Close Menu
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
Home - Olahraga - Bukan Sekadar Cadangan, Gerónimo Rulli Bisa Bikin Donnarumma Tak Nyaman di Man City

Bukan Sekadar Cadangan, Gerónimo Rulli Bisa Bikin Donnarumma Tak Nyaman di Man City

  • Agustus 13, 2026

Manchester City mungkin memperkenalkan Gerónimo Rulli sebagai tambahan pengalaman di sektor penjaga gawang, tetapi pemain Argentina itu bukan kiper cadangan biasa. Rekam jejak, kemampuan distribusi, dan pengalamannya membuat persaingan dengan Gianluigi Donnarumma berpotensi lebih menarik daripada perkiraan awal.

Gerónimo Rulli resmi bergabung dari Marseille pada 12 Agustus 2026 dengan kontrak dua tahun hingga musim panas 2028, setelah James Trafford pindah ke Leeds United. Reuters menyebut Rulli datang sebagai pelapis berpengalaman, sementara Donnarumma tetap berstatus penjaga gawang utama City.  

Transfer tersebut sekaligus membawa Gerónimo Rulli kembali ke klub yang pernah memilikinya pada musim 2016-17 tanpa memberikan satu penampilan senior. Satu dekade kemudian, Rulli pulang dengan CV jauh berbeda setelah menghabiskan sebagian besar kariernya menghadapi tekanan sepak bola Eropa.

Kini usianya sudah 34 tahun, tetapi Gerónimo Rulli justru datang setelah menjalani dua musim sebagai penjaga gawang utama Marseille. Ia memainkan lebih dari 70 pertandingan dalam periode tersebut, termasuk 39 penampilan dan sembilan clean sheet pada musim 2025-26.

Gerónimo Rulli Bukan Kiper Cadangan Biasa

Manchester City tidak membeli penjaga gawang yang menghabiskan beberapa musim terakhir duduk di bangku cadangan, melainkan pemain dengan jam terbang reguler. Itulah alasan Gerónimo Rulli memberi keamanan jauh lebih besar apabila Donnarumma cedera, terkena sanksi, atau membutuhkan rotasi.

Karier Gerónimo Rulli dimulai bersama Estudiantes sebelum membawanya menuju Real Sociedad, Montpellier, Villarreal, Ajax, Marseille, dan Manchester City. Ia mengoleksi 170 penampilan bersama Sociedad serta pernah menjadi salah satu bagian penting Villarreal dalam periode kompetitif mereka di Eropa.

Salah satu bukti kualitas terbaiknya muncul ketika Villarreal bertandang menghadapi Juventus pada babak 16 besar Liga Champions 2021-22. UEFA memilih Gerónimo Rulli sebagai pemain terbaik pertandingan setelah beberapa penyelamatannya membantu Villarreal menang 3-0 dan lolos dengan agregat 4-1. 

Rulli menahan peluang Álvaro Morata dan Dušan Vlahović ketika Juventus mendominasi babak pertama, termasuk penyelamatan jarak dekat terhadap Vlahović. Penampilan tersebut memperlihatkan bahwa ia pernah menjalankan tugas sebagai shot-stopper dalam pertandingan knockout Liga Champions dengan tekanan sangat tinggi. 

Statistik Gerónimo Rulli vs Donnarumma

Perbandingan statistik musim 2025-26 memperlihatkan Gerónimo Rulli menghadapi pekerjaan lebih banyak dibandingkan Donnarumma karena karakter Marseille dan Manchester City berbeda. Data Opta yang dipublikasikan Squawka mencatat Rulli membuat 2,7 penyelamatan per 90 menit, sedangkan Donnarumma mencatat 2,3 penyelamatan.

Gerónimo Rulli juga sedikit lebih banyak menghasilkan penyelamatan dari tembakan dalam dan luar kotak penalti, tetapi Donnarumma unggul dalam efisiensi. Kiper Italia itu membukukan save percentage 72,9 persen, sementara Rulli berada pada angka 69,09 persen sepanjang kompetisi liga.

