Close Menu
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
Home - Olahraga - Presiden European Leagues Desak Gianni Infantino Pergi dari FIFA

Presiden European Leagues Desak Gianni Infantino Pergi dari FIFA

  • Agustus 26, 2026
Gianni Infantino

Gianni Infantino menghadapi tekanan baru menjelang pemilihan presiden FIFA setelah Presiden European Leagues Claudius Schaefer secara terbuka mempertanyakan kelayakannya memimpin. Schaefer bahkan menilai tidak ada lagi masa depan bagi Gianni Infantino di organisasi sepak bola dunia tersebut.

Pernyataan keras itu disampaikan Schaefer dalam wawancara dengan The Athletic yang diterbitkan Rabu, 26 Agustus 2026. European Leagues, organisasi yang mewakili 53 liga profesional putra dan putri, menyatakan sangat khawatir terhadap arah kepemimpinan FIFA.

Menurut Schaefer, pengaruh Gianni Infantino di tubuh FIFA terus membesar dari tahun ke tahun tanpa diimbangi proses konsultasi yang memadai. Ia menilai sejumlah keputusan besar diambil tanpa melibatkan pemangku kepentingan yang nantinya ikut menanggung konsekuensinya.

Gianni Infantino Dinilai Tak Punya Masa Depan di FIFA

Kritik tersebut datang ketika FIFA sedang menghadapi konflik serius dengan sejumlah badan sepak bola regional dan organisasi liga. Perselisihan memuncak setelah rencana menjual sebagian hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta memicu penolakan luas.

Rencana komersialisasi itu akhirnya ditarik federasi dunia pada awal Agustus setelah mendapat reaksi keras dari berbagai pihak. UEFA dan CONCACAF kemudian menyatakan kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Gianni Infantino, sementara tekanan politik sepak bola internasional semakin terbuka.

Schaefer menilai persoalan yang terjadi tidak hanya berkaitan dengan satu kebijakan komersial, melainkan menyentuh struktur pengambilan keputusan FIFA. Menurutnya, jabatan presiden tidak seharusnya berkembang menjadi pusat kekuasaan yang bisa berjalan tanpa kontrol organisasi memadai.

Tekanan terhadap Gianni Infantino juga datang dari tiga konfederasi, yakni UEFA, AFC, dan CONCACAF, menurut laporan Reuters. Sejumlah pejabat sepak bola bahkan telah membahas kemungkinan mendorong mosi tidak percaya terhadap presiden FIFA tersebut.

FIFA Dikritik soal Penghargaan untuk Donald Trump

Salah satu isu yang memperbesar kritik adalah penghargaan perdamaian FIFA yang diberikan kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Desember 2025. Schaefer mempertanyakan proses keputusan tersebut karena disebut tidak lebih dahulu diinformasikan kepada Dewan FIFA.

Bagi Schaefer, persoalan itu penting karena FIFA berbentuk asosiasi yang tunduk pada hukum Swiss dan memiliki aturan internal. Presiden maupun anggota dewan, menurutnya, wajib menjalankan tugas dengan kehati-hatian serta mengikuti mekanisme organisasi yang telah ditetapkan.

Kontroversi lain muncul pada Piala Dunia 2026 ketika hukuman kartu merah penyerang Amerika Serikat Folarin Balogun dibatalkan. Keputusan itu terjadi setelah Trump menghubungi Gianni Infantino dan meminta FIFA meninjau kembali kartu merah sang pemain.

Balogun sebelumnya mendapat kartu merah dalam pertandingan babak 32 besar melawan Bosnia dan Herzegovina sehingga seharusnya menjalani larangan satu pertandingan. FIFA kemudian menangguhkan sanksi tersebut, membuat sang penyerang dapat tampil pada laga berikutnya menghadapi Belgia.

Trump mengakui dirinya meminta Gianni Infantino meninjau insiden tersebut, meski menyatakan tidak menekan FIFA untuk mengubah keputusan. Situasi itu tetap menimbulkan kritik karena intervensi politik terhadap proses disipliner dianggap berpotensi merusak persepsi independensi pertandingan.

Schaefer menyebut kasus Balogun sebagai skandal dan mengatakan dirinya tidak mengingat pernah melihat intervensi politik serupa dalam urusan olahraga. Menurutnya, tindakan semacam itu menimbulkan pertanyaan langsung terhadap integritas pertandingan serta kredibilitas mekanisme pengambilan keputusan FIFA.

Gianni Infantino Dianggap Harus Pergi agar FIFA Berubah

Dari sudut pandang European Leagues, masalah utama sekarang bukan sekadar mencari orang baru untuk menggantikan Gianni Infantino. Schaefer justru menilai sepak bola dunia membutuhkan reformasi yang membatasi kekuasaan presiden dan memperkuat proses konsultasi bersama para pemangku kepentingan.

