Close Menu
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
Home - Olahraga - 11 Tahun Tak Main Profesional, Ronaldinho Kembali di Usia 46: Serius atau Sekadar Gimmick?

11 Tahun Tak Main Profesional, Ronaldinho Kembali di Usia 46: Serius atau Sekadar Gimmick?

  • Agustus 20, 2026

Sebelas tahun setelah terakhir membela klub profesional, Ronaldinho kembali menjadi pemain pada usia 46 tahun bersama Ravenna FC untuk musim 2026/27. Kepindahan mengejutkan tersebut langsung memunculkan pertanyaan besar: apakah ini comeback sungguhan atau operasi pemasaran paling berani di sepak bola Italia?

Ravenna secara resmi mengumumkan pada 23 Juni 2026 bahwa legenda Brasil tersebut bergabung sebagai pemain dan akan didaftarkan untuk memperkuat tim. Klub bahkan menegaskan perekrutannya lebih dari sekadar posisi simbolis dalam proyek baru mereka. 

Hal paling menarik adalah target personal Ronaldinho yang sangat sederhana sekaligus emosional, yakni mencetak gol profesional terakhir dalam kariernya menggunakan seragam Ravenna. Pernyataan itu memberikan unsur olahraga nyata di tengah besarnya dimensi komersial yang mengiringi perekrutannya. 

Namun, Ravenna juga tidak berusaha menyembunyikan bahwa kehadiran mantan bintang Barcelona tersebut menawarkan kekuatan pemasaran luar biasa. Pelatih Andrea Mandorlini bahkan menggambarkan operasi itu sebagai langkah marketing besar yang otomatis mengembalikan Ravenna ke sorotan sepak bola dunia. 

Ronaldinho Kembali Setelah 11 Tahun Tak Main Profesional

Terakhir kali Ronaldinho membela sebuah klub profesional adalah bersama Fluminense pada 2015, tiga tahun sebelum pengunduran dirinya diumumkan secara resmi pada Januari 2018. FIFA ketika itu menyebut pensiunnya mengakhiri perjalanan profesional sekitar dua dekade yang dipenuhi berbagai prestasi besar. 

Kini, lebih dari satu dekade setelah penampilan tersebut, Ronaldinho memilih Ravenna yang berkompetisi di kasta ketiga sepak bola Italia. Reuters menyebut langkah itu sebagai keluarnya pemenang Ballon d’Or tersebut dari masa pensiun untuk bermain lagi di Serie C. 

Keputusan tersebut terasa lebih mengejutkan karena mantan pemain Barcelona dan AC Milan itu sudah berusia 46 tahun, periode ketika hampir semua pemain elite menikmati masa pensiun. Ravenna justru melihat reputasi, pengalaman, dan daya tarik globalnya sebagai bagian penting dari proyek klub.

Ronaldinho mengatakan kesempatan tersebut lahir melalui hubungan panjang dengan keluarga Cipriani serta kesamaan pandangan mengenai arah Ravenna. Kepada Reuters, ia berharap comeback-nya memberikan dampak positif dan mendorong orang lain terus mengejar kesempatan untuk mewujudkan mimpi mereka. 

Ronaldinho Serius Bermain atau Hanya Gimmick?

Pertanyaan mengenai gimmick sebenarnya wajar karena transfer tersebut sejak awal memiliki unsur pemasaran yang sangat kuat dan dirancang menghasilkan perhatian global. Namun, Ravenna secara eksplisit menyatakan Ronaldinho bergabung sebagai pemain, bukan hanya sebagai ambassador atau figur promosi klub. 

Mandorlini memberikan gambaran paling realistis dengan mengakui besarnya nilai pemasaran perekrutan tersebut, tetapi juga mengatakan pemain Brasil itu akan berada di lapangan. Perannya diperkirakan tidak akan sentral karena kebutuhan kompetitif Ravenna tetap harus menyesuaikan dengan kondisi fisiknya. 

Itu berarti publik sebaiknya tidak membayangkan Ronaldinho akan memainkan seluruh pertandingan atau menjadi poros utama permainan seperti dua dekade lalu. Pada usia 46 tahun, tuntutan lari, duel, pemulihan, dan intensitas Serie C tentu menjadi tantangan jauh berbeda.

Kualitas sentuhan, visi, kreativitas, dan kemampuan bola mati mungkin masih membuatnya berguna pada situasi tertentu sepanjang musim. Namun, secara logis Ravenna juga harus membangun tim kompetitif tanpa menjadikan sang legenda sebagai pemain yang wajib tampil selama 90 menit.

