Kazuyoshi Miura kembali menulis sejarah sepak bola pada usia 59 tahun 149 hari setelah mencetak gol untuk Fukushima United pada 25 Juli 2026. Gol itu memperpanjang cerita “King Kazu” sebagai simbol umur panjang yang sulit ditandingi di level profesional.
Gol tersebut lahir ketika Fukushima United menang telak 7-0 atas Iwaki Furukawa dalam final kualifikasi Prefektur Fukushima menuju Emperor’s Cup 2026. JFA mengonfirmasi kemenangan itu memastikan Fukushima menjadi wakil prefektur untuk putaran utama yang dimulai pada 19 Agustus.
Menurut The Guardian, Kazuyoshi Miura mencetak gol kompetitif pertamanya dalam hampir empat tahun dan memperpanjang rekor sebagai pencetak gol tertua dalam sepak bola profesional. Ia berusia tepat 59 tahun 149 hari ketika kembali menemukan gawang lawan.
Namun, status rekor itu perlu dibedakan dari pencetak gol tertua dalam pertandingan terorganisasi secara umum. Guinness World Records masih mencatat Ezzeldin Bahader dari Mesir yang mencetak penalti pada usia 74 tahun 125 hari pada Maret 2020.
Perbedaan kategori tersebut membuat pencapaian Kazuyoshi Miura tetap luar biasa tanpa harus mencampuradukkan dua jenis rekor. Miura membangun rekornya dalam lingkungan sepak bola profesional Jepang, sedangkan Bahader tercatat melalui pertandingan divisi tiga Mesir saat memecahkan rekor pemain tertua.
Kazuyoshi Miura Bukan Sekadar Cetak Gol di Usia 59 Tahun
Kemenangan Fukushima juga mempunyai konteks yang lebih spesifik daripada sekadar laga biasa karena pertandingan itu merupakan final penentuan wakil daerah. Artinya, gol Kazuyoshi Miura ikut mengantar klubnya memastikan tempat di putaran utama Emperor’s Cup ke-106.
Kazuyoshi Miura mencetak gol pada menit ke-52 ketika Fukushima sudah berada dalam posisi dominan, kemudian digantikan beberapa menit setelahnya. Gol tersebut menjadi yang pertama bagi sang veteran sejak November 2022, sehingga penantian tanpa gol kompetitif berlangsung hampir empat tahun.
Yang membuat kisah Kazuyoshi Miura semakin sulit dipercaya adalah karier profesionalnya sudah berjalan sejak pertengahan 1980-an. Ia terus bermain ketika sebagian besar pemain dari generasinya bahkan telah melewati fase panjang sebagai pelatih, direktur, komentator, atau pensiunan.
J.League mencatat Kazuyoshi Miura lahir pada 26 Februari 1967 dan kini memakai nomor punggung 11 bersama Fukushima United. Pada Juni 2026, masa peminjamannya dari Yokohama FC diperpanjang hingga 30 Juni 2027, membuka peluang dirinya tetap bermain saat berusia 60 tahun.
Keputusan memperpanjang kontrak itu menunjukkan Kazuyoshi Miura bukan sekadar hadir untuk seremoni atau nostalgia. Sebelum perpanjangan diumumkan, ia telah tampil enam kali pada kompetisi transisi J2-J3 2026 meski belum mencetak gol di ajang liga.
Rekor gol terbarunya juga menghidupkan kembali perdebatan lama mengenai batas usia dalam sepak bola profesional. Ketika kecepatan, intensitas pressing, dan tuntutan fisik terus meningkat, Kazuyoshi Miura justru mempertahankan tempat dalam struktur klub profesional hampir enam dekade setelah kelahirannya.
Kazuyoshi Miura Tinggalkan Legenda Lain Jauh di Belakang
The Guardian menempatkan Innocent Benza sebagai salah satu nama terdekat setelah Kazuyoshi Miura dalam daftar pencetak gol profesional tertua. Benza mencetak gol di Liga Utama Zimbabwe pada usia 51 tahun lima hari ketika Herentals College menghadapi Hwange Colliery pada Mei 2023.
Jarak usia antara Benza dan Kazuyoshi Miura mencapai lebih dari delapan tahun, memperlihatkan betapa ekstremnya rekor pemain Jepang tersebut. Bahkan legenda sepak bola Inggris Billy Meredith dan Stanley Matthews masih berada jauh di bawahnya ketika mencetak gol pada usia 49 tahun.
Meredith mencetak gol untuk Manchester City pada pertandingan Piala FA melawan Brighton pada 1924 ketika berusia 49 tahun 208 hari. Matthews kemudian mencetak gol untuk Stoke City melawan Swansea pada Piala FA 1964 saat berumur 49 tahun 14 hari.
Jika ukuran diperluas ke seluruh pertandingan sepak bola yang tercatat, Ezzeldin Bahader tetap menjadi pembanding paling ekstrem. Guinness menyebut pemain Mesir itu berusia 74 tahun 125 hari ketika tampil dan mencetak penalti untuk 6th October Club pada 7 Maret 2020.