Donnarumma juga mencatat rata-rata 0,5 clean sheet per 90 menit dibandingkan Gerónimo Rulli dengan 0,3, sekaligus kebobolan lebih sedikit. Statistik tersebut menjadi alasan kuat mengapa posisi Donnarumma sebagai penjaga gawang pertama Manchester City belum berada dalam ancaman langsung.

Namun, angka penyelamatan tidak menjelaskan seluruh nilai Gerónimo Rulli karena kekuatan menariknya muncul ketika Manchester City menguasai bola. Dalam aspek inilah profil kiper Argentina tersebut dapat menawarkan sesuatu yang membuat persaingannya dengan Donnarumma menjadi lebih menarik secara taktikal.

Gerónimo Rulli Lebih Aktif Memainkan Bola

Gerónimo Rulli mencatat rata-rata 41,8 sentuhan per 90 menit bersama Marseille pada musim lalu, jauh di atas Donnarumma yang membukukan 34,3 sentuhan. Ia juga mencoba 30,7 operan dan menyelesaikan 24,6 operan per pertandingan liga.

Donnarumma hanya melakukan 26 percobaan operan dan 20,9 operan sukses per 90 menit, meskipun akurasi umpannya sedikit lebih tinggi sebesar 80,39 persen. Gerónimo Rulli berada sangat dekat dengan tingkat akurasi 80,11 persen sehingga perbedaannya secara praktis sangat kecil.

Perbedaan tersebut menunjukkan Gerónimo Rulli terbiasa mendapatkan bola lebih sering dan menjadi bagian aktif dalam fase pertama pembangunan serangan. Karakter itu sangat berguna bagi Manchester City ketika bek tengah membutuhkan penjaga gawang sebagai opsi tambahan untuk keluar menghadapi pressing tinggi.

Ia bukan sekadar pemain yang menerima back-pass sebelum segera membuang bola, tetapi penjaga gawang yang cukup nyaman menentukan arah serangan berikutnya. Gerónimo Rulli dapat memainkan operan pendek sekaligus mencari opsi vertikal apabila lawan menutup jalur progresi di sekitar kotak penalti.

Umpan Panjang Jadi Senjata Gerónimo Rulli

Gerónimo Rulli juga mencoba sekitar 10,3 umpan panjang per 90 menit bersama Marseille dan menyelesaikan rata-rata 4,5 di antaranya. Donnarumma berada di bawahnya dengan 8,8 percobaan serta 3,9 umpan panjang sukses dalam setiap 90 menit.

Kemampuan tersebut menawarkan jalan keluar ketika Manchester City menghadapi lawan yang melakukan man-to-man pressing dan menutup opsi umpan pendek. Rulli dapat melewati satu atau dua garis tekanan sekaligus dengan distribusi langsung menuju gelandang, winger, atau penyerang.

Karakter tersebut bukan sesuatu yang baru dalam permainan Gerónimo Rulli karena UEFA pernah mencatat Villarreal membangun serangan melalui dirinya menghadapi Manchester United. Bahkan ketika mendapat high press, tim Unai Emery tetap berusaha mengalirkan bola dari sang penjaga gawang menuju lini berikutnya.  

Itulah yang membuat Gerónimo Rulli lebih menarik untuk sistem Enzo Maresca daripada sekadar reputasinya sebagai kiper berpengalaman. Ia memberikan alternatif build-up sekaligus kemungkinan mengubah pola distribusi tanpa membuat Manchester City harus mengubah struktur pemain di depan.

Shot-Stopping Masih Menjadi Keunggulan Donnarumma

Jika penilaian hanya menggunakan kemampuan menghentikan tembakan, Donnarumma masih mempunyai argumentasi lebih kuat untuk mempertahankan posisi utama. Persentase penyelamatan yang lebih tinggi serta angka kebobolan lebih rendah memperlihatkan bahwa kiper Italia tersebut tetap unggul dalam aspek fundamental penjaga gawang.

Gerónimo Rulli juga tidak sepenuhnya bebas dari kesalahan karena mencatat empat error yang berujung tembakan di Ligue 1 musim 2025-26. Satu dari empat kesalahan tersebut berakhir menjadi gol, sehingga keberaniannya bermain dengan bola tetap membawa konsekuensi tertentu.

Sebaliknya, Donnarumma juga melakukan lima kesalahan yang menghasilkan tembakan di Premier League, dengan dua di antaranya berujung gol. Angka tersebut menunjukkan bahwa kedua penjaga gawang memiliki risiko masing-masing ketika harus mengambil keputusan dalam sistem yang meminta keterlibatan aktif.

Karena itu, Gerónimo Rulli tidak datang sebagai penjaga gawang sempurna yang otomatis lebih cocok dibandingkan Donnarumma. Keunggulannya terletak pada kombinasi pengalaman, distribusi, keberanian menguasai ruang, serta kemampuannya menjalankan beberapa pendekatan permainan berbeda.

Malam Ikonik Gerónimo Rulli Melawan Manchester United

Nama Gerónimo Rulli mungkin paling diingat pendukung sepak bola Inggris karena final Liga Europa 2021 antara Villarreal dan Manchester United. Pertandingan berakhir 1-1 setelah perpanjangan waktu sebelum kedua tim menjalani salah satu adu penalti paling dramatis dalam sejarah kompetisi.

Setelah 20 eksekutor pertama semuanya mencetak gol, Gerónimo Rulli maju sebagai penendang ke-11 Villarreal dan berhasil menaklukkan David de Gea. Ia kemudian menggagalkan tendangan De Gea, memastikan Villarreal memenangkan adu penalti 11-10 dan mengangkat trofi Eropa pertama mereka. 

Momen tersebut sangat penting karena Rulli tidak hanya melakukan penyelamatan penentu, tetapi sebelumnya harus mengambil sendiri penalti dalam kondisi tekanan ekstrem. UEFA mencatat tendangan De Gea yang dihentikannya merupakan penalti ke-22 dalam rangkaian luar biasa tersebut.  

Namun, satu malam bersejarah tidak otomatis menjadikan Gerónimo Rulli spesialis penalti kelas dunia sepanjang kariernya. Data dalam sumber menunjukkan ia menyelamatkan 15 dari 63 penalti pertandingan reguler dan tiga dari 25 tendangan yang dihadapinya dalam adu penalti.

Pengalaman Juara Dunia Jadi Nilai Tambah

Gerónimo Rulli juga membawa pengalaman internasional bersama Argentina setelah mendapatkan delapan caps dan berada dalam skuad Lionel Scaloni pada sejumlah turnamen besar. Ia menjadi bagian tim yang memenangkan Finalissima 2022, Piala Dunia 2022, serta Copa America 2024.

Reuters juga mengonfirmasi statusnya sebagai anggota skuad juara dunia Argentina dan pemenang Copa America sebelum kepindahannya ke Manchester City. Walaupun tidak menggusur Emiliano Martinez sebagai pilihan utama, lingkungan tersebut memberikan pengalaman menghadapi tekanan kompetisi internasional tertinggi. 

Manchester City dengan demikian mendapatkan penjaga gawang yang memahami bagaimana bekerja sebagai nomor dua tanpa kehilangan kesiapan ketika kesempatan datang. Situasi serupa pernah dihadapinya bersama Argentina, sehingga peran di belakang Donnarumma bukan sesuatu yang sepenuhnya asing.

Mengapa Manchester City Memilih Gerónimo Rulli?

Kepindahan James Trafford ke Leeds United meninggalkan ruang yang harus segera diisi Manchester City karena Marcus Bettinelli merupakan pilihan lain dalam skuad. Reuters melaporkan Leeds membeli Trafford dengan kontrak lima tahun setelah ia hanya membuat 17 penampilan untuk City musim lalu. 

