Close Menu
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
Home - Olahraga - Jelang Liga Inggris 2026/27, Brian Madjo Meledak, Liverpool dan Man City Bikin Cemas

Jelang Liga Inggris 2026/27, Brian Madjo Meledak, Liverpool dan Man City Bikin Cemas

  • Agustus 19, 2026

Arsenal membuka musim 2026/27 sebagai juara bertahan Liga Inggris, tetapi rangkaian pramusim memperlihatkan peta kekuatan yang jauh lebih rumit daripada sekadar siapa menang dan kalah. Sejumlah pemain muda melesat, sementara beberapa klub elite justru memperlihatkan persoalan serius sebelum kompetisi resmi dimulai.

GOAL menempatkan Christos Tzolis, Joao Pedro, Ifeanyi Ndukwe, JJ Gabriel, dan Brian Madjo sebagai pemenang pramusim, sementara Manchester City, Liverpool, Newcastle, Michael Carrick, serta Eli Junior Kroupi berada di sisi sebaliknya. Daftar tersebut memberikan sejumlah sinyal menarik menjelang Liga Inggris 2026/27.

Arsenal akan memulai upaya mempertahankan gelar Liga Inggris dengan menjamu Coventry City di Emirates, sementara beberapa rival tradisional mereka memasuki musim baru bersama pelatih berbeda. Enzo Maresca menangani Manchester City, Xabi Alonso memimpin Chelsea, sedangkan Andoni Iraola mengambil alih Liverpool.

Pergantian besar di bangku pelatih membuat hasil pramusim Liga Inggris musim ini lebih menarik untuk dianalisis karena hampir seluruh kandidat papan atas sedang membentuk identitas baru. Pertandingan persahabatan memang bukan ukuran mutlak, tetapi kondisi fisik, kedalaman skuad, dan pola permainan memberikan petunjuk awal.

Liga Inggris 2026/27: Christos Tzolis Jadi Senjata Baru Arsenal

Christos Tzolis menjadi salah satu cerita terbaik menjelang Liga Inggris setelah datang ke Arsenal dengan bayang-bayang kegagalannya ketika masih berseragam Norwich City. Pemain internasional Yunani berusia 24 tahun itu kini terlihat jauh lebih matang, produktif, dan siap menghadapi kerasnya kompetisi Inggris.

Tzolis mencetak gol melawan Girona, memenangkan penalti ketika menghadapi Borussia Dortmund, kemudian mengeksekusi penalti penentu dalam kemenangan adu penalti melawan Como. Puncaknya datang ketika ia memberikan dua assist saat Arsenal menghancurkan Manchester City 3-0 pada Community Shield.

Performa tersebut bukan sekadar keberuntungan dari satu pertandingan karena Tzolis mengakhiri rangkaian persiapan dengan enam assist, terbanyak di antara pemain klub Liga Inggris. Angka itu memperlihatkan Arsenal mungkin bukan hanya mendapatkan pelapis, tetapi sumber kreativitas baru untuk sisi kiri.

Kemunculan Tzolis sekaligus menjelaskan mengapa Arsenal tidak perlu terlalu larut setelah gagal mendapatkan Vinicius Junior dan dikabarkan terbuka melepas Gabriel Martinelli. Jika konsistensinya bertahan di Liga Inggris, ia berpeluang menjadi salah satu transfer paling mengejutkan musim ini.

Manchester City Nyalakan Alarm Setelah Era Guardiola

Situasi berbeda terlihat di Manchester City karena kekalahan telak 0-3 dari Arsenal menunjukkan proses transisi selepas era Pep Guardiola mungkin berjalan lebih sulit. Laga kompetitif pertama Enzo Maresca memperlihatkan persoalan pada lini tengah, pressing, dan koordinasi antarlini yang belum sepenuhnya terbentuk.

Erling Haaland memang baru menjalani pertandingan pertamanya sejak Piala Dunia dan hanya berada di lapangan kurang dari satu jam, sehingga faktor kebugaran patut diperhitungkan. Namun, performa Mateo Kovacic serta Elliot Anderson tetap menghadirkan kekhawatiran sebelum Liga Inggris dimulai.

Situasi lini tengah semakin menarik karena Rodri dikaitkan dengan Barcelona, sementara City masih mempertimbangkan tambahan pemain sebelum bursa transfer ditutup. Maresca sendiri mengakui klub mempunyai gambaran mengenai sektor yang harus diperkuat agar tim kembali kompetitif.

Masalahnya, setiap pemain baru membutuhkan waktu untuk memahami sistem Maresca, termasuk apabila City benar-benar mendatangkan Ayyoub Bouaddi ataupun Enzo Fernandez. Artinya, beberapa pekan pertama Liga Inggris berpotensi menjadi masa paling sulit bagi Manchester City dalam proses transisi mereka.

Joao Pedro Tiba-tiba Jadi Ancaman untuk Haaland

Chelsea justru mempunyai salah satu pemenang terbesar melalui Joao Pedro yang merespons kekecewaan tidak masuk skuad Brasil di Piala Dunia dengan performa luar biasa. Penyerang berusia 24 tahun tersebut mencetak tujuh gol selama pramusim dan menjadi salah satu pemain paling produktif.

Joao Pedro sebelumnya menegaskan melalui Instagram bahwa kegembiraan dan kekecewaan merupakan bagian dari sepak bola setelah dirinya tidak dipanggil Brasil. Ia kemudian mengubah kekecewaan tersebut menjadi energi positif dan terlihat sangat menikmati pendekatan permainan Xabi Alonso bersama Chelsea.

Brasil kemudian tersingkir secara mengejutkan dari Piala Dunia setelah kalah melawan Norwegia pada babak 16 besar, sehingga keputusan mencoret Joao Pedro kembali menjadi sorotan. Bagi Chelsea, situasi tersebut justru membuat pemainnya tiba dalam kondisi lebih segar menjelang Liga Inggris.

Tujuh gol selama persiapan membuat namanya mulai diperhitungkan sebagai kandidat kejutan dalam persaingan Sepatu Emas, meskipun Erling Haaland masih menjadi standar utama. Setelah mencetak 20 gol di semua kompetisi musim sebelumnya, melewati angka tersebut sekarang terlihat jauh lebih realistis.

Kedalaman Liverpool Jadi Masalah Besar

Jika Chelsea mempunyai alasan untuk optimistis, Liverpool justru meninggalkan pramusim dengan pertanyaan besar mengenai kedalaman skuad meskipun kualitas susunan pemain utama mereka tetap tinggi. Dua kekalahan setelah sempat unggul dua gol atas Leeds dan Monaco menjadi peringatan serius.

Situasi Andoni Iraola berbeda dengan Arne Slot yang mengambil alih skuad kuat peninggalan Jurgen Klopp sebelum langsung memenangkan Liga Inggris pada musim pertamanya. Iraola sekarang mewarisi tim yang membutuhkan penyegaran besar, terutama pada lini belakang dan area tengah.

Masalah Liverpool bukan hanya kemampuan individu karena Iraola secara terbuka mengakui sebagian pemain belum memiliki kebugaran yang dibutuhkan untuk mempertahankan intensitas pressing sepanjang pertandingan. Filosofi sang pelatih akan sulit bekerja apabila kualitas pemain cadangan terlalu jauh dibandingkan pilihan utama.

Kemenangan dalam pertandingan terakhir melawan Como memberikan sedikit ketenangan setelah Jeremy Jacquet mencetak gol pada debut tidak resminya, sementara Ronald Araujo juga mendapatkan menit pertama. Meski demikian, hasil tersebut belum sepenuhnya menghapus kekhawatiran mengenai kedalaman skuad Liverpool.

Bradley Barcola memang dikaitkan sebagai tambahan baru untuk lini serang Liverpool, tetapi seorang pemain tidak akan menyelesaikan seluruh masalah yang dimiliki Iraola. Jika ingin kembali bersaing memperebutkan Liga Inggris, Liverpool masih membutuhkan tambahan pemain pada beberapa sektor penting.

Ifeanyi Ndukwe Jadi Kejutan di Tengah Krisis Liverpool

Di tengah persoalan tersebut, Ifeanyi Ndukwe justru muncul sebagai salah satu kejutan terbesar Liverpool setelah mendapatkan banyak kesempatan akibat cedera Jeremy Jacquet, Giovanni Leoni, dan Joe Gomez. Bek muda Austria tersebut memanfaatkan setiap menit untuk meningkatkan reputasinya di mata Iraola.

Kepindahan Ndukwe dari Austria Vienna sebenarnya telah dikonfirmasi sejak Januari, tetapi ia baru bergabung pada musim panas karena masih berusia 17 tahun ketika kesepakatan dibuat. Penampilan selama pramusim kemudian memunculkan desakan agar dirinya mendapatkan kesempatan lebih besar bersama skuad senior.

Masalahnya, Ndukwe belum memenuhi syarat memperoleh izin kerja untuk tampil dalam pertandingan kompetitif di Inggris sepanjang 2026, sehingga opsi peminjaman menjadi solusi paling realistis. Sejumlah klub bahkan dikabarkan tertarik menampungnya setelah melihat penampilan impresif sepanjang persiapan musim.

Newcastle Masuk Liga Inggris dengan Banyak Masalah

Newcastle menjadi salah satu klub dengan persiapan paling bergejolak setelah Eddie Howe mengejutkan publik dengan mundur pada 31 Juli, dua hari setelah kekalahan 1-4 melawan Bristol City. Pergantian manajer kurang dari tiga pekan sebelum kompetisi dimulai jelas bukan situasi ideal.

Matthias Jaissle kemudian mengambil alih pekerjaan tersebut, tetapi ia langsung menghadapi masalah skuad yang lebih besar dibanding sekadar mengganti sistem permainan. Newcastle sebelumnya sudah kesulitan mendapatkan pemain incaran dan kehilangan beberapa figur penting sepanjang musim panas.

Kekalahan 1-3 melawan Everton memperlihatkan bahwa perubahan tidak dapat dilakukan secara instan, terutama karena Jaissle harus bekerja dengan skuad yang relatif muda. Newcastle juga kehilangan Bruno Guimaraes dan Anthony Gordon, dua pemain yang sebelumnya memegang peran sangat penting.

Jaissle bahkan mengakui timnya kemungkinan belum mencapai kondisi puncak ketika memainkan pertandingan pembuka Liga Inggris melawan Liverpool. Kekalahan berikutnya dalam pertandingan persahabatan menghadapi Bayer Leverkusen membuat kekhawatiran terhadap Newcastle semakin sulit diabaikan menjelang musim baru.

JJ Gabriel, Bocah 15 Tahun yang Bikin Fans Manchester United Penasaran

Manchester United mendapatkan cerita menyenangkan melalui JJ Gabriel, pemain berusia 15 tahun yang menjadi pemain termuda klub dalam pertandingan tidak resmi saat menghadapi Atletico Madrid. Remaja kelahiran Enfield tersebut hanya tampil sekitar sepuluh menit, tetapi pencapaiannya langsung menarik perhatian.

Michael Carrick tidak dapat memberikannya debut Liga Inggris musim lalu karena Gabriel baru berusia 14 tahun ketika kompetisi dimulai, tetapi situasinya kini berubah. Carrick tetap meminta pendukung bersabar meskipun sebelumnya telah menggambarkan sang penyerang muda sebagai talenta besar.

Peluangnya masuk tim utama akan semakin menarik dipantau karena akademi Manchester United kembali menghasilkan sejumlah talenta menjanjikan, termasuk Shea Lacey yang tampil impresif selama pramusim. Namun, klub tentu tidak dapat menggantungkan seluruh perbaikan skuad kepada pemain-pemain belia.

Michael Carrick Justru Masuk Kelompok Pecundang

Ironisnya, Carrick sendiri berada dalam kelompok yang menghadapi tekanan setelah Manchester United kalah 2-4 dari AC Milan yang kini ditangani mantan manajer mereka, Ruben Amorim. United dua kali memimpin, tetapi gagal mempertahankan kontrol permainan hingga akhirnya mengalami kekalahan.

Situasi tersebut memperlihatkan persoalan yang bakal muncul ketika Manchester United harus kembali memainkan Liga Inggris bersamaan dengan Liga Champions musim ini. Carrick sebelumnya mempunyai waktu hampir sepekan mempersiapkan pertandingan karena United sudah tersingkir dari kompetisi piala ketika ia mengambil alih.

Musim baru menghadirkan tantangan sangat berbeda karena pertandingan dapat berlangsung setiap tiga atau empat hari, sementara kualitas pemain cadangan belum sepenuhnya meyakinkan. Carrick secara terbuka mengakui Manchester United masih membutuhkan tambahan pemain sebelum bursa transfer musim panas ditutup.

Carrick mengatakan klub harus mendorong batas kemampuan mereka demi kembali menjadi tim yang mampu bersaing dalam setiap kompetisi, sembari memahami keterbatasan finansial. Persoalan tersebut dapat menentukan apakah kebangkitan Manchester United di Liga Inggris benar-benar berlanjut atau kembali terhenti.

Brian Madjo Jadi Sensasi Baru Aston Villa

Dari seluruh pemain muda menjelang Liga Inggris, Brian Madjo mungkin menghadirkan cerita paling mengejutkan setelah perjalanan sulit terkait persoalan registrasi bersama Aston Villa. Penyerang 17 tahun itu sempat dilarang bermain karena kepindahannya dari Lille dianggap sebagai transfer internasional pemain di bawah umur.

Situasinya menjadi rumit karena Madjo, meskipun lahir di Enfield, sudah mencatat tiga penampilan senior bersama tim nasional Luksemburg ketika kepindahannya berlangsung. Aston Villa bahkan harus membawa kasus tersebut menuju Pengadilan Arbitrase Olahraga agar sang pemain bisa diturunkan.

Penantian panjang langsung terbayar ketika Madjo mencetak dua gol pada penampilan pertamanya bersama Aston Villa menghadapi Walsall pada 21 Juli. Dua gol tambahan kemudian menyusul selama pramusim sebelum namanya benar-benar meledak di panggung sepak bola Eropa.

Madjo mencetak gol menawan ketika Aston Villa menghadapi Paris Saint-Germain pada Piala Super UEFA di Salzburg meskipun pasukan Unai Emery akhirnya kalah 1-2. John McGinn selepas pertandingan bahkan menyebut pemain tersebut mempunyai potensi untuk berkembang menjadi penyerang luar biasa.

Total lima gol sepanjang persiapan semakin menegaskan bahwa performanya bukan sekadar satu malam mengejutkan melawan PSG, melainkan hasil dari perkembangan nyata. Jika tidak muncul persoalan registrasi baru, Madjo berpotensi mendapatkan menit penting ketika Liga Inggris 2026/27 dimulai.

Posturnya yang kuat, keberanian menghadapi bek senior, serta ketenangan ketika mendapatkan peluang membuat Villa mungkin tidak perlu terburu-buru mencari penyerang tambahan. Namun, perkembangan pemain berusia 17 tahun tetap harus dikelola hati-hati agar ekspektasi tidak berubah menjadi tekanan berlebihan.

Eli Junior Kroupi Jadi Korban Paling Sial

Jika Madjo menikmati musim panas yang luar biasa, Eli Junior Kroupi justru mengalami nasib berkebalikan setelah menderita cedera kaki ketika Bournemouth menjalani kamp latihan di Austria. Cedera tersebut membutuhkan operasi dan diperkirakan membuatnya absen setidaknya sampai akhir Oktober.

Situasinya terasa semakin menyakitkan karena pemain berusia 20 tahun tersebut menutup musim lalu dengan lima gol dalam lima pertandingan Liga Inggris terakhir. Performa itu membantu Bournemouth lolos ke kompetisi Eropa untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.

Gol spektakuler Kroupi melawan Manchester City pada 19 Mei bahkan mempunyai pengaruh besar dalam perlombaan gelar yang akhirnya dimenangkan Arsenal. Tidak mengherankan apabila pemain internasional Prancis U-21 tersebut kemudian dikaitkan dengan klub yang memiliki ambisi lebih besar.

Salah satu isu paling menarik adalah kemungkinan bereuni dengan mantan pelatihnya, Andoni Iraola, di Liverpool pada bursa transfer musim panas. Cedera tersebut praktis menghentikan kemungkinan transfer besar karena perhatian Kroupi kini sepenuhnya harus dialihkan menuju proses pemulihan.

Liga Inggris 2026/27 Bisa Menghadirkan Banyak Kejutan

Pramusim memang tidak pernah bisa digunakan sebagai ramalan pasti mengenai hasil akhir Liga Inggris karena intensitas dan tekanan pertandingan kompetitif berada pada level berbeda. Namun, persiapan musim tetap bisa memperlihatkan pemain yang sedang berkembang sekaligus masalah yang belum mampu diselesaikan sebuah klub.

Tzolis, Joao Pedro, Ndukwe, Gabriel, dan Madjo mendapatkan keuntungan terbesar dari kesempatan sepanjang musim panas, sedangkan Manchester City, Liverpool, Newcastle, Carrick, serta Kroupi membawa persoalan masing-masing. Ketika Liga Inggris dimulai, barulah terlihat apakah seluruh sinyal tersebut benar-benar menjadi pertanda.

Preview Stuttgart vs Viking

Preview Stuttgart vs Viking: Prediksi Susunan Pemain, Head to Head, dan Jadwal Pertandingan

07 Sep 2026
Preview Real Madrid vs Inter Milan

Preview Real Madrid vs Inter Milan: Prediksi Susunan Pemain, Head to Head, dan Jadwal Pertandingan

07 Sep 2026
Preview Porto vs Manchester City

Preview Porto vs Manchester City: Prediksi Susunan Pemain, Head to Head, dan Jadwal Pertandingan

07 Sep 2026
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Responsible Gambling
© 2026 Bonanza88. ▲

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.