savinho, melainkan Sávio, persis seperti periode terbaiknya bersama Girona.

Perubahan tersebut bukan pertama kalinya terjadi dalam perjalanan kariernya, karena ketika berada di Girona ia memang dikenal dengan nama Sávio pada jersey. Saat pindah ke Manchester City pada 2024, ia justru meminta klub menggunakan Savinho setelah nama itu dipakai tim nasional Brasil.

Manchester City pernah menjelaskan bahwa panggilan “Savinho” muncul ketika Sávio mendapat panggilan pertama Brasil dan nama tersebut tercetak pada seragamnya. Sang pemain kemudian meminta City mempertahankannya karena berharap nama Savinho membawa keberuntungan ketika memulai petualangan baru di Inggris.

Kini lingkaran itu berputar kembali, tetapi belum ada penjelasan resmi dari Tottenham maupun sang pemain mengenai alasan spesifik mengapa ia kembali memakai Sávio. Karena itu, perubahan tersebut lebih tepat dibaca sebagai penanda babak baru, bukan disimpulkan sebagai strategi komersial atau alasan pribadi tertentu.

Menariknya, musim klub terbaik Sávio justru datang ketika nama itu masih terpampang di jersey Girona pada 2023/24. Ia mencetak 11 gol dan membuat 10 assist dalam 41 penampilan di semua kompetisi, membantu Girona finis ketiga dan lolos ke Liga Champions.

Performa di Spanyol itulah yang mengangkat namanya ke level elite Eropa sebelum Manchester City merekrutnya dengan kontrak lima tahun pada 2024. Di Girona, Sávio terlihat lebih bebas menyerang ruang, berlari langsung ke pertahanan lawan, dan menjadi ancaman konstan dari sisi lapangan.

Sávio dalam Sistem Roberto De Zerbi

Tottenham tampaknya ingin menghidupkan kembali versi pemain tersebut, bukan semata membeli statistiknya selama dua musim di Etihad. Roberto De Zerbi secara terbuka mengatakan timnya membutuhkan pemain yang mampu memenangkan duel satu lawan satu dan menciptakan peluang dari situasi yang tampak buntu.

De Zerbi bahkan mengakui sudah mengenal kualitas Sávio sejak masih melatih Brighton dan pernah berbicara dengannya sebelum sang winger bergabung dengan City. Bagi pelatih Italia itu, pemain kelahiran 2004 tersebut termasuk talenta papan atas karena mampu beroperasi di kanan maupun kiri.

Kebutuhan itu semakin terasa setelah Tottenham membuka musim liga inggris dengan kekalahan 0-3 di markas Brentford, hasil yang langsung memunculkan pertanyaan terhadap daya ledak serangan mereka. De Zerbi kemudian menegaskan perlunya mentalitas pemenang dan konsistensi setelah perombakan besar skuad musim panas.

Secara taktik, posisi favorit Sávio berada di sayap kanan, tempat ia dapat bergerak ke dalam menggunakan kaki kiri yang lebih kuat. Karakter itu memberi Tottenham opsi berbeda dari winger yang sekadar menjaga lebar, karena ia dapat menjadi pembawa bola sekaligus pemantik kombinasi di half-space.

Pada laga melawan Brentford, De Zerbi memainkan Mikey Moore yang masih berusia 19 tahun di sisi kanan, sementara Mohammed Kudus belum sepenuhnya pulih. Kehadiran Sávio membuat Tottenham memiliki pemain senior dengan kemampuan duel individual yang lebih matang untuk mengisi area tersebut.

Persaingan tidak berhenti pada satu posisi, karena De Zerbi juga menyebut Sávio mampu bermain dari sisi kiri ketika struktur permainan membutuhkan rotasi. Fleksibilitas itu penting bagi pelatih yang gemar memindahkan titik serangan, terutama ketika lawan menutup jalur progresi Tottenham dari satu sisi.

Transfer ini juga memperlihatkan seberapa agresif Tottenham bergerak pada musim panas 2026, karena The Guardian menghitung pengeluaran mereka mencapai £304,5 juta setelah kedatangan Sávio. Jumlah tersebut menempatkan klub London utara sebagai salah satu kekuatan belanja terbesar pada jendela transfer tahun ini.

Sávio bukan akhir dari rencana itu, sebab Tottenham juga mengejar Omar Marmoush dan memantau penyerang Liverpool Cody Gakpo ketika laporan awal diterbitkan. Perkembangan terbaru bahkan menunjukkan kesepakatan untuk Marmoush telah tercapai dalam skema pinjaman dengan kewajiban membeli senilai £60 juta.

