Kasus Raheem Sterling kembali menyoroti hubungan pesepakbola top dunia dengan pelanggaran lalu lintas di luar lapangan. Mantan pemain Manchester City itu baru didakwa terkait dangerous driving setelah kecelakaan Lamborghini di jalan M3 pada Mei 2026.
Namun, penting diluruskan bahwa Sterling belum dijatuhi denda atau vonis akhir karena proses hukumnya masih berjalan. Ia dijadwalkan menghadiri Basingstoke Magistrates’ Court pada 15 September 2026 untuk menghadapi dakwaan yang telah diumumkan kepolisian.
Kasus tersebut mengingatkan publik bahwa status sebagai pesepakbola top dunia tidak membuat seseorang kebal dari aturan jalan raya. Sejumlah bintang besar sebelumnya bahkan telah menerima denda, poin penalti, penyitaan SIM, hingga larangan mengemudi akibat pelanggaran berbeda.
Lima nama berikut mempunyai kasus yang terdokumentasi melalui pengadilan, kepolisian, atau media kredibel di negara tempat kejadian berlangsung. Daftar pesepakbola top dunia ini mencakup pelanggaran ngebut ekstrem, penggunaan telepon, serta careless driving yang berujung hukuman nyata.
5 Pesepakbola Top Dunia yang Pernah Ditilang Polisi
1. David Beckham, Dilarang Mengemudi karena Main Ponsel
David Beckham dikenal sebagai salah satu pesepakbola top dunia dengan citra profesional dan kehidupan publik yang sangat terjaga. Namun, mantan kapten Inggris itu pernah dihukum setelah tertangkap menggunakan telepon genggam ketika mengendarai Bentley di pusat London.
Peristiwa tersebut terjadi pada 21 November 2018 ketika Beckham berada dalam lalu lintas yang bergerak lambat di Great Portland Street. Seorang warga memotretnya menggunakan ponsel saat berada di belakang kemudi, kemudian bukti tersebut digunakan dalam proses pengadilan.
Beckham mengaku bersalah dan pada Mei 2019 dijatuhi denda sebesar 750 poundsterling, ditambah biaya penuntutan serta surcharge. Pengadilan juga menambahkan enam poin penalti pada surat izin mengemudinya yang sebelumnya sudah memiliki enam poin akibat pelanggaran kecepatan.
Akumulasi 12 poin membuat salah satu pesepakbola top dunia tersebut dilarang mengemudi selama enam bulan. Kasus Beckham menunjukkan bahwa menggunakan ponsel ketika mobil bergerak lambat tetap dianggap pelanggaran karena perhatian pengemudi dapat teralihkan dari kondisi jalan.
2. Karim Benzema, Ngebut hingga 216 Km/Jam
Karim Benzema memiliki salah satu kasus ngebut paling ekstrem dalam daftar pesepakbola top dunia yang pernah berurusan dengan aturan lalu lintas. Penyerang Prancis tersebut tertangkap kamera radar ketika masih menjadi pemain Real Madrid pada Februari 2013.
Radar Guardia Civil merekam mobil Audi yang dikendarai Benzema melaju hingga 216 kilometer per jam di ruas M-40 Madrid. Batas kecepatan pada lokasi tersebut hanya 100 kilometer per jam, sehingga kecepatannya lebih dari dua kali batas yang diperbolehkan.
Pengadilan kemudian menjatuhkan denda 18.000 euro kepada Benzema sekaligus mencabut izin mengemudinya selama delapan bulan dan satu hari. Hukuman tersebut menjadi konsekuensi serius karena pelanggaran kecepatan ekstrem di Spanyol dapat dikategorikan sebagai tindak pidana keselamatan jalan.
Kasus Benzema memperlihatkan bagaimana mobil berperforma tinggi dapat menjadi risiko ketika digunakan tanpa disiplin oleh pesepakbola top dunia. Kecepatan 216 kilometer per jam membuat pelanggaran tersebut jauh melampaui tilang biasa dan berpotensi menimbulkan konsekuensi fatal.
3. Michael Ballack, Melaju 211 Km/Jam di Spanyol
Michael Ballack juga pernah menjadi pesepakbola top dunia yang harus menerima hukuman berat akibat mengemudi terlalu cepat di jalan umum. Mantan kapten Jerman itu tertangkap ngebut di Spanyol tidak lama setelah mengakhiri karier profesionalnya.
Pada Oktober 2012, Ballack mengendarai Audi Q7 dengan kecepatan 211 kilometer per jam di jalan tol A-5 wilayah Caceres. Batas kecepatan di lokasi tersebut adalah 120 kilometer per jam, sehingga mantan gelandang Chelsea itu melampauinya sebesar 91 kilometer.
Pengadilan Pidana Nomor Dua Caceres menjatuhkan denda sebesar 6.750 euro serta larangan mengemudi selama satu tahun enam bulan. Larangan itu berlaku di Spanyol, sementara laporan RTVE menyebut sanksinya tidak menghalangi Ballack untuk tetap mengemudi di Jerman.
Meski terjadi setelah pensiun, Ballack tetap relevan dalam daftar pesepakbola top dunia karena reputasi dan kariernya di level elite. Kasusnya juga memperlihatkan bahwa otoritas jalan raya dapat memberikan hukuman berat meskipun pelanggar merupakan figur olahraga internasional terkenal.