Gol Terakhir Ronaldinho Bisa Bernilai Sangat Besar

Justru target mencetak satu gol profesional terakhir membuat operasi tersebut memiliki cerita yang jauh lebih kuat dibanding sekadar pertandingan nostalgia. Ravenna sendiri menyatakan Ronaldinho ingin menutup kariernya dengan satu gol lagi menggunakan warna klub dari Emilia-Romagna tersebut. 

Jika target itu benar-benar tercapai dalam pertandingan kompetitif, satu gol tersebut berpotensi menjadi konten global yang jauh melampaui ukuran normal Serie C. Ravenna akan mendapatkan momen olahraga, sejarah, nostalgia, dan pemasaran sekaligus hanya melalui satu sentuhan pemain nomor 10 tersebut.

Situasi itu membuat setiap kemungkinan penampilan Ronaldinho memiliki nilai berbeda karena penggemar bukan hanya menantikan kemenangan Ravenna. Mereka juga akan menunggu apakah salah satu pesepak bola paling menghibur sepanjang sejarah akhirnya mencetak gol terakhirnya di sebuah klub kecil Italia.

Pada sisi lain, bila ia hanya mendapat menit bermain sangat terbatas, kepindahan tersebut belum tentu dianggap gagal. Kontribusi pemain berusia 46 tahun memang tidak mungkin dinilai dengan ukuran sama seperti penyerang atau gelandang yang berada dalam puncak kondisi fisik.

Efek Ronaldinho Sudah Terlihat di Luar Lapangan

Bukti paling cepat terlihat datang dari penjualan merchandise setelah Ravenna memperkenalkan jersey khusus dengan identitas R10. The Guardian melaporkan edisi khusus yang membawa merek personal Ronaldinho tersebut langsung habis dalam hitungan jam setelah dilepas kepada publik. 

Toko resmi Ravenna kemudian memasang jersey R10 edisi terbatas seharga 129 euro dan menyebutnya sebagai kostum yang akan dikenakan sang legenda di lapangan. Produk tersebut memperlihatkan betapa cepat sebuah perekrutan pemain bisa diubah menjadi kekuatan komersial klub. 

Pemilik Ravenna, Ignazio Cipriani, juga mengakui secara terbuka bahwa perekrutan Ronaldinho menghasilkan tingkat publisitas yang sebelumnya sulit mereka dapatkan. Ia percaya kehadiran ikon Brasil itu akan membuat Ravenna berkembang menjadi klub yang jauh lebih besar. 

Dampak tersebut penting karena Ravenna bukan klub dengan reputasi internasional seperti Juventus, Milan, atau Inter, tetapi kini namanya muncul dalam pemberitaan global. Inilah alasan proyek tersebut tidak bisa dinilai hanya berdasarkan berapa banyak pertandingan yang dimainkan sang legenda.

Ravenna Memang Punya Proyek Besar

Kepindahan tersebut juga bukan transaksi yang muncul dari klub tanpa rencana jangka panjang karena Cipriani bersama investor Black Duck mengambil alih Ravenna pada 2024. Mereka kemudian menyusun ulang manajemen dengan memasukkan Ariedo Braida, figur penting dalam era kejayaan AC Milan. 

Ravenna kemudian menjalin kemitraan teknis empat tahun dengan Nike sebagai bagian dari arah internasional baru klub. Mereka ingin membangun identitas yang mempertemukan sepak bola, budaya, kreativitas, gaya hidup Italia, dan pasar global dalam satu ekosistem. 

Cipriani bahkan mengatakan kepada Reuters bahwa ambisi jangka panjangnya adalah membawa klub dari Ravenna menuju Serie A. Kehadiran Ronaldinho karena itu berfungsi sebagai akselerator perhatian terhadap proyek yang sebenarnya telah dimulai beberapa tahun sebelumnya. 

The Guardian melaporkan klub juga bekerja bersama pemerintah kota untuk merenovasi Stadio Bruno Benelli dan meningkatkan kapasitasnya. Dalam jangka lebih panjang, Cipriani menginginkan fasilitas multifungsi berisi area ritel, konser, hospitality, dan aktivitas komersial sepanjang pekan. 

Bukan Klub Serie C yang Sekadar Cari Sensasi

Fondasi olahraga Ravenna juga cukup kuat karena mereka menutup musim 2025/26 sebagai tim peringkat ketiga terbaik di Serie C. Pencapaian tersebut membawa mereka mendapatkan tiket ke babak pendahuluan Coppa Italia nasional pada awal musim berikutnya. 