Karena itu, menyebut Kazuyoshi Miura sebagai pencetak gol tertua sepanjang sejarah tanpa penjelasan kategori dapat menyesatkan pembaca. Formulasi yang lebih akurat adalah pencetak gol tertua dalam sepak bola profesional menurut penelusuran The Guardian, sementara Bahader memegang catatan usia tertinggi secara lebih luas.
Rekor Guinness Kazuyoshi Miura Punya Cerita Menarik
Menariknya, halaman Guinness untuk rekor gol liga profesional masih menampilkan catatan lama Kazuyoshi Miura ketika berusia 50 tahun 14 hari pada 2017. Guinness juga memberi catatan bahwa pembaruan rekor tidak selalu langsung muncul pada halaman publik mereka.
Pada pertandingan 2017 itu, Kazuyoshi Miura mencetak satu-satunya gol kemenangan Yokohama FC atas Thespakusatsu Gunma. Sembilan tahun kemudian, ia memperpanjang batas usianya sendiri hampir satu dekade, meski gol terbaru terjadi dalam kompetisi kualifikasi piala, bukan pertandingan liga.
Longevity Kazuyoshi Miura tidak muncul tiba-tiba karena sejak lama ia menjadi bagian penting sejarah modern sepak bola Jepang. Ia merupakan pemain terbaik J.League pada musim perdana 1993 dan menjadi pencetak gol terbanyak kompetisi tersebut pada 1996 menurut catatan resmi liga.
Kariernya juga membawa Kazuyoshi Miura keluar Jepang sejak usia muda dan membuatnya merasakan sepak bola di Brasil, Italia, Kroasia, Australia, serta Portugal. FourFourTwo mencatat perjalanan panjang itu berlangsung melintasi lima dekade sejak ia memulai karier profesional pada 1986.
Di Jepang, sosok Kazuyoshi Miura mempunyai makna yang melampaui statistik gol karena ia menjadi wajah generasi awal J.League. Ketika kompetisi profesional Jepang diluncurkan pada 1993, Miura sudah menjadi bintang yang membantu membangun daya tarik sepak bola di tengah dominasi olahraga lain.
Fakta bahwa ia masih bermain pada 2026 menciptakan hubungan langsung antara fase kelahiran J.League dengan era sepak bola modern. Pemain yang menjadi MVP pada musim perdana kompetisi kini masih terdaftar sebagai penyerang profesional lebih dari tiga dekade kemudian.
Apa yang Masih Dikejar Kazuyoshi Miura?
Dari sudut pandang olahraga, tantangan terbesar Kazuyoshi Miura bukan lagi mengejar jumlah gol seperti striker pada umumnya. Targetnya lebih realistis, yakni mempertahankan kondisi tubuh, mendapatkan menit bermain, dan tetap memberikan kontribusi ketika kesempatan datang dalam kompetisi resmi.
Gol ke gawang Iwaki Furukawa menunjukkan kesempatan sekecil apa pun masih dapat berubah menjadi sejarah ketika Kazuyoshi Miura berada di lapangan. Pada usia 59 tahun, satu gol tidak lagi sekadar mengubah skor, tetapi langsung menggeser batas statistik yang sebelumnya dianggap hampir mustahil.
Fukushima sendiri mempunyai alasan olahraga untuk mempertahankan Kazuyoshi Miura selain nilai simboliknya yang besar. Dalam pernyataan ketika memperpanjang masa pinjaman, Kazuyoshi Miura menegaskan ingin terus berlatih dengan penuh gairah dan membantu klub mengejar promosi menuju J2.
Musim 2026/27 juga membuka kemungkinan lahirnya pencapaian yang lebih tidak masuk akal apabila Miura kembali mencetak gol setelah ulang tahunnya berikutnya. Kontrak sampai Juni 2027 membuatnya berpeluang bermain resmi ketika sudah melewati usia 60 tahun.
Jika itu terjadi, Kazuyoshi Miura akan memasuki wilayah yang hampir tidak pernah disentuh pemain profesional modern. Namun, status rekornya tetap harus dipisahkan menurut jenis kompetisi karena pertandingan liga, piala, kualifikasi daerah, dan kategori sepak bola terorganisasi memiliki pencatatan berbeda.
Kazuyoshi Miura dan Rekor yang Sulit Ditiru
Rekor Miura pada akhirnya bukan hanya cerita tentang seorang pemain yang menolak pensiun, melainkan gambaran perubahan sepak bola Jepang selama empat dekade. Ia memulai karier sebelum J.League lahir dan kini masih bermain ketika sepak bola Jepang telah menjadi kekuatan mapan Asia.
Usia biasanya menjadi batas paling tegas dalam olahraga elite, terutama untuk penyerang yang membutuhkan akselerasi, koordinasi, dan ketahanan menghadapi kontak fisik. Kazuyoshi Miura terus menentang logika tersebut dengan cara sederhana tetapi sulit ditiru, yakni tetap berlatih dan siap ketika dipanggil.
Pada usia 59 tahun 149 hari, satu gol sudah cukup membuat namanya kembali masuk buku sejarah sepak bola. Kazuyoshi Miura mungkin belum menjadi pencetak gol tertua dalam seluruh pertandingan yang pernah tercatat, tetapi standar profesionalnya masih berdiri hampir sendirian.