4. Jack Grealish, Denda Besar hingga Larangan Mengemudi
Jack Grealish mempunyai catatan pelanggaran berkendara yang lebih panjang dibanding beberapa pesepakbola top dunia lain dalam daftar ini. Pada 2020, kapten Aston Villa saat itu dijatuhi hukuman besar setelah mengakui dua tuduhan careless driving.
Pengadilan melarang Grealish mengemudi selama sembilan bulan dan menjatuhkan denda sekitar 82.499 poundsterling setelah dua insiden berkendara. Salah satunya terjadi pada Maret 2020 ketika Range Rover miliknya menabrak kendaraan yang sedang terparkir selama periode pembatasan pandemi.
Beberapa tahun kemudian, Grealish kembali berurusan dengan hukum lalu lintas setelah tertangkap melaju 44 mil per jam di zona 30 mil. Pelanggaran itu terjadi di Worcestershire pada Juli 2023 ketika ia mengendarai Range Rover Sport.
Pada Mei 2024, pemain Manchester City tersebut didenda 666 poundsterling, diberi lima poin penalti, serta diwajibkan membayar biaya tambahan. Kasus berulang Grealish memperlihatkan bahwa pesepakbola top dunia tetap menghadapi konsekuensi hukum meskipun memiliki kemampuan finansial besar.
5. Mario Balotelli, Lamborghini 109 Km/Jam di Zona 50
Mario Balotelli juga mempunyai sejarah panjang dengan mobil cepat, tetapi satu kasus pada 2015 berakhir dengan sanksi nyata dari polisi. Penyerang Italia tersebut ketika itu sedang menjalani periode keduanya bersama AC Milan setelah kembali dari Liverpool.
Polisi lokal Brescia menghentikan Balotelli setelah telelaser mencatat Lamborghini miliknya melaju 109 kilometer per jam di kawasan perkotaan. Batas kecepatan pada ruas tersebut hanya 50 kilometer per jam, sehingga ia mengemudi lebih dari dua kali batas yang diperbolehkan.
SIM Balotelli kemudian ditahan dan ditangguhkan, sementara sang pemain dilaporkan meminta maaf kepada petugas yang menghentikannya. ANSA melaporkan AC Milan tidak memberikan hukuman tambahan karena klub menganggap masalah tersebut sudah ditangani oleh aparat lalu lintas.
Balotelli menjadi contoh pesepakbola top dunia yang reputasinya di luar lapangan turut dipengaruhi oleh perilaku berkendara. Dalam konteks keselamatan jalan, kecepatan 109 kilometer per jam di area 50 kilometer tetap merupakan pelanggaran serius meski jauh di bawah Benzema.
Pesepakbola Top Dunia dengan Pelanggaran Paling Ekstrem
Jika dibandingkan, Benzema mencatat kecepatan tertinggi dengan 216 kilometer per jam, sedangkan Ballack berada sedikit di bawahnya pada 211 kilometer. Dua kasus pesepakbola top dunia itu sama-sama terjadi di Spanyol dan menghasilkan larangan mengemudi selain denda finansial.
Beckham memiliki jenis pelanggaran berbeda karena masalahnya bukan kecepatan, melainkan penggunaan ponsel saat mengendarai kendaraan di London. Hukuman enam bulan terjadi karena tambahan enam poin membuat total poin penalti pada SIM mantan pemain Manchester United itu mencapai batas larangan.
Sementara itu, Grealish menjadi nama dengan denda poundsterling terbesar dalam daftar ini setelah pengadilan menjatuhkan hukuman lebih dari 82 ribu pound. Hukuman tersebut berkaitan dengan careless driving, bukan sekadar satu pelanggaran kecepatan yang terekam kamera jalan.
Kasus Balotelli berada di antara pelanggaran kecepatan biasa dan ekstrem karena kecepatannya lebih dari dua kali batas kawasan perkotaan. SIM sang striker akhirnya ditahan, sebuah konsekuensi yang memperlihatkan bahwa polisi menilai tindakannya memiliki risiko keselamatan cukup tinggi.
Rangkaian kasus tersebut menjadi pengingat bahwa pesepakbola top dunia sering memiliki akses terhadap kendaraan berperforma sangat tinggi, tetapi tetap tunduk pada aturan sama. Kekayaan, popularitas, maupun kemampuan membeli mobil mahal tidak mengurangi tanggung jawab untuk menjaga keselamatan pengguna jalan.
Kasus Sterling pada 2026 kini menambah perhatian terhadap isu tersebut, meski proses hukumnya belum selesai dan asas praduga tak bersalah tetap berlaku. Karena itu, kasusnya tidak boleh disamakan dengan Beckham, Benzema, Ballack, Grealish, atau Balotelli yang telah menerima sanksi.
Bagi pesepakbola top dunia, pelanggaran berkendara juga memiliki dampak reputasi karena mereka menjadi figur publik yang dicontoh jutaan penggemar. Kesalahan di jalan raya dapat dengan cepat berubah menjadi pemberitaan internasional dan menutupi pencapaian mereka di lapangan.
Lima kasus ini pada akhirnya menunjukkan bahwa ketenaran tidak memberikan jalur khusus ketika aturan lalu lintas dilanggar. Dari Benzema yang melaju 216 kilometer per jam hingga Beckham menggunakan ponsel, setiap pesepakbola top dunia tetap harus mempertanggungjawabkan tindakannya.