Musim reguler Serie C 2026/27 dijadwalkan dimulai pada 23 Agustus 2026 dan berakhir 25 April 2027. Artinya, proyek Ronaldinho akan segera memasuki fase ketika nilai promosional mulai diuji oleh realitas pertandingan kompetitif sepanjang musim. 

Ravenna juga ditangani Mandorlini, pelatih berpengalaman yang pernah membawa Hellas Verona melakukan perjalanan dari Lega Pro hingga Serie A. Ia turut memiliki catatan promosi bersama Atalanta dan pernah memenangkan Serie C1 saat menjadi pelatih Spezia. 

Dengan struktur seperti itu, menyebut Ravenna hanya mencari sensasi tentu terlalu sederhana karena klub tetap menjalankan pembangunan teknis secara serius. Ronaldinho lebih tepat dilihat sebagai bagian tambahan yang mempercepat perhatian terhadap proyek olahraga yang sudah berjalan.

Ravenna Mengubah Sepak Bola Menjadi Produk Global

Acara pengumuman transfer pun menunjukkan bagaimana Ravenna ingin memosisikan diri di luar batas klub sepak bola tradisional. Presentasi pada 23 Juni berlangsung di Cipriani Miami melalui makan malam VIP untuk 70 orang yang dilanjutkan pesta sekitar 250 tamu.  

Ravenna sekaligus memperkenalkan seragam baru, sementara seniman Slawn menciptakan sepuluh versi unik jersey Ronaldinho sebagai benda koleksi. Konsep tersebut secara terang-terangan mempertemukan sepak bola dengan seni, mode, budaya anak muda, dan strategi lifestyle yang dibangun pemilik klub. 

Sisi sosial juga dimasukkan melalui dukungan kepada Street Soccer USA, organisasi nirlaba yang menggunakan sepak bola untuk membuka kesempatan bagi komunitas muda kurang terlayani. Ravenna turut mendukung pembangunan lapangan baru organisasi tersebut di kawasan Overtown, Miami.  

Semua itu menunjukkan bahwa perekrutan Ronaldinho sebenarnya merupakan pintu masuk menuju strategi yang jauh lebih besar daripada pertandingan Serie C. Ravenna ingin mengubah klub lokal menjadi identitas internasional yang dapat berbicara kepada penggemar sepak bola, fashion, seni, dan budaya.

Jadi, Comeback Ronaldinho Serius atau Gimmick?

Jawabannya kemungkinan berada tepat di tengah karena menyebut transfer ini sekadar gimmick akan mengabaikan status pemain yang diberikan Ravenna kepada Ronaldinho. Namun, mengatakan operasi tersebut murni olahraga juga keliru karena kekuatan pemasaran sejak awal merupakan bagian terbuka dari strategi klub. 

Keberhasilan transfer karena itu tidak akan hanya diukur berdasarkan jumlah pertandingan, menit bermain, assist, atau gol yang dikumpulkan. Ravenna juga akan melihat pertumbuhan pendukung, penjualan merchandise, sponsor, perhatian internasional, serta kemampuan klub mempercepat jalannya menuju kasta lebih tinggi.

Jika Ronaldinho akhirnya mencetak gol profesional terakhir bersama Ravenna, klub Serie C tersebut akan memperoleh sebuah momen yang berpotensi dikenang dunia. Sebaliknya, jika menit bermainnya sangat terbatas, efek R10 tetap dapat membuat operasi ini bernilai besar jauh di luar lapangan.

Pada akhirnya, Ravenna tidak sedang berusaha menghidupkan kembali Ronaldinho versi Barcelona 2005 karena hal seperti itu jelas tidak realistis. Mereka sedang memakai sisa magis seorang ikon untuk mengejar satu gol terakhir, sekaligus membawa klub kecil Italia menuju panggung yang sebelumnya sulit mereka jangkau.

Preview Stuttgart vs Viking

Preview Stuttgart vs Viking: Prediksi Susunan Pemain, Head to Head, dan Jadwal Pertandingan

07 Sep 2026
Preview Real Madrid vs Inter Milan

Preview Real Madrid vs Inter Milan: Prediksi Susunan Pemain, Head to Head, dan Jadwal Pertandingan

07 Sep 2026
Preview Porto vs Manchester City

Preview Porto vs Manchester City: Prediksi Susunan Pemain, Head to Head, dan Jadwal Pertandingan

07 Sep 2026
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Responsible Gambling
© 2026 Bonanza88. ▲

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.