Close Menu
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
  •  Piala Dunia 2026
Bonanza88Bonanza88
Home - Olahraga - Liverpool Mulai Berubah di Tangan Iraola, Gaya Heavy Metal Kembali tapi Ada Masalah Besar

Liverpool Mulai Berubah di Tangan Iraola, Gaya Heavy Metal Kembali tapi Ada Masalah Besar

  • Agustus 11, 2026

Liverpool mulai menunjukkan wajah berbeda di bawah Andoni Iraola selama pramusim 2026, dengan permainan agresif, vertikal, dan penuh tekanan yang mengingatkan publik Anfield pada era Jurgen Klopp. Namun perubahan itu juga memunculkan satu persoalan besar, yakni kerentanan ketika lawan mampu melewati tekanan pertama.

Dilansir BBC Sport, Liverpool memenangi laga melawan Sunderland dan Wrexham, tetapi membuang keunggulan dua gol saat kalah dari Leeds United dan AS Monaco. Empat pertandingan itu memang hanya sampel kecil, namun sudah memperlihatkan pola permainan yang sedang dibangun Iraola.

Iraola resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala Liverpool pada 4 Juni 2026 setelah tiga musim bersama Bournemouth, menggantikan Arne Slot menjelang kompetisi 2026-2027. Pelatih asal Basque itu datang setelah membawa Bournemouth finis keenam dan meraih tiket kompetisi Eropa untuk pertama kalinya.  

Sejak sesi latihan pertama, Iraola menegaskan bahwa menanamkan identitas permainan menjadi prioritas selama pramusim, bukan sekadar mengejar hasil pertandingan persahabatan. Liverpool juga harus mempelajari posisi terbaik setiap pemain agar pendekatan baru tersebut tidak menghilangkan kualitas individu yang sudah ada. 

Mulai Mainkan Sepak Bola Heavy Metal Iraola

Salah satu perubahan paling terlihat berada pada fase penguasaan bola, karena Liverpool tidak selalu terburu-buru bermain vertikal sejak awal. Mereka beberapa kali membangun serangan pendek melalui penjaga gawang, empat bek, serta satu atau dua gelandang yang turun mendekati bola.

Dominik Szoboszlai dan Trey Nyoni menjadi pasangan gelandang dalam yang sering dipakai sepanjang pramusim, dengan tugas menawarkan jalur umpan sebelum bola dialirkan ke sisi lapangan. Tujuannya bukan mempertahankan bola tanpa arah, melainkan memancing lawan maju sebelum Liverpool mempercepat serangan.

Pola tersebut memperlihatkan bagaimana Iraola mencoba menyesuaikan filosofi lamanya dengan karakter Liverpool yang lebih sering menghadapi pertahanan rendah. Ketika lawan terpancing menekan, The Reds berusaha segera menemukan umpan vertikal dan menciptakan situasi yang menyerupai serangan balik buatan.

Pendekatan itu menjadi penting karena Liverpool mencatat rata-rata penguasaan bola 60,6 persen dalam empat pertandingan awal pramusim menurut BBC Sport. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata Bournemouth asuhan Iraola musim lalu, sehingga sang pelatih menghadapi tantangan taktis baru.

Sengaja Memancing Lawan Menekan

Ketika lawan menekan terlalu agresif, Liverpool juga tidak ragu meninggalkan build-up pendek dan memainkan bola panjang dari Alisson Becker atau Giorgi Mamardashvili. Bahkan ketika duel pertama gagal dimenangkan, pemain lain sudah disiapkan untuk menyerbu bola kedua dan menyerang pertahanan yang belum terorganisasi.

Pengaruh Marcelo Bielsa terlihat kuat dalam cara Iraola membangun serangan karena keduanya menyukai pergerakan dinamis dan keberanian menyerang ruang. Iraola pernah dilatih Bielsa di Athletic Club pada 2011 hingga 2013, pengalaman yang kemudian ikut membentuk gagasan sepak bolanya sebagai pelatih.

Liverpool karena itu tidak terlihat menyerang dengan posisi yang terlalu kaku, terutama ketika bola masuk ke area sayap. Winger, bek sayap, dan gelandang dapat saling bertukar tempat sehingga pemain lawan kesulitan menentukan siapa yang harus diikuti ketika rotasi terjadi.

Di sisi kiri, pola tersebut sudah terlihat ketika Milos Kerkez naik mendukung Rio Ngumoha atau Cody Gakpo, sementara Florian Wirtz bergerak mendekat sebagai pilihan ketiga. Wirtz dapat masuk ke tengah, turun menjemput bola, atau melebar sesuai ruang yang tersedia.

Rotasi segitiga itu dirancang untuk mengubah serangan menjadi duel kecil dua lawan dua atau tiga lawan tiga di area sayap. Jika kombinasi berhasil, Liverpool dapat membawa bola mendekati garis akhir sebelum mengirim umpan silang dari posisi yang lebih berbahaya.

Kerkez bahkan mengakui dirinya menyukai sistem Iraola karena mendapat kesempatan bermain lebih tinggi dan menghadapi lawan dalam duel satu lawan satu. Pengalaman bek Hungaria tersebut bersama Iraola di Bournemouth juga membuatnya dapat membantu pemain Liverpool lain memahami tuntutan sistem baru. 

