Jose Mourinho langsung memanaskan rivalitas Real Madrid dan Barcelona setelah Rodri resmi memilih bergabung dengan klub Catalan. Pelatih Portugal itu menegaskan Madrid tidak membutuhkan sang gelandang, meski sebelumnya sempat mengajukan tawaran serius.
Rodri resmi meninggalkan Manchester City dan menandatangani kontrak bersama Barcelona hingga Juni 2030 pada Selasa, 18 Agustus 2026. Kepindahan kapten Spanyol itu sekaligus mengakhiri spekulasi panjang mengenai ketertarikan Real Madrid terhadap dirinya.
Jose Mourinho mengakui Madrid memang mencoba merekrut Rodri sebelum sang pemain akhirnya memilih Barcelona. Ia bahkan berbicara dua kali dengan gelandang berusia 30 tahun tersebut ketika klub mempertimbangkan kemungkinan membawanya kembali ke Spanyol.
Namun, Jose Mourinho menilai sikap Rodri selama proses pendekatan tidak menunjukkan keyakinan penuh untuk bergabung dengan Real Madrid. Keraguan itu kemudian membuat Mourinho ikut mempertanyakan apakah sang gelandang benar-benar cocok dengan tuntutan klub.
Menurut Jose Mourinho, Madrid memiliki standar yang membuat setiap pemain harus yakin sepenuhnya ketika mendapat kesempatan bergabung. Baginya, pemain yang masih berpikir dua kali tidak boleh menjadi fondasi utama proyek baru Los Blancos.
Jose Mourinho Ungkap Alasan Real Madrid Gagal Merekrut Rodri
Pernyataan tersebut terdengar sebagai sindiran langsung kepada Barcelona setelah rival utama Real Madrid berhasil mendapatkan Rodri. Namun, Jose Mourinho menolak anggapan bahwa keberhasilan transfer tersebut otomatis membuat klub Catalan memenangkan persaingan di luar lapangan.
Jose Mourinho menegaskan kemenangan sesungguhnya hanya dapat ditentukan melalui pertandingan dan trofi yang diraih pada akhir musim. Karena itu, ia tidak melihat kegagalan Madrid merekrut Rodri sebagai pukulan yang harus dibesar-besarkan.
Rodri sendiri datang ke Barcelona setelah menjalani tujuh musim penuh prestasi bersama Manchester City. Reuters mencatat ia membuat 298 penampilan, mencetak 28 gol, dan membantu City memenangkan 14 trofi besar selama periode tersebut.
Reputasi Rodri semakin tinggi setelah menjadi kapten Spanyol saat menjuarai Piala Dunia 2026 dan meraih penghargaan pemain terbaik turnamen. Ia juga sebelumnya memenangi Ballon d’Or 2024 setelah menjadi salah satu gelandang paling berpengaruh di Eropa.
Meski kualitas tersebut tidak dibantah, Jose Mourinho mengatakan Real Madrid sudah memiliki cukup solusi di lini tengah. Pelatih berusia 63 tahun itu merasa kualitas skuad yang tersedia membuat Madrid tidak perlu menyesali kegagalan transfer Rodri.
Jose Mourinho Kembali Memimpin Real Madrid
Komentar Jose Mourinho muncul hanya beberapa jam setelah Barcelona mengumumkan perekrutan Rodri secara resmi. Pada hari yang sama, Madrid juga memperkenalkan Mourinho dalam acara khusus di Ciudad Real Madrid yang berlangsung tanpa kehadiran publik.
Real Madrid mengikat Jose Mourinho dengan kontrak tiga musim hingga 30 Juni 2029 setelah ia kembali untuk periode kedua sebagai pelatih. Klub mengonfirmasi Florentino Perez memimpin acara presentasi dan menyambut kembalinya Mourinho ke Valdebebas.
Kembalinya Jose Mourinho menghadirkan ekspektasi besar karena Madrid melewati dua musim beruntun tanpa gelar utama. Manajemen kemudian melakukan perubahan besar terhadap skuad untuk memberikan tim yang lebih kompetitif menjelang musim 2026/27.
Real Madrid mendatangkan Marc Cucurella untuk memperkuat bek kiri dan Ibrahima Konate di pusat pertahanan. Klub juga merekrut Denzel Dumfries, Bernardo Silva, serta winger muda Yan Diomande sebagai bagian perombakan besar musim panas.
Belanja tersebut menunjukkan Madrid sudah bergerak agresif sebelum peluang mendapatkan Rodri benar-benar tertutup. Dengan kedalaman skuad yang bertambah, Jose Mourinho menilai timnya mempunyai cukup variasi untuk menghadapi musim panjang tanpa tambahan gelandang Spanyol itu.
Jose Mourinho bahkan memberi sinyal bahwa aktivitas transfer Real Madrid pada musim panas ini pada dasarnya telah selesai. Meski bursa masih terbuka, ia mengatakan tidak sedang meminta tambahan pemain baru untuk menyempurnakan skuad yang dimilikinya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan tingkat kepercayaan Jose Mourinho terhadap komposisi Madrid sekarang. Ia ingin fokus mengembangkan pemain yang sudah tersedia daripada menjadikan kegagalan merekrut Rodri sebagai alasan untuk mencari alternatif mahal di pasar transfer.
Real Madrid Tetap Punya Banyak Solusi Tanpa Rodri
Dalam konteks taktik, kehilangan Rodri memang berarti Real Madrid gagal mendapatkan salah satu gelandang bertahan terbaik dunia. Namun, Bernardo Silva, Jude Bellingham, dan pemain tengah lainnya tetap memberi Mourinho beberapa kombinasi untuk membangun kontrol serta kreativitas.
Di sisi lain, Barcelona mendapatkan pemain yang diproyeksikan sebagai figur penting di pusat permainan Hansi Flick. Rodri membawa pengalaman juara, kemampuan mengatur tempo, ketenangan menghadapi tekanan, dan kepemimpinan yang dapat memperkuat lini tengah Blaugrana.
Transfer tersebut juga memiliki nilai simbolis karena Barcelona berhasil mengalahkan ketertarikan Real Madrid terhadap pemain yang sama. Meski begitu, Jose Mourinho berusaha menggeser narasi itu dengan menekankan bahwa status pemenang baru ditentukan setelah kompetisi dimainkan.
Jose Mourinho mempunyai sejarah panjang dalam rivalitas dengan Barcelona sejak periode pertamanya bersama Madrid pada 2010 sampai 2013. Karena itu, pernyataannya mengenai Rodri kembali menambah panas persaingan dua klub terbesar sepak bola Spanyol.
Namun, fokus terdekat Real Madrid bukan lagi saga transfer Rodri, melainkan pertandingan pembuka La Liga. Tim asuhan Jose Mourinho dijadwalkan memulai musim dengan menghadapi Espanyol pada Sabtu, pertandingan yang akan menjadi ujian kompetitif pertama periode keduanya.
Pertandingan tersebut akan memberi gambaran awal mengenai bagaimana Jose Mourinho merancang Real Madrid setelah perombakan besar musim panas. Hasil di lapangan juga mulai menjawab klaimnya bahwa skuad Los Blancos sudah cukup kuat tanpa kehadiran Rodri.
Pada akhirnya, Jose Mourinho tidak menyangkal kualitas Rodri atau keseriusan Real Madrid ketika mencoba merekrutnya. Ia hanya menegaskan bahwa keraguan sang pemain membuat Madrid memilih bergerak maju dan mempercayai pemain yang sudah berkomitmen penuh kepada klub.