Jika langkah Marmoush selesai, Tottenham bukan hanya menambah jumlah penyerang, melainkan membangun barisan depan dengan profil yang jauh lebih dinamis. Sávio membawa dribel dan kreativitas dari sayap, sedangkan Marmoush menawarkan ancaman vertikal, kecepatan transisi, serta kemampuan menyerang ruang di belakang pertahanan.

Besarnya investasi itu membuat tekanan terhadap Sávio juga tidak kecil, terutama karena harga £75 juta menjadikannya pembelian yang harus memberi dampak nyata. Tottenham tidak membeli proyek mentah, melainkan pemain internasional Brasil yang sudah merasakan liga inggris, Liga Champions, dan persaingan internal Manchester City.

Taruhan Besar Tottenham pada Sávio

Tottenham mencatat Sávio meninggalkan City setelah membuat 84 penampilan dan tujuh gol, sekaligus menjadi bagian tim yang meraih dua piala domestik pada 2026. Pengalaman itu penting, sebab ia datang ke ruang ganti yang sedang berusaha membangun ulang kebiasaan menang di bawah De Zerbi.

Di level internasional, Sávio sudah mengoleksi 13 penampilan dan satu gol untuk tim senior Brasil ketika Tottenham mengumumkan transfernya. Debutnya datang pada Maret 2024 dalam kemenangan 1-0 atas Inggris di Wembley, sebelum ia tampil di Copa América pada tahun yang sama.

Jalan menuju titik ini sebenarnya dimulai jauh sebelum gemerlap liga inggris, ketika Sávio berkembang di akademi Atlético Mineiro dan menembus tim utama saat berusia 16 tahun. Pada musim keduanya bersama tim senior, ia ikut membantu klub Brasil tersebut meraih treble domestik bersejarah.

Setelah itu, jalur kariernya melewati Troyes dan beberapa masa peminjaman, termasuk fase penting bersama Girona yang benar-benar mengubah persepsi terhadap potensinya. Model pengembangan lintas klub tersebut akhirnya memberi Manchester City keuntungan besar ketika menjualnya ke Tottenham dua tahun setelah pembelian dari Troyes.

Dari sisi bisnis, transfer Sávio menjadi contoh bagaimana nilai seorang pemain tidak hanya ditentukan oleh jumlah gol yang dicetak di klub terakhir. Usia, pengalaman liga inggris, kemampuan satu lawan satu, status internasional, serta ruang perkembangan turut membentuk valuasi yang berani dibayar Tottenham.

Dari sisi olahraga, tantangannya lebih sederhana untuk disebut tetapi lebih sulit diwujudkan, yakni mengubah kreativitas menjadi kontribusi akhir yang lebih konsisten. Dua gol dari 53 pertandingan liga menunjukkan bahwa penyelesaian dan frekuensi masuk ke area berbahaya masih menjadi ruang perbaikan utama.

De Zerbi tampaknya memahami risiko itu dan justru tertarik pada atribut yang belum sepenuhnya dimaksimalkan City, terutama keberanian menyerang bek secara langsung. Ia menyebut Sávio membawa energi, imajinasi, dan kualitas di area lebar, tiga unsur yang memang hilang ketika Tottenham terlalu mudah dibaca.

Kesempatan pertama untuk melihat arah baru tersebut datang sangat cepat, karena registrasinya telah dikonfirmasi dan ia tersedia menghadapi Charlton Athletic di Carabao Cup. De Zerbi belum memastikan apakah Sávio langsung menjadi starter, tetapi membuka peluang untuk memainkannya atau memasukkannya dari bangku cadangan.

Karena itu, tujuh fakta tentang Sávio sebenarnya bertemu pada satu tema besar, yakni transfer yang menggabungkan rekor bisnis, pergantian identitas, kebutuhan taktik, dan taruhan perkembangan. Tottenham berharap nama lama yang kembali dipakai itu berjalan bersama munculnya kembali versi terbaik sang winger.

Bila Sávio mampu mendekati produktivitasnya di Girona sambil mempertahankan pengalaman yang diperoleh bersama Manchester City, £75 juta dapat terlihat sebagai investasi masuk akal. Namun jika kontribusi akhirnya tetap rendah, transfer ini akan terus dibandingkan dengan keuntungan besar yang berhasil diamankan City.

Preview Stuttgart vs Viking

Preview Stuttgart vs Viking: Prediksi Susunan Pemain, Head to Head, dan Jadwal Pertandingan

07 Sep 2026
Preview Real Madrid vs Inter Milan

Preview Real Madrid vs Inter Milan: Prediksi Susunan Pemain, Head to Head, dan Jadwal Pertandingan

07 Sep 2026
Preview Porto vs Manchester City

Preview Porto vs Manchester City: Prediksi Susunan Pemain, Head to Head, dan Jadwal Pertandingan

07 Sep 2026
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Responsible Gambling
© 2026 Bonanza88. ▲

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.