Masalah Besar Liverpool di Era Iraola

Masalahnya, keberanian menyerang dengan banyak pemain membuat keseimbangan Liverpool belum selalu terjaga ketika kehilangan bola. Dalam beberapa fase pramusim, kedua bek sayap, dua gelandang, dan tiga pemain depan bisa berada tinggi secara bersamaan sehingga hanya menyisakan sedikit perlindungan.

BBC Sport menyoroti bahwa situasi tertentu dapat meninggalkan hanya dua bek tengah dan satu gelandang bertahan di belakang bola. Struktur seperti itu membuat Liverpool sangat berbahaya ketika menyerang, tetapi sekaligus memberi ruang besar kepada lawan apabila counter-press pertama berhasil dilewati.

Risiko tersebut bukan sepenuhnya persoalan baru karena Liverpool era Arne Slot juga beberapa kali kesulitan menghadapi serangan balik cepat pada musim sebelumnya. Perbedaannya, sistem Iraola memang secara sadar menerima lebih banyak kekacauan demi menghadirkan jumlah pemain yang lebih besar di area serang.

Solusi utama Iraola bukan otomatis menurunkan banyak pemain ke belakang, melainkan berusaha menghentikan serangan balik sejak sumbernya melalui counter-press intens. Karena serangan sering dibangun lewat sisi lapangan, beberapa pemain berada berdekatan dan dapat langsung mengepung lawan ketika bola hilang.

Masalahnya, mekanisme tersebut membutuhkan kondisi fisik, jarak antarpemain, dan waktu menekan yang hampir sempurna agar tidak berubah menjadi kelemahan. Iraola sendiri mengakui setelah kekalahan dari Monaco bahwa Liverpool belum mampu mempertahankan level permainan yang diinginkan sepanjang pertandingan.

Pelatih berusia 44 tahun itu menilai kedalaman skuad, penurunan kondisi fisik, dan pressing yang belum sempurna ikut menyebabkan tim kehilangan keunggulan pada babak kedua. Pernyataan tersebut menunjukkan pekerjaan terbesar Liverpool bukan menemukan identitas, tetapi menjaga identitas itu selama 90 menit.

Pressing 4-4-2 Jadi Senjata Utama

Dalam fase bertahan, Liverpool sering membentuk pressing menyerupai berlian 4-4-2 dengan tujuan mengarahkan lawan menuju area tertentu sebelum tekanan diperketat. Szoboszlai memegang peranan penting karena ia harus mengetahui kapan meninggalkan gelandang lawan dan kapan maju membantu tekanan di depan.

Ketika Szoboszlai melompat menekan, gelandang bertahan serta lini belakang wajib bergerak serempak menutup pemain yang ditinggalkan. Jika satu pemain terlambat membaca rotasi tersebut, lawan dapat menemukan jalur umpan bebas dan seluruh struktur pressing Liverpool berpotensi terbuka.

Fisik Szoboszlai menjadi aset besar karena kapten Hungaria itu mampu menutup ruang luas dan menjaga intensitas tekanan tetap tinggi. Ia juga menilai intensitas yang dibawa Iraola merupakan sesuatu yang dibutuhkan Liverpool, terutama setelah periode transisi dari pendekatan Arne Slot.

Iraola tetap mempertahankan prinsip memiliki satu bek ekstra dibandingkan jumlah penyerang lawan, kebiasaan yang sebelumnya diterapkan bersama Bournemouth. Jika lawan meninggalkan tiga pemain di depan, Liverpool cenderung menjaga empat pemain di belakang dan mengompensasi kekurangan jumlah saat pressing melalui intensitas.

Liverpool Era Iraola Menjanjikan, tapi Belum Selesai

Karena itu, gambaran awal Liverpool era Iraola adalah tim yang berani, dinamis, dan jauh lebih vertikal tanpa meninggalkan kemampuan menguasai bola. Sistem tersebut memiliki kemiripan dengan sepak bola heavy metal yang pernah identik dengan Klopp, tetapi dibangun melalui detail pressing dan rotasi berbeda.

Tantangan sebenarnya baru akan terlihat ketika Premier League dimulai karena lawan akan lebih disiplin mengeksploitasi ruang yang ditinggalkan saat Liverpool menyerang. Jika Iraola mampu menemukan keseimbangan antara kekacauan ofensif dan kontrol defensif, The Reds memiliki fondasi untuk kembali menjadi tim yang sangat sulit dihadapi.

Preview Stuttgart vs Viking

Preview Stuttgart vs Viking: Prediksi Susunan Pemain, Head to Head, dan Jadwal Pertandingan

07 Sep 2026
Preview Real Madrid vs Inter Milan

Preview Real Madrid vs Inter Milan: Prediksi Susunan Pemain, Head to Head, dan Jadwal Pertandingan

07 Sep 2026
Preview Porto vs Manchester City

Preview Porto vs Manchester City: Prediksi Susunan Pemain, Head to Head, dan Jadwal Pertandingan

07 Sep 2026
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Responsible Gambling
© 2026 Bonanza88. ▲

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.