European Leagues memiliki kepentingan besar dalam perdebatan tersebut karena anggotanya mengelola kompetisi domestik yang terdampak kalender internasional FIFA. Organisasi itu selama beberapa tahun juga menyoroti bertambahnya pertandingan global yang dinilai menekan jadwal liga domestik.

Kontroversi penjualan sebagian hak komersial Piala Dunia memperkuat kekhawatiran tersebut karena proyek itu dinilai terlalu berorientasi pada keuntungan finansial. Schaefer sebelumnya menilai kepemimpinan Gianni Infantino lebih mendorong monetisasi daripada menjaga keseimbangan ekosistem kompetisi sepak bola.

FIFA akhirnya membatalkan rencana membentuk entitas komersial yang akan mengelola sebagian hak turnamen dan membuka kepemilikan kepada investor. Namun pencabutan tersebut tidak otomatis meredakan krisis kepercayaan terhadap Gianni Infantino di antara sejumlah konfederasi besar.

UEFA dan CONCACAF telah menyatakan kehilangan kepercayaan, sedangkan AFC juga termasuk dalam kelompok yang memberikan tekanan terhadap kepemimpinan FIFA. Kondisi ini membuat pemilihan presiden berikutnya berpotensi menjadi pertarungan politik paling serius sejak Gianni Infantino pertama kali terpilih.

Masa Depan Gianni Infantino Jelang Pemilihan Presiden FIFA

Gianni Infantino pertama kali memimpin FIFA pada 2016 setelah organisasi tersebut diguncang skandal korupsi besar yang menjatuhkan Sepp Blatter. Ia kemudian terpilih kembali dan kini tengah menyiapkan pencalonan untuk mempertahankan jabatan dalam pemilihan tahun depan.

Gianni Infantino mulai membangun narasi kampanye dengan menempatkan dirinya sebagai pembela asosiasi sepak bola negara-negara yang memiliki sumber daya lebih terbatas. Namun oposisi dari Eropa, Asia, serta CONCACAF membuat jalannya menuju periode berikutnya tidak lagi terlihat tanpa hambatan.

Presiden UEFA Aleksander Ceferin telah menyatakan tidak akan maju melawan Gianni Infantino dalam pemilihan mendatang. Meski demikian, Ceferin memperkirakan akan muncul kandidat oposisi lain, memperlihatkan bahwa pencalonan presiden FIFA kemungkinan tidak akan berlangsung tanpa penantang.

Bagi Schaefer, pergantian figur saja tidak cukup apabila struktur kekuasaan FIFA tetap sama seperti sekarang. Ia menginginkan reformasi yang memastikan keputusan besar melewati konsultasi, pengawasan, dan mekanisme kelembagaan sebelum diumumkan kepada publik maupun pemangku kepentingan.

Pandangan itu sekaligus menunjukkan bahwa tekanan terhadap Gianni Infantino telah bergerak dari kritik kebijakan menjadi persoalan legitimasi kepemimpinan. European Leagues secara terbuka mempertanyakan apakah figur yang sama masih pantas memimpin proses reformasi yang mereka anggap mendesak.

FIFA belum memberikan tanggapan langsung terhadap permintaan komentar yang dikirim setelah pernyataan Schaefer dipublikasikan. Sikap organisasi berikutnya akan diperhatikan karena kontroversi Gianni Infantino terjadi hanya beberapa bulan sebelum proses pencalonan presiden memasuki tahap menentukan.

Dengan dukungan dari sebagian asosiasi tetap kuat, Gianni Infantino belum tentu kehilangan jabatan hanya karena tekanan dari konfederasi besar. Namun perpecahan terbuka menunjukkan bahwa FIFA memasuki periode politik yang jauh lebih rumit dibanding pemilihan sebelumnya.

Pada akhirnya, tuntutan Schaefer menempatkan masa depan Gianni Infantino dan reformasi FIFA dalam satu perdebatan yang sama. European Leagues menilai perubahan struktural sulit terwujud selama kepemimpinan sekarang bertahan, sehingga pergantian presiden dianggap sebagai prasyarat reformasi.

Preview Stuttgart vs Viking

Preview Stuttgart vs Viking: Prediksi Susunan Pemain, Head to Head, dan Jadwal Pertandingan

07 Sep 2026
Preview Real Madrid vs Inter Milan

Preview Real Madrid vs Inter Milan: Prediksi Susunan Pemain, Head to Head, dan Jadwal Pertandingan

07 Sep 2026
Preview Porto vs Manchester City

Preview Porto vs Manchester City: Prediksi Susunan Pemain, Head to Head, dan Jadwal Pertandingan

07 Sep 2026
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Responsible Gambling
© 2026 Bonanza88. ▲

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.