Liverpool memasuki musim 2026/2027 dengan wajah baru setelah kepergian Mohamed Salah, Andy Robertson, Ibrahima Konaté, dan Arne Slot mengubah fondasi skuad. Andoni Iraola kini membutuhkan pemain yang mampu memberi kecepatan, gol, kreativitas, sekaligus energi dalam tekanan tinggi. Semua terangkum dalam sosok Bradley Barcola.
Aktivitas transfer Liverpool sejauh ini belum terlalu agresif karena Víctor Muñoz menjadi satu-satunya rekrutan musim panas pada awal Agustus. Jérémy Jacquet juga telah datang setelah dibeli pada Januari, tetapi Piala Dunia dan cedera membuat keduanya belum tampil pada pramusim.
Situasi tersebut membuat kebutuhan mendatangkan penyerang baru semakin mendesak, terutama untuk menutup lubang besar yang ditinggalkan Salah. Yan Diomande sempat menjadi kandidat utama, tetapi winger Pantai Gading itu kemudian memilih jalur transfer yang mengarah ke Real Madrid.
Nama Bradley Barcola kemudian kembali menguat setelah Liverpool sebelumnya sudah memantau pemain Prancis tersebut selama beberapa tahun. Pemain berusia 23 tahun itu juga pernah dikaitkan dengan Anfield pada musim panas lalu sebelum rumor kepindahannya kembali memanas tahun ini.
Dilansir dari The Analyst, Bradley Barcola telah menjalani tiga musim bersama Paris Saint-Germain dengan koleksi tiga gelar Ligue 1, dua Coupe de France, dan dua Liga Champions. Kontraknya tersisa dua tahun dan laporan menyebut sang pemain belum bersedia memperpanjang masa baktinya di Paris.
Liverpool kemudian melakukan pendekatan kepada perwakilan Bradley Barcola dan menyiapkan tawaran pembuka, sementara PSG memasang valuasi sekitar £145 juta. Hingga 12 Agustus 2026, transfer tersebut belum final dan Arsenal juga dilaporkan memantau situasi winger timnas Prancis itu.
Bradley Barcola Bukan Pengganti Langsung Mohamed Salah di Liverpool
Meski sering disebut calon pengganti Salah di Liverpool, profil Bradley Barcola sebenarnya berbeda karena posisi terbaiknya berada di sisi kiri. Sejak bergabung dengan PSG pada 2023, sekitar 77 persen menit bermainnya datang dari kiri dan hanya 13 persen dari kanan.
Iraola memang menginginkan winger yang fleksibel dan mampu bertukar sisi selama pertandingan, sehingga kemampuan Bradley Barcola bermain di kanan tetap berguna. Namun, jika Liverpool membayar biaya sembilan digit, peran utama di sisi kiri kemungkinan besar tetap menjadi pilihan paling logis.
Keputusan itu akan memunculkan konsekuensi terhadap pemain Liverpool lainnya karena Cody Gakpo, Rio Ngumoha, dan Víctor Muñoz juga bisa beroperasi di kiri. Gakpo sendiri telah dikaitkan dengan Tottenham, sehingga kedatangan Bradley Barcola dapat membuka jalan perubahan komposisi lini depan.
Bradley Barcola merupakan pemain berkaki kanan dan melepaskan 71 tembakan menggunakan kaki dominannya untuk PSG pada semua kompetisi musim lalu. Ia tetap cukup nyaman memakai kaki kiri dengan 23 percobaan, termasuk menghasilkan tiga dari total 13 golnya.
Perjalanan Bradley Barcola dari Lyon ke PSG
Karier seniornya mulai mencuri perhatian bersama Lyon pada musim 2022/2023 ketika mencatat tujuh gol dan sembilan assist dalam 31 pertandingan. Menariknya, hanya 20 laga yang dijalani sebagai starter, memperlihatkan produktivitas tinggi ketika kesempatan bermain reguler mulai datang.
Bradley Barcola juga pernah mencetak gol dan tampil menonjol melawan Liverpool dalam laga persahabatan di Dubai pada Desember 2022. PSG kemudian membelinya beberapa bulan setelah itu dengan harga yang dilaporkan mencapai €45 juta pada musim panas 2023.
Musim pertamanya di Paris menghasilkan lima gol dan sembilan assist dari 39 pertandingan, sebelum performanya melonjak tajam semusim berikutnya. Pada 2024/2025, Bradley Barcola memainkan 58 pertandingan di seluruh kompetisi dan hanya kalah dari Federico Valverde serta Pedri yang masing-masing tampil 59 kali.
Produktivitasnya ikut meningkat menjadi 21 gol dan 18 assist atau 39 keterlibatan gol sepanjang musim 2024/2025. Di antara pemain lima liga top Eropa, hanya delapan pemain yang mencatat jumlah keterlibatan gol lebih banyak daripada Bradley Barcola.
Ancaman Bradley Barcola juga terlihat dari kualitas peluang karena ia menciptakan 27 big chances pada semua kompetisi musim 2024/2025. Ia sendiri memperoleh 51 big chances, hanya empat lebih sedikit dibandingkan Salah yang mendapatkan 55 peluang besar dalam musim 34 gol bersama Liverpool.
Angkanya memang menurun pada musim berikutnya, tetapi Bradley Barcola tetap berperan ketika PSG mempertahankan gelar Ligue 1 dan Liga Champions. Tanpa memasukkan Piala Dunia Antarklub, ia mengemas 13 gol dan enam assist atau 19 keterlibatan gol di semua kompetisi.
Didier Deschamps tetap memberi kepercayaan besar pada Bradley Barcola di Piala Dunia 2026 bersama timnas Prancis. Ia menjadi starter dalam empat dari delapan pertandingan, masuk sebagai pemain pengganti pada empat laga lainnya, serta menghasilkan tiga gol dan satu assist ketika Prancis finis keempat.
Statistik Bradley Barcola yang Cocok dengan Iraola
Daya tarik terbesar Bradley Barcola bukan sekadar statistik gol karena kecepatan dan keberaniannya membawa bola dapat merepotkan bek sayap. Musim lalu ia mencoba 4,7 dribel per 90 menit untuk PSG dengan tingkat keberhasilan 37,2 persen.
Di skuad PSG, hanya Désiré Doué dengan 5,8 dribel, Ibrahim Mbaye 5,5, dan Khvicha Kvaratskhelia 4,9 per 90 menit lebih agresif. Untuk Liverpool, hanya Ngumoha yang mencatat angka lebih tinggi dengan 7,7 percobaan, meski berasal dari jumlah menit jauh lebih sedikit.
Perbandingan dengan Bournemouth juga menarik karena tidak ada pemain tim Iraola musim lalu yang mencapai lebih dari 4,0 percobaan dribel per 90 menit, minimal sepuluh pertandingan. Di Piala Dunia, Bradley Barcola menyelesaikan 13 dari 25 dribel dengan tingkat keberhasilan 52 persen.
Kemampuan membawa bola ke ruang terbuka justru menjadi alasan kuat mengapa Bradley Barcola cocok dengan sepak bola transisi Iraola. Ia mencatat rata-rata 0,9 carry pencipta peluang dan 1,6 carry yang berakhir dengan tembakan per 90 menit, tertinggi di PSG.
Tanpa bola, Bradley Barcola juga aktif menyerang ruang di belakang pertahanan lawan dan mencatat 109 runs in behind di Liga Champions musim lalu. Hanya empat pemain mencatat jumlah lebih banyak, sementara angkanya setidaknya 28 lebih tinggi daripada pemain PSG lainnya.
Sebanyak 50,2 persen pergerakan tanpa bola Bradley Barcola ketika PSG menguasai bola merupakan lari menembus garis pertahanan. Salah juga mencatat 109 runs in behind bersama Liverpool, setara 51,9 persen total pergerakannya, meski dimainkan 302 menit lebih sedikit.
Bradley Barcola tidak hanya menyerang kotak penalti karena kontribusi kreatifnya juga cukup menonjol untuk mendukung penyerang seperti Alexander Isak. Ia menciptakan 72 peluang dari permainan terbuka musim lalu, jumlah terbanyak di antara seluruh pemain PSG.
Rata-ratanya mencapai 2,18 peluang dari permainan terbuka per 90 menit, di bawah Ousmane Dembélé 2,54 dan Lee Kang-in 2,39. Di Liverpool, hanya Ngumoha 2,46 dan Florian Wirtz 2,44 yang menghasilkan rata-rata lebih tinggi pada semua kompetisi musim lalu.
Bradley Barcola Juga Kuat dalam Pressing
Aspek lain yang cocok dengan Iraola adalah kemampuan Bradley Barcola merebut bola tinggi di area lawan melalui tekanan agresif. Ia memenangi penguasaan bola 30 kali di sepertiga akhir, hanya kalah dari Vitinha yang mencatat 36 kali untuk PSG.
Secara per 90 menit, catatan Bradley Barcola mencapai 0,91 perebutan bola di sepertiga akhir, sedikit di bawah Mbaye 1,09, Doué 0,95, dan Senny Mayulu 0,94. Angka tersebut lebih tinggi daripada seluruh pemain Liverpool musim lalu dengan minimal tiga penampilan.
Bournemouth asuhan Iraola memang menekan lebih agresif, tetapi hanya Junior Kroupi dengan 1,13 dan Justin Kluivert 0,97 yang melampaui angka Bradley Barcola. Kombinasi ancaman menyerang dan kerja tanpa bola inilah yang membuat profilnya terlihat sangat sesuai dengan tuntutan pelatih Spanyol tersebut.
Pertanyaan berikutnya adalah mengapa PSG mempertimbangkan penjualan pemain dengan kontribusi sebesar itu, apabila laporan transfer tersebut benar. Bradley Barcola sebenarnya tampil 49 kali musim lalu dan mengoleksi 2.970 menit, terbanyak di antara seluruh penyerang PSG jika waktu tambahan tidak dihitung.
Masalahnya muncul pada pertandingan terbesar karena Luis Enrique lebih sering memilih Kvaratskhelia dan Doué di kedua sisi serangan. Bradley Barcola tidak menjadi starter di Liga Champions setelah babak 16 besar melawan Chelsea, meskipun mencetak gol pada kedua leg pertandingan tersebut.
Sepanjang musim, Bradley Barcola hanya delapan kali menuntaskan pertandingan selama 90 menit dan cuma sekali melakukannya di Liga Champions. Kondisi tersebut menjelaskan mengapa keinginan memperoleh peran lebih besar terus muncul dalam laporan mengenai masa depannya di Paris.
Masalah Finishing Bradley Barcola
Kelemahan terbesar Bradley Barcola adalah ketajaman saat mendapatkan peluang sangat matang karena konversi big chance-nya hanya 28,7 persen dalam dua musim terakhir. Ia mencetak 25 dari 87 peluang besar, terburuk di antara 25 pemain yang memperoleh setidaknya 60 big chances.
Sebagai perbandingan, Michael Olise memiliki konversi 27,6 persen dengan 16 gol dari 58 big chances, meskipun jumlah peluangnya tidak memenuhi ambang 60. Namun, penyelesaian keseluruhan Barcola mencapai 15,6 persen, sehingga kualitas finishing-nya sebenarnya tidak buruk ketika seluruh jenis tembakan dihitung.
Dari 101 pemain lima liga top Eropa dengan sedikitnya 150 tembakan selama dua musim terakhir, hanya 38 pemain memiliki persentase finishing lebih baik. Barcola masih berada di atas Hugo Ekitiké 14,3 persen, Olise 13,7 persen, dan Morgan Rogers 13,5 persen.
Ia juga unggul dibandingkan Jude Bellingham 13,1 persen, Vinícius Júnior 13,0 persen, Désiré Doué 12,9 persen, serta Kvaratskhelia 12,7 persen. Meski begitu, Bradley Barcola sedikit berada di bawah expected goals dengan 34 gol dari total peluang senilai 38,4 xG.
Hanya Ousmane Dembélé yang memiliki xG lebih tinggi di PSG dalam periode tersebut dengan angka 44,1, menandakan Bradley Barcola konsisten masuk ke posisi berbahaya. Jika ketenangannya meningkat, jumlah gol pemain Prancis itu masih memiliki ruang besar untuk bertambah.
Opta Player Radars bahkan menemukan profil statistik Bradley Barcola musim lalu paling mirip dengan dua mantan bintang Liverpool, Luis Díaz dan Mohamed Salah. Dua pemain berikutnya yang memiliki kemiripan terbesar adalah Lamine Yamal dan Vinícius Júnior, memperlihatkan level kelompok pembandingnya.
Layakkah Liverpool Membayar Mahal Bradley Barcola?
Meski demikian, harga lebih dari £100 juta tetap menjadi pertanyaan besar, terlebih PSG disebut menilai Bradley Barcola sekitar £145 juta. Harga Elliot Anderson ke Manchester City dan Morgan Rogers ke Chelsea juga disebut memengaruhi pasar, tetapi situasi masing-masing pemain tidak sepenuhnya sebanding.
Bradley Barcola bukan pengganti Salah secara langsung karena kecenderungannya bermain dari kiri membuat peran taktisnya berbeda. Namun, kombinasi Wirtz, Isak, dan Barcola bisa membagi tanggung jawab gol serta kreativitas yang sebelumnya sangat bergantung kepada penyerang asal Mesir tersebut.
Bagi Iraola, daya ledak, kemampuan membawa bola, lari di belakang pertahanan, kreativitas, dan pressing Bradley Barcola menawarkan paket yang sangat menarik. Jika Liverpool mampu mencapai kompromi harga dengan PSG, pemain Prancis itu berpotensi menjadi salah satu transfer paling menentukan dalam era baru Anfield.