Menggantikan Trafford dengan Gerónimo Rulli membuat Manchester City mendapatkan solusi yang berbeda karena mereka tidak perlu mengembangkan kiper muda sambil berharap mendapatkan menit bermain. Rulli sudah matang, berpengalaman, dan datang dengan pemahaman mengenai tuntutan pertandingan level atas.

Manchester City sendiri menekankan pengalaman tersebut ketika memperkenalkannya, sementara direktur sepak bola Hugo Viana menyebut kualitas Rulli dibutuhkan oleh kelompok penjaga gawang mereka. Klub melihat kombinasi Rulli, Donnarumma, dan Bettinelli sebagai komposisi yang memberikan kedalaman cukup kuat.

Pilihan tersebut juga masuk akal dari sudut manajemen skuad karena Gerónimo Rulli menandatangani kontrak hanya sampai 2028. City mendapatkan penjaga gawang siap pakai tanpa harus membuat komitmen jangka panjang kepada pemain yang akan berusia 36 tahun ketika kontraknya berakhir.  

Bisakah Gerónimo Rulli Menggeser Donnarumma?

Untuk awal musim, Donnarumma tetap menjadi favorit kuat sebagai nomor satu karena kemampuan shot-stopping dan konsistensinya masih lebih baik secara statistik. Gerónimo Rulli lebih tepat ditempatkan sebagai kiper kedua berkualitas starter daripada pemain yang langsung mengambil posisi utama.

Namun, label cadangan tidak berarti persaingan menjadi formalitas karena perbedaan karakter keduanya dapat memengaruhi keputusan Maresca dalam pertandingan tertentu. Ketika City membutuhkan kiper lebih aktif dalam build-up dan distribusi panjang, Gerónimo Rulli mempunyai argumentasi taktikal yang kuat.

Pengalaman Manchester City menjalani empat kompetisi juga berarti Rulli hampir pasti memiliki peluang mendapatkan pertandingan apabila kondisinya tetap prima. Kualitasnya memungkinkan Maresca melakukan rotasi tanpa merasa level permainan tim turun drastis hanya karena Donnarumma sedang tidak berada di bawah mistar.

Justru di situlah nilai terbesar transfer ini karena Gerónimo Rulli tidak harus menggeser Donnarumma untuk dianggap sebagai perekrutan sukses. Ia hanya perlu membuat posisi penjaga gawang Manchester City tetap kuat setiap kali pemain utama tidak tersedia atau membutuhkan istirahat.

Gerónimo Rulli mungkin bukan proyek masa depan Manchester City, tetapi seluruh perjalanan kariernya menunjukkan ia terlalu bagus untuk dipandang sekadar penjaga bangku cadangan. Mulai dari final Liga Europa hingga Liga Champions, ia sudah membuktikan mampu muncul ketika pertandingan memasuki tekanan tertinggi. 

Donnarumma tetap memulai persaingan di depan, tetapi kehadiran kiper berpengalaman dengan distribusi kuat membuat margin kesalahan sang pemain Italia menjadi lebih kecil. Gerónimo Rulli datang sebagai pelapis, tetapi kualitasnya cukup tinggi untuk memastikan posisi nomor satu Manchester City tidak pernah terasa sepenuhnya aman.

Preview Stuttgart vs Viking

Preview Stuttgart vs Viking: Prediksi Susunan Pemain, Head to Head, dan Jadwal Pertandingan

07 Sep 2026
Preview Real Madrid vs Inter Milan

Preview Real Madrid vs Inter Milan: Prediksi Susunan Pemain, Head to Head, dan Jadwal Pertandingan

07 Sep 2026
Preview Porto vs Manchester City

Preview Porto vs Manchester City: Prediksi Susunan Pemain, Head to Head, dan Jadwal Pertandingan

07 Sep 2026
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Responsible Gambling
© 2026 Bonanza88. ▲

